
rifa menghentakkan kakinya kasar , terlepas apa yang di katakan oleh syam kepada dirinya , dia langsung tak menerima
'memang apakah dia tau pengorbanan yang aku lakukan selama ini ? '
terus saja dia membuka pintu dengan kasar
menghempaskan tubuh nya di atas kasur menatap kosong ke arah langit - langit kamarnya
setetes air mata mulai mengalir di pipi mungilnya .... mencair.... kata - kata itu bagai api yang langsung melelehkan es yang ada di hatinya , penuh membara , tak henti - henti nya ia tenggelam dalam isak tangis , membendung dirinya dalam kesedihan
kematian adalah pengharapan yang tak pernah luput darinya , dia lelah menjalankan kehidupan yang begitu berat ini , semua berjalan ke arah paling menyedihkan , lembaran - lembaran kehidupannya berwarna abu-abu gelap , tiada warna yang dapat di lihat , memang takdir begitu kejam , seakan tak pernah mengizinkan dirinya merasakan melodi - melodi manis sebagaimana orang - orang di luar sana .
tak terasa waktu berlalu sangat cepat , kenangan yang baru di rasakan nya barusan mengingatkan nya pada puluhan tahun silam saat semua nya masih baik - baik saja ......
" rifa , kamu adalah satu - satu nya anak yang menjadi kebanggaan papa , kamu harus melanjutkan bisnis papa nantinya , jangan menjadi seperti kakak mu , yang selalu membuang - buang dirinya itu ! " ucap laki - laki berbadan jangkung itu yang tak lain adalah ayahnya
rifa hanya terduduk diam , dia menundukkan wajahnya , dia tau keinginan besar ayah nya untuk melanjutkan bisnis yang ia bangun , begitu besar pengharapan itu membuatnya tak dapat menolak
berbagai cita - cita , hobi , dan keinginan yang telah ia rencanakan seketika sirna , ia meninggalkan masa - masa muda , meninggalkan hiburan dan hal yang tidak penting bagi kebanyakan orang untuk mempelajari sederetan tentang bisnis , .... bisnis ..... dan bisnis .... karena penekanan sang ayah membuatnya terjun ke tempat yang membosankan itu .
sedang citra selaku kakaknya rifa , tak pernah menghiraukan penegasan itu , dia sangat memberontak , hingga ayah benar - benar menelantarkan dirinya selaku anak , tak pernah mendapat secuil pun kasih sayang , hingga pilihan sang kakak untuk mencapai kebebasan
dia keluar dari rumah neraka itu , melewati hari - hari nya tanpa ada gangguan dari sang ayah , tanpa sadar dia salah memilih jalan karena serpihan - serpihan kekerasan yang masih tersisa yang di lakukan sang ayah
" dik , kau tidak perlu harus serius menanggapi hal itu , gunakan masa muda mu jangan biarkan dia berakhir dengan penyesalan nantinya "
seuntai kalimat yang di ucap oleh sang kakak , namun dia bukanlah sang kakak yang hidup untuk mendapatkan apa yang dia inginkan , hidup seperti apa yang ia mau .... menjalankan seperti apa yang ia inginkan
dia sadar betapa lemah dirinya untuk membantah sang ayah , dia takut selepas apa yang di lakukan ayah kepada kakaknya
alhasil dia tetap mengurungkan niatnya untuk membantah , ia hanya menjalankan titah ayah nya dan menggambarkan berbagai pikiran positif bahwa inilah keinginannya .....
' tidak aku berbohong ....'
lirihnya pedih , bukan lah ini yang aku inginkan , aku hanya ingin menjadi seorang dokter seperti mama .... dokter yang tulus merawat orang - orang , yang melayani orang - orang sakit dengan setulus hati .
dia buang kenangan - kenangan silam itu , langsung dia menghapus air mata yang sedari membasahi pipinya
' tidak ... diriku salah ... inilah yang aku butuhkan .... '
lirih nya dalam hati , segera di hilangkan nya bayangan - bayangan negatif itu jauh dari kepalanya
segera dia bangun dan menggantikan baju yang dia kenakan seharian , baju yang menggambarkan kesibukannya
*******
irene duduk termenung di atas kasur seraya memandangi album yang sedang dia pegang , berbagai foto terpajang di sana , sesekali dia tersenyum dan sesekali pula dia bersedih pilu
foto - foto kenangan masa lalunya , tersimpan rapat di dalam sini , penuh keharmonisan di saat itu
saat di mana ia bercengkerama dengan suami tercintanya , dan tertawa bersama dengan belahan buah hatinya
sebutir air mata mulai merayapi pipi polosnya itu , teringat kembali kenangan dan ingatan
yang terjadi 9 tahun silam .....
