The Power Of Destiny

The Power Of Destiny
Siapa dia



Hari ini William sudah sampai di Jerman. Dan hal yang pertama ia kunjungi adalah kampus tempat Olivia menuntut ilmu. Dia memperhatikan Olivia dari dalam mobil.


"Olivia , Wait!" Ujar pria itu menahan tangan Olivia yang hendak masuk ke dalam kampus.


"what's more James? I do not have much time." Ujar Olivia dengan ketus. Olivia bukanlah gadis yang kasar dan mudah mengabaikan orang. Namun dengan James, Olivia sungguh sudah lelah meladeni James. sejak awal kedatangannya ke kampus ini. James selalu mengejarnya dan berusaha mengajak Olivia ke club malam. Padahal Olivia sudah berkali kali menolaknya.


"Please Olivia. Temanilah aku ke club malam ini saja" Ujar james memelas.


James adalah playboy di kampus itu. James berasal dari keluarga yang kaya dia juga kaya sehingga dengan kelebihannya itu dia sering bergonta-ganti pasangan hanya untuk memuaskan nafsunya. Dan saat ini ia sungguh benar-benar tertarik dengan Olivia. Gadis dengan wajah Asia namun memiliki body bak model yang menurutnya sangat mengunggah nafsunya. Namun sekuat apapun dia berusaha Olivia selalu saja menolak.


"James! lepaskan tangan kotormu dari tangan temanku atau kau akan kembali mendapatkan pukulanku" teriak gadis itu dari jarak beberapa meter.


"shitttt..... Olivia kita bertemu lagi nanti" James langsung meninggalkan Olivia.


"Olivia kamu tidak apa apa?" Tanya gadis itu pada Olivia.


"Aku tidak apa apa. Terimakasih Briana" jawab Olivia kepada Briana.


Briana adalah teman Olivia sejak awal Olivia masuk kampus. Awalnya Olivia ragu berteman dengan Briana. Namun, karena sikap Briana yang selalu membatu Olivia membuat Olivia mau berteman dengan Briana. Sebenarnya Briana adalah orang yang dikirim Hendrik untuk menjaga Olivia


"Yasudah ayo kita masuk!" Mereka pun masuk bersamaan.


Sementara itu, William yang sejak tadi memperhatikan itu berusaha menahan amarahnya.


"Hendrik selidiki siapa laki-laki itu. Sungguh keterlaluan dia. Huh berani sekali mencari masalah dengan Oliv ku" William tanpa sadar telah mengatakan bahwa Olivia adalah miliknya bahkan William sudah memberikan nama panggilan untuk Olivia.


"Tuan dia adalah laki laki yang tak pernah menyerah mengejar nona. Sejak awal kedatangan nona dikampus ini. Laki-laki itu selalu mengejar nona tuan. dia terus berusaha mengajak nona untuk ke club' tapi nona selalu saja menolak"


"Aku tau itu. Maksud ku selidiki latar belakangnya. Dan jangan sampai ada yang terlewat. Dan cepat jalankan mobilnya. Aku sudah sangat lelah gara-gara gadis itu."


"Baik tuan"


"padahal dia sendiri yang tadi minta langsung kesini. Tapi dia juga yang marah marah. Dasar bos aneh!" maki William dalam hati.


**


"Senang sekali bisa bekerjasama dengan anda tuan David." ujar William sambil menjulurkan tangannya kepada seorang laki-laki.


"Saya juga tuan William. Kapan kapan mampirlah kerumah ku" Jawab laki laki itu yang tak lain adalah David


"Sama sama tuan William. hati-hati dijalan" ujar David yang hanya di balas senyuman oleh William.


**


Seorang gadis cantik baru saja turun dari mobil mewahnya.


"huh rumahnya Alva's family emang gede banget nih. Rumah gue di indo aja ga seberapa sama nih rumah" ucap gadis itu sambil memasuki rumah mewah itu.


"aunty didi is coming" teriak gadis itu.


"Hey tidak usah berteriak seperti itu. Bisa sakit telinga aunty" ujar wanita parubaya itu sambil memeluk gadis yang baru datang itu.


"hehehe maafkan Didi aunty..... oh ya dimana kak David?"


"tentu saja dikantor"


"hehe iya juga sih. Tapi aunty dimana kak David tinggal? ku dengar kak David menikahi pelayan"


"memang benar, dia laki laki bodoh mau saja menikahi pelayan itu. Sekarang dia tinggal dengan pelayan itu. Sungguh aku tidak menyukai nya. Begitu Kumal gadis itu" ucap wanita itu dengan nada mengejek


"benar aunty, kenapa gadis itu bisa lebih dulu mendapatkan David. padahal dia hanya seorang pelayan. Sementara aku dari dulu menyukai kak David tapi perasaan ku tak terbalas" ucap gadis itu tanpa sadarnya.


"apa Andin? kamu menyukai david? tapi sejak kapan?"


"eng- e a a iya bibi. Aku menyukai kak David sudah sejak lama. bibi maafkan aku" ucap Andien tertunduk malu. Ya gadis itu adalah Andien, temen SMA Olivia dulu di Indonesia. Dan kini gadis itu ke Jerman untuk melanjutkan kuliahnya. Setelah puas berkeliling Eropa selama 6bulan. Kini gadis itu ke Jerman untuk berkuliah. Tapi bukan hanya itu tujuannya datang ke Jerman. Melainkan merebut David dari seorang pelayan. Andien sudah menyukai David sejak dulu. Walaupun Andien berpacaran dengan Roy namun hatinya tetap untuk David. Menurutnya David adalah tipe idamannya. Lelaki tampan dengan kekayaan yang melimpah. Hanya agar bisa bersama David Andien telah memutuskan hubungannya dengan Roy .


"kenapa kamu tidak bilang sejak awal Andien. kalau kamu mengatakannya sejak dulu. Mungkin saat ini kamulah yang akan berada satu atap dengan David. Dan kamu juga yang akan menjadi nyonya David alvarin"


"Maafkan aku aunty. Aku kira kau tidak akan setuju. Karena aku adalah keponakan mu" Andin adalah keponakan dari Desiana ibu David dan juga James. Ibu Andin adalah kakak desiana.


"Tidak apa apa. semuanya belum terlambat. Kamu pasti bisa merebut David . dan aku pastikan aku pasti mendukungmu"


"Terimakasih aunty" sambil memeluk bibinya" kini senyuman mulai terukir dalam wajah licik andirn.


"setidaknya dukungan aunty bodoh ini sudah memberiku kesempatan untuk bisa memiliki David dan menjadi nyonya di keluarga alvarin" gumam gadis itu dalam hati.


*boleh ya di like biar semangat up hehe