The Joke Of Destiny

The Joke Of Destiny
eps 2



...( "sekarang semuanya sepi hanya angin yang berhembus menciptakan kekosongan " )...


*********


pagi ini matahari mengulum senyum , awan mengapung mengiringi matahari , menahan panas agar tak menimpa penduduk bumi .


keadaan di kota begitu riuh , klakson kendaraan sangat keras terdengar.


hidup di metropolitan seperti ini sangat menyebalkan , selalu menciptakan keributan , dan berbagai masalah lainnya .


keributan itu hanya akan menyiksa gendang telinga bagi siapa yang mendengar .


tak kalah dengan debu yang terus mengapung di udara , menyiksa paru - paru bagi siapa yang menghirupnya .


aku berjalan di trotoar jalanan sambil menikmati lagu yang berdendang di kedua telingaku , tak tahan dengan bisingnya jalanan.


mama selalu berangkat ke kantor sangat pagi , karena jauh nya perjalanan yang harus ia tempuh .


mama selalu khawatir saat aku katakan akan pergi ke sekolah sendirian , dan tak ingin di antar oleh nya .


tapi karena jarak nya tidak terlalu jauh , dan banyak kendaraan yang bisa ku naiki , seperti bus , taksi dan transportasi lainnya , juga dengan ramainya orang di kota , akhirnya ia menyetujui usulanku.


aku sudah katakan padanya agar tak perlu khawatir , aku tak ingin datang ke sekolah terlalu pagi , aku sangat bosan di kelas sendirian , juga , mungkin saja gerbang belum di buka.


aku harus cepat pergi ke sekolah sebelum terlambat , ada beberapa menit lagi sebelum telat , dan aku tak ingin gerih payah ku ini tak dapat menghasilkan apapun.


'- aku tidak boleh telat -'


aku berlari , jika naik bus di waktu begini , akan nihil karena sedari tadi bus sudah berangkat .


jika naik taksi , aku tidak mau menunggu , di tambah jarang ada banyak taksi yang melintas di jalan .


aku tetap berlari tak akan berhenti , tak akan peduli dengan lelah yang menyiksa , saat ini semangat berkobar di dalam diriku bagai api yang menyala , yang akan tetap menyala walau semburan air berusaha memadamkan .


tiba - tiba suara klakson mencegat ku , awalnya tak peduli tapi ia mengajakku berbicara


" mau naik bareng gak ? "


tanya nya sambil mengendarai motor ninja hitam bercampur dengan warna kelabu gelap.


" gak usah aku jalan kaki aja , jaraknya gak jauh lagi kok !! "


kata ku menolak , aku tak suka berbaur dengan laki - laki , apalagi pria yang satu ini begitu menjengkelkan.


" eum , jam 07.18 . yasudah aku duluan , kalo telat jangan salahkan aku ya !!! "


dia melajukan motornya , meninggalkan aku yang terpaku di sana , setidaknya ia tak perlu menjawab .


'- lagi pula untuk apa aku menyalahkan dia , memang dia siapa -'


aku melirik arlojiku waktu terus berjalan sedang aku masih mematung di sana


" arghhh , aku bakal telat kalo begini "


aku terus berlari mengejar sisa waktu , walau besar kemungkinan aku akan terlambat .


tapi papa selalu mengajarkan aku bahwa kata telat itu adalah omong kosong , selagi masih ada tetap berusaha , jangan kecewa walau bagaimana hasil yang kita dapat .


karena kekecewaan itu hanyalah hasil bagi mereka yang menyerah .


********


" hah....hah....hah...."


rasa lelah menyerang ku , membuat nafas tersengal - sengal keluar dari celah hidungku .


ternyata lari tak membantuku sama sekali , gerbang telah di tutup , sekarang aku hanya bisa berdiri di depan geragi besi hitam yang saat ini membentang di mataku .


rasa frustasi mulai menyelimuti ku , sekarang perasaanku kalut rasa lelah dan putus asa menggores di wajah ku .


aku mulai berfikir , merencanakan rencana jahat yang akan membebaskan aku dalam jeratan ini , tapi rasa lelah masih membendung , rasanya otakku tak ingin mencerna apapun.


" huhh"


aku menghela nafas , terdengar sayu dalam tiupannya , aku masih berfikir .


bugh


suara tadi memecah lamunanku , aku menoleh dan mencari dimana asal suara .


seseorang terjatuh sambil meringis sakit , ia tertelungkup di atas tanah sambil mengusap punggungnya


aku berdiri tak jauh darinya , tampak asing di mata ku wajahnya yang kasar itu.


ia menoleh ke arahku , tetap setia dengan posisinya , dia memasang wajah heran tak percaya dengan satu hal.


"kamu hanya melihatnya saja ?"


" lalu aku harus berbuat apa?"


tanyaku , seakan menantang pertanyaannya tadi


dia melihatku tak percaya , kemudian sedikit tertawa , kesannya agak jahat , sama jahatnya dengan jawabanku yang dingin tadi .


akhirnya dia terbangun walau agak tertatih - tatih ia melihatku sambil memicingkan mata .


" kamu bisa bangun sendiri , lalu apa gunanya jika aku membantumu ?"


tanya ku merespon picingan matanya .


dia berlalu meninggalkan aku , dengan cepat aku menarik tangannya


" mau kemana ? siap terima hukuman ya ?"


" percuma , kamu mau ngapain di luar , takut menerima kenyataan kalo kamu udah telat ?"


tanyanya sambil berlagak merendahkan dan mengepalkan tangannya agar melepaskan tanganku .


" eum , gak tuh , kamu anak baru ? , masa di hari pertama udah menciptakan kenangan buruk ?"


" maksud kamu apa ?"


" aku juga gak suka melakukan ini .


dan ini adalah hari pertama aku telat , bahkan akan menjadi hari terakhir bagiku , gimana kalo kita manjat ?"


" hahaha .... manjat ? , kamu mau manjat sendirian yasudah silahkan !!"


tawa nya meledek , ia segera pergi meninggalkan aku mengarah ke gerbang


aku tetap setia dengan melipat tangan ku di dada , tak menyerah untuk membujuknya


" hukumannya berat lho , berdiri dan hormat di depan bendera . menahan malu , lalu harus membersihkan ruang olahraga setelah pulang "


dia menghentikan langkahnya .


aku sedikit merasa bagai iblis yang menghasut jahat .


tapi setidaknya ia juga dapat keuntungan .


" tinggi mu lebih panjang dari tinggi ku , jadi aku akan naik diatas bahu mu , lalu setelah sampai aku akan menarik mu , bagaimana ?" tanya ku


" kau ini menyebalkan ya , kalau begitu aku setuju !"


aku tertawa tapi tak meniggalkan suara , rasa senang kini menghapus rasa lelah dan membakar rasa frustasi yang membendung gelap tadinya .


kami memulai misi perlahan aku naik dia atas bahunya , agak kecil ia meringis tapi nampak berat dari wajahnya .


setelah aku sampai aku menyodorkan tanganku , dan melihat kaki ku agar tak meleset jatuh kebawah .


" hah... akhirnya lolos juga ! "


katanya sambil melihatku yang tiba - tiba pergi meninggalkan nya , ia tak berkata apapun .


terus menggeleng juga meniggalkan tempat itu .


sekarang semuanya sepi , hanya angin yang berhembus menciptakan kekosongan .....