The Joke Of Destiny

The Joke Of Destiny
eps 1



...* ( " mungkin saat ini aku bukanlah aku , dan kalian tak dapat melihat cinta lagi dari ku , tapi aku sangat mencintai kalian , bahkan cinta ini sangat menggebu - gebu mengalir deras di jantungku ". ) *...


********


"hah... hah... hah... hah..."


nafas tersengal - sengal keluar dari celah hidungku , seakan ada batu besar yang menimpa , aku memejamkan mata berusaha menenangkan diri , merasakan sekitaran dunia luar .


"_harus berapa kali lagi terus dihantui ? , tidak bisakah aku menikmati tidurku ? _" batinku.


aku mengerjap sesaat , agak remang - remang penglihatan ku , kemudian menjatuhkan tubuhku kembali keatas ranjang.


selapis cahaya keluar dari celah gorden dan menimpa wajah ku , aku mengernyitkan mataku rasa silau menyakiti mata .


aku menghalau cahaya itu dengan telapak tangan , agar tak mengenai wajah ku .


aku bangun dan berjalan kearah jendela , kemudian menarik gorden membiarkan cahaya masuk.


cahaya itu menyakiti mataku sesaat , tapi lama kelamaan mataku menerima silaunya , terlalu lama dalam gelap membuat mataku sakit jika terkena cahaya , apalagi mataku terpejam cukup lama .


"krieeeet....... "


terdengar suara jendela yang kubuka , mungkin engselnya sudah cukup tua , sehingga menghasilkan suara memekik seperti itu .


aku menghadap ke dataran luas , menghirup udara segar yang mengambang di udara , walau tak dapat melihatnya , tapi masih bisa merasakannya , adalah hadiah terbesar yang di hadiahkan tuhan setiap harinya .


dadaku masih sakit tak tau kapan akan hilang , padahal aku berusaha melupakan , tapi terus saja teringat akan hal itu , karena mimpi yang tak ingin bersahabat denganku .


aku menghela nafas , "_ yah , bukan hanya mimpi , semuanya ..... seakan tak ingin bersahabat dengan ku , mungkin aku selalu membuat kesalahan , yang bagi mereka tak pantas tuk di beri maaf...._"


aku berusaha menahan air mata , tapi setetes berhasil menerobos mengitari pipiku , di ikuti tetesan yang lainnya , dengan cepat aku menyekanya .


wajahku menghadap keatas langit , hari ini adalah hari yang sama seperti biasanya , begitu gelap dan sunyi tampak begitu banyak awan hitam yang berkubung di atas langit .


padahal matahari terpajang indah di atas sana.


"_ apakah yang salah dengan mataku ?_"


begitulah hidupku , bagiku sama antara pagi dan malam tidak ada perbedaan di antara keduanya .


*******


aku terlupa '- saking menikmatinya suasana -' , sudah jam berapa saat ini , aku pasti akan terlambat .


aku mengambil handuk yang ada di sangkutan , lembut berpadu dengan warna pink susu , menggambarkan kebahagian dan rasa cinta yang menyatu.


handuk ini adalah hadiah dari mama , aku menolak karena bagiku warnanya begitu mencolok , aku juga membenci warna pink , karena paduan warnanya yang begitu cerah .


tapi tetap saja ku terima , karena ia memaksaku untuk memakainya , ia juga tidak suka jika aku terus membeli pakaian dengan warna gelap .


"Setidaknya handuk ini akan menambah sedikit warna cerah di dalam lemari ku " , gumam ku .


*******


setelah lama bersiap - siap , aku turun kebawah , dengan menggendong tas berwarna coklat di punggungku .


mengikat rambutku agak tinggi , tau cuaca hari ini akan panas , sehingga gerah tak menyerang ku .


bibi telah menunggu di bawah dengan segelas susu dan sepiring sandwich tertata rapi di atas meja , ia tersenyum menampakkan lesung pipinya .


"silahkan duduk non , nyonya udah keluar duluan , tadi nyonya titip salam , hati - hati katanya di jalan"


kata bibi sambil tersenyum halus . beliau telah lama bekerja di rumahku , beliau juga tidak memiliki keluarga .


dari kecil aku selalu di temani beliau , tak heran mengapa aku menganggap layaknya keluarga.


tapi aku tak lagi akrab dengan beliau , bukan berarti aku membencinya juga , aku sering berdiam diri di kamar .


sehingga bibi jarang menemani ku , aku juga sulit untuk di ajak berbicara .


aku juga jarang bersenda gurau dengannya , karena aku jarang tersenyum dan tertawa , di tambah tangis ku yang dulunya tersedu - sedu , dan beliau ingin menemani ku tapi aku menolak tegas .


saat selalunya bibi menceritakan dongeng pengantar tidur kepadaku setiap malam, tapi malah aku menutup pintu dan menguncinya dengan rapat , tak ingin siapapun masuk.


karena masa lalu itulah , sedikit demi sedikit kedekatan kami mulai merenggang , bahkan kedekatan bersama mama juga menjadi mangsa .


aku juga sadar mungkin bibi selalu kesepian karena selalu sibuk dengan pekerjaan rumah , dan bosan selalu mengerjakan hal yang sama .


aku juga sadar saat ini ia tak lagi membutuhkan sosokku yang seperti ini , dia pasti sedih dan kecewa dengan diriku yang saat ini.


aku mengerjap , menghapus segala bayang - bayang jahat yang mengintai diriku .


mungkin saat ini aku bukanlah aku , dan kalian tak lagi dapat melihat cinta dari ku , tapi aku sangat mencintai kalian , bahkan cinta ini sangat menggebu - gebu mengalir deras di jantungku .


" eum , bi minah , kalo gitu aku pergi dulu ya , aku gak selera makan pagi ini , maaf ya bi "


kataku agak berat , kemudian pergi meninggalkan nya terpaku di sana .


dia menatap kepergian ku lekat , sampai punggungku melewati ambang pintu .


"_ hati- hati ya non , .....-" gumamnya