The Lin Wei Transmigration

The Lin Wei Transmigration
23.pesona weiwei



|•Jika sudah tidak bisa disatukan maka jalan satu-satunya adalah perpisahan


~ Tiara Ningsih





Tubuh kedua orang itu langsung kaku dan gemetar melihat ibunya. Senjata-senjata yang mereka pegang lansung terlepas dari tangannya masing-masing.


"Ada apa dengan kalian berdua?!!"sergah ibu suri.


"Dia merayu permaisuri ku ibunda"adu kaisar xua.


"Tidak,dia yang merayu rong 'er ku ibunda"Pangeran ke-2 tak terima.


Kaisar xua dan Pangeran ke-2 saling menatap satu sama lain dengan tatapan membunuh. Ibu suri yang melihat hal itu langsung melayangkan tamparan tepat diwajah kedua putranya itu.


"Bodoh!"


"Kalian itu orang penting disini,tapi dengan sikap kalian begitu apakah mencerminkan sikap seorang kaisar dan pangeran?"


Keduanya terdiam mendapatkan tamparan dan ucapan tajam dari ibundanya sendiri.


"Apa kalian sudah kehilangan otak?"


"Lihatlah semua orang menatap kalian seperti orang bodoh"


"Kalian berdua mempermalukan kekaisaran xua" ujar ibu suri semakin emosi melihat kelakuan kedua anaknya ini.


"Bubar!!! sekarang semuanya bubar!!"amuk ibu suri lalu pergi di iringi beberapa pelayannya.


Kaisar xua dan pangeran ke-2 juga ikutan bubar karena takut dengan ibundanya. Tentunya juga untuk mengobati luka-luka yang mereka miliki saat ini. Begitupun semua orang disana juga ikut-ikutan pergi dan menjalankan tugasnya masing-masing.


  ***


" Jiejie " panggil Weiwei.


Bai Liu yang merasa dipanggilpun lekas menghadap kearah majikannya. Weiwei terlihat sangat rileks hari ini. Seusai acara berkebunnya tadi dia langsung saja mandi dan bersantai di gazebo kediamannya.


"Ada apa rong 'er?"tanya Bai Liu hati-hati.


Ini memang hal yang diharuskan oleh Weiwei kepada Bai Liu,yaitu jangan memanggilnya dengan sebutan yang mulia permaisuri jika sedang berdua. Karena jujur saja dia risih dipanggil yang mulia permaisuri.


"Menurut mu untuk apa kaisar bodoh itu bertarung dengan pangeran ke-2 xu hongyi?" Tanya Weiwei sambil menunjukkan ekspresi imut.


"Jaga mulut mu rong'er!"peringat Bai Liu.


Weiwei memutar bola matanya malasa.


*memangnya kenapa toh kaisar xua weilong memang bodoh*batin Weiwei.


"Ayolah rong 'er,jika kau berbicara begitu dan ada orang yang mendengarnya dan mengadukan kepada kaisar bagaimana?"tanya Bai Liu panjang lebar.


"Sudahlah daripada kita ribut tidak jelas seperti ini mari kita jalan-jalan air terjun kristal"ajak Weiwei antusias.


*Note; Kenapa air terjun itu disebut air terjun kristal? karena air dari air terjun itu sangat bening dan indah seperti kristal,tidak hanya itu air terjun kristal juga bersinar indah seperti kristal*


"T-tapi… kita harus mendapatkan izin dari yang mulia kaisar xua weilong dulu untuk keluar" jawab Bai Liu takut-takut.


"Tidak perlu!"bantah Weiwei.


Sekali lagi Bai Liu menarik nafasnya kasar. Sepertinya permaisuri Chen Yourong ini tidak jengah juga setelah mendapatkan hukuman dari kesalahannya.


Setelah beberapa menit bersiap-siap,mereka pun mulai melancarkan aksinya untuk kabur dari istana.


"Prajurit prajurit tolonggggg!!!!"teriak Bai Liu ketakutan.


Karena panik para prajurit lansung pergi menuju tempat Bai Liu berteriak. Tempat itu berada dibelakang kediaman Phoenix. Disaat para prajurit tiba ditempat yang direncanakan oleh Weiwei,mereka langsung diserang oleh permaisuri Chen Yourong dengan obat tidur yg membuat mereka semua tidur.


"Siap mari kita pergi"ujar Weiwei senang.


"Bagaimana kalau yg lain menyadari ini semua?"ujar Bai Liu takut.


"Tenang saja" 


Akhirnya mereka berduapun dengan mulus berhasil keluar dari istana. Sebelum itu mereka berdandan dan berpakaian layaknya seorang pria.Sekarang mereka hendak menikmati kebebasan sementara yang mereka dapatkan ini sebelum kaisar menyadari bahwa mereka telah kabur.


Mata Weiwei tak henti-hentinya mengagumi keindahan luar istana kekaisaran xua ini. Ada pasar yg sangat ramai dan menjual berbagai jajanan, obat-obatan pakaian dan lain sebagainya. Setelah hampir setengah jam berjalan-jalan, Weiwei pun memutuskan untuk mengunjungi salah satu rumah makan.


"Selamat datang tuan, anda mau memesan sesuatu?"tanya seorang pelayan tanpa memalingkan pandangannya dari Weiwei.


Karena Weiwei hari ini keluar menyamar menjadi seorang pria, yang membuat dia terlihat sangat tampan.


"Ya,sajikan menu terbaik disini" ujar Weiwei ringan dan tak menyadari bahwa dia menjadi pusat perhatian disini.


"Wawww… tuan itu sangat tampannnn"


"Temannya juga sangat tampannnn"


"Aku ingin menjadi salah satu selirnya"


"Astagaah dia adalah malaikat yg sangat menggoda"


"Tuannn jadikan aku selirmu"teriak seorang wanita pada Weiwei.


"Tuann aku juga ingin menjadi selirmu"ujar yg lainnya.


Seketika rumah makan itu langsung ribut dengan teriakan-teriakan wanita-wanita yg menyukai pesona Weiwei. Weiwei hanya diam tanpa memperdulikan aksi-aksi para wanita itu.


Saat ini dia memang terlihat sangat tampan. Bibirnya yg merah pekat,rambut emasnya yg berkilauan, wajahnya juga menambahkan ketampanannya. Tidak ada yg akan menyangka bahwa dia adalah permaisuri Chen Yourong.


Tiba-tiba seorang gadis cantik yg berpakaian serba terbuka menghampiri Weiwei dan Bai Liu lalu berkata, "Tuan mari ikut saya ke---"


   ***