The Lin Wei Transmigration

The Lin Wei Transmigration
32.weiwei keracunan



"Terlihat sudah tidak peduli namun percayalah masih kamu yang mengisi hati ku"


_Tiara Ningsih





***


Nenek kekaisaran Xua sangat malas melihat menantunya yang sangat berisik ini. Dia juga mengkhawatirkan cucunya Kaisar Xua Weilong namun ibu suri sangat berisik membuat dia menjadi kesal.


"Dimana long 'er?"tanya nenek kekaisaran pada Pangeran ke-2 Xu Hongyi.


"Oh ya,kakak ada dikediaman Naga miliknya"ujar pangeran ke-2 menjelaskan.


"Ibunda,nenek mari kita jenguk kakak"ajak pangeran ke-2.


"Mari"ujar ibu suri dan nenek kekaisaran hampir bersamaan.


Dengan langkah anggun dan penuh hawa kebijaksanaan mereka bertiga berjalan menuju kediaman naga kaisar Xua Weilong. Disepanjang jalan banyak yang kaget dengan kedatangan kedua wanita penting dikekaisaran Xua ini.


Disungai Yin, selir kehormatan Meilan melihat kedatangan ibu suri dan nenek kekaisaran mulai membuat rencana untuk mengambil perhatian dari kedua wanita yang paling berkuasa di kekaisaran Xua itu.


"Selir Meilan memberi salam kepada ibu suri dan nenek kekaisaran Xua"salam selir Meilan.


Kedua wanita penting dikekaisaran Xua itu hanya mengangguk kecil sebagai jawaban,lalu pergi meninggalkan selir kehormatan Meilan. Selir kehormatan Meilan merasa terhina karena di abaikan begitu saja oleh ibu suri dan nenek kekaisaran.Namun dia tidak bisa menyinggung kedua wanita itu.


"Lihat saja suatu saat aku akan membuat kalian tunduk dibawah kaki ku"tekad selir kehormatan Meilan.


***


Sementara itu, kaisar Xua Weilong sangat marah dan cemburu dengan tatapan Pejabat Xauqo kepada Weiwei.


"Hati-hati yang mulia!"ujar pejabat Xauqo.


Ada seekor ular putih yang hendak menyemburkan racunnya kepada Weiwei.Weiwei yang kaget menutup matanya dan seluruh tangannya terkena racun ular itu.


"Aaaaa"teriak Weiwei.


Pejabat Xauqo lansung berlari menuju Weiwei yang kini tengah berteriak.kaisar Xua Weilong yang melihat kejadian itu juga hendak menerbangkan dirinya menuju Weiwei,namun disaat Xauqo memeluk tubuh Weiwei dia langsung berhenti dan teringat akan rencananya yang berpura-pura kritis.


"Maafkan aku yang tidak bisa membantu mu"sesal kaisar Xua.


Didalam lubuk hatinya,dia sangat ingin sekali untuk menolong Permaisuri Chen Yourong namun dia juga tidak ingin menggagalkan rencananya. Yang bisa dia lakukan sekarang hanyalah menyesali dan terus menjalankan rencananya.


"Yang mulia bertahanlah"ucap Xauqo lalu membawa Weiwei keluar dari goa itu.


Xauqo menidurkan Weiwei diatas rerumputan hijau yang segar. Tubuh Weiwei kini telah berwarna keunguan akibat racun dari ulat itu yang mulai menyebar.


"Ku mohon bertahanlah"lirih kaisar Xua.


Xauqo mengeluarkan beberapa botol kecil dari balik jubahnya. Dari wajahnya sangat terlihat raut kekhawatirannya yang tidak dapat disembunyikan. Xauqo kemudian membuka beberapa botol kecil itu dan meminumkan isinya pada Weiwei yang telah tidak sadarkan diri.


Perlahan warna keunguan dikuliti Weiwei mulai memudar dan bersamaan dengan itu senyum tipis mulai terlukis dibibir kaisar Xua.


"Sepertinya aku akan mempertimbangkan untuk membiarkan klan nian terakhir ini hidup"ujar kaisar Xua.


Xauqo lansung berdiri dan berjalan kearah semak belukar disekitarnya untuk mencari bahan obat herbal tambahan. Dia menemukan banyak obat dengan sangat mudah disini. Xauqo tersenyum melihat obat-obatan yang dikumpulkannya dan teringat akan bunga White Camelia lalu dengan ilmu meringankan tubuhnya,dia terbang kedalam goa itu lagi.


"Nak,mengapa kamu disini?"