
" satu... dua..... tiga .."
tawa riang keluar dari celah mulutku , papa menggandengku berjalan di atas batu , di sebuah sungai . arus nya berjalan dengan tenang .
sesekali aku menatap wajahnya yang ikut tertawa bersama ku , lalu beralih ke batu yang sedang ku pijaki ,
di seberang mama memotret keseruan kami , bersandar di sebuah pohon .
pohon itu berdesir mengikuti lantunan angin , daun - daun nya menari - nari dengan tenang .
burung - burung ikut berkutik , bersama kawanannya , tak kalah dengan ikan yang menyelam di dasaran .
tempat ini , adalah tempat yang ku kunjungi bersama papa dan mama .
kemarin malam selepas pulang dari luar kota , papa janji akan mengajakku piknik sebagai hadiah ulang tahunnya untukku .
tiba - tiba seorang wanita datang menghampiri kami , wajahnya nampak lesu , ia memakai pakaian bewarna hitam keabuan , wajahnya di lumuri dengan darah , dia menyembunyikan tangan sebelah kirinya nampak memegang sesuatu .
dengan cekatan , dia langsung mencengkram lengan mama , kamera yang di pegang mama terjatuh .
mama berteriak sesenggukan .
aku berteriak , pegangan papa tiba - tiba kian merenggang , aku menoleh kearah papa , tak ku dapati papa di sana .
papa menghilang , aku tidak dapat mengimbangi diriku dengan batu yang ku pijak , spontan aku terjatuh .
tiba - tiba saja arus sungai mengalir deras , aku terbawa ke dalamnya , sambil meronta - ronta meminta tolong , mama berteriak melihatku tapi wanita itu , langsung menikam leher mama dengan pisau , dia tertawa melihat semua kebengisan ini , " kau tak pantas untuk hidup " teriaknya di telinga mama .
saat aku sudah mulai tak terkendali , ku pasrahkan arus ini membawaku pergi , tangan ku tak dapat menimbang dan menjadi lemas , terlepas tanganku dari batu yang ku cengkram .
" kau tak boleh pergi ! "
teriaknya sambil menarik ku , aku tersedak dengan air sungai , entah berapa banyak air yang telah masuk ke lubang hidungku
tatapanku meremang , tak dapat melihat dengan jelas siapa sosok yang menarik ku
' ku mohon lepaskan saja aku '
batinku , tanpa respon apapun dari nya .
satu hal , siapa mereka ?
*******
"...... syakira ......" suara itu samar - samar terdengar di pucuk telinga ku , aku mengedipkan mata sesekali .
" .....syakira ...." suara itu kembali terdengar , hanya saja sekarang sangat jelas .
aku membuka mata , ku lihat bi minah
meronta - ronta di ujung tempat tidur , dadanya tiba - tiba sesak , mama berdiri di sana menopang bi minah .
aku bertanya apa yang sedang terjadi , aku bahkan tidak sadar kapan mama pulang .
aku menyodorkan air , yang langsung di respon oleh mama , bi minah meneguk sedikit air .
" tidur mu pulas hah ? " tanya mama , melempar pandangan sedikit marah .
" aku tidak menyadari hal ini , aku kira semua akan baik - baik saja " jawabku sedikit rasa bersalah terbesit dalam hatiku .
setelah bi minah tenang , mama langsung membenarkan posisi duduknya , wajah bi minah masih terlihat pucat dan lelah , nafasnya sudah berhembus seperti sedia kala .
aku teringat sesuatu , aku langsung berlari ke luar .
mama duduk di samping bi minah , hari ini mama pulang cepat karena buru - buru mengkhawatirkan bi minah , saat ini ia benar khawatir apa yang di alami bi minah sampai benar - benar down begini .
aku menanak bubur yang ada di rice cooker , langsung menempatkannya di sebuah mangkok , mengambil sendok dan siap ku sajikan kepada bi minah .
aku membawanya pelan - pelan , kepalaku penuh teka , apa yang terjadi ? tidakkah semua ini begitu mengganjal ?
aku membuka kenop pintu , mama dan bi minah memberhentikan pembicaraannya , aku langsung menempatkan mangkuk di atas meja .
mama beralih kepada ku , " kau membuat bubur ? "
" ya aku melihatmu bagaimana membuatnya "
jawab mama di barengi senyum yang melingkar .
aku hanya mengangguk , lagi pula aku harus pergi mengerjakan tugas kelompok di rumah algha ,
" baiklah , aku juga harus pergi , mungkin aku akan pulang terlambat "
" eum , hati - hati di jalan "
jawab mama yang ku balas anggukan , aku tak langsung pergi , aku berdiri di depan pintu dan menguping pembicaraan
" aku takut ....."
