The Joke Of Destiny

The Joke Of Destiny
eps 11



---- irene ----


* ( " aku tidak tau ..... kesunyian ... kesepian semua hinggap dalam diriku , tiada kah setidaknya angin sepoi yang menderu ke dalam hidup yang suram ini .... diriku tak lain adalah daun kering yang telah layu , yang segera akan menjemput takdir ... takdir bahwa jutaan kaki akan menghantam dirinya hingga hancur ..... hingga luluh ...... hingga dirinya hanya bersisa abu - abu yang ikut berlayar dengan kawanan angin " ) *


---- rifa ----


* ( " ' hidup itu keras rifa maka dengan demikian kau harus tegar ' kata - kata itu memberi arti bagi ku saat ini , hidup bagai burung berada di sangkar lebih tepatnya adalah diriku , penuh dengan penguncian , terkurung kesepian di dalam sangkar itu sendiri ..... menyedihkan.... bukannya terperangkap oleh kawanan para pemburu malah diriku yang dengan bodoh hinggap berada di sana .....


terjerat diriku ... kesepian dalam abu , pilu menghantui , kesedihan merayap dalam diri , tiada cinta yang bertumpu , tiada kasih kasih yang bergelayut ..... hanya tinggal penguncian yang takkan layu " ) *


*****


tugas selesai tepat pukul 21 : 00 malam , semua mendesah lega karena telah menyelesaikan tugas kelompok ini , sebagian ada yang merenggang kan otot - otot merasa lelah bergulat dengan buku


aku memperhatikan arloji di tanganku , sudah larut apa sebaik nya aku langsung pulang saja , gumam ku


setelah melihat kejadian tadi siang dan foto yang terkirim di message ponselku semakin membuatku takut berada berkeliaran di luar


olive memperhatikan gelagat ku , dia merenungi ku sejenak langsung di pukul nya bahu ku membuatku terperangah


" kalian makan dulu ya , bibi udah masakin makanan buat kalian " jawab algha setelah mereka selesai mengemaskan barang - barang


semua terperanjat dengan tawaran itu , benar makan setelah lelah sepertinya dapat meringankan otok kembali fresh , semua tersenyum sumringah dengan tawaran itu terkecuali bagi ku , aku harus segera pulang


olive sangat tau gelagat ku sedari tadi , dia sangat paham raut wajahku yang tak setuju dengan hal itu


" maaf ga , kami kayaknya harus menolak , aku dan syakira sepertinya harus pulang sekarang "


tiba - tiba olive mengisi suara di tengah kericuhan itu


' ah olive , dia sangat tau akan diriku '


batinku menyelipkan senyum , langsung saja algha memasang wajah bingung dengan penolakan kami


satu pertanyaan yang terus menggeliat di benakku , rumah ini sangat besar kenapa hanya di huni oleh algha dan bibi nya , lalu kemana orang tua algha , tidak suntuk kah dia berada si sini


aku mengerjap untuk apa aku harus memikirkan itu , apa penting bagiku , pikir ku lirih


" kenapa ? , kalian gak nyaman berada di sini "


jawab algha ,


" bukan begitu , masalahnya orang tuaku tidak mengizinkan aku pulang terlalu larut , tidak mungkin aku pulang sendiri makanya aku mengajak syakira , dia juga tidak keberatan "


jawab olive , langsung di iyakan oleh algha , aku sangat tau olive berbohong entah sejak kapan orang tuanya sangat peduli akan dirinya .


" kalau begitu aku dan syakira pamit dulu ya , maaf harus membuat mu kecewa " kata olive


langsung kami beranjak untuk pergi


" it's not be anything " sahutnya pelan , sedangkan yang lain telah beranjak pergi ke dapur


pintu segera ditutup , satpam dengan lihai membuka gerbang lalu kami mencari taksi untuk pulang


" you look unsteady today , is there a problem ?"


kami menaiki taksi , segera setelah mobil menginjak pedal , mobil meleset menembus kota .


*****


aku membuka gagang pintu langsung ku dapati mama berbaring di sana , di atas sofa lebih tepatnya , langsung ku letakkan ransel ku di atas meja ku beralih kepada mama


wajahnya nampak lesu , hari ini tiada di dapati dirinya nampak semangat , setelah pulang dari rumah sakit tadi wajahnya benar - benar lesu


' bagaimana bisa tenang kau tidak ingat dulu ..? apa yang telah terjadi .... ?'


lagi - lagi dia masih teringat perbincangan yang terjadi tadi sore pertikaian antara bi minah dan juga mama


sepertinya ada banyak beban yang di tumpu nya saat ini , lalu apa yang telah terjadi di masa lalu kenapa aku benar - benar penasaran akan hal itu


tiba - tiba mama menggeliat kecil , matanya mengerjap mendapati ku di sana , yang tengah merenungi wajah lesu itu


segera dia terbangun dan duduk di kucek nya


matanya karena sembab , aku tau mendung pasti telah datang tadi , jika tidak mengapa mata itu terlihat membengkak


" kau sudah makan , tadi mama menyiapkan makanan untuk mu "


dia berkata dengan suara serak itu sambil mengukir senyum tipisnya , oh mama untuk apa kau menyembunyikan itu pada ku sangat tau aku nada bicara mu itu


" tidak , aku belum makan "


sahut ku singkat , mama segera mengajakku ke dapur di bukanya tudung saji , terhidang beberapa makanan di sana


keadaan masih kosong membeku , tiada topik pembicaraan , sudah pukul 21: 45 seharusnya aku di marahi karena itu , pulang sangat larut ,


sepertinya mama memang larut dengan kesedihannya , gumam ku


tak lama kemudian mama beranjak untuk pergi , nasi yang ada di piringnya belum sepenuhnya di habiskan , bahkan dia belum menenggak sedikit pun air yang ada di gelasnya , segera dia pergi setelah meletakkan piring kotor di tempat pencucian piring


aku melahap nasi ku cepat , setelah meletakkan piring di tempat pencucian aku mengambil gelas yang terbengkalai di sana dengan air yang penuh , ya gelas kepunyaan mama


aku menuju kamar mama , ku lihat di sana mama berbaring di kasurnya , sesekali dia mendengar isak tangis


" ma , gak bagus lho setelah makan gak minum air , setidaknya mama minumlah sedikit "


ku suguh kan segelas air kepada mama , sebelum membalikkan badan mama menghapus air matanya


dia mengambil gelas itu lalu dia menenggak sedikit air , langsung saja senyuman manis terukir di sana tapi terlihat pahit tergambarkan di balik wajah tirus itu


" terimakasih syakira " jawabnya lembut langsung dia kembali membaringkan tubuh nya dan bermain dalam mimpi


' apa pun itu ma , aku akan mencari tau masalah mu , termasuk masalahku , semua benar - benar tidak beres , ada yang kalian sembunyikan dari ku ' batinku


langsung ku tutup pintu itu dan membiarkan mama bergulat dengan mimpi


* ( " hidup penuh teka teki .....malam ini aku berdiri di balkon sendirian , tampa ada terserak bintang di langit malam ini , dan juga bulan bersembunyi di balik awan yang gelap itu ..... sama halnya dengan hari ini , semua masalah dan teka teki itu mungkin masih bersembunyi dan tampak asing bagi ku .... tapi , biarlah ... akan ku cari pecahan puzzle itu untuk mengungkap semuanya " ) *


---- syakira ----