
.
.
.
The Irregular Devil Of Academy Gyxcels
Vol 1 - Akademi Gyxcels
BAB 0 ; PROLOG
chapter 03 ; SURAT
Setelah meninggalkan dua minggu menjalani masa bayi, rasanya agak membosankan berada ditubuh mungil ini. Maka dari itu, diam-diam aku menggunakan sihir pertumbuhan cepat,
Agar aku bisa melihat dunia ini seperti apa sekarang, apa para keturunan ku sudah melampaui ku, mengingat leluhur tertinggi dan berdamai?
Begitu, aku menampakkan diri dari kamar. Orang tua ku sempat tidak mengenal ku. Yang pertama ibu ku menyiapkan makan malam di meja duluan menangkap ku,
"E-eh? Siapa?" (Ibu ku)
Dan ayah ku datangnya dari mana itu adalah orang kedua menangkap ku, "Darimana pria tampan ini bisa sesat ke rumah ku?" (Ayah ku)
Tunggu, pria tampan sesat di rumah katamu? Coba pikirkan baik-baik apa yang telah kamu katakan pada ku, benar-benar tidak masuk akal.
"Ini aku loo, Areez."
Beberapa detik setelah mendengar ku, mereka teriak panik. Tapi, paniknya jangan sampai tidak jelas seperti ini.
"Kyaaa!! Rez-chan sudah dewasa!" (Ibu ku)
"Aku benar-benar tidak mempercayainya, apa aku sedang bermimpi punya anak setampan ini?!" (Ayah ku)
Aku menghela nafas panjang dan menyerah pada sikap mereka.
"Ayah tidak bermimpi kok, ini nyata loo." (Areez)
Bagaimana pun itu, aku tidak pernah merasakan hal seperti ini. Bisa dibilang ini pertama kalinya, itu karena saat kecil aku hanyalah anak yatim.
Melihat mereka tersenyum dan sebahagia ini, itu cukup membuat ku senang karena bagi ku keluarga ini sudah lengkap.
"Ayo lupakan itu dan mari makan, ibu sudah menyiapkan makan malam."
Untungnya, itu cepat berakhir. Aku tidak sabar menikmati masakan ibu ku, ngomong-ngomong dia masak apa ya?
Aku duduk dibangku dan menunggu makanan yang diberikan ibu ku. Sebenarnya aku ingin melakukannya sendiri, tetapi ibu ku bersikeras akan melakukannya untukku...
"Karena usiamu baru dua minggu, loo." (Ibu ku)
Sebaiknya aku angkat tangan saja, sepertinya kelemahan ku adalah ibu ku sendiri karena aku tidak bisa berbuat apa-apa selain nurut. Biar jadi anak yang soleh katanya dan patuh pada kedu orang tua, benar bukan?
"Ini untukmu, makanan favoritmu bukan?"
Kedua mata ku terbuka lebar dan berkilau menerima masakan yang diberikan padaku.
"Uwahhh...i-ini a-adalah...."
A-apa? Makanan ini adalah...ya ampun ini adalah nasi kari, makanan favorit ku.
Di era ku, aku sangat sensitif makanan raja iblis. Bahkan para bawahan ku menyarankan bahwa makanan pantas dilahap oleh ku adalah daging manusia.
Uweekk! Aku ingin muntah membayangkannya. Selama itu, aku memilih kosongkan perut. Untungnya, permaisuri ku sangat mengerti dan membuatkan makanan sehat bergizi untukku yaitu, nasi kari.
Saat itu adalah pertama kalinya aku merasakan betapa enaknya nasi kari dan sudah jadi makanan favorit ku.
Kalian tau, nasi kari adalah masakan dari manusia. Tapi, lebih enak lagi kalau dibuatkan oleh permaisuri ku.
Ketika sesuap nasi bercampur kari sudah masuk ke mulutmu maka kamu akan merasakan betapa nikmatnya rasa ini.
"Selamat makan."
Orang tua ku juga menikmati masakan ini.
"Bagaimana ibu tau ini makanan favorit ku?" (Areez)
"Karena rez-chan adalah anakku, jadi sebagai ibu punya perasaan apa yang diinginkan rez-chan."
"A-anu...bisakah ibu jangan memanggil ku rez-..."
Aku mencoba protes perkataan ibu memanggil ku “Rez-chan” menurut ku itu terdengar anak-anak. Benar-benar membuat ku tidak nyaman dipanggil seperti itu oleh ibu ku sendiri, aku raja iblis loo.
Namun, ibu ku malah berwajah bahagia sambil menawarkan karinya lagi pada ku.
"Mau nambah?"
Tentu saja, aku tidak menolaknya sambil mengangkat piring ku sudah kosong pada ibu ku. "Aku mau!"
Dan faktanya bahwa ibu ku satu-satunya monster kelemahan ku di dunia ini. Ya ampun, keluarga ini benar-benar bahagia.
Selagi menikmati momen ini, beberapa kerumunan terdengar dari luar. Apa terjadi sesuatu?
