
.
.
.
The Irregular Devil of Academy
VOL 2 : IKATAN TAK SEDARAH
CHAPTER 11 : Dewa Penghancur
.
.
.
Selagi aku dan Elivia sedang bicara di bangku paling belakang, entah mengapa wajah Elivia berubah pendiam melihat seseorang masuk kelas ini.
Aku ikut melihatnya, ternyata itu gadis tadi yang sempat ingin menampar wajah ku, si pirang kuning. Aku tidak tau, kalau dia sepopuler itu di akademi ini. Terutama murid Nobleza paling heboh,
"Oi, lihat... ada gadis Nobleza."
"Apa dia murid pindahan yang dibicarakan itu ya?"
"Ku rasa itu benar."
"Dia benar-benar punya mata yang indah."
Dia masuk bersama guru pria, namanya....
"Selamat datang murid baru di akademi Gyxcels, nama ku Dark Ween sebagai wali kelas ini....
...dan di samping ku adalah murid pindahan baru dari akademi Clouvis."
Akademi Clouvis? Bukankah dia salah satu murid keturunan Dewa-Dewi? Elivia berkata,
"Setengah dewa dan iblis, bisa dibilang penerus ratu iblis."
Penerus ratu iblis? Kalau dilihat dari perilakunya tadi, dia sangat tidak cocok menjadi ratu iblis.
"Dia tidak pantas."
Itu jawaban ku.
Kemudian, gadis tadi menundukkan badannya sambil memegang roknya dengan sopan memperkenalkan diri.
"Perkenalkan nama ku Sylivia Lyzer, keturunan langsung salah satu kaisar bawahan raja iblis dan dewa-dewi, bisa dibilang generasi ratu iblis..."
Tentu saja ucapannya dibuat kagum oleh mereka,
Tiba-tiba saja, aku menangkap kemiripan dari nama itu,
"Lyzer?" Gumam ku.
Elivia berpikir bahwa aku menanyakan makna "lyzer"
"Keluarga yang patut dihormati."
Tapi itu bukan maksud dari ucapan ku.
"Bukan itu, bukankah namanya sedikit mirip dengan mu?"
Elivia terkejut kecil, kemudian menggelengkan kepalanya dan menjawab,
"Tidak bisa menjawab."
"Kenapa?"
Elivia hanya menunduk dan tutup mulut, ada banyak rahasia disembunyikannya sendirian. Tapi, bukankah itu sudah gawat? Jika menyembunyikan rasa sakit sendirian baik itu penderitaan dan rahasia sama saja akan terbongkar di suatu saat.
"Oi, boneka rusak!" Teriak Sylivia dari kejauhan pada Elivia.
Kepala Elivia terangkat menatapnya,
"Berani juga ya kau memperlihatkan wajahmu di akademi ini." (Sylivia)
Elivia hanya diam mendengarnya, tapi kedua tangannya sedikit gemetar. Aku mengerti bagaimana perasaannya saat ini.
Tapi, aku tidak bisa tinggal diam mendengar teman ku diejek Sylivia. Namun, salah satu tangan kecil Elivia menarik pelan jas ku.
"Jangan."
Aku terkejut Elivia mencegah ku lawan bicara. Dia sulit mengekspresikan wajahnya akibat emosinya bercampur aduk hingga membuatnya bingung, dia memilih berwajah diam nan polos seolah semua itu tidak terjadi apa-apa.
"Di akademi ini sangat sulit menerimanya setelah pria itu memenangkan duel tadi." (Dark)
"Aku tau itu." (Sylivia)
"Silakan duduk di meja depan, Sylivia-sama."
"Baik."
Bahkan guru wali sepertinya juga menghormati Sylivia.
°°°°
Pelajaran pertama dimulai, yaitu perkembangan sihir. Dark perlahan-lahan menjelaskan asal-usul sihir iblis murni.
Yaitu batu Ergroide, serpihan dari meteorid.
"Awal mula munculnya sihir itu berasal dari batu Ergroide. sejak seabad yang lalu, jatuhnya serpihan meteor ke bumi. Serpihan itu jatuh dibeberapa benua. Ada yang tahu siapa yang menemukan batu tersebut?"
