
AH.. Selamat pagi dunia! Sudah lama tidak merasakan hari libur..yah..walaupun ada janji sih..
Ini adalah pertama kali nya aku libur semenjak menjadi seorang seniman. Tapi kini aku menerima tawaran untuk libur. Jadi apa yang harus kita lakukan sebelum jam 10?..
Aku memikirkan kegiatan apa yang menyenangkan saat libur, Hemm.. Baiklah, mari kita jalan-jalan!
Hari ini sungguh menyenangkan! Aku ke taman hiburan, Makan-makan dan lainnya..
Aku melihatnya jam tanganku ternyata sudah pukul 9:30. 30 menit sudah jam 10, jadi aku bersiap untuk kembali. Di perjalanan aku bertemu Jevano.
"Loh Jevano?"
Aku melihat Jevano di depan ku yang memakai jaket hitam dan juga membawa sebuket bunga. Apa dia akan pergi untuk melamar seseorang?
"Oh hai Riana, apa kau menikmati hari libur nya?"
"Ah, iya.. Jevano kau akan pergi kemana?"
Jevano terdiam beberapa saat, lalu dia menjawab.
"Aku akan pergi ke kuburan, ada seorang yang harus aku temui karna sekarang hari ulang tahunnya. " Jevano tersenyum sedikit.
Kuburan? siapa? Apa jangan jangan..
"Jev, boleh aku ikut?"
Jevano terkejut dan mengatakan ya. aku dan Jevano pergi ke kuburan. Kuburan itu terlihat familiar bagiku, seperti aku pernah ke sini sebelumnya.
Jevano menunjukkan salah satu makam, dan saat itu aku terkejut. Ternyata makam yang dikunjungi oleh kita berdua saat ini adalah milik Aria Astrania! Diriku yang sebenarnya..
"Aria, Selamat ulang tahun..Maaf aku tak mengunjungimu akhi-akhir ini..." Jevano menaruh buket bunga nya ..
Ternyata tebakan ku benar. Orang ini bukanlah Jevano, tapi Kenzo! Perilaku dan wajah familiar itu telah membuktikan nya. Kenzo..Tidak kita, rupanya telah mewujudkan impian kita masing-masing.
Aku berpura-pura menanyakan seperti apa Aria itu, dan Jevano eh tidak Kenzo , menjelaskan nya dengan panjang lebar dan tersenyum.
"Rupanya Aria ingin menjadi seniman juga ya.."
"Ya, tapi sayang sekali dia tak bisa mewujudkan nya. Se jujurnya kamu dan Aria kalian berdua mirip.."
Aku mematung, aku tak bisa mengatakannya. Jelas kita mirip karna Aria dan Riana adalah satu orang yang sama.
"Ah kalau tak salah nama panggung mu adalah Aria kan?"
"Iya, Aku mendapatkan nama itu dari sahabatku. Tapi kurasa itu tak masalah, dengan begitu nama Aria bisa menjadi sosok Aria Astrania kan.."
Hari itu bagaimana adalah hari yang susah untuk dijelaskan. Kenzo dan Aku bertemu kembali tapi dengan sosok yang lain.
Aku melukis diriku sebagai Aria Astrania itu dan berencana memamerkan nya di Galery gold. Aku meminta Jevano mengirimkan satu foto Aria untuk aku lukis.
Apa yang terjadi jika sekarang aku mengatakan bahwa Aria itu adalah aku? apa dia akan percaya? atau tidak? lebih baik jangan.
Aku telah selesai melukiskan nya. Aku sedikit terkejut, apa dulu aku memang secantik ini? Aku jarang melihat diriku sendiri dulu, jadi aku tak tahu bagaimana diriku itu.
Setelah itu aku menelfon Sora untuk membantu ku memajang lukisan ini ke galery. Banyak orang berdatangan melihat nya. Aku senang sekaligus bahagia. Tak lupa aku menelfon Jevano untuk datang ke galery.
"Jevano sini!" Aku teriak ke arah Jevano dari kejauhan. Jevano berlari ke arahku. Aku menunjukkan nya. Jevano menunjukkan ekspresi yang sulit untuk ku jelaskan dan..
"Riana..Terimakasih!" Dia mengucapkan kata itu.
