The Great Empress Qin

The Great Empress Qin
THE GREAT EMPRESS QIN: Hutan Tingkat Dua



Malam telah berlalu dan pagi mulai menampakkan diri, mereka berlima muli bersiap siap kembali guna melanjutkan perjalanan menjelajahi hutan ini ah tidak tepatnya berburu spirit beast didalam hutan ini


"Apa kita akan langsung menuju hutan tingkat dua saja? disini benar benar tak menemukan apapun kecuali ular kobra sisik emas kemarin" Ujar Jiali memberikan usulan


"Hm aku setuju, disini hanya spirit beast level rendah saja" Tutur Jiali membenarkan, waktu mereka sudah tak banyak lagi tersisa satu hari lagi dan bila mereka tak memenuhi syarat untuk lulus ujian tahap berikutnya sudah dipastikan tim mereka akan langsung tereliminsi dan gugur


"Baik kita menuju hutan tingkat dua" Ujar Zeming memutuskan


Mereka berjalan seperti biasa masih dengan sikap waspada dan juga siaga, menuju hutan tingkat dua memang tak terlalu jauh namun tetap aja. Diperjalanan Yue melihat kelompok yang lainnya ia rasa mereka juga sama sama akan menuju hutan tingkat dua


"Waspada dan jangan lengah" Perintah Zeming ya dia juga melihat kelompok itu namun dia sedikit merasa aneh, Zeming merasa tak familiar dengan orang orang yang berada di kelompok itu dan juga senjata yang mereka gunakan benar benar asing


"Ada apa? Itu hanya kelompok lain saha" Tanya Jiali merasa heran akan sikap waspada dari ketua kelompoknya ini


"Lihat baik baik, apa ada seseorang yang berasal dari kerajaan menