
||Jika aku tidak bisa mendapatkan mu maka orang terdekat mu akan menjadi pelampiasan ku!!
_Tiara Ningsih.
•
•
•
***
"Hahaha sebentar lagi aku akan menjadi kaisar dan menjadi suami Weiwei"tawa Pangeran ke-2 dengan sumbang.
Pangeran ke-2 lansung melontarkan racun itu sembari tertawa. Didalam benaknya,dia telah membayangkan betapa indahnya hidupnya kelak. Menjadi suami dan kaisar di negara ini.
'syutt'
Semua racun salju yang dilontarkan oleh pangeran ke-2 diserap oleh sesuatu secara tiba-tiba.
"Apa-apaan ini?!!!"marah Pangeran ke-2.
"Apa kau ingin membunuh semua orang dikekaisaran ini?"sinis Pangeran ke-3 Dao Zhi.
Pangeran ke-2 lansung terdiam,dia tidak bisa menjawab atau mengelak lagi. Sungguh dia sangat tidak berfikir kalau dia mengeluarkan racun salju maka orang-orang lemah disini juga akan langsung terbunuh dan membeku. Dia sungguh tidak menginginkan itu terjadi, yang dia inginkan hanyalah bermain-main dengan kakaknya itu.
"Lain kali jika ingin bermain, gunakan otak mu itu!"sindir Pangeran ke-3 Dao Zhi.
Dia langsung pergi meninggalkan tempat itu tanpa kata-kata lagi. Bahkan dia juga tidak memberikan salam kepada Xua Weilong kakaknya.
***
Pagi ini Weiwei sudah mulai bersiap-siap karena hari ini dia akan pergi meninggalkan tempat ini. Sejenak dia melihat kesekitar, tempat ini bagai sangkar emas namun dia tetaplah pecinta kebebasan.
"Yang mulia…kita harus meninggalkan semua ini hikss"tangis Bai Liu.
Bai Liu menangis bukan karena dia akan meninggalkan kehidupan mewah yg selama ini mereka miliki tetapi dia menangis membayangkan majikannya yg terbiasa hidup mewah akan hidup sensara hari ini.
"Gadis kecil jangan menangis…kau tidak akan meninggalkan kediaman Phoenix ini"jelas Weiwei.
"Permaisuri?"kaget Bai Ling,saudara dari Bai Liu.
"Jiejie…"tangis Bai Liu memeluk kakaknya.
***
Sementara itu dikediaman jendral tengah sangat kacau karena mendengar titah gila dari kaisar Xua. Jendral tidak habis pikir kalau Weiwei tidak melawan sedikitpun bahkan merasa senang karena diberi hukuman.
'bruk..'
Lagi-lagi guci porselen dikediaman jendral hancur berantakan dan berserakan dimana-mana. Semua orang dikediaman sangat ketakutan dengan amarah dari jendral. Bukan hanya jendral bahkan ny.chen juga ikut-ikutan mengamuk saat mengetahui putri kesayangannya di hukum.
"Nyonya hamba mohon tolong redakan amarah anda"ujar seorang pelayan memberanikan diri.
"Redakan amarah katamu?!"amuk nyonya chen kembali.
"Iya nyonya, sebaiknya kita melihat yang mulia Permaisuri saya rasa dia sangat ketakutan dengan situasi ini"pelayan itu kembali mencoba meredakan emosi junjungannya.
Si pelayan takut jika amarah kedua orang yg berkuasa dikediaman jendral ini bisa-bisa mereka semua akan dihukum mati.
Nyonya Chen yg merasa ada benarnya dari ucapan pelayannya ini. Daripada dia mengamuk dan menghancurkan seisi kediaman,lebih baik dia keistana dan melihat keadaan putrinya.
"Pelayan hu,siapkan kereta!aku akan mengunjungi Permaisuri"perintahnya tegas.
Setelah berkata demikian,dia langsung pergi menuju kediaman suaminya untuk menenangkan suaminya. Dia sangat tau bahwa sang suami pasti juga marah besar karena putri semata wayangnya dihukum karena alasan sepele.
"Gundik Chu datang berkunjung"teriak seorang Kasim Wang,Kasim kediaman Naga.
Kaisar Xua yg sedang memeriksa beberapa laporan kekaisaran belakangan ini teralih pandangan kearah wanita sexsi dengan pakaian terbuka itu. Kaisar adalah laki-laki normal yg akan mudah tergoda jika melihat wanita yang sangat menarik hasratnya.
"Chubei menghadap yang mulia kaisar"salamnya sambil menunduk sehingga memperlihatkan buah dadanya yg menonjol.
"Kemari sayang.."ucap kaisar Xua sembari menepuk pahanya mengisyaratkan agar gundik Chu duduk disitu.
Gundik Chu yang mendapat perlakuan seperti itu dari kaisar tentu saja merasa sangat senang.Masalahnya selama dia memasuki istana ini dengan status gundik, kaisar tidak pernah sama sekali meliriknya sedikit pun.
"Kaisar bagaimana keadaan anda saat ini?"tanya gundik Chu sembari menggosok-gosok *********** didada bidang kaisar Xua.
"Aku sangat sakit.. apakah kau mau mengobatinya?"tanya kaisar Xua dengan senyum mesum andalannya.
Gundik Chu cepat tanggap dengan ucapan kaisar Xua. Dia langsung mengalungkan tangannya ke leher kaisar Xua.