The Return Of The Artist

The Return Of The Artist
Bab 1



"Ingat! Kita akan bersama selamanya!"


"hei, bukankah aku yang seharusnya berkata seperti itu?"


"Hahahha.. tidak mau ah! jika Aria yang mengatakannya maka tidak akan ditempati!"


"Kau ingin berantem denganku Kenzo???"


sebuah kenangan yang tak akan bisa terulang kembali.. Sebuah janji yang tidak akan bisa ditempati..


Seseorang yang sekarang hanya sebagian dari masa lalu..


semua itu sudah tidak berguna lagi. Aku lelah dengan samaran maupun akting ini. Aku ingin mengatakan dengan tegas dan jujur bahwa diriku masih hidup. Aku ingin bersamamu lagi Kenzo! Tetapi aku tidak bisa mengungkapkannya semua itu..


...****************...


Aku adalah Aria Astrania. Hanya gadis biasa pada umumnya. Aku suka sekali dengan yang namanya melukis. sejak diriku masih kecil, aku sudah berbakat menggambar. Dimana pun aku berada, aku selalu membawa sketchbook agar jika ada jam kos di kelas aku tidak bosan. Sejak kecil aku selalu ditemani oleh rumor-rumor tentang diriku yang tidak suka bermain bersama orang lain. Bukannya aku tidak menyukai bermain bersama dengan yang lain, tetapi aku selalu percaya bahwa kebahagiaan itu hanyalah sementara..


Tetapi ada hari dimana semuanya berubah begitu saja. Yap! hari dimana aku bertemu dengan Kenzo untuk pertama kalinya.


"Nah, Aria! perkenalkan ini adalah Kenzo. Anak kedua dari bibi Sarah! ibu harap kalian bisa jadi teman yang baik ya!"


"Nah.. Kenzo ayo sapa Aria". itu adalah momen berharga yang mungkin tak akan ku lupakan seumur hidupku.


setelah perkenalan itu, aku mengajak Kenzo main ke kamarku. sejujurnya aku sungguh tidak tahu apa yang harus ku lakukan. mana ini kan pertama kali aku bertemu dengan teman baru kan.. *apa..apa yang harus kulakukan..* dalam hatiku, aku sungguh bingung. topik apa yang harus ku omongin.


"A..Anu.."


"Aria.. apakah kau sangat menyukai seni?"


"Apa..? Ah! iya. aku sangat menyukainya"


"sudah berapa lama?"


"mungkin, sekitar 3-4 tahun yang lalu (?)"


"kalau begitu.. maukah kau menggambar bersamaku lain kali?"


"ya..?"


itu adalah obrolan pertamaku dengan Kenzo. siapa sangka bahwa Kenzo juga sangat amat jago dalam menggambar, bahkan gambaran miliknya lebih bagus dariku. Hari demi hari, kini kami berdua sangat akrab. jarak rumah Kenzo dengan rumahku tidaklah jauh. Mungkin hanya melewati beberapa rumah warga saja. Akan hal itu juga, baik Kenzo maupun diriku sering berkunjung satu sama lain.


"Oi Aria! Bagaimana?" Kenzo menyodorkan kanvas miliknya kepadaku. Refleks aku langsung tertawa terbahak-bahak karna melihat gambarnya yang sangat diluar nalar..


"HAHAHAH! WOI MANA ADA SAPI KUNING NAIK ROKET TERUS SAPINYA KOK BISA KUNING HAHAHAHA!" Aku menertawakan lukisan yang dibuat oleh Kenzo.


"Ada kok! buktinya ini!" Kenzo kesel karna aku terus-terusan tertawa. Kini aku memperlihatkan lukisan ku padanya.


"Lihat! ini tuh yang disebut dengan imajinasi. sebuah pemandangan tenang dan hanya ada dua orang sepasang yang saling mencintai" aku meledek lukisan milik Kenzo dengan milikku.


"yeee.. imajinasi orang-orang tu beda-beda ya.."


Kami berdua tertawa bersama saat itu juga. Kini liburan sekolah sudah selesai. besok kami akan sekolah kembali. Aku penasaran Kenzo akan sekolah dimana ya..? karna kan dia baru pindah ke kota ini.


"Hei Kenzo. kau akan bersekolah dimana?" tanyaku padanya. "Aku mungkin akan dimasukkan ke sekolah yang sama denganmu."