" si-siapa dia ? "
" aku bisa menjelaskannya pada mu ... kumohon dengarkan dulu penjelasan ku ! "
semua tiba - tiba terjadi begitu saja , obrolan yang hangat kini berubah menjadi topik yang panas yang tak lama lagi akan membumi hanguskan segalanya
setelah berpelukan melepas rindu ber minggu - minggu lamanya tak berjumpa , tiba - tiba satu obrolan tidak menyenangkan terselip di tengah - tengah kehangatan itu
semua terjadi begitu saja di tengah - tengah dapur tepat di dekat meja makan , dimana semua makanan yang begitu menggiurkan lidah terhidang di sana
dengan penuh membara dia berucap , tak terima apa yang telah di lakukan oleh suami tercintanya
" aku pahami argumen mu , tapi aku harus menjelaskannya terlebih dahulu kepadamu ... kumohon dengarkan penjelasan ku dulu "
saat ini hati nya sangat sakit , tergores habis dengan apa yang telah dilakukan oleh dita , selaku pendamping hidupnya
dia tak sadar ternyata sudah sebulan lamanya dia di poligami , dengan lugu nya dia tidak tahu menahu tentang semua ini
" please !... go away from me ! "
bentak nya dan mendorong laki - laki itu untuk pergi
" tolang irene jangan bersikap egois ! "
' bug ' kata - kata itu bagai dentuman keras dalam hatinya , bagaimana bisa laki - laki ini mengatakan untuk dirinya egois , padahal siapa sebenarnya egois dalam permasalahan ini
" kau mengatai ku egois ... kau tidak sadar hah !
atau kau memang buta sehingga tidak tau hal yang telah kau perbuat ! "
pekikan itu semakin menggema ke pendengaran dita , sehingga panas telinganya untuk mendengar itu semua ... salah kah jika dia mendengar sedikit penjelasan dari dirinya
" irene kali ini aku benar - benar memohon kepda mu untuk mendengar penjelasan ku ... ku mohon irene "
" cih , kau tau ... semua lelaki memang seperti itu semua sama ! , setelah jenuh mereka akan berdalih kepada yang lain untuk memuaskan kejenuhan mereka ....apa perlu ku samakan kau sepe ..."
' plak '
satu tamparan hinggap di wajah irena , membuatnya berhenti berucap , pipinya bersemu merah dan panas , dia sangat di kejutkan oleh hal itu ... segera dirinya terjatuh ke sebuah kursi yang ada di belakangnya
tentu dita sangat marah , karena apa yang di katakan irene semua tidak benar dia bukan lelaki yang seperti itu
pandangannya kosong ke depan ingin diri nya segera menangis , tapi dirinya tak mampu melakukan hal itu , dita menggerutu karena kesal , tak henti - henti nya dia merutuki dirinya sendiri
' apa yang telah ku lakukan ? '
batinnya dalam hati
dia menekuk lututnya segera menyamai posisi nya dengan irene , irene menghembus nafas tak karuan , tak percaya dengan perbuatan yang telah di lakukan dita dengan menampar dirinya
' sebegitu cinta kah kau dengan dia ... sehingga tega melakukan itu kepadaku , apa aku tak lagi berada di hati mu , dita .... kurang kah aku ? ' batinnya lembut
" irene aku benar - benar minta maaf ... tolong maafkan aku irene ... heh .... heh "
segera keganasan itu berubah menjadi kesedihan , di benamkan wajahnya ke lutut irene , penuh penyesalan dalam isak tangis itu
" oh , hanya selang satu bulan , sepertinya cinta itu membabi buta dalam hatimu dita ? .... lebih baik kau pergi atau akan terjadi hal lain yang tidak kau inginkan ! "
sahut irene pedih , nampak berat ketika ia mengatakan hal itu dia tak pernah ingin mengusir suaminya itu , tak pernah .....
dia sangat mencintainya
dita segera bangun , segera di hapus air mata yang membasahi pipinya , dengan segera di tinggalkannya irene dalam kekosongan
dia tau seberapa besar pun dia mendesak , irene pun tidak akan pernah mengindahkan penyataan nya
dia sangat tau tipe irene yang teguh pendirian ... sekali tidak maka tidak ada alasan yang dapat mengatakan iya
saat dita hendak mencapai gagang pintu irene berkata tanpa melihat arah lawan bicara
" jangan pernah kembali lagi kemari , ..... satu hal lagi .... "
langsung dita tercekat , dia menghentikan langkahnya tak langsung menoleh karena dia tau hal itu malah akan mengiris hatinya
" ...... tolong ceraikan aku ! "