
Malam sudah menampakkan wujudnya setelah perekrutan kelompok tadi sore Yue memutuskan untuk kembali kepaviliun tempat kediamannya, dia ingin berlatih sebenarnya, dikarenakan Yue dan Wanmei menggunakan senjata yang berbeda maka mereka tak bisa berlatih bersama sama alhasil disinilah dia sekarang ditempat berlatih khusus milik kerajaannya, bila dulu Yue selalu berlatih diam diam maka sekarang karena dia sudah ketahuan maka dia memberanikan diri untuk berlatih disini
Fasilitas disini juga terbilang sangat lengkap untuk berlatih dan Yue memanfaatkan ini. Dia mengeluarkan pedang miliknya dari sarung nya
hawa dingin langsung menguar dari pedangnya itu dan kali ini benar benar kuat, Yue rasa pedang ini bisa menyesuaikan energinya dengan energi Qi miliknya. Awal dia membelinya dulu hawa pedang ini tak sekuat sekarang dan beberapa minggu iya tak memakai pedangnya hawa nya sudah bertambah,
"Ah ngomong ngomong apakah pedang ini perlu diberi nama ya? Hm pikirkan nanti saja sekarang harus fokus berlatih" Batinnya dalam hati
Yue mulai untuk berlatih, dia mengayunkan pedangnya dengan lincah dan juga anggun karena mungkin dia sudah terbiasa jadi memungkinkan untuknya bisa lebih fleksibel lagi berbekal dengan buku yang dia pinjam dari perpustakaan untuk mempelajari teknik baru. Energi Qi mengalir didalam pedangnya dengan beberapa kali tebasan dia berhasil menghancurkan beberapa boneka yang memang dikhususkan untuk berlatih pedang diarena latian
"Masih belum cukup" Batinnya, dia akan berusaha meningkatkan teknik pedang miiknya. Sebenarnya dia berusaha untuk tidak menjadi orang yang bergantung dengan energi Qi miliknya, terdengar bodoh dan naif memang namun ini hanya untuk jaga jaga saja jika memang nanti ada keadaan darurat yang memaksanya untuk tidak menggunakan energi Qi yang dimilikinya. Dalam kompetisi seperti ini akan banyak hal yang terjadi yang mungkin tak sesuai prediksi dan dia sebaik baiknya harus menyiapkan apapun untuk mencegah hal yang tidak diinginkan terjadi apalagi banyak musuh yang sedang mengincarnya setelah dia dikabarkan memiliki kultivasi
Yue mulai menutup energi Qi nya dan beberapa menit ia gunakan untuk menebas secara acak untuk mengetahui seberapa tajam pedang miliknya ini, meski dia tak menggunakan energi Qi miliknya namun seakan pedang ini memiliki jiwa tersendiri bukan hanya sekedar pedang saja. Saat Yue sudah mulai mengayunkan pedangnya lagi untuk lanjut latihan tiba tib saja ada yang masuk kedalam ruang latihan secara otomatis Yue menghentikan sesi latihannya, matanya menatap seseorang yang masuk kedalam dan stelah dia tau segera Yue memberi salam hormat kepadanya
"Salam Huangtaizi" Ucapnya sopan tetap dengan nada tenang seolah olah tak terjadi perselisihan diantara mereka berdua, Ming hao hanya mengangguk tetap dengan ekspresi dingin. Yue rasa dia harus pergi takut takut mengganggu putra mahkota dan dia tak nyaman berlatih dengan seseorang karena dia terbiasa sendiri sejak lama, dia mulai merapikan beberapa barang yang dia bawa tadi namun sebelum itu Ming Hao berucap
"Disini saja kau tak mengganggu Benwang" Ucapnya tetap dengan ekspresi datarnya, Yue kemudian sedikit berpikir dan memutuskan untuk tetap disana dan melanjutkan untuk berlatih
"Hao, xiexie" Ucapnya singkat dan mulai brlatih lagi, hampir satu dupa mereka habiskan untuk berlatih dan tiba tiba saja Yue berpikir untuk ia berduel dengan gegenya namun saat dia melihat gegenya dia urungkan, entah ada rasa ragu yang merayap dihatinya ada sesuatu dihatinya yang menyuruhnya untuk tidak terlalu terikat dengan orang orang disekitarnya, namun jika seperti ini terus dia tak akan cepat berkembang dia harus memanfaatkan apapun disekitarnya agar bisa menjadi lebih kuat lagi sebelum memasuki penjara yang lebih besar lagi, dia menarik nafas bukannya takut namun ini sedikit canggung untuknya. Perlahan dia berjalan kesisi lain tempat latian untuk mengutarakan keinginan kepada gegenya
