The Return Of The Artist

The Return Of The Artist
Bab 3



Akhirnya aku dan Kenzo sampai di rumah masing-masing. Ibuku mengomel karna aku tak kunjung pulang dan pulang-pulang basah kuyup. Ibu menyuruhku untuk langsung mandi agar tidak demam.


Setelah selesai mandi, ibu datang ke kamarku sambil membawa pakaian baru.


"Ibu pikir kau tidak akan pernah main hujan-hujanan. Ternyata tidak juga ya." Ibu menatapku sambil tersenyum. sejujurnya aku juga agak malu, tapi ya bagaimana lagi.


"hehehe. maunya sih gitu. Tapi ternyata cukup menyenangkan juga."


"Apakah karna Kenzo? jika iya ibu tidak heran deh!" Ibu pergi saat mengatakan kalimat itu.


Setelah mengunakan pakaian yang kering, kini aku mengeringkan rambutku mengunakan hairdryer sambil chat Kenzo.


Chat:


^^^Aria: Kau sudah mandi?^^^


Kenzo: Sudah. apa kau tau? ibu memarahiku karna aku pulang dengan basah kuyup:")


^^^Aria: HAHAHA AKU JUGA TAU^^^


Kenzo: padahal aku masih mau main huhuhu


^^^Aria: Berhenti bertingkah seperti anak kecil. ngomong-ngomong apa rencana mu besok?^^^


Kenzo: Aku sama sekali tidak ada rencana. Aku mau menghabiskan hari Minggu ku dengan rebahan sambil nonton anime


^^^Aria: Dasar wibu. Bagaimana kalau kita jalan-jalan!^^^


Kenzo: Kemana?


^^^Aria: Ada deh... besok ketemuan jam 8 ya!^^^


Kenzo: Siap nyonya!


Akhirnya besok aku pergi di hari Minggu juga. Setiap kali hari Minggu, aku selalu memanfaatkan untuk menggambar atau berkreativitas. Makin lama mataku makin terpejam. Aku tertidur pulas karna terlalu lelah.


...****************...


Pagi hari telah tiba. Aku melakukan sesuatu seperti biasa yaitu mandi dan sarapan. Karna masih ada waktu 30 menit sebelum jam 8, aku memutuskan untuk bersiap-siap. Menyiapkan hal yang mungkin berguna untuk aku bawa. Setelah menyiapkan segalanya, Pas sekali, jarum jam menunjukkan pukul 8.


Aku turun kebawah untuk berpamitan pada Ibuku dan pergi menuju rumah Kenzo.


Tok tok tok~


"Oh Aria. Masuk sini. Kenzo nya lagi siap-siap"


"permisi Tante."


Aku masuk dan karna Tante Sarah menyuruhku untuk memanggil Kenzo di kamarnya jadi aku lakukan.


"Kenzo! ini aku!" Aku mengetuk pintu kamarnya terlebih dahulu.


"Loh Aria? Hahaha aku gak nyangka kamu yang datang kesini!"


saat itu, aku tersadar bahwa rasanya aku pernah melihat hal ini sebelumnya.


"hei, ada apa? apakah tidak cocok?"


"huh? ah? bagus kok. aku hanya baru kali ini melihatmu pakai baju seperti itu"


"aku menemukan baju ini di gudang. kata ibu ini bajuku, tetapi aku ngerasa seperti tidak punya sebelumnya. sudahlah ayok kita pergi sekarang. keburu siang nanti "


"ya baiklah ayo"


...****************...


"jadi mau ngapain dulu nih?"


"bagaimana kalau main rollercoaster? pingin banget naik itu" aku menunjuk rollercoaster pada Kenzo. tanpa basa-basi Kenzo langsung mengatakan ayo dengan bersemangat!


Kita duduk di kursi kedua. Aku benar-benar deg deg'an. Begitu rollercoaster meluncur, aku dan Kenzo langsung teriak! sungguh menyenangkan..


setelah puas bermain, kini kami jajan dulu. Kami membeli makanan churros dan waffel tidak lupa dengan minuman dari mixue yang lagi booming.


"Enak! tau gini dari dulu aku kalau hari Minggu main kesini, daripada jadi anak rebahan."


"heh tumben banget ngaku nih."


"aku kan anak baik. harus jujur dong"


kami berdua lanjut mengobrol, bermain wahana lain, mencoba kulineran disini dll.


...****************...