Dari penjelasan tersebut ada benarnya, bahkan dalam sejarah juga tertulis baik itu di buku dan papan corak. Sylivia angkat salah satu tangannya lalu menjawab,
"Sheila Lora yang menemukan batu itu di sungai merah."
"Benar."
Namun, Elivia juga mengangkat salah satu tangannya.
"Menurut buku Waigelo, orang yang pertama menemukannya dan menyaksikannya hal itu di sungai merah adalah tiga anak kecil ras iblis. Tapi, Sheila Lora mencurinya dan mengaku dialah orang yang pertama menemukannya."
Mendengar jawaban dari Elivia, tidak ada yang meresponnya melainkan mengabaikannya. Dark merasa aneh ini pertama kalinya ada murid Mezcla memberi jawaban tak masuk akal.
"Buku Waigelo? Maksudmu buku terkutuk dari Queen bencana itu kan?" (Dark)
"Bi-bisa dibilang begitu." (elivia)
Nada yang gugup tak bisa meyakinkan jawabannya. Mungkin setengah iya dan tidak, ya.
Biar bagaimanapun, Dark menolak jawaban itu.
"Apapun jawaban yang berhubungan dengan buku itu tidak ada kebenaran sama sekali."
Elivia berusaha, "Tapi, buku itu membuktikan kalau a-"
"Sebaiknya murid Mezcla diam dan dengarkan!"
Gertakan Dark membuatnya tak bisa melawan.
"B-baik, maafkan aku." (Elivia)
Sambil menundukkan kepalanya sebagai permintaan maafnya. Aku juga mengangkat salah satu tangan ku, lalu menjawab bahwa,
"Jawaban yang dikatakan Elivia tepat sekali."
Yakin dan percaya, tidak satupun yang percaya jawaban Elivia. Aku ini raja iblis, tentu saja aku tau jawabannya itu sudah tepat dibanding jawaban Sylivia tadi.
"Apa maksudmu?" (Dark)
Aku bangkit dari tempat dudukku, "Maukah ku beri penjelasan yang akurat?"
Sambil melangkah ke hadapan para murid dengan tersenyum sinis.
"Penjelasan yang akurat? Jangan buang waktu!" (Dark)
Meskipun Dark Ween tampak kesal dengan murid Mezcla, apalagi murid tidak layak seperti ku patut diremehkan. Tapi, biar bagaimana pun aku hanya perlu menjelaskan secara rinci agar mudah dipahami.
Itu saja.
"Tenang saja, aku hanya menjelaskan bagian intinya saja."
"Baiklah, biar jelas... asal usul sihir yang kalian gunakan saat ini adalah Erg, setiap ras menggunakan sihir yang berbeda sama halnya serpihan meteor Ergroide jatuh ke beberapa benua...
Yaitu.. Benua wilayah es yaitu Mark, tanah itu Arc, lalu petir adalah Rezh , air adalah Murg dan api adalah Erg."
Dark menepuk tangan mendengarnya, apa dia mengagumi dari penjelasan ku tadi, ya.
Tiba-tiba bibirnya tersenyum sinis menatap ku, dia menantang ku?
"Lalu siapa saja yang menemukannya?"
Benar-benar pertanyaan yang mudah.
"Pertanyaanmu mudah sekali ya, hmmm...siapa saja ya? itu loo...Mark ditemukan oleh dewi murni, Arc ditemukan oleh manusia, Rezh ditemukan dewa agung, Murg ditemukan oleh roh dan Erg ditemukan oleh ras iblis yaitu tiga anak kecil."
Sylivia bangkit dari bangkunya, dan tegaskan jawabannya tadi itu benar.
"Bagaimana pun Sheila Lora juga menemukannya!"
Teriakannya cukup mengagetkan ku loo, aku tidak tuli.
Sekali lagi, aku menatapnya. Tekad yang kuat dan pemberani di wajahnya, tapi dia tidak ingin di kalah seolah dirinya paling hebat di akademi ini.
