The Joke Of Destiny

The Joke Of Destiny
eps 6



" syakira , kita perginya sekarangkan ? "


tanya olive kepada ku di depan koridor , aku hanya mengangguk tanda mengiyakan .


kami menuruni tangga demi tangga , kelas kami berada di lantai 4 tepat lantai yang paling atas di sekolah .


aku dan olive akan pergi ke perpustakaan , mencari buku - buku untuk tugas kelompok yang diberikan pak amar .


setiap kelompok memilik 6 anggota , masing - masing anggota memiliki tugas kerja sendiri , kebetulan aku dan olive di suruh mengumpulkan bahan untuk kinerja ini .


tiba - tiba satu pesan masuk berbunyi di handphone ku , aku melirik sambil melihat siapa yang mengirim


' syakira kamu langsung pulang ya '


pesan itu cukup membuatku bingung , apa maksud mama mengirim pesan itu


' kenapa ma ?, syakira mau pergi buat kerja kelompok '


balasku


' bi minah tiba - tiba sakit , kamu bantuin mama jagain bi minah , mama harus ngurus 2 pasien lagi di rumah sakit '


aku menghela nafas , olive menatap ku karena melihat raut wajah ku yang tiba - tiba berubah ,


" liv kamu bisa gak pergi sendiri ?"


" kamu kenapa sya ?"


" aku harus pulang sekarang , jagain keluarga aku yang sakit "


jawabku berusaha meyakinkan olive , aku tau tak mungkin olive sanggup pergi sendiri , kami memerlukan banyak buku untuk tugas ini , berbagai bahan harus kami kumpulkan agar semakin baik tugas kami nanti .


" kalau gitu kamu tukaran aja sama difia boleh gak ? tanya olive " aku gak mungkin juga cari semuanya sendiri ! " sambungnya


" memang difia kerjanya apa ?


" dia sama ketua nulis plus simpulin semua bahan "


" memangnya dia bakalan mau ? "


tanya ku sedikit ragu , aku yakin difia tidak mungkin mau bertukaran denganku .


"kita coba aja dulu , kalau memang gak mau aku coba nanya sama yang lain , kamu duluan aja ! "


aku mengangguk dan pergi , setelah keluar dari gerbang , aku memerhatikan jalanan , tidak mungkin aku akan pergi dengan berjalan kaki , akan memakan waktu yang cukup lama .


" liatin apa? jalanan ? "


tanya nya sedikit meledek dengan menaiki sebuah motor ninja hitam , aku memutarkan kepala , sambil menghembuskan nafas tanda kesal .


" iya , memang kenapa ? "


tantang ku , dia hanya menanggapi nya dengan sedikit tertawa kecil , aku melempar pandangan


berbalik arah membuang muka , itu adalah syam , entah kenapa lagi - lagi harus dia yang kutemui .


" yaudah aku duluan "


" eh , tunggu - tunggu , aku terima deh tumpangannya " tukas ku sedikit ragu


" siapa yang nawarin ?" jawabnya tak acuh .


sedikit malu aku di buatnya di tambah sedikit kesal , tapi bukankah dengan caranya tadi sedikit tersirat penawaran .


" gak ada yang tawarin , udah cepet gw buru - buru !"


" gak gratis lho "


" gw bayar , cepetan , sebelum gw panggil lo tukang ojek " jawabku


dia tersenyum samar , " gw gak butuh duit ! "


" terserah lo , yang penting lo nganterin gw pulang , gw buru - buru , berapa kali sih harus gw bilang ! " jawabku dengan nada sedikit melengking


" yaudah naik !" jawabnya singkat , aku segera menaiki motor ninja hitam itu , tak peduli dengan apa yang dia ancam barusan , aku hanya menanggapinya sebuah candaan .


motor ini akhirnya meleset menembus kota , mengalahkan para pengendara yang di belakang , melaju cukup cepat .


kami tetap hening tiada pembicaraan ,


tanpa mereka sadari seseorang memperhatikan mereka sedari tadi .


orang itu langsung mengerutkan kening , dan melajukan motor sport yang di naikinya kearah yang berlawanan .


' siapa sih lo sebenarnya ' batinnya


********


aku sampai di pintu gerbang depan rumah , tiada mobil mama di sana menandakan mama sudah pergi .


aku langsung membuka gerbang mulai memasuki pekarangan rumah .


aku memberhentikan langkahku , aku terkejut menatap apa yang kulihat .


kenapa tiba - tiba kaca jendela pecah , bekas beling nya sudah tiada , mungkin mama yang membersihkan nya tadi .


ini kah yang menyebabkan bi minah sakit ?


separah itukah ?


aku langsung memasuki rumah , rumah tetap kosong , aku pergi ke lantai atas meletakkan tas dan mengganti pakaian .


setelah itu aku lanjut memasuki kamar bi minah setelah menyiapkan bubur .


aku memang tidak ahli memasak , tapi beberapa masakan bisa aku masak , -karena mudah membuatnya- .


aku memilih untuk memasak di rice cooker ketimbang di atas kompor , menurutku cara itu lebih simpel membuatnya .


aku membuka kamar bi minah yang berada tak jauh dari dapur , ku lihat bi minah berbaring di sana dengan lemah , bibirnya pucat , raut wajahnya nampak lelah seakan dia melewati hari yang begitu berat .


aku meletakkan nampan berisi segelas air putih di atas nakas , sambil duduk di samping pembaringan .


aku menerawang ke sekeliling tubuh bi minah , tiada satu pun luka yang tergores , kulitnya tetap bersih tiada goresan .


aku sedikit bingung tapi aku tetap berfikir positif , mungkin saja dia lelah , tapi kenapa jendela depan pecah .


berjam - jam aku menunggu , bi minah juga belum kunjung sadarkan diri , aku sedikit ngantuk di buatnya perlahan mata ku meremang , tapi langsung ku tahan , mencegah mata ini tertutup .


' oh , aku tidak tahan lagi '


teriakku dalam hati , mungkin terlelap sesaat tidak ada salahnya .


batinku .