The Joke Of Destiny

The Joke Of Destiny
eps 4



...(" sedikit senyum terlukis di wajah ku sudah berapa lama mencari kedamaian yang tak kunjung datang , tapi setidaknya semua ini sudah cukup .")...


deg .......deg........deg


rasanya mustahil , lelucon apalagi ini ?


matanya menatap tak percaya , ia membulatkan mata setelah membaca tulisan singkat itu


dilemparnya batu itu jauh - jauh agar terus menyingkir. begitu lagi rasa takut kembali menyelimutinya .


tapi sekarang terasa lebih gelap , terasa seperti tertutup rapat dengan kabut bahkan jutaan debu


keadaan rumah yang sepi dan tiada nafas yang berhembus selain nafasnya , membuatnya semakin linglung.


merasa penjahat itu ada di mana - mana , merasa begitu banyak mata yang mengintai begitu banyak pisau yang menikam .


dengan segera dia berlari , meninggalkan tempat itu dengan cepat masuk ke kamarnya di lantai atas


dia menutup dan mengunci pintu rapat , bersembunyi di balik pintu .


rasanya begitu lelah , berlari dan bersembunyi padahal tiada siapa pun yang mengejar


hanya rasa takut yang menggeliat menciptakan angan - angan mengerikan


semakin lama penglihatannya semakin buram , semakin dia membuka mata semakin sakit dahinya berdenyut .


hingga semua terasa gelap , seketika semua menjadi kosong.....


******


aku duduk termenung di luar , menunggu usai pelajaran pertama dan menunggu jam kedua .


lebih jelasnya aku tak di izinkan masuk karena terlambat , untung saja sedikit menguntungkan aku tak di alpa kan di absen .


seharusnya jika ketahuan kami bisa saja di skor tapi ku harap tiada siapapun yang melihat .


terasa membosankan disini , bagaimana


orang - orang yang sering melanggar dapat bertahan ? , bagaimana mereka dapat merasakan ini adalah kesenangan yang luar biasa ?


batinku penuh ucap , kini pikiran ku di penuhi berbagai pertanyaan , yang sesekali mendengus geram , semua terasa indah bagi mereka tapi tidak dengan aku , kenapa bukan mereka saja yang berada di sini , kataku lagi .


setelah lama bosan , aku memperhatikan arlojiku , harus menunggu barang 20 menit lagi untuk masuk .


aku memutuskan pergi mengelilingi hamparan sekolah .


sedikit senyum terlukis di wajahku , sudah berapa lama mencari kedamaian yang tak kunjung datang , tapi setidaknya semua ini sudah cukup


semakin lekat ku menatap kota , malah teringat momen konyol yang kulakukan tadi ...


aku mengembuskan nafas , sambil bersumpah tak akan melakukan hal itu kembali .


tiba - tiba aku teringat satu hal ....


aku meraba pergelangan tangan ku , kosong tiada satupun yang melingkar di sana .


' oh tuhan , apakah aku menjatuhkannya tadi ? '


batinku , sambil kembali mengingat , kapan terakhir kali aku merasa dia masih ada .


ya , sebuah gelang yang biasa ku kenakan , pemberian dari ian , teman masa kecilku dulu dia menyuruhku untuk berjanji menjaga itu , agar sewaktu - waktu jika tak sengaja berpapasan kami bisa mengenal lewat gelang itu.


' hei , aku temukan sesuatu dari toko oak itu ! '


' apa ? '


' ini , aku belikan 2 yang satu milikku dan yang satunya lagi milik mu '


seru ian , terkenang kembali masa lalu itu untuknya , tak disangka ternyata gelang itu akan menjadi hadiah terakhir baginya dari ian , 2 hari ian tak lagi dia jumpai ...... dan ternyata itu malah menjadi hari terakhir baginya .


hari ini baru aku kenakan setelah dua bulan lebih tak ku kenakan , karena aku berfikir mau di pakai berapa lama kali pun aku tak akan bertemu dengannya kembali


lalu orang konyol mana yang tidak kenal langsung memperhatikan lengan seseorang


_ bukankah mustahil _


aku terus pergi meninggalkan tempat itu , 10 menit sebelum memasuki kelas , menuruni begitu banyak anak tangga


sekitaran kurang 5 menit aku sampai di lantai bawah , berlari cepat menuju tempat kami memanjat tadi


dengan cermat aku melirik ke setiap sudut tempat , tiada satupun barang yang ku temukan hanya rumput setinggi 2 cm tumbuh di sana dan beberapa batu agak kecil .


aku menyudahi pencarian , saatnya waktu masuk , aku tak ingin berada di luar dan meninggalkan pelajaran lagi .


bisa - bisa jika ada yang melihat malah akan memicu masalah lain .


aku beranjak pergi meninggalkan tempat itu , yang di iringi hembusan nafas , terbesit sedikit rasa bersalah dalam hatiku ...... ' walau bagaimanapun semua hanya sebuah barang , yang akan hilang sewaktu waktu .


batinku.....