The Return Of The Artist

The Return Of The Artist
Bab 2



"Bagaimana ini.. aku lupa untuk melanjutkan lukisannya!" aku panik karna lukisan yang kubuat belum selesai. Dedline nya adalah besok!


Chat:


^^^Aria: Aku lupa! bagaimana ini!!^^^


Kenzo: Jangan khawatir. aku juga belum selesai kok. ayo kita selesaikan bersama sepulang sekolah besok.


^^^Aria: Hei! besok adalah dedline nya tau..^^^


Kenzo: Ya karna itu. Lakukan saja apa yang kukatakan.


Aku benar-benar panik. Tetapi melihat Kenzo yang mengatakan bahwa lukisan miliknya juga belum selesai jadi aku sedikit tenang karna masih ada temannya.


Keesokan harinya, Aku mendengar bahwa di lantai bahwa ramai sekali. Selepas memakai seragam aku langsung turun kebawah dan melihat ada siapa.. ternyata Kenzo. Dia disuruh oleh bibi Sarah untuk berangkat bersama denganku.


"Kenzo? ngapain kesini?" tanyaku padanya.


"Yah ngapain lagi. Ayo berangkat bersama. Bibi kami berdua pergi dulu ya.."


"Baiklah. Hati-hati kalian!"


Kenzo menarik tanganku. Aku sempat kesal karena Kenzo memegang tanganku terlalu erat tapi dia hanya tertawa. kami berdua berangkat bersama sambil bergandengan tangan...


...****************...


begitu kami sampai dikelas, semuanya bergerombol mendekati Kenzo. seperti biasa.. temanku ini idaman para wanita. *Lebih baik aku langsung pergi. Jika aku terus didekat dirinya bisa-bisa aku di interogasi lagi* aku menjauh dari Kenzo dan ke tempat dudukku. Lalu ada dua seorang gadis menghampiriku.. sepertinya dia akan bertanya-tanya apa hubunganku dan Kenzo!


"Hei kau! kenapa kau bisa berangkat bersama pangeran?"


*Hah??? pangeran? apa yang dimaksudnya Kenzo? pftt- Kenzo yang tolol itu disebut pangeran!* dalam hatiku.


"Apa yan kamu katakan? mana mungkin aku berangkat bersama dengan orang setampan Kenzo. Kita hanya kebetulan bertemu didepan pintu kelas." jawabku dengan sinis. Aku melihat kedua orang itu yang sedang berbisik. Setelah itu mereka berdua pergi dengan menyarankan agar aku tidak dekat-dekat dengan Kenzo.


Istirahat pun tiba. Aku pergi ke ruang guru untuk meminta pelajaran tambahan, Karna sebentar lagi akan ada tes. Saat aku hendak membuka pintu, Kenzo memanggil namaku dari belakang.


"Aria! apa kau ingin pergi ke ruang guru untuk meminta pelajaran tambahan? Ayo pergi bareng!" Ajak Kenzo.


"Y-ya? apa kau juga Kenzo?" tanyaku dengan gugup.


"Ya. Mari!"


*Mampus! kenapa harus sekarang sih?!! aku kan lagi mau sendirian!*. Mau gak mau, aku iya'in. Kami berdua berjalan menuju ruang guru. Sesampainya disana kita langsung menuju wali kelas kita untuk meminta pelajaran tambahan. Mumpung masih ada sekitar 8 menit lagi sebelum masuk, aku bisa belajar lagi.


"Ini soalnya. kalian bisa mengerjakan ini di perpustakaan. Ingat jangan terlambat masuk kelas ya." Jawab Bu Lina sambil menyerahkan sebuah materi kepada kami berdua. Aku dan Kenzo mengucapkan terimakasih dan pergi.


sesuai perintah, Kami berdua mengerjakannya di perpustakaan. Perpustakaan disekolah kami sangat-sangat lah tenang. Karna disini sama sekali tidak diizinkan untuk berbicara keras-keras.


"Hei Aria!"


"Apa?" Tanyaku pada Kenzo yang sepertinya akan mengoceh kembali.


"Apa ini? Kau sangat cerewet ketika dirumah, tetapi jika disekolah sangat dingin!"


"Bukankah kau juga? kau sangat cerewet ketika dirumah, tetapi disekolah malah sok asik"


"dasar..!"


Aku memperingati Kenzo agar pelankan suaranya. Jika ia ingin berdebat, maka berdebat lah dirumah. Sisa 3 menit sebelum bel berbunyi untuk pelajaran selanjutnya. Kami berdua sudah selesai belajarnya. Jadi waktunya kembali ke kelas. Kami belajar kembali didalam kelas.