"Itu setengah benar, Sheilo Lora keturunan campuran dari para ras tapi dia mengambilnya hanya untuk dirinya sendiri."
Sifat Sheila Lora yang terlalu percaya diri itu sama dengan sifat Sylivia saat ini.
Pada akhirnya dia tak berkutip lagi lalu duduk kembali, sementara Dark malah bahagia mendengarnya, dia memberi pujian,
"Bagaimana bisa kau sepintar itu padahal lambangmu itu menuliskan dirimu tidak layak di akademi ini."
Dark melebarkan senyumnya menatapku, aku merasa senyumnya itu mengartikan apa aku sedang bermimpi.
Itu tidak benar.
"Apa itu impianmu?" Tanya Dark tersenyum pahit,
Entah mengapa, wajahku sedikit memerah hingga aku gugup menjawabnya.
"Ti-tidak kok, impian ku adalah menikah!"
Dari kecil memang menikah adalah impian ku, bukan raja iblis. Itu hanya tugas ku sebagai lelaki yang bertanggung jawab. Tapi, reaksi satu kelas ini benar-benar heboh.
"Heh?!" Kaget semuanya.
Memangnya apa yang lucu dari perkataan ku hingga mereka menertawakan ku kecuali Elivia.
"Ara-ara, anak muda sepertimu sangat bersemangat ya...katakan siapa namamu?" (Dark)
Wajahku memerah lagi, "A-areez Zacdigourde, itu nama ku!"
Bagaimana pun mereka tetap saja tertawa mengingat impian ku sangatlah aneh. Bukankah menikah itu adalah impian yang umum?
Entahlah...
°°°°
Jam pelajaran pertama berakhir, waktunya istirahat 60 menit. Elivia masih duduk di samping ku, dia sedikit terkekeh mengingat tadi.
"Areez, lucu."
"Kau ingin menertawakannya, silahkan saja."
"Tidak, aku hanya menghargai impianmu....
...ku pikir kau akan menjadi raja iblis." (Elivia)
"Selama pendiri iblis itu bisa diandalkan maka aku tidak perlu mencemaskan ras ku."
Sosok Sylivia menghampiri kami, apa dia ingin mencari masalah lagi?
"Ada masalah lagi?" (Areez)
Pipinya langsung memerah dan gugup, "Ja-jangan salah paham, aku kemari hanya ingin berteman denganmu kecuali dia."
Kecuali Elivia? Sama sekali tidak adil.
"Ngomong-ngomong kau tidak sopan pagi tadi." (Areez)
Wajah Sylivia memerah lagi, "H-heh?! S-soal itu, aku minta maaf."
"Jangan minta maaf padaku, tapi juga dengan Elivia."
Sylivia terlihat kesal melihat Elivia duduk disamping ku, itu tidak masalah kan?
"Lagi pula, ngapain juga kau membantunya. Itu sudah takdirnya tidak diterima masuk di akademi ini."
Aku curiga,
"Takdirnya?"
"Benar..."
Bibir Sylivia tersenyum sinis menatap kami,
"Hei, Areez...apa kau tidak merasa ingin tau siapa sebenarnya gadis disebelahmu itu?"
"Dia hanyalah boneka rusak yang sudah mati!"
Perkataan Sylivia sangatlah tidak sopan, bahkan bisa melukai perasaan Elivia. Tapi dilihat-lihat Elivia baik-baik saja. Ku rasa dia menahan diri, aku tidak bisa tenang hanya duduk diam saja.
"Aku tidak tau, apa yang dipikiran olehmu saat ini.. Bagi ku Elivia adalah teman ku." (Areez)
"Teman? Besar juga nyalimu ya, boneka rusak." (Sylivia)
Sambil menatap penuh kebencian pada Elivia.
"Suatu saat dia pasti akan membencimu."
Hingga kedua matanya menyala merah dan ruang kelas ini hampir retak akibat matanya.
"Diamlah!"
Mata iblis ku menghentikan sihir yang ada dimatanya, hingga perlahan-lahan aku menyadari mata itu.
"Huh? B-bagaimana bisa...?!"
Sylivia kaget, bagaimana bisa itu tidak mempan pada kami. Itu karena aku menghentikannya,
"Oh, mata itu?" (Areez)
Aku bangkit dari tempat dudukku, lalu memperhatikan matanya dari jarak dekat. Sudah ku duga, mata itu adalah....
Mata dewa penghancur yang dimiliki Sheila Lora sebelumnya. Saat ini mata dewa penghancur sudah ada pada Sylivia Lyzer.
Akibat wajahku terlalu dekat, wajah Sylivia memerah berat.
"J-jangan terlalu dekat!" (Sylivia)
Aku terkejut melihat dia memiliki mata yang hampir sama dengan ku, sayangnya matanya adalah setengah iblis penghancur.
"Kau membuat ku penasaran." (Areez)
"H-huh? Me-menjauhlah dari ku!" (Sylivia)
Sambil mendorong ku jatuh ke tempat duduk. Aku mendapatkan ide,
"Yo, Sylivia? Jika kau ingin berteman ku, maukah kau bertarung dengan ku?"
"Tentu saja, tapi dengan satu syarat."
Aku lebih kesal jika kesepakatan ini harus ada persyaratan, seolah syarat itu adalah cara mengancam ku agar tidak lari.
"Apa kau bermaksud mengancamku melalui syaratmu?"
"Ti-tidak kok, lebih baik dengarkan syarat ku!"
"Oke-oke, apa?"
Sylivia kembali serius itu memutuskan dengan syaratnya jika dia menang.
"jika aku menang, kau menjadi anggota grup ku kecuali boneka itu. Begitu sebaliknya akan ku turuti permintaanmu."
Syaratnya sangat lemah, tapi aku tidak akan membiarkan diri ku kalah darinya. Jika itu terjadi maka Elivia akan sendirian.
"Hoo? Benarkah? Kau menuruti permintaan ku apapun."
"Itu juga kalau kau menang!" Tegas Sylivia.
"Akan ku pikirkan permintaan yang harus kau turuti, dan kapan pertarungannya?"
"Dua minggu kedepan."
"Lama sekali, kenapa tidak sekarang?"
"Jangan membantah, hmph!"
Yah, dia terlalu manja dan terlalu percaya diri. Sampai-sampai aku malah menggodanya,
"Semakin kau cuek malah kau terlihat cantik, terutama mata dewa mu itu."
Wajah Sylivia memerah hingga meledak dengarnya,
"Ap-! Apaaaaa?!"
Dia tak tahan dan menyerah segera meninggalkan kelas sejenak, untuk meredakan tersipu malunya. Jangan salah paham, aku sama sekali tidak tertarik dengannya. Terutama dadanya yang datarnya hanya 50%. Jika dibanding dengan Elivia, boleh aku jujur...
Dia paling top 100%
Elivia menyadari tatapan ku tertuju dua tonjolan besar ke arahnya. Untungnya dia berpikir aku hanya menatapnya.
"Kau yakin?" (Elivia)
"Akan ku lakukan." (Areez)
"Bagaimana dengan perekutan party?"
"Party?"
"Sebelum kompetisi akademi, kau harus mengumpulkan 5 anggota agar dapat mengikutinya."
"Apa kompetisi akademi adalah pertandingan besar?"
"Benar, kompetisi 5 akademi terbesar. Itu akan diadakan dalam beberapa bulan dan itu belum pasti."
"Belum pasti?"
"butuh persetujuan dari konferensi pers bangsawan murni."
Perkembangan ilmu sihir di era ini sangatlah rumit dan unik, bahkan ada pula mengadakan pertandingan besar setiap tahun yaitu kompetisi akademi. Tapi sebelum diadakan harus ada persetujuan dari pertemuan Konferensi Pers dari para bangsawan murni.
"Benar-benar merepotkan ya..." Gumam ku.
°°°°°
***Tinggalkan jejakmu dan pendapatmu, para thor, dan para pembaca.
pengen bnget denger pendapat kalian...
dan...
makasih udah mampir. 😍😍😍😍***