"benarkah?! jika begitu kita akan bertemu dongg!" aku sangat bersemangat begitu Kenzo mengatakan itu. sejujurnya disekolah kan aku anak yang introvert, Jadi akan lebih baik bila ada teman yang akrab satu sekolah.


"heh.. apakah kau berharap aku masuk sekolah bersamamu?" Kenzo dengan senyum liciknya.


"anggaplah seperti itu"


"Kalau begitu baiklah. aku akan meminta ibu untuk mengizinkan masuk sekolah yang sama denganmu."


Esok harinya pun tiba. Aku bangun dengan malas. aku tak menyangka bahwa hari dimana aku akan sendirian lagi dimulai. Aku turun untuk sarapan. lalu pergi menuju sekolah.


Begitu sampai aku langsung masuk kelas dan duduk ditempat ku. terlihat sekeliling orang-orang pada mengobrol dengan temannya, sedangkan aku..? yah, aku hanya duduk di bangku sambil menatap kearah jendela.


Bel pelajaran pun dimulai. Guruku masuk dengan seseorang dibelakangnya. Aku sedikit mendengar dari teman bangku belakang kalau akan ada murid baru dikelas ini. Mendengar perkataan itu aku teringat akan perkataan Kenzo yang akan masuk sekolah bersamaku.


"Kalau begitu baiklah. aku akan meminta ibu untuk mengizinkan masuk sekolah yang sama denganmu."


Aku teringat kembali kan.


"Kalian semua duduk! seperti yang kalian semua lihat. kita kedatangan murid baru. Nah.. perkenalkan dirimu ya.."


"Baik. Halo perkenalkan saya Alexandre Kenzo. mohon bantuannya untuk kedepannya."


Aku terkejut! ternyata itu Kenzo! dia beneran menepati janjinya untuk satu sekolah denganku. Aku sangat bersyukur jika kita satu sekolah walaupun mungkin akan beda kelas, ternyata kita satu kelas juga! Semuanya berteriak pada Kenzo. kalian tau lah ya..Kenzo itu kan anak yang lumayan tampan. jadi aku yakin tidak akan ada satupun gadis yang tidak bisa berpaling darinya.


"Nah..Nak Kenzo kau bisa duduk di bangku tengah itu ya"


"terimakasih bu.."


aku melihat Kenzo yang berjalan menuju tempat duduknya.


Bel pulang pun berbunyi, Aku membereskan barang-barang ku dan kumasukkan kedalam tas. Aku menoleh kearah belakang Karna dari tadi rame terus.. dan ya itu tempat duduknya si Kenzo. dia dikerumuni oleh para gadis-gadis. Aku ingin sekali menyapanya juga, tetapi aku sadar bahwa Kenzo yang cemerlang tidak akan bisa bersama dengan orang seperti diriku ini.


"Dia.."


"Ah, kuharap kau tidak terlalu dekat dengannya Kenzo"


"dia benar. Aria sejak dulu selalu menyendiri. ketika kami ingin mengajaknya bermain dia malah marah"


"bukankah itu aneh ya..?"


*Apa-apaan ini. bukankah mereka teman-temannya Aria? lalu apa maksudnya menyendiri?* dalam hati Kenzo.


dengan sigap Kenzo langsung menemui Aria yang hendak pergi.


"Hei Aria! jahat sekali kau tidak menyapaku. Padahal kau sendiri yang memintaku untuk satu sekolah denganmu"


*hah? ada apa dengan ni anak?* dalam hatiku.


"Maaf, aku tidak punya waktu. sampai jumpa"


"woi tungguin.."


Kenzo mengejar diriku dari belakang. sejujurnya aku kasihan melihatnya berlari begitu. jadi aku memutuskan untuk menunggunya. Kami berdua pulang bersama-sama. Begitu sampai di rumah aku langsung mandi dan merebahkan tubuhku di atas kasur.


"Melelahkan sekali.." aku mengecek hp ku. ternyata ada notifikasi. dan itu dari Kenzo


"Tumben anak ini chat duluan."


Chat:


Kenzo: Hei apakah kau sudah mengerjakan tugas matematikanya?


^^^Aria: Belum. Aku baru mau mengerjakannya^^^


Kenzo: Bagaimana lukisan mu? sudah selesai belum?


*Lukisan? lukisan apa?* aku berpikir sejenak. Apakah ada sesuatu yang ku lupakan selain PR? aku menoleh ke arah kanvas yang diletakkan di bawah lemari..


"ASTAGA.. AKU LUPA!"