
Sore ini ketiga gadis itu sudah berkumpul di festival Oktoberfest.
"Dimana Bella?" tanya Joli.
"Mana aku tahu. Kamu malah bertanya padaku" Jawab Briana ketus.
"kami tidak tahu Joli. mungkin sebentar lagi dia sampai. atau mungkin sudah sampai tapi dia tidak menemukan kita. Suasana disini sangat ramai. Pasti akan sulit untuk kita bisa menemukan satu sama lain" jelas Olivia.
"ah iya. kenapa kita tidak menelpon nya" usul joli
"Yasudah cepat kau telpon" jawab Briana yang masih ketus.
Joli kemudian mengambil handphone nya dan menghubungi Bella.
'hallo bella. Dimana kamu? kami sudah menunggumu di pintu masuk. cepatlah kemari' ujar Joli khas dengan suara cemprengnya.
'a a aku akan datang. Tunggulah aku' Jawab Bella di sebrang telpon.
"Baiklah kita tunggu dulu. Bella sangat lama padahal aku sudah tidak sabar akan masuk kesana" ujar Joli sambil menghempaskan nafasnya.
Tak lama Bella pun datang. Dia membawa sesuatu di tasnya.
"akhirnya kamu datang juga Bella. Kamu tahu Joli daritadi mengumpat kepadamu." sambut Olivia
" Maafkan aku ya. Tadi dirumah ada beberapa masalah. Ayo kita masuk" jawab Bella yang masih gemetar.
Sepanjang petualangan mereka di Oktoberfest. Joli tak henti-hentinya berbicara menjelaskan bagaimana itu Oktoberfest. Olivia selalu senang mendengarkan pengalaman Joli. berbeda dengan Briana yang rasanya malas mendengarkan pengalaman tak penting itu. Lain Briana lain juga Bella, sejak awal Bella hanya diam dan akan menjawab seperlunya. Selain berjalan jalan mereka juga menaiki beberapa wahana disana. Oktoberfest adalah festival terbesar di dunia yang digelar selama dua Minggu di Munchen- Bayern Jerman.
Mereka bersenang-senang sampai tak sadar hari sudah malam.
"Teman teman ini sudah malam. Ada baiknya kita pulang" Usul Briana yang sudah lelah. Briana juga takut jika membiarkan Olivia pulang malam.
" benar. Lagipula besok kita harus Kuliah" Jawab Olivia yang setuju dengan usul Bella.
"Tunggu!. Sebelum pulang aku ingin memberikan sebuah minuman pada kalian. Ini adalah minuman hasil ramuan nenek ku. Kalian harus mencobanya" Bella bergetar dan gugup ketika mengatakan itu.
"Wah Bella kamu sungguh pengertian. Ketika kita lelah dan membutuhkan minuman dan kamu sudah menyiapkannya. Terimakasih banyak Bella. Aku sungguh menyangimu tidak seperti si mata sipit itu" sindir Joli pada Briana.
Briana memutar bola matanya jengah mendengar sindiran Joli. Ia tak mau ambil pusing dengan apa yang dikatakan Joli.
"Sama sama. Oh ya Olivia. Nanti aku mau ikut denganmu pulang karena aku mau meminjam salah satu bukumu" Kata Bella. Kali ini kegugupan nya sudah berkurang.
Briana awalnya merasa curiga kepada Bella karena sejak awal kedatangannya dia bersikap aneh. Namun ia berusaha menepis rasa kecurigaanya.
"Baiklah Bella ikutlah denganku"
"Ayo pulang. Aku lelah mendengar celotehan seseorang yang sudah seperti pembawa berita" sindir balik Briana kepada Joli. Kemudia Briana berlalu meninggalkan mereka
"Huhhhh kamu mengataiku seperti itu. aku akan membalasmu mata sipit. sini kamu hei hei" Jawab Joli yang merasa tersindir sambil mengejar Bella. Olivia yang melihat itu hanya menggelengkan kepalanya.
"Ayo Bella" ajak Olivia yang sukses membuyarkan lamunan Bella.
"Kemana?" tanya Bella
"Katanya kamu mau meminjam buku padaku"
"Olivia kamu sudah meminum minumannya?" Bella bertanya untuk memastikan.
"oh ya aku lupa. Nanti dirumah akan ku minum" jawab Olivia.
"ah tidak Bella. minumlah sekarang!" ujar Bella dengan sedikit membentak.
Olivia yang mendengar itu menjadi terkejut. Tumben sekali gadis pendiam seperti Bella membentak dia.
"ahh maksud ku minumlah sekarang karena kalau nanti bisa saja minuman nya jadi basi. Dan kalau sudah basi tidak akan bisa diminum. Dan tentu saja itu pasti akan membuatku sedih karena kamu tak meminum minuman buatan nenek ku" ujar Bella berpura-pura sedih.
"oh begitu. baiklah akan ku minum" Olivia pun meminum minuman itu sampai habis.
"enak sekali minuman ini Bella. apa nama minuman ini?. ini benar benar enak dan segar.... lain kali aku ingin minta lagi ya" Olivia memang benar benar menyukai minuman itu karena menyegarkan.
"syukurlah kalau kamu suka Olivia. aku tidak tahu namanya. Yang pasti itu jamu India. Ayo Olivia kita berangkat ke tempatmu. Oh ya kita jangan lewat jalan Euwerleg ya. kita lewat gang saja" usul Bella.
"tapi kenapa?. jika lewat gang akan sepi. itu pasti berbahaya apalagi disaat malam seperti ini"
"biar cepat saja. karena ini sudah malam makanya kita lewat gang agar lebih cepat Olivia"
"oh begitu. Baiklah bella Ayo Kita jalan"
sambil berjalan Bella mengetikkan pesan kepada james.
'tunggulah di gang x' Bella.
flashback on
" aku tidak mau. Lagipula obat apa ini?" tanya Bella pada James.
"ini obat perangsang. Kamu harus berikan ini kepada Olivia nanti. Aku akan menunggu kalian setelah pulang dari Oktoberfest. Bagaimanapun caranya kamu harus memberikan ini kepada Olivia. Aku ingin Olivia menjadi milikku malam ini hahaha" ujar James dengan wajah iblisnya.
"Tidak aku tidak mau melakukan itu" jawab Bella sedikit berteriak.
"Silakan saja jika kalau kamu tidak mau. Aku pastikan besok kamu tidak akan bisa berkuliah lagi. Oh ya keluargamu juga pasti akan hancur. Kamu pilih masa depanmu atau temanmu"
"Tapi...."
"Tidak ada tapi tapian. Hanya itu pilihannya"
"Maksudku bagaimana caranya?" tanya Bella.
"Saloni ternyata kamu lebih memilih masa depanmu ya. Hahaha . Kamu berikan ini kepada Olivia. kamu ajaklah dia ke tempat yang jauh dari keramaian. Disana dia akan merasa kepanasan dan aku akan menjemputnya dan membawanya. Setelah itu kamu boleh pergi dan ya aku akan sering memberimu uang bila kamu berhasil kali ini"
"Namaku bukan saloni" kata bella ketus.
"aku tidak peduli. Lagipula itu cocok untukmu. Kamu sama seperti saloni yang berkulit gelap. oh dan jangan coba coba kabur atau kamu akan tau akibatnya kepada keluarga mu"
"Baiklah nanti aku akan menghubungimu"
flashback off.
"maafkan aku Bella. Hanya ini yang bisa ku lakukan"