
||•Akhir terbaik adalah ketika sesuatu yang kita kasihi menjadi bahagia selalu tanpa beban dunia.
_Tiara Ningsih
•
•
•
***
"Hanya wanita saja?wah sepertinya akan lebih baik jika kita bersenang-senang dulu dengannya"
Weiwei tersenyum saat suara itu terdengar ketelinganya. Semenjak mengalami perjalanan waktu, Weiwei memiliki pendengaran yang sangat tajam.
"Mari kita lihat apa permainan mu kali ini"batin Weiwei senang.
Dia sudah merasa bosan karena sudah lama tidak bermain-main dengan orang-orang suruhan dari musuh-musuh Permaisuri Chen Yourong. Kali ini mereka sendiri datang mengantarkan nyawanya. Kenapa Weiwei harus menolak hiburan ini.
Kereta kuda itu berjalan dengan lambat menikmati suasana pemandangan yang sangat indah dan mengasikkan.
"Berhenti dulu!"teriak Weiwei dari dalam kereta.
Dia sangat ingin terlihat seolah-olah tidak mengetahui apapun dan ingin melihat seperti apa permainan yang akan dimainkan oleh para bandit itu.
Sementara diluar sana para bandit sudah sangat senang karena merasa bahwa korbannya telah masuk keperangkap. Mereka sudah merasa sangat senang memikirkan akan segera menikmati korban yang diberikan padanya.
"Hahaha sangat mudah mendapatkannya"
"Lihatlah, sepertinya hari ini adalah hari keberuntungan ku untuk meniduri keluarga bangsawan. Meski dia adalah permaisuri yang terbuang"
Ucapan-ucapan mereka berakhir dengan tawa sumbang dan ucapan kotor lainnya dari para bandit yang ingin berbuat kotor dengan permaisuri Chen Yourong atau sekarang adalah Weiwei.
Weiwei dan rombongannya mulai mendirikan tenda untuk beristirahat sementara sang permaisuri.
"Permaisuri silahkan beristirahat terlebih dahulu sebelum kita melanjutkan perjalanan menuju desa tersebut"ujar seorang pengawal pada Weiwei dengan hormat.
Meski weiwei kini statusnya adalah permaisuri terbuang tapi masih banyak pengawal dan pelayan yang masih sangat menghormati Weiwei sebagai tuan mereka.
"Akan lebih menyenangkan bila para pembunuh bayaran itu datang bersama selir-selir gila di kaisar bodoh,"umpat Weiwei dalam hati.
Senyuman licik terlukis dibibir merah dan indah milik Weiwei. Weiwei merasa bahwa dia sedikit sakit saat melihat kaisar weilong yang masih menyibukkan diri dengan para koleksi wanita-wanitanya.
"Kaisar brengsek.."umpatnya lagi dan lagi.
Dirinya merasa sangat marah dengan kaisar itu yang tidak cukup satu wanita. Tapi disisi lain dia sadar, ini adalah zaman kuno dimana setiap laki-laki yang mempunyai kedudukan tinggi harus memiliki banyak wanita. Namun tetap saja hatinya sakit saat kaisar terus-menerus bersama wanita-wanita yang berbeda dari sebelumnya.
Rasa hatinya ingin egois untuk memiliki kaisar Xua Wei Long seutuhnya namun tradisi di zaman kuno ini tidak mendukungnya sedikitpun.
"Sadarlah Weiwei!dia hanya kaisar brengsek pecinta tubuh wanita"ujar Weiwei meyakinkan dirinya sendiri.
Air matanya mengalir jatuh bagaikan air terjun. Dia tahu bahwa ini adalah resiko dari kepahitan mencintai seseorang yang memiliki dunia yang jelas-jelas jauh berbeda darinya. Namun cinta tetaplah cinta,sebuah rasa yang tidak pernah mengenal tempat bersinggah.
Rasanya ingin sekali dia memiliki dan egois bahwa pria itu harus hanya untuk dirinya. Tetapi apalah daya, sang raja tidak akan pernah bersatu dengan seorang pendatang baru. Ketika pemeran utama dari semuanya kembali dia akan tersingkirkan.
***
Sementara itu di tempat lain, kaisar Xua Weilong tengah menikmati keindahan duniawi. Dia tidak sadar sama sekali bahwa hal yang disepelekan barusan adalah ancaman terbesar untuknya saat ini.
"Bagaimana? apakah semua pasukan barat telah bersiap?"tanyanya penuh ambisi.
"Sudah pangeran"
Dia hanya menjawab dengan anggukan kepalanya. Rasanya dia tidak sabar untuk segera menghabisi nyawa dari kaisar Xua. Namun jauh di lubuk hatinya, dia masih memikirkan Chen Yourong, si permaisuri terbuang.
"Aku akan segera memberikan keadilan untuk mu rong'er"lirihnya.
"Dan untuk mu ibu"ujar Pangeran ke-3 Dao Zhi.
Air mata Pangeran ke-3 menetes saat mengingat nasib ibunya yang mati dengan sangat mengenaskan.
Ibu Pangeran ke-3 adalah seorang selir tingkat ke-4 yang sangat disayangi oleh kaisar sebelumnya. Beliau mati akibat disuruh meminum anggur beracun karena dituduh berselingkuh. Dan lebih mirisnya, jasadnya malah dipotong-potong dan digantung di gerbang masuk kekaisaran.
"Tunggu pembalasan ku"ancam Pangeran ke-3 Dao Zhi.
Kegelapan malam mulai menghiasi hari ini. Weiwei dan rombongannya masih belum bergerak dan sepertinya mereka akan beristirahat di sini.