"Maaf Huangtaizi, jika berkenan apakah saya boleh mengajak duel putra mahkota?" Tanya nya dengan tenang namun didalam hatinya dia berharap harap cemas akan jawaban yang diberikan oleh gegenya, Ming Hao yang mendengar permintaan Xiao Yue memandangnya sejenak kemudian mengangguk singkat, Yue tersenyum tipis kemudian mulailah mereka berjalan ketengah lapangan
"Tak ada peraturan khusus namun kali ini saya dan putra mahkota dilarang menggunakan energi Qi masing masing, apakah sepakat?' Ucap Yue yang memberikan sedikit peraturan untuk duel kali ini, entah dia percaya diri atau tidak meski dia mahir menggunakan pedang namun gegenya ini lebih banyak pengalaman apalagi dia sering berada dalam medang perang dan sering memenangkannya tentu saja, kemampuan Ming Hao memang sudah tak diragukan lagi dan tentu saja sangat hebat. Ming Hao yang mendengar peraturan itu hanya menyeringai, berani sekali adiknya ini baik dia akan meladeninya
Dalam hitungan tiga duel dimulai, Yue menyerang terlebih dahulu dia mulai mengayunkan pedangnya dan menyerang bagian dada, Ming Hao yang paham segera menangkiskan pedang miliknya
Trang!
Trang!
Suara kedua belah pedang saling bergesekan dan menimbulkan suara yang indah bagi yang menyukainya, Yue menebas bagian kepala Ming Hao namun lagi lagi Ming Hao dengan mulus dapat menghindarinya dengan mulus tanpa gugup sama sekali, sekarang waktunya serangan balasan Ming Hao kali ini mulai menyerang dengan ringan namun akibat yang dihasilan benar benar tajam hingga dia berhasil mengunci pergerakan Yue
"Ah saya kalah" Ucap Yue namun tak ada rasa kecewa sama sekali, dia beruntung dengan duel yang mereka lakukan tadi banyak ilmu yang dia serap meski tak banyak
Ming Hao sedikit tersenyum dan merasa entah kenapa dia bangga atas perubahan Xiao Yue meski msih banyak hal yang dia sembunyikan. Dia juga tak menyangka ilmu pedang milik Yue sedikit memaksanya untuk mengeluarkan beberapa jurus yang tak biasa iay gunakan, serangan Xiao Yue tak mudah ditebak namun bagi dia yang sudah berpengalaman tak menjadi masalah besar namun mungkin akan berbeda jia lawannya bukan dia, Xiao Yue kemungkinan akan menang
"Hao, xiexie Huangtaizi" Balas Xiao Yue
Akhirnya keduanya memutuskan untuk mengakhiri sesi latihan untuk hari ini karena mereka memang sudah lelah dan malam sudah mulai larur, waktunya untuk mengisi energi kembali yaitu dengan mengisi perut mereka masing masing. Yue berjalan kembali ke Pavilliun Bulan tempat kediamannya, dia ingin keluar dari istana untuk melihat lihat pasar, sekarang Yue sedang bosan dan ingin melihat keadaan diluar istana
Dia tau sudah malam namun dia benar benar bosan, ah apa dia mengambil misi saja? sudah lama sekali saat terakhir kali dia mengambil misi, baik sudah diputuskan dia memakai jubahnya tak lupa topeng yang selalu menemaninya ketika dia mengambil misi, kali ini dia tak membawa Xinyue karena serigala itu pasti sudah lelah dan dia tak tega untuk mengganggunya
Yue keluar dari istana diam diam dengan mengenakan pakaian serba hitam dengan membawa pedang tentu saja menuju balai pusat, berbicara mengenai balai pusat Yue sudah memiliki plakat emas karena setiap misi berat maupun ringan ia selesaikan dengan baik dan hasil yang selalu memuaskan hampir tak pernah gagal jika diingat ingat, tak berapa lama sampailah ia dibalai pusat dan ternyata balai pusat tampak lenggang