"gimana? seru kan? lain kali ayo kita main lagi" ajak ku pada Kenzo. Kenzo hanya tersenyum padaku dan mengatakan


"ini pertama kalinya seorang teman mengajakku pergi ke tempat bermain. Terimakasih Aria! kau sahabat yang paling aku sayangi deh!" Senyuman Kenzo berhasil menembus hatiku. Sungguh... sungguh.. IMUT!! aku ingin sekali mencubit pipi itu!!..


"uhkhum. kau tidak perlu berterimakasih padaku. Aku akan selalu bersamamu. tenang saja"


"uhm. terimakasih Aria!"


...****************...


Hari ini adalah hari Senin. hari dimana paling tidak disukai. Alasan kenapa aku tidak menyukainya karna di hari Senin ini aku harus pulang telat Karna bimbel! padahal aku ingin mampir ke ArtSky huhuhu..


Hari ini aku berangkat sendiri. Ibu bilang bahwa Kenzo sepertinya tidak sekolah hari ini.


Bel pelajaran pun dimulai. pelajaran kali ini adalah IPA. aku bingung dengan rumus-rumus fisika!.


Oh iya kalian belum tau ya, Aku dan Kenzo kelas berapa? Bagaimana jika kita kenalan kembali? baiklah ayo!


•Aku Aria Astrania.


-kelad 2 SMA.


-sifat agak introvert dengan orang lain, Suka yang berbau lucu dan manis.


-Hobi ku adalah menggambar. sedangkan cita-citaku ingin menjadi seniman terkenal sedunia.


• Lalu Alexandre Kenzo


-Kelas 2 SMA juga.


-Sifatnya cerewet (hanya kepada Aria), Pintar, kadang cuek, dingin ( banyak deh sifatnya Kenzo. sulit untuk dijelaskan @Aria)


-Hobinya suka bikin makanan juga gambar. Sedangkan cita-citanya mau jadi CEO (?)


Bagaimana? udah tau kan ya.. ayo kita kembali ke alurnya!


Setelah pelajaran IPA, kini bela istirahat berbunyi. Aku langsung pergi ke perpustakaan untuk menenangkan diri dan menggambar disana. Ketika mau buka pintu kelas aku mendengar, seseorang membahas tentang Kenzo dibelakang ku..


"ngomong-ngomong kenapa Kenzo tidak masuk sekolah? apakah sakit?"


"Tidak ada informasi apapun deh."


"Halah ngapain sih ngurusin dia! dia itu hanya anak bermodal wajah tampan aja. tanpa wajahnya aja dia pasti bukan apa-apa!"


"Hahaha jahat sekali kau Isabell!"


Aku mengerutkan dahi dan pergi meninggalkan kelas.


Di perpustakaan aku duduk di kursi sebelah jendela yang besar sambil menggambar di sketchbook ku. Aku menatap kearah luar sambil mengepalkan tangan.


*ku pikir yang lain tidak akan menyakiti Kenzo. cukup aku saja. ternyata sama aja* dalam hatiku. Aku bersyukur kalau Kenzo tidak masuk hari ini. jadinya dia tidak mendengar rumor itu.


Isabell Angelina Lee. Anak dari artis terkenal. Ibunya adalah seorang model. sedangkan ayahnya adalah artis terkenal. Tidak ada yang mampu untuk menyakiti si Isabel.


Aku termenung sebentar... Lalu ada anak laki-laki menghampiriku


"Halo?" sapanya. Aku agak bingung sebenarnya. Tapi aku tetap membalas sapaannya.


"apakah aku boleh duduk disini?"


"eh ten-tentu"


"oh perkenalkan aku Erik. Dan kau?" dia mengulurkan tangannya padaku.


"maaf, sebentar lagi bel untuk pelajaran selanjutnya berbunyi. jadi saya akan kembali ke kelas dulu. sampai jumpa" aku buru-buru pergi darinya. Begitu sampai dikelas aku langsung duduk di kursi. kepalaku dipenuhi Kenapa..Kenapa? kenapa dirimu muncul ke kehidupanku lagi!


Merasakan hatiku seperti tersengat. Walaupun aku tidak tau apakah dia mengenal diriku kembali atau tidak... tetap saja, aku tidak mau berhubungan dengan dirinya kembali. Aku sudah memiliki seseorang dihati ku. Seseorang yang berhasil mengubah warna hitam menjadi warna putih di kehidupanku.


...****************...


Akhirnya aku sampai dirumah pukul 7:25 malam. Karna ada bimbel, jadi pulangnya malam. sungguh melelahkan hari ini. Aku melihat hp ku. ternyata banyak notifikasi telfon dari Kenzo. aku bertanya dalam hati ada apa?


"kenapa banyak sekali telfon tidak terjawab dari Kenzo?"