
||•Meninggalkan bukanlah pilihan yg mudah
~Tiara Ningsih
•
•
***
"Sepertinya hukuman itu tidak cukup untuk mu"ucap pria bermata biru itu dengan datar dan menusuk.
Suara lantangnya membuat kedua insan yg tengah menikmati hari kini menatapnya dengan tatapan takut dan keheranan.
"Ya..yang mulia"gugup Weiwei.
Dengan lembut dia langsung melepaskan pelukannya dari Pangeran ke-2 Xu Hongyi. Tapi lain dengan pangeran ke-2 malah menatap kakaknya dengan tatapan mengejek.
Dengan penuh keangkuhan kaisar Xua Weilong mengibaskan jubah naga kebesarannya lalu pergi dari sana dengan ekspresi yg tidak bisa diungkapkan.
"Oh ****..si naga hijau telah marah lagi"batin Weiwei.
"Eung.. Pangeran ke-2 saya pamit akan segera berangkat menuju desa yg ditujukan"pamit Weiwei.
"Tidak bisakah ditunda keberangkatan mu ditunda beberapa hari?"tanya Pangeran ke-2 dengan memelas.
Weiwei menarik nafasnya dalam-dalam,dia sangat lelah dengan perlakuan adik kakak dikekaisaran ini. Dia ingin cepat-cepat meninggalkan sangkar emas ini.
Tanpa basa-basi lagi,dia langsung pergi meninggalkan Pangeran ke-2 menuju kekediamannya.
"Tidak ingin berpamitan dengan ku?"tanyanya dari atas pohon.
Weiwei mengadah guna melihat siapa yg berada diatas sana.
Lagi-lagi dia menarik nafasnya dalam-dalam saat melihat siapa yang berada disana. Orang itu tidak lain adalah pangeran ke-3.
"Halo Pangeran"sapa weiwei berusaha terlihat ramah dan anggun.
"Haha bersikaplah seperti aku adalah teman mu bukan Pangeran ke-3"ujar pangeran ke-3 saat melihat Weiwei kesulitan bersikap anggun seperti layaknya Permaisuri.
"Apakah boleh begitu?"beo Weiwei.
"Tentu boleh,bukankah sekarang kita berteman?"tanya Pangeran Dao Zhi berusaha memastikan.
Weiwei berusaha menahan diri agar tidak memukul wajah Pangeran ke-3. Karena baginya Pangeran ke-3 sangat menjengkelkan. Lagi pula dia tidak tertarik sama sekali untuk berteman dengan orang yang baru dia kenal, apalagi berasal dari keluarga kekaisaran.
"Saya akan segera meninggalkan kediaman Phoenix dan kekaisaran ini,saya mohon undur diri Pangeran"ujar Weiwei berlalu pergi.
***
Suasana kediaman Phoenix kini tampak bersedih karena sang tuan rumah akan segera meninggalkan tempat ini. Berbeda dengan para selir yang berada disini yang menatap Weiwei dengan tatapan mengejek namun masih bisa terlihat seperti iba.
"Hiks..kakak Permaisuri"tangis selir meileng berpura-pura sedih.
"Kami akan sangat merindukanmu yang mulia"isak selir Feng shui.
"Kalian tidak perlu mengasihi Yourong"sinis jendral Chen.
Selir meileng sangat kesal dengan ucapan sinis jenderal Chen barusan. Tapi saat ini dia tidak memiliki kekuatan yang cukup untuk melawan Jendral Chen. Dia hanya terus-menerus berpura-pura sedih atas hukuman yang didapatkan oleh Weiwei atau Permaisuri Chen Yourong.
"Haha terimakasih"tawa Weiwei.
Semua orang tentu heran dengan sikap santai Weiwei, seakan-akan dia mendapatkan hadiah dan bukanlah hukuman.
Tetapi semua orang disana masih bersikeras dalam dramanya masing-masing. Bagaimanapun Chen Yourong masih merupakan Permaisuri dikekaisaran ini.
"Yang mulia Permaisuri mohon jaga diri anda selagi saya tidak ada"pinta nyonya tua dou.
Selama permaisuri Chen Yourong masuk kedalam istana,nyonya tua dou adalah orang yang selama ini selalu mengurus segala keperluan Permaisuri Chen Yourong selain Bai Liu.
"Tentu saja. Kau juga jaga diri"ujar Weiwei ramah.
Dia ingin membuat orang-orang yang baik padanya disini agar merasakan hidup tenang tanpa harus kesulitan.
Saat ini Weiwei masih mencari cara agar para budak dari permaisuri Chen Yourong bebas dan tidak dapat direndahkan lagi. Namun hal itu bukanlah hal yang mudah.
"Baiklah semuanya. Aku tidak akan membuang-buang waktu lagi,aku akan segera berangkat. Jaga diri kalian baik-baik"pesan Weiwei sebelum akhirnya memasuki kereta yg dikhususkan untuknya.
Rasanya kereta yang membawa Weiwei saat ini sangat jauh dari kata miskin atau sangat jauh dari kata kereta khusus untuk orang yang diasingkan tapi malah terlihat sangat mewah.
"Apakah semuanya siap?"perintah seorang wanita bercadar Oren kepada segerombolan laki-laki dengan muka sangar.
"Tentu saja nona!!"ucap mereka serempak.
"Aku mau sebelum matahari terbit dia sudah tiada!"perintahnya tak terbantahkan.
Segerombolan orang itu langsung pergi untuk menjalankan tugasnya.
Matahari mulai memperlihatkan sinarnya yang panas dan menyengat. Setiap orang akan merasa terbakar bila berada dibawahnya. Begitulah yang dirasakan rombongan Permaisuri Chen Yourong yang kini telah memulai perjalanan meninggalkan kekaisaran Xua.
"Hanya wanita saja?wah sepertinya akan lebih baik jika kita bersenang-senang dulu dengannya"