Setelah obrolan panjang dengan para tamu dan juga reporter, akhirnya aku dan Jevano memiliki waktu berdua. Kita memutuskan untuk berbincang di Cafe yang biasanya kita datangkan.
"Terimakasih, aku yakin jika Aria melihatnya dia akan sangat berterimakasih.."
"Aku tau, tapi bagaimanapun lukisan itu akan menjadi arti bagiku ", lagi lagi Jevano tersenyum.
"Apa Aria begitu berarti bagimu?" Dulu aku ingin menanyakan hal ini tapi karena aku tahu dia tak akan menjawabnya, jadi ini adalah kesempatan.
"Ya sangat berarti. Kita sudah lama berteman, saat sebelum dia meninggal aku ingin melamar nya tapi ternyata takdir berkata lain.."
Aku terkejut..apa..? Jadi saat itu Kenzo hendak melamar ku? aku tak tahu..
Saat kecil aku tak pernah menyukai seorang teman dekat. Karna itulah aku hanya menganggap Kenzo sebagian teman sekaligus keluarga ku.
...****************...
"Dayn, Mira, aku akan tidur.. selamat malam.."
"Selamat malam Riana!"
Aku berbaring di kasur. Hari ini aku mendapatkan banyak sekali hal. Rasanya aneh, berbohong pada seseorang yang dulu saling percaya satu sama lain..
Malam ini aku benar-benar tidak bisa tidur. Aku membuka hp ku dan banyak sekali notifikasi nya..
Semuanya membicarakan lukisan Aria Astrania, bahkan sampai di siarkan di televisi! Gokil!
Jika aku tahu Aria akan terkenal begini seharusnya dulu aku lukis saja diriku.. eh tunggu.. kalau aku melukis diriku sekarang lalu memajangnya di Galery seperti lukisan Aria apakah diriku ini akan ramai juga?! nice idea!
Tapi melukis diri sendiri itu tema klasik, aku butuh pendamping buat lebih hits!
Semalam aku tak henti memikirkan hal ini, hingga saat aku bertemu Jevano.. "Sepertinya aku bertemu seekor panda pftt" Jevano mengejek ku karna kantung mataku.. "Sialan kau Jevano! Ini tanda sebagai seseorang yang telah bekerja keras tau!" Karna aku kurang tidur entah kenapa rasanya ingin marah seharian..
"Baik-baik, Jadi apa yang ingin kau diskusikan denganku?"
Oh iya, hampir saja aku lupa
"uhuk, jadi begini ..kau tau kan bahwa lukisan Aria sekarang sedang naik daun. Jadi aku berencana untuk melukis hal yang sama hanya saja jika melukis seorang diri kan itu sudah biasa..aku membutuhkan tema yang jarang orang pakai! kau ada ide Jevano?"
Aku melihat Jevano yang sedang berfikir. Yah mungkin ini ide yang aneh, tapi aku ingin sesekali mencobanya!
"Apa maksud mu itu lukisan dengan tema berpasangan?"
Bom! Ide tiba-tiba terlintas padaku! Lukisan dengan orang yang berpasangan atau pose dua orang yang mencintai, jarang ada yang memakai nya!
"ITU IDE YANG BAGUS JEVANO! Tapi aku butuh model untuk melukis nya.." Aku berguman pelan lalu melirik Jevano. Pose anggun dan seorang CEO yang tampan, bukankah itu pas untuk laki-laki nya!
Lalu siapa perempuan nya? Haruskah aku cari? bagaimana dengan Idol Luna? Dia sangat pas untuk pihak perempuan? Ah! Tak tahu lah!
"Jika kau bingung dengan model perempuan nya, bagaimana jika itu kau? bukankah kau tak pernah melukis dirimu sendiri..?"
Hah? Aku? kau bercanda?
"Tidak,tidak! Lukisan nya akan aneh jika aku melukis diriku disana! Bagaimana dengan Idol terkenal Luna! Bukankah dia jauh lebih pas?"
"Ini adalah gambar mu. Kenapa kau malah melukis orang lain! Cobalah melukis dirimu sendiri Riana!"
Deg!
Ya, ini memang lukisan ku. Tapi tak ada satupun lukisan yang ada aku disana..
"Jadi bagaimana?"
"Eh, tunggu..berarti aku dan kau dong?!"