"Yahhh...ini selalu terjadi tiap malam ya.." (Ayah ku)
"Kau tau, rez-chan...setiap malam mereka selalu berburu bayi perempuan baik laki-laki itu karena mereka tidak menginginkan iblis berdarah campuran lahir lagi."
"Mereka?" (Areez)
"Para bawahan Gyxcels. Tapi, sosok misterius telah mengamankan bayi dan anak-anak. Dia menempatkan mereka di kastil Keshou.. Aahhh, itu membuat ku cukup lega, iya kan papa?"
Ayah ku mengangguk, "Nn..tepat sekali."
Setahu ku tidak ada ras iblis memperlakukan sesama ras membantai bayi dan anak-anak. Para ras ku alias Zoku sangatlah baik, meski pun para manusia telah membasmi satu-persatu dari ras ku. Tapi, tunggu...
Sosok misterius telah menempatkan bayi mereka ke kastil Keshou.
Bukankah kastil Kesho adalah kastil senjata ratu iblis, Elivia Evol Waigel?
Saat ini aku perlu bukti untuk memastikannya.
Malam semakin larut, ku rasa orang tua ku tertidur lelap dan itu sudah jadi kesempatan ku keluar dari rumah sebentar. Namun, entah itu sengaja atau tidak sengaja.
Aku terkejut begitu keluar, seseorang menabrak sangat keras pada ku. Bagaikan lemparan dahsyat menimpa ku, aku tidak beruntung.
BRUKKK! Aduuhhh!
Tentu saja aku terjatuh dengan orang itu di sebelah ku. Kau tau, punggung ku terasa sakit menerima tabrakan dahsyat. Untung saja, aku raja iblis. Jadi rasa sakit apapun itu bisa ku sembuhkan dengan cepat. Tapi...
"Aku bahkan belum terbiasa berada di tubuh manusia ini."
Aku mengeluh atas kesialan ku pada tubuh manusia yang ku gunakan ini. Mata ku tertangkap sosok muda mengenakan jubah putih dengan menutup kepalanya, sungguh membuat ku penasaran akan wajahnya. Aku berdiri kembali, hmmm
Dia perempuan atau pria sih?
"Harusnya perhatikan langkahmu dengan benar." (Areez)
Bukannya mendengar kata-kata ku, dia pamit begitu saja tanpa pepatah kata maupun minta maaf pada ku.
Aku sedikit bergumam, "Zaman sekarang tidak ada sopannya ya minta maaf pada sang raja iblis."
Setelah sosok itu pergi, aku melihat sesuatu tertinggal di tanah.
"Hm? Surat?"
Yap, itu surat kecil berwarna coklat dengan ada tulisan “Lyze”. Ku rasa surat itu punya orang tadi, setelah ku pastikan tulisan itu, sosok tadi adalah wanita. Sebaiknya aku tidak membuka isi suratnya, kemudian mengembalikannya ketika aku menemukannya.
"Ternyata kau di sini ya, Rez-kun?"
Suara tak asing bagi ku telah menangkap keberadaan ku, itu ayah ku. Gawat, aku ketahuan.
"Aah..a-aku sedang menghirup udara malam." (Areez)
Dengan cepat aku menyimpan suratnya di kantong celana ku.
"Ooh, tapi jangan berlama-lama di luar loo."
Untungnya, ayah ku bersifat polos. Aku sedikit protes akan kata-katanya itu.
"Aku bukan anak perempuan mu, ayah." (Areez)
"Aa-ahahaha..benar juga, tapi nanti kau masuk angin."
Aku mengerti, ayah ku sangat mengkhawatirkan ku terutama usia ku baru saja seminggu. Bagi ku, ini berlebihan hingga membuat ku menyerah.
"Huffh...baiklah, aku masuk."
"Anak pintar."
"Dari dulu aku ini anak pintar."
"Yahhh terserah lah."
Saat kembali ke kamar ku, terdapat sepucuk surat tersangkut di jendela ku. Aku mengambilnya, kemudian membaca isinya.
"Penerimaan murid baru di akademi Gyxcels?"
Diam-diam mengamatinya dengan benar, ini tidak salah bukan?
"Gyxcels..."
Itu kastil ku, Gyxcels. Aku terkejut bahagia orang-orang itu menjadikan kastil ku sebagai sekolah akademi. Itu membuat ku senang agar para keturunan ku terlatih dengan sihir yang telah ku ciptakan. Aku sangat penasaran, bagaimana cara belajar mereka tentang sihir?
Namun, aku heran dengan alasan mereka mendirikan akademi tersebut yaitu agar menjadi raja dunia.
"Ku pikir setelah aku bereinkarnasi, akan ada perubahan tujuan dunia ini. Ternyata tidak ada perubahan yang dapat mengubah saat ini, semuanya bertujuan sama."
Apa ini yang disebut dunia damai? Atau...aku salah tempat reinkarnasi?
Aku tidak mengerti dengan zaman ini, sebaiknya ku tunggu saja minggu depan.
Karena, bukankah hari itu tes masuk akademi Gyxcels di mulai?
•••