
|• jika menyakiti kau sebut cinta maka aku akan membunuhmu untuk menunjukkan bahwa aku sangat mencintaimu
~Tiara ningsih
•
•
•
" Aku ingin nyawamu" ujar wei wei menakutkan.
Hawa membunuh terlihat di sekitar yang membuat bulu Kuduk setiap orang akan merinding dengan keadaan seperti ini. Rasa ketakutan mulai terasa dimana-mana, Jiaxin yang tadinya merasa baik-baik saja sekarang mulai merasakan ketakutan akibat Hawa yang dikeluarkan oleh wei wei.
Bukan hanya bola es sekarang api juga mulai keluar dari tubuh weiwei. Api besar menyala-nyala dari tubuh mungil wei wei siap menghantam tubuh Jiaxin.
" Kenapa kau terdiam? Apakah keangkuhanmu sudah menurun?" Tanya wei wei dengan nada merendahkan.
Jiaxin merasa tersinggung dengan nada merendahkan yang dikeluarkan oleh weiwei. Namun dia masih berusaha terlihat untuk biasa-biasa saja.
" Bagaimana ingin mencobanya lebih dalam lagi" tanya wei wei dengan nada menakutkan.
" Mari sayang aku ingin melihat sebagaimana kuat kekuatanmu" ujar Jiaxin memancing.
Benar saja dengan ucapan di Jiaxin barusan memancing kemarahan dari Weiwei. Tanpa berpikir panjang Wiwi menyerang Jiaxin dengan dua kekuatannya.
Jiaxin bukanlah orang sembarangan, Jiaxin tahu persis bahwa weiwei sekarang berada di tingkat spiritual yang tinggi bahkan melebihi tingkat energi spiritual miliknya sendiri.
" matilah kau sialan!!" Hujan weiwei sambil melemparkan bola bola es dan api ke arah Jiaxin.
Jiaxin yang terkejut akibat serangan mendadak yang dilontarkan oleh weiwei tidak bisa menghindar dan akhirnya terkena serangan tersebut dan terlempar jauh ke belakang.
Weiwei yang sudah kehilangan kendali atas dirinya tidak mendengarkan perkataan dari Jiaxin. Dengan brutal dia kembali menyerang jiaxin secara bertubi-tubi tanpa ampun sedikitpun.
Jiaxin sekarang tengah diam tak berdaya dengan tubuh yang dipenuhi luka akibat Serangan weiwei. Tiba-tiba sebuah cahaya hitam datang menyambar jiaxin pemandangan di sekitarnya menjadi gelap weiwei tidak bisa melihat apapun.
Disaat weiwei membuka matanya di Jiaxin sudah tidak berada di depannya lagi menghilang tanpa jejak sedikitpun, dan disaat itu pula weiweii Kehilangan kendali dan mulai tak sadarkan diri.
" Rong 'er…" teriak jenderal Chen khawatir.
Jenderal Chen yang kebetulan sedang lewat di situ Melihat putri kesayangannya jatuh tak berdaya dan tidak sadarkan diri. Hatinya sangat teriris saat melihat putrinya tergeletak tak berdaya di tanah.
" pengawal…"
" Ada apa Jendral Chen?" Tanya seorang pengawal yang khawatir.
" Ada apa kau bilang kau tidak melihat ada aku tak tergeletak tak berdaya di bawah ini!!" Bentak Jendral Chen marah.
Selama ini Jendral kan mungkin hanya diam saja karena suami dari putrinya merupakan Kaisar disini, namun melihat putri kesayangannya tergeletak tak berdaya hari ini dia menjadi sangat marah.
" geledah seluruh penjuru istana dapatkan dan tangkap seseorang yang hendak membunuh Putri kesayanganku" titah Jenderal Chen tak terbantahkan.
Ke kaisaran kini semakin mencekam, pertama dengan kondisi Kaisar xua yang kini sedang tak sadarkan diri kedua dengan pembunuhan yang berencana terhadap permaisuri ke kaisaran tersebut.
Dan terakhir kemarahan Jendral Chen akibat kondisi putrinya sekarang. Semua orang tidak lepas dari amarah seorang jenderal yang berkuasa atas sepertiga dari kekaisaran Xua.
" sangat menarik" ujarnya lalu pergi meninggalkan tempat itu.
***
Pangeran ke-2 Xu hongyi sekarang tengah sangat khawatir dengan kondisi kakaknya yang tak kunjung juga sadar. Dengan terburu-buru dia mengutus seorang prajurit pergi ke perbatasan untuk memanggil ibu suri.