...****************...


"Halo Aria, Kenzo!"


" Selamat siang kak Vilo!" Sapaku dan Kenzo.


Dia adalah Kak Vilo. Salah satu pengajar di ArtSky. Kak Vilo orang nya benar-benar asik.


"Ngomong-ngomong apa kalian sudah mengerjakan proyek lukisan itu?"


"A-Anu.."


"Hei, Yuna! mereka baru aja datang. Tanyanya apa tidak bisa nanti"


Dia adalah kak Yuna. Berbeda dengan Kak Vilo yang lemah lembut. Kak Yuna lebih ke pemarah, dan dingin. Aku dan Kenzo benar-benar tidak berkutik saat berada di hadapan kak Yuna! Itulah mengapa saat kak Yuna yang memberikan tugas kami berdua langsung mengerjakannya.


"Kalian tidak lupa kan?" tanya Kak Yuna dengan nada sedikit tinggi. Kami berdua mengangguk dengan pelan. Sepertinya rencana Kenzo tidak akan mempan.


"Dasar kalian berdua!"


"AMPUNI KAMI!!" Kami berdua berlari dan bersembunyi dibalik kak Vilo.


"Hei hei Yuna. Berhenti menakuti mereka. Maklum jika mereka belum selesai mengerjakannya. pasti mereka sangat sibuk dengan tugas sekolahnya kan" Kak Vilo memarahi Kak Yuna karna terus-terusan marah-marah. Sungguh kami terharu...


"Hah.. Baiklah. Aku akan memaafkan kalian berdua. Tetapi.. JIKA DIULANGI KEMBALI AKU AKAN MENGELUARKAN KALIAN"


"ba..baik" Kenzo dan aku ketakutan.


kami berdua melanjutkan lukisan yang belum selesai. kak Vilo juga memberikan teh hangat sekaligus biscuit enak. ArtSky adalah tempat yang membuatku diriku sangat tenang. Biasanya jika dirumah ada masalah aku lari, dan menenangkan diri disini. Jadi bisa disebut sebagai rumah keduaku. Aku melirik ke arah Kenzo. Aku juga memperhatikan nya sedikit lama. Hanya saja aku tak percaya orang setampan, dan sepintar dia bisa jadi temanku.


"kenapa? apa akhirnya kau nge fans denganku?" smirik Kenzo. Aku langsung mengalihkan pandangan.


"buat apa? membuang waktu saja."


"heh.. tidak usah malu begitu dongg"


Ku tarik perkataan ku yang tadi! dia sungguh menyebalkan. Padahal kakaknya sendiri tidak menyebalkan seperti adiknya! Kakak Kenzo adalah perempuan. Dia bernama Rara Alexandrya. Sungguh kakak idaman orang.


"Ngomong-ngomong Kenzo, Senior Rara kapan pulang?" Aku memanggil kak Rara dengan sebutan 'senior'.


"Kalau tidak salah sekitar 2 bulan lagi" jawab Kenzo yang masih sibuk dengan lukisannya.


Aku hanya meng Iyakan. Waktu sudah menunjukkan pukul 5:30. Sudah saatnya aku pulang. Kami meminta izin untuk pulang kepada kak Vilo dan Kak Yuna.


ditengah perjalanan menuju rumah, hujan turun dengan deras. Kami berdua meneduhkan di latar tokoh yang tutup.


"kenapa harus hujan sih???" ngeluhku.


"apa kau bawa jas hujan atau payung gitu?" tanya Kenzo padaku. Aku hanya menggeleng. Mengisyaratkan bahwa aku tidak bawa apa-apa. Karna kupikir cuaca hari ini sangat cerah.


"kalau begitu, apa boleh buat! ayo kita hujan-hujanan!" Ajak Kenzo dengan bersemangat. Aku terkejut. Aku tidak pernah hujan-hujanan sebelumnya. sewaktu kecil ibu selalu menyuruhku untuk mencoba hujan-hujanan sekali tetapi selalu aku tolak. Dan sekarang...


"kau serius Ken?


"Ayolah. berlari dibawah derasnya hujan itu sangat menyenangkan tau. Daripada kita harus menunggu hujan berhenti." Kenzo menarik ku dari tempat teduh dan kita mulai berlari. Awalnya aku tak merasakan 'apa yang menyenangkan dari berlarian dibawah hujan?' sampai aku melihat Kenzo yang sangat tertawa dan tersenyum setiap kali terkena cipratan dari genangan air. Aku ikut senang dan kami terus-terusan tertawa. Sungguh aku mendapatkan pengalaman yang mungkin tak ku lupakan selamanya...