Para bandit yang dari tadi memantau Weiwei kini mulai melakukan pergerakan untuk menyerang.
"Serang!"teriak mereka dalam kegelapan malam.
Para prajurit sangat kaget dengan serangan mendadak yang diterima oleh mereka. Namun Weiwei malah terlihat senang saat tau para bandit itu sudah mulai menyerangnya.
Diam-diam di balik jubahnya Weiwei menyembunyikan sebuah pisau kecil dan beberapa jarum akupuntur.
Mereka langsung sigap menyerang Weiwei. Satu bandit lansung masuk kedalam kereta Weiwei sementara yang lainnya sibuk mengurus para prajurit.
'bless'
Pisau kecil itu langsung ditusukkan ke dada bandit. Senyuman haus darah terlukis dibibirnya.
"Kalian terlalu menganggap ku enteng"desis Weiwei.
Dengan lemah lembut dan gemulai Weiwei mulai membasmi satu persatu bandit. Seorang bandit yang tampak lebih kuat daripada yang lainnya tampak gencar melakukan serangan.
Dengan santai Weiwei menghindari serangan-serangan yang diberikan oleh bandit itu.
"Huaa… apa kekuatan mu hanya itu?"tanya Weiwei dengan ekspresi wajah terlihat bosan.
Bandit yang melihat itu merasa tersinggung hatinya. Dia merasa terhina dengan sikap Weiwei yang terkesan meremehkan dirinya.
"Dasar wanita murahan!"maki bandit itu,lalu kembali menyerang Weiwei tanpa henti.
Namun seperti sebelumnya Weiwei menghindari dengan sangat mudah. Disaat serangan ke sekian kalinya bandit malah terjatuh karena kelelahan menyerang Weiwei namun selalu ditangkis dengan santai.
Sementara diluar sana, para bandit dan prajurit mulai berjatuhan. Pertandingan mereka tampak sengit.
"Sekarang giliran ku" ujar Weiwei lansung menyerangnya.
Dengan sekali gempuran, bandit itu langsung tewas ditempat.
"Cih,sangat lemah"decih Weiwei.
Setelah berkelahi beberapa waktu Weiwei lansung menyelesaikan segalanya. Dia ngos-ngosan karena menghadapi beberapa bandit yang membuatnya cukup kelelahan.
"Seranggg!"teriakan yang menggema.
Semua prajurit lansung menyerang istana pusat. Tujuan mereka disini hanyalah istana dan tidak berniat sedikitpun untuk menyerang rakyat karena mereka hanya ingin menggulingkan kekuasaan kaisar Xua Weilong.
"Waspada!jangan sampai ada rakyat yang terluka"teriak beberapa jendral.
Pada penyerangnya kali ini, Pangeran ke-3 Dao Zhi membawa 20.000 pasukan terlatih. Tetapi hanya 1000 orang yang dia bawa masuk kedalam lokasi kekaisaran, karena dia tidak ingin merusak lebih dalam.
Kaisar Xua sangat kaget dengan serangan mendadak yang di lakukan oleh pangeran ke-3. Dia sangat tidak menyangka bahwa Pangeran ke-3 Dao Zhi yang akan mengkhianatinya.
Mau tidak mau kaisar lansung keluar dan melakukan gencaran senjata. Ketika dia melihat sebagian besar pasukannya telah gugur akibat serangan Pangeran ke-3, dia langsung memanggil Xauqo.
"Kemarilah"panggil kaisar Xua.
Xauqo lansung memperlihatkan dirinya. Wujudnya seperti naga yang sangat marah dan kehausan darah serta nyawa.
"Apa tugas hamba yang mulia?"hormat Xauqo.
"Bunuh keparat itu!"ujar kaisar Xua.
Xauqo lansung menuruti perintah dari tuannya.
Tetapi Pangeran Dao Zhi bukanlah anak kemarin sore yang tidak tahu dengan taktik busuk seperti ini. Bahkan dia sendiri sudah mengantisipasi hal ini.
"Matilah kau bersama dengannya!!"teriak Dao Zhi sambil melepaskan racun besi salju mematikan.
Weiwei merasakan sesuatu yang buruk akan menimpa Weilong. Sehingga dengan sekejap mata dia langsung menghilang.
Dia mendarat tepat didepan racun besi salju yang dilontarkan dengan kecepatan tinggi.
'bless'
Racun itu langsung memasuki tubuhnya dan tubuhnya melayang tinggi akibat efek obat itu.
"Aaaaaaa"teriak Weiwei.
"Weiwei!!"teriak Pangeran ke-3 dan pangeran ke-2 bersamaan.
Pangeran ke-2 yang baru saja datang sangat kaget dan sakit melihat Weiwei terkena racun mematikan itu. Sementara kaisar Xua hanya memikirkan bagaimana cara untuk mengalahkan Pangeran ke-3.
Pandangan Weiwei menjadi gelap perlahan-lahan. Dadanya terasa sangat sakit. Diatas sana dia melihat bahwa Weilong tidak memperdulikannya sama sekali.
Kegelapan perlahan-lahan memakan kesadarannya. Weiwei kemudian merasakan kegelapan yang sangat familiar,ini sangat terasa menyakitkan.
"Akhirnya semuanya berakhir disini"ujar Weiwei.
"Tungguu kenapa kau pergi?"suara itu remang-remang tapi perlahan semakin tidak kedengaran.
Dan akhirnya Weiwei benar-benar kehilangan kesadarannya.
Tamat.