
aku mengintip dari atas , tak lupa seulas senyum membungkus di wajah ku , aku bersorak gembira melihat papa telah kembali dari perjalanan jauh setelah 2 minggu lamanya.
aku terkekeh kecil dan menyandarkan tubuhku di dinding , malam ini adalah malam yang paling indah dari beribu - ribu malam yang ku lewati , malam ini adalah malam ulang tahun ku , biasanya setiap kali malam ini terjadi tidak ada kata selamat dari papa , tapi malam ini tuhan memberkati ku .
aku teringat satu hal , aku berlari ke kamar dan mengambil secarik kertas.
******
tangan ku dengan lincah bergoyang ke kiri dan ke kanan , aku ingin papa memuji seniman kecil ini , tak berharap yang lain.
seorang pemuda berdiri tegap dengan jas yang terpajang rapi mengelilingi tubuhnya , menampakkan sorot kewibawaan dalam dirinya.
disebelahnya seorang wanita berdiri dengan anggun memancarkan kecantikan dari sorot matanya , di pasangkan mahkota bunga diatas rambutnya , menandakan betapa berharganya wanita ini.
tak lupa seorang anak kecil berdiri dengan manis menggambarkan betapa bahagianya dia.
plak!!!
suara tamparan terdengar nyaring di telinganya ia membulatkan mata , titik terakhir tak sempat ia selesaikan .
pensil terjatuh ke lantai , dengan ragu ia berjalan perlahan keluar , menjinjitkan kaki sambil memegang kertas tadi .
*******
...hujan membasahi jalan , keadaan sepi tiada kereta yang melintas , sebuah mobil meleset kencang menembus kota , cahayanya nampak mulai meremang ....
terduduk di depan halte_ tepatnya di tengah jalan_ , ia menatap cahaya yang kian menghilang , berteriak meraung di tengah malam yang buta , berharap ada jawaban tapi malah disiram dengan derasnya hujan .
"hei apa yang kau lakukan disini , bahaya berada di tengah jalan "
seorang laki - laki datang sambil menepuk pundak anak tadi usia mereka nampak sepadan , saat dilihatnya , wajah nya nampak kusut , ia tidak menoleh sedikit pun , menatap kosong ke depan jalan .
tiada lagi isakan tangis , tiada lagi derai air mata , jalan hanya di sisihkan dengan rintikan hujan yang semakin lama semakin deras
setelah lama hening laki-laki tadi meraih lengan nya dan menariknya ke pundak, menopang dibawah payung hitam gelap .
anak tadi hanya merunduk , tak menoleh sedikitpun ia hanya mengikuti kemana semuanya akan pergi .
..." oh takdir mungkin lelucon mu begitu lucu yang membuat siapapun dapat tertawa , dan begitu menakjubkan untuk di tebak ........
...tapi tau kah kau .... disaat tertentu kau malah menjadi jahat , dimana saat lelucon itu tak lagi indah saat di dengar , dimana ......saat kepingan lelucon itu malah menyakiti orang-orang "...