
wajah ku tak henti - hentinya menatap jendela , merenungi beberapa kalimat yang ku dengar tadinya . aku masih bingung dengan semua perkara yang terjadi , masih belum mengerti kemana arah jalan semua permasalahan ini .
sesekali aku melihat beberapa kendaraan berlalu lalang , kota ini memang agak padat penduduk terlebih di waktu pagi atau siang , tak heran mengapa aku lebih suka berada di rumah ketimbang berkelana diluar seperti anak sma pada umumnya .
aku membawa tas ransel yang ku letakkan di paha , mengetuk - ketuk layar ponsel
dan terus memerhatikan jalan .
semua sudah berkumpul di ruang tamu , divia , olive , algha , aldi , putra mulai menyiapkan beberapa bahan , semua di letakkan di atas meja
" buku - bukunya udah komplit , bahan yang di cari di internet juga udah ada " tukas olive sambil menunjukkan buku dan beberapa kertas yang berisikan bahan
" aku udah bantuin olive buat cariin bahan , sekarang giliran kalian yang kerja " jawab aldi sambil menyerahkan bahan - bahan itu ke algha
" bukannya syakira sama olive yang ngumpulin bahan , kok kalian berdua ? "
tanya divia kearah mereka , olive sedikit tersenyum menimpali pertanyaan nya , dia yakin divia pasti marah karena mereka mengambil keputusan tanpa persetujuan darinya
" kenapa ? kok kamu yang sibuk ya ? perasaan alga baik - baik aja ! dia gak bantah toh "
jawab olive
" bukan gitu , tapi .."
belum sempat divia membalas jawaban olive algha memotong " memang syakira kemana ? "
" dia ada urusan mendadak , tadi kebetulan aku ketemu aldi di depan gerbang , yaudah aku ajak dia aja "
" kok langsung mengambil keputusan sih , gak kabarin lagi , kalo gini yang jadi repot siapa ?"
jawab divia mulai marah dibuatnya
" oh , kamu merasa repot , yaudah gak usah kerja aja , merasa repot kan ? , udah , selesai !"
" perasaan dari tadi kamu nantang aku terus ya , ....."
" udah .. udah , cukup berantemnya kalo kalian berantem kapan siap nya . olive kamu udah kabarin syakira buat kesini ?" tanya algha tak kalah meninggikan suaranya
" udah , mungkin beberapa menit lagi dia sampe " jawab olive tenang , divia masih memasangkan wajah masamnya merasa tak adil karena dia belum puas membalas olive
" yaudah sambil tunggu syakira datang kita ringkas in aja dulu bahan nya "
tukas alga mulai mengambil beberapa buku
" kok meringkas , inikan banyak bukunya ...."
seru divia malas "....lagi pun bukan kita yang kerja ..." sambungnya .
" divia , kalo kamu merasa ini bukan kerja kamu , toh tinggal keluar aja sana , gampang kan ! " jawab aldi yang sedari kesal dengan keributan dan tingkah divia yang menyebalkan
divia memelas , langsung mengambil buku dan di bukanya perlahan , olive nampak tersenyum kecut kearahnya " memang enak " gumamnya .
*******
" pak kenapa ? " tanya syakira , sambil menatap supir dan mencari arah suara yang mencegat perjalanan mereka .
" aduh maaf neng , gak sengaja kena mobil orang , gimana nih ya ?"
jawab supir agak bingung , saat berhenti jalan di lampu merah tidak sengaja taksi yang di kendarai syakira terkena kendaraan lain
" parah gak pak? "
" gak sih , tapi pasti orang nya marah "
tiba - tiba keluar seorang pengendara dari dalam mobil , langsung melihat ada sedikit lecetan kecil di bagian mobilnya , dengan cepat supir taksi yang di kendarai syakira keluar .
syakira mulai memikirkan tugas kelompok yang saat ini dia lewatkan , sedikit rasa bersalah terbesit dari hati kecilnya , dia mulai memperhatikan handphone dan mengetik - ketik nya sesuka hati .