" tenang bi , semua akan baik - baik saja , tidak akan ada yang tau di mana kita tinggal sekarang ... , kita sudah cukup jauh pergi ..."
" bagaimana bisa tenang , kau tidak ingat dulu..? , apa yang telah terjadi ... ? "
ponselku berbunyi , ada satu pesan masuk ,
' kau sudah selesai ? , kami membutuhkan mu '
' ya aku akan ke sana sekarang '
balasku , langsung menyelipkan handphone ke saku , meninggalkan tempat itu .
buru - buru menghubungi taksi .
*******
" bagaimana bisa tenang , kau tidak ingat dulu..? , apa yang telah terjadi ...?"
".... berbagai insiden terjadi , kau yang di teror dengan benda - benda tajam , aku yang waktu itu hampir mati kecelakaan tertindas truk , rumah yang sempat terbakar ..... berbagai insiden terjadi , mengusik kita , meneror dengan ancaman ....."
".....dan sekarang datang kembali mencuri ketenangan kita , dengan mengirim selembar kertas lalu di tuliskan nya di situ ' apa kabar irene ? ', apakah itu bisa di sebut ketidak sengaja-an ? jawab aku irene ! "
bi minah berteriak dengan keras , tubuhnya benar - benar tak terkendali saat ini
" mungkin itu hanya lah orang iseng yang melempar , tenangkan lah dirimu ! "
jawab mama berusaha berfikir positif
" orang bodoh mana yang melempar batu di iringi dengan selembar kertas ? , ingat apa ancaman pertamanya kepadamu malam itu , sampai - sampai kau hampir saja menggugurkan bayi mu ? , orang itu selalu mengirim mu banyak hal ' hai irene , apa kabar mu ' , ini tidak bisa di bilang tidak sengaja "
bi minah menutup wajahnya dengan ke dua telapak tangan , ia menghembuskan nafasnya tidak karuan .
mama menundukkan wajah , dia tau hal itu , bahkan dia sangat ingat bagaimana semua kejadian itu berputar .
hari - hari itu , sangat gelap baginya , hidupnya bagai lembaran abu - abu tiada warna yang dapat mengisi keabuan hari itu .
setitik bening turun mengitari wajah mama yang kosong , saat ini ia tak dapat mengelak , semua yang dikatakan bi minah adalah realita , semua adalah nyata .
apa lagi alasan yang dapat membenarkan mama , semua alasan justru mengarah pada bi minah , semua yang di katakan bi minah tak bisa di tolak .
" kau benar , tapi bisakah kau berfikir semua yang terjadi tiada ?"
" lalu bagaimana dengan mu , bisakah kau berfikir semua perkara yang telah terjadi tiada ?" tanya bi minah kepada mama , ia sangat yakin , mama pasti sangat terpuruk saat ini dengan mengingat masa lalu itu , dia memegang pipi mama yang basah .
" aku telah lama tinggal bersama mu , aku tau persis apa yang kau rasakan saat ini , tapi , kita tak mungkin mengelak dengan mengatakan itu semua tak pernah terjadi , jangan menyalahi takdir , irene " bi minah membelai rambut mama
mama semakin terisak dengan tangis , dia masih menundukkan kepala
" semua berjalan tanpa kemauan mu , irene aku benar - benar takut , bukankah kau juga begitu ? , tapi kita masih harus berjalan ....perjalanan kita masih panjang "
" bagaimana dengan syakira , aku tak masalahkan diriku , dia pasti mengincar syakira " jawab mama sambil menggenggam tangan bi minah erat dia benar - benar khawatir dengan kondisi yang saat ini , penjahat itu pasti akan bertindak kembali .
" siapa yang kau yakini dalam masalah ini ? "
tanya bi minah menatap mama lekat
" siapa lagi , menurutmu ?
"orang lain , tadi aku bermimpi ada seorang perempuan ingin membunuh mu , dan ku yakin itu adalah dia , dia orangnya ! "
jawab bi minah begitu yakin , setelah mengalami mimpi buruk tadi .