"Ah selamat datang Gongzhi" Ucap pegawai balai pusat memberi hormat dengan sopan Yue hanya mengangguk kemudian mulai mengambil misi. Misi kali ini adalah misi pengawalan lagi imbalan yang diberikan juga tidak sedikit jadi Yue mau mau saja karena dia memerlukan uang itu namun setelah tau berapa orang yang akan dikawal dia sangat terkejut karena hanya satu orang saja dengan imbalan sebesar itu, biasanya dengan jumlah imbalan sebanyak ini bisa mencapai lima atau enam orang namun ini hanya satu orang. ah sudahlah jangan terlalu dipikiran cukup jalani saja tugasmu
Misi dimulai seperti biasa dia mengikuti kereta kuda itu diam diam, dia sedikit penasaran siapa orang yang kali ini butuh pengawalan ekstra. Saat terus berjalan dia asing dengan jalan yang mereka lewati Yue rasa ini sudah keluar dari wilayah kerajaan Wang. Dalam perjalanan suasana masih sepi hanya terdengar derap suara kaki kuda yang berbenturan dengan tanah namun disini Yue makin curiga dengan suasananya yang terlalu tenang seperti akan ada badai yang menyerang dan benar saja tiba tiba sekitar sepuluh orang berpakaian hitam menyerang, yang membuat terkejut lagi kesepuluh orang itu Yue tak bisa merasakn seberapa besar energi Qi milik mereka. Saat ini Yue masih terbilang tenang dan terus memperhatikan dari jarak aman, namun tiba tiba salah satu orang berbaju hitam itu berhasil menculik orang yang berada didalam kereta kuda
Para prajurit itu tidak sadar karena masih sibuk berhadapan dengan kelompok berbaju hitam lainnya, segera Yue mengikuti orang yang menculik pelanggannya setelah Yue rasa aman dia keluar dan langsung menyerang orang itu, pertarungan pun tak terelakkan dan disini Yue benar benar sangat terdesak namun Yue berhasil mengamankan anak itu, iya benar seorang anak kecil yang tadi diculik. Yue benar benar kuwalahan dam menyesal ia tak membawa Xinyue namun tiba tiba dia ingat ada metode untuk memanggil spirit beast yang sudah menjalankan kontrak dengan manusia, segera iya menggoreskan pedang ke jarinya kemudian darahnya iya teteskan ke simbol kontrak yang ada ditelapak tanngannya
wushh
Xinyue hadir hanya setelah sepersekian detik setelah Yue memanggilnya, serigala itu langsung menyerang orang berjubah hitam, meski sedikit terdesak namun akhirnya mereka berdua berhasil menang
"Baby boy kau sangat hebat" Ucap Yue kemudian membelai kpala Xinyue, dan dia baru sadar Xinyue sudah bertumbuh besar sekali ya karena saat diistana dia menyuruh Xinyue untu berubah hanya dengan seukuran anjing saja agar yang lain tak terlalu curiga
Yue berjalan menuju anak yang ia kurung dsebuah kubus yang terbuat dari es miliknya, anak itu benar benar ketakutan Yue bingung apa yang harus ia lakukan untuk menenagka anak kecil ini, namun dia ingat memiliki sebuah permen dan segera ia berikan kepada anak kecil ini
"Jangan takut aku tak akan menyakitimu, untukmu" Ucap Yue menenangkan sang anak kemudian memberikan permen itu kepadanya, anak itu pelan pelan menerima kemudan mulai memakannya Yue tersenyum tulus meski tak terlihat karena dia memakai topeng dan mengusak kepala anak itu bangga
"Apa kau ingin menaiki sibesar itu?" Tanya Yue sambil menunjuk Xinyue, sang empu yang ditunjuk hanya menggeleng gelengkan kepalanya dan bersikap imut
"Apakah boleh?" Tannya anak itu takut takut
"Hmm tentu saja boleh" Balas Yue kemudian menggendong anak itu untuk menaiki Xinyue, Xinyue hanya menurut kemudian mereka berjalan kearah kereta kuda yang tadi
🍁Lian