' ting '
satu pesan masuk membuatnya beralih , dia tau saat ini semua sibuk mempertanyakan dirinya yang tak kunjung datang .
dia membuka pesan tersebut ,
' syakira '
' ting '
lagi - lagi handphone nya berbunyi , dengan ragu dia kembali membuka
' kau sedang di jalan , ? mau lihat ini '
sebuah gambar tiba - tiba terkirim di handphone nya , betapa terkejutnya syakira melihat foto yang di kirim oleh orang yang tak di kenalnya beberapa menit tadi .
' ting '
lagi dan lagi , tak berhenti di situ , sebuah gambar yang lain terkirim , entah apa maksud dan tujuan orang ini tapi cukup menakuti dirinya , dengan cepat dia menghapus chat yang tak di ketahui nya itu .
dengan cepat mematikan nya dan menyelipkannya di dalam ransel yang kini berada di samping dirinya .
syakira menghembuskan nafas tak karuan , dia menutup wajah dengan kedua telapak tangan nya , bertubi - tubi nafas menderu dari celah mulutnya .
dia tak mengerti langsung maksud dan tujuan pengirim dengan mengirim gambar - gambar itu kepadanya , dia bahkan tak tau menahu dari mana pengirim mendapatkan nomor dirinya
" neng baik - baik aja ? "
tanya suara itu memecahkan rasa takut yang saat ini menyelimuti syakira ,
" i-iya pak , udah kelar pak ? "
" udah, maaf ya neng harus tunggu lama "
syakira hanya mengangguk , dirinya yakin ada yang tidak beres dengan semua permasalahan ini , mulai dari kaca yang pecah di rumah nya tadi dan perbincangan antara ibu dan bi minah .
syakira mulai menghembuskan nafas dengan tenang , dia mulai kembali memperhatikan jalanan dari arah jendela , berusaha menenangkan pikirannya yang saat ini sangat bergejolak .
' ting '
satu pesan , masuk kembali dari handphone nya , kini di hiraukan nya , dia berpura - pura tak peduli seakan ada suara yang memekakkan telinga nya , dia berusaha melupakannya , semua itu adalah khayalan , bukan apa - apa , gumamnya .
*********
aku memencet tombol bel yang ada di depan rumah algha , setelah satpam mempersilahkan dirinya untuk masuk .
perasaan gundah berkabung dalam dirinya , entah apa tapi dia merasa tak bebas berada di luar , karena merasa di buntuti oleh satu hal , hal yang mengganggunya sedari tadi .
seseorang membuka kan pintu untuknya , dilihatnya syakira tengah menerawang ke sekitaran permukaan arah , merasa ada sesuatu yang di khawatirkan nya , entah apa itu
" sya , dari mana aja kamu ? "
tukas olive dengan cepat , yang berada di belakang algha yang sedang membuka pintu , syakira memutar arah pandang , di lihatnya algha dan olive berdiri di depannya .
"ngelamun apa ? "
tanya olive kepada syakira , yang sedari tadi tak sadar gerangan algha dan dirinya .
syakira hanya menggeleng , dan kemudian masuk setelah algha mengizinkan nya untuk masuk .
semua mata tertuju kearahnya , termasuk divia yang tengah sibuk mem bolak balik kan buku yang di pegang nya , dengan cepat dia mengalihkan pandang ke arah syakira ,
" dari mana aja..... , ngomong - ngomong ini semua bahan udah kita ringkasin dari tadi ,
tinggal tugas kamu aja buat nulis sekalian perbaiki semua kalimat - kalimat yang salah "
kata divia antusias , menyerah kan semua bahan - bahan yang diringkas nya , dan menunjukkan gaya malas nya .
syakira tak langsung menyentuh bahan - bahan itu , dia meneguk sedikit air yang tersaji di atas meja
" kok kamu malah minum sih , yang seharusnya minum itu kita "
" jadi kalo dia minum apa urusan nya sama kamu " sahut olive mulai jengkel di buatnya
divia lebih memihak kepada diam dari pada membalas perkataan olive yang sedari tadi menantangnya .
' look and see '
gumam divia .