The Great Empress Qin

The Great Empress Qin
THE GREAT EMPRESS QIN: Pembalasan?



Setelah sekian laa menunggu akhirnya nama Yue keluar juga dan entah keberuntungan atau nasib sial ia malah melawan iblis kecil itu siapa lagi kalau bukan Xing Xing adik tirinya


"Akhirnya" Gumamnya dengan semangat, saatnya pembalasan dimulai


Yue memasuki arena dengan wajah dinginnya, banyak pasang mata yang mengarah kedirinya dengan berbagai macam ekspresi namun seperti biasa gadis itu tetap cuek dan sama sekali tidak terpengaruh


"Jiejie bagaimana kejutanku?" Ucap anak itu sembari menyeringai


"Ah aku mengerti sekarang" Batin Yue akhirnya paham rupanya adiknya ini memang sedari awal sudah mengaturnya untuk Yue berhadapan dengan Xing Xing


"Lumayan, banyak sekali koneksimu ya" Ujar Yue sedikit menyindir adiknya


"Hahaha aku bisa menghancurkanmu dalam sekejap hanya saja sedikit bermain sepertinya itu lebih baik" Balas Xing Xing sembari menyeringai licik


"Siapa yang kalah hari ini kita akan melihatnya nanti" Ujar Yue tenang, aba aba untuk mulai sudah terdengar


Keduanya mulai menyerang untuk kali ini Yue yang menyerang duluan, dengan langkah ringan ia mengayunkan pedangnya dengan lihai Xing Xing juga tak kalah hebat ia menangkis serangan itu dengan tepat tanpa celah, jika dilihat dari sudut pandang penonton keduanya seakan menari dengan anggun menggunakan pedang namun kenyataannya dalam kilatan mata keduanya ada sepercik rasa ingin mengalahkan satu sama lain yang sangat besar, semakin lama serangan keduanya menjadi cepat dan cepat hingga mengunang beberapa sorakan dari penonton yang kagum ada juga yang mencemooh Yue


"Hanya segini saja kemampuanmu hah?" Ujar Xing Xing merasa bangga karena ia merasa berhasil memojokkan Xiao Yue


Yue sedari tadi hanya diam dan tidak menggubris karena ia mulai fokus untuk menaikkan intensitas serangannya. Entah apa sebabnya tubuhnya sangat berat padahal biasanya meski ia tak menggunakan energi Qi itu haik baik saja, tepat sekali sedari tadi Yue belum menggunakan energi Qi nya sama dan hanya mengandalkan teknik pedang biasa hingga satu serangan Xing Xing berhasil menggores lehernya, beruntung refleknya sangat bagus jadi luka goresan tidak terlalu dalam. Yue menghela dan mulai mengatur sirkulasi Qi di tubuhnya, ia menebak Xing Xing memberikan sesuatu kepadanya namun apa? Tak butuh waktu lama seakan dinetralkan kini Yue dapat bergerak bebas


"Lemah sekali! Apa kau pantas disebut sebagai kakakku?" Cemoohnya namun sekali lagi Yue itu tebal telinganya jadi ia tidak terpancing sama sekali


Tak lama Xing Xing kembali menyerang kali ini lebih kuat dari yang adi, pedang gadis itu terus mengarah kebagian vital Yue namun belum sempat mengenainya gadis berambut putih itu berhasil menangkisnya, setengah dupa sudah terbakar habis namun keduanya seakan tidak ingin mengalah satu sama lain


Xing Xing yang geram mulai menggunakan energi Qi yang lebih besar dari yang tadi hingga suatu waktu pedang itu berhasil menusuk bahu kanan Yue, darah mengucur dari sana dan ekspresi puas terbit diwajah gadis itu


"Jiejie jika kau mengaku kalah aku akan mengampunimu" Ucap gadis itu, semua orang juga sudah mulai berbisik bisik karena sedari tadi Yue seakan bertingkah pasif, Yue yang mendengar perkataan Xing Xing hanya menaikkan sebelah alisnya


"Benarkah?" Ucap gadis itu


"Ya tentu saja! Maka dari itu cepat menyerahlah sebelum aku mulai mencabik cabik tubuhmu hahaha" Tawanya dengan keras


"Dalam mimpimu bocah!" Ujar Yue mulai serius, tebasan pedang ringan itu kini mulai menjadi berat dan juga lugas gerakannya juga mulai aktif tidak seperti tadi sehingga membuat Xing Xing kuwalahan


"Apa apaan ini?!" Gumam gadis itu resah


Ujung pedang milih Yue sudah menggores beberapa bagian tubuh milik Xing Xing meski ia menggunakan tangan kiri sekalipun


"Tidakkah kamu sadar sedari tadi aku belum menggunakan energi Qi sama sekali" Ucap Yue sembari menyeringai disela sela serangan itu


"Itu tidak mungkin!" Pekik Xing Xing terkejut


"Terkejutkan? Lihatlah kelinci kecil yang polos ini sudah berani menantang seekor serigala" Ujar Yue kini yang memanas manasi, memang pada dasarnya memiliki sifat buruk dipancing sedikit sudah terbakar


Saat keduanya berhadap hadapan Yue mengayunkan pedang kekiri untuk mengecoh lawan namun sebenarnya yang ia incar adalah bahu sebelah kanan, Xing Xing pun tertipu dan pedang yue berhasil menggores bahu gadis itu dengan dalam sehingga darah mengucur mengenai bajunya dan mendarat tepat dileher gadis itu tetapi tak sampai melukainya


akh!


Xing Xing mengaduh kesakitan akibat luka yang ada dibahunya lantas menatap Yue tajam


"Lihat gadis kecil? siapa yang lebih hebat" Ujar Yue sembari menyeringai senang, mata gadis itu lantas melihat dupa yang hampir terbakar habis kemudian ia menjatuhkan pedangnya


"Aku menyerah!" Teriaknya setelahnya semua penonton pun heboh dengan tidakan tersebut


"Kenapa tidak bisa? Lihat dia masih berdiri dan pedangnya juga tetap berada ditangannya artinya dia belum kalah kan?" Ujar Yue kemudian tanpa ba bi bu ia meninggalkan arena, yah rencananya berubahawalnya ia ingin mengalahkan gadis itu namun ia pikir mempermalukannya itu lebih menyenangkan secara harga diri Xing Xing itu layaknya langit sangat tinggi hahaha


"Baiklah, pemenangnya adalah putri Wang Xing Xing"


Xing Xing yang mengetahui itu bukannya senang ia malah bertambah marah, bisa bisanya ia dipermalukan seperti ini?!


"Awas saja kau nanti!" Gumamnya sembari menatap tajam Yue


Yue berjalan dengan riang menuju tenda pengobatan, ia ingat kata kakanya dulu


Mengalah bukan berarti kau lemah atau pengecut, jika diperlukan kita tidak masalah untuk mengalah demi tujuan yang lebih besar lagi


Dan kata kata itulah yang selalu ia ingat dan sekarang ia pergunakan


Setelah ia sampai ditenda gadis itu memeriksa bajunya tak lupa juga pedangnya dan benar seperti dugaan Yue menemukan sebuah bekas serbuk, ia menciumnya namun itu tak memiliki bau. Setelah ini Yue harus mencari tau.


****


Perlombaan akhirnya berakhir dan seperti dugaan Ming Hao lah yang mendapat juara pertama itu


Namun sedari tadi Wanmei terus cemberut dan merajuk kepada Yue karena sikap Yue tadi yang sengaja mengalah padahal Wanmei berharap ia bisa masuk perguruan bersama Yue namun temannya ini malah mematahkan harapan tersebut


"Sudah jangan marah, setelah ini aku akan membelikanmu kue anggrek kesukaan mu bagaimana?" Bujuk Yue sedari tadi karena ia bingung harus melakukan apalagi


"Humph tidak mau! Yue sangat menyebalkan!" Tolak gadis itu


"Hmm kalau begitu aku akan membiarkan Xinyue menginap dikediman milikmu bagaimana?" Bujuknya lagi


"Benarkah?!" Kali ini Wanmei menjadi begitu bersemangat


"Hm aku janji" Ujar Yue sembari mengacungkan tiga jari


"Baik kalau begitu aku akan memaafkanmu" Pekiknya senang


Pengumuman pemenang akhirnya selesai dan kali ini para master dari perguruan itu mulai memilih beberapa orang untuk di jadikan murid, untuk informasi di dinasty ini ada tiga perguruan yang amat sangat di minati oleh banyak orang termasuk dari kalangan biasa


Pertama perguruan Naga Jade (YùLóng), disana adalah tempat para bangsawan dari berbagai daerah hanya para Pangeran dan Putri dari kekaisaran saja yang diperbolehkan masuk kesana


Kedua ada perguruan Awan Merah (HóngYùn), banyak bangsawan juga memasuki perguruan tersebut namun tidak hanya para bangsawan saja banyak dari keturunan jendral ataupun mentri dan yang lain juga masuk kedalam perguruan tersebut bahkan para keturunan dari biksu juga diperbolehkan untuk menuntut ilmu disana


Yang terakhir adalah perguruan Qilin Api (HuǒQílín), perguruan ini agak berbeda dengan dua yang lainnya karena murid yang diterima harus memiliki kemampuan yang unik diumurnya yang masih belia, perguruan ini juga tidak memandang kasta ataupun status karena mereka menganggap setiap manusia itu memiliki derajat yang sama terlepas dari kedua hal tersebut tak jarang perguruan ini dimusuhi oleh dua perguruan lainnya sekaligus para bangsawan karena peraturan yang mereka tetapkan.


Kembali kepada pemilihan para murid, Yue yang memang tidak peduli dan yakin tidak akan ada master yang memilihnya hanya bersikap santai sedangkan Wanmei sedari tadi sudah gugup karena ini kesempatan yang langka meski keluarganya mampu memasukkannya kedalam salah satu perguruan itu namun Wanmei ingin masuk dan diakui melalui kemampuannya sendiri


"Yue bagaimana jika mereka tidak tertarik denganku? Aku sangat takut sekarang" Ujar Wanmei dengan suara kecil


"Pasti ada yang tertarik dengan mu percaya padaku" Ujar Yue yang mencoba menghibur adik kecilnya ini


"Tetap saja aku gugup sekarang..." Ujarnya lagi, Yue hanya tersenyum tipis dan terus memperhatikan para master yang sedang berdiskusi diatas sana, Yue memiliki firasat bahwa Wanmei akan di terima di perguruan Awan Merah bukan karena statusnya namun sedari tadi saat Wanmei bertarung, mata dari pemimpin perguruan itu terus mengatakan bahwa gadis kecil ini harus kudapatkan jika tidak maka akan selesai, dan tepat seperti prediksi Wanmei diterima disana


"YUEE AKHIRNYA AKU DITERIMA DISALAH SATU PERGURUAN ITU!!" Teriaknya begitu senang hingga mengundang beberapa mata


"Selamat! Sudah aku bilang mereka pasti akan menerimamu" Ujar Yue sembari memeluk Wanmei