The Joke Of Destiny

The Joke Of Destiny
eps 7



" satu... dua..... tiga .."


tawa riang keluar dari celah mulutku , papa menggandengku berjalan di atas batu , di sebuah sungai . arus nya berjalan dengan tenang .


sesekali aku menatap wajahnya yang ikut tertawa bersama ku , lalu beralih ke batu yang sedang ku pijaki ,


di seberang mama memotret keseruan kami , bersandar di sebuah pohon .


pohon itu berdesir mengikuti lantunan angin , daun - daun nya menari - nari dengan tenang .


burung - burung ikut berkutik , bersama kawanannya , tak kalah dengan ikan yang menyelam di dasaran .


tempat ini , adalah tempat yang ku kunjungi bersama papa dan mama .


kemarin malam selepas pulang dari luar kota , papa janji akan mengajakku piknik sebagai hadiah ulang tahunnya untukku .


tiba - tiba seorang wanita datang menghampiri kami , wajahnya nampak lesu , ia memakai pakaian bewarna hitam keabuan , wajahnya di lumuri dengan darah , dia menyembunyikan tangan sebelah kirinya nampak memegang sesuatu .


dengan cekatan , dia langsung mencengkram lengan mama , kamera yang di pegang mama terjatuh .


mama berteriak sesenggukan .


aku berteriak , pegangan papa tiba - tiba kian merenggang , aku menoleh kearah papa , tak ku dapati papa di sana .


papa menghilang , aku tidak dapat mengimbangi diriku dengan batu yang ku pijak , spontan aku terjatuh .


tiba - tiba saja arus sungai mengalir deras , aku terbawa ke dalamnya , sambil meronta - ronta meminta tolong , mama berteriak melihatku tapi wanita itu , langsung menikam leher mama dengan pisau , dia tertawa melihat semua kebengisan ini , " kau tak pantas untuk hidup " teriaknya di telinga mama .


saat aku sudah mulai tak terkendali , ku pasrahkan arus ini membawaku pergi , tangan ku tak dapat menimbang dan menjadi lemas , terlepas tanganku dari batu yang ku cengkram .


" kau tak boleh pergi ! "


teriaknya sambil menarik ku , aku tersedak dengan air sungai , entah berapa banyak air yang telah masuk ke lubang hidungku


tatapanku meremang , tak dapat melihat dengan jelas siapa sosok yang menarik ku


' ku mohon lepaskan saja aku '


batinku , tanpa respon apapun dari nya .


satu hal , siapa mereka ?


*******


"...... syakira ......" suara itu samar - samar terdengar di pucuk telinga ku , aku mengedipkan mata sesekali .


" .....syakira ...." suara itu kembali terdengar , hanya saja sekarang sangat jelas .


aku membuka mata , ku lihat bi minah


meronta - ronta di ujung tempat tidur , dadanya tiba - tiba sesak , mama berdiri di sana menopang bi minah .


aku bertanya apa yang sedang terjadi , aku bahkan tidak sadar kapan mama pulang .


aku menyodorkan air , yang langsung di respon oleh mama , bi minah meneguk sedikit air .


" tidur mu pulas hah ? " tanya mama , melempar pandangan sedikit marah .


" aku tidak menyadari hal ini , aku kira semua akan baik - baik saja " jawabku sedikit rasa bersalah terbesit dalam hatiku .


setelah bi minah tenang , mama langsung membenarkan posisi duduknya , wajah bi minah masih terlihat pucat dan lelah , nafasnya sudah berhembus seperti sedia kala .


aku teringat sesuatu , aku langsung berlari ke luar .


mama duduk di samping bi minah , hari ini mama pulang cepat karena buru - buru mengkhawatirkan bi minah , saat ini ia benar khawatir apa yang di alami bi minah sampai benar - benar down begini .


aku menanak bubur yang ada di rice cooker , langsung menempatkannya di sebuah mangkok , mengambil sendok dan siap ku sajikan kepada bi minah .


aku membawanya pelan - pelan , kepalaku penuh teka , apa yang terjadi ? tidakkah semua ini begitu mengganjal ?


aku membuka kenop pintu , mama dan bi minah memberhentikan pembicaraannya , aku langsung menempatkan mangkuk di atas meja .


mama beralih kepada ku , " kau membuat bubur ? "


" ya aku melihatmu bagaimana membuatnya "


jawab mama di barengi senyum yang melingkar .


aku hanya mengangguk , lagi pula aku harus pergi mengerjakan tugas kelompok di rumah algha ,


" baiklah , aku juga harus pergi , mungkin aku akan pulang terlambat "


" eum , hati - hati di jalan "


jawab mama yang ku balas anggukan , aku tak langsung pergi , aku berdiri di depan pintu dan menguping pembicaraan


" aku takut ....."


" tenang bi , semua akan baik - baik saja , tidak akan ada yang tau di mana kita tinggal sekarang ... , kita sudah cukup jauh pergi ..."


" bagaimana bisa tenang , kau tidak ingat dulu..? , apa yang telah terjadi ... ? "


ponselku berbunyi , ada satu pesan masuk ,


' kau sudah selesai ? , kami membutuhkan mu '


' ya aku akan ke sana sekarang '


balasku , langsung menyelipkan handphone ke saku , meninggalkan tempat itu .


buru - buru menghubungi taksi .


*******


" bagaimana bisa tenang , kau tidak ingat dulu..? , apa yang telah terjadi ...?"


".... berbagai insiden terjadi , kau yang di teror dengan benda - benda tajam , aku yang waktu itu hampir mati kecelakaan tertindas truk , rumah yang sempat terbakar ..... berbagai insiden terjadi , mengusik kita , meneror dengan ancaman ....."


".....dan sekarang datang kembali mencuri ketenangan kita , dengan mengirim selembar kertas lalu di tuliskan nya di situ ' apa kabar irene ? ', apakah itu bisa di sebut ketidak sengaja-an ? jawab aku irene ! "


bi minah berteriak dengan keras , tubuhnya benar - benar tak terkendali saat ini


" mungkin itu hanya lah orang iseng yang melempar , tenangkan lah dirimu ! "


jawab mama berusaha berfikir positif


" orang bodoh mana yang melempar batu di iringi dengan selembar kertas ? , ingat apa ancaman pertamanya kepadamu malam itu , sampai - sampai kau hampir saja menggugurkan bayi mu ? , orang itu selalu mengirim mu banyak hal ' hai irene , apa kabar mu ' , ini tidak bisa di bilang tidak sengaja "


bi minah menutup wajahnya dengan ke dua telapak tangan , ia menghembuskan nafasnya tidak karuan .


mama menundukkan wajah , dia tau hal itu , bahkan dia sangat ingat bagaimana semua kejadian itu berputar .


hari - hari itu , sangat gelap baginya , hidupnya bagai lembaran abu - abu tiada warna yang dapat mengisi keabuan hari itu .


setitik bening turun mengitari wajah mama yang kosong , saat ini ia tak dapat mengelak , semua yang dikatakan bi minah adalah realita , semua adalah nyata .


apa lagi alasan yang dapat membenarkan mama , semua alasan justru mengarah pada bi minah , semua yang di katakan bi minah tak bisa di tolak .


" kau benar , tapi bisakah kau berfikir semua yang terjadi tiada ?"


" lalu bagaimana dengan mu , bisakah kau berfikir semua perkara yang telah terjadi tiada ?" tanya bi minah kepada mama , ia sangat yakin , mama pasti sangat terpuruk saat ini dengan mengingat masa lalu itu , dia memegang pipi mama yang basah .


" aku telah lama tinggal bersama mu , aku tau persis apa yang kau rasakan saat ini , tapi , kita tak mungkin mengelak dengan mengatakan itu semua tak pernah terjadi , jangan menyalahi takdir , irene " bi minah membelai rambut mama


mama semakin terisak dengan tangis , dia masih menundukkan kepala


" semua berjalan tanpa kemauan mu , irene aku benar - benar takut , bukankah kau juga begitu ? , tapi kita masih harus berjalan ....perjalanan kita masih panjang "


" bagaimana dengan syakira , aku tak masalahkan diriku , dia pasti mengincar syakira " jawab mama sambil menggenggam tangan bi minah erat dia benar - benar khawatir dengan kondisi yang saat ini , penjahat itu pasti akan bertindak kembali .


" siapa yang kau yakini dalam masalah ini ? "


tanya bi minah menatap mama lekat


" siapa lagi , menurutmu ?


"orang lain , tadi aku bermimpi ada seorang perempuan ingin membunuh mu , dan ku yakin itu adalah dia , dia orangnya ! "


jawab bi minah begitu yakin , setelah mengalami mimpi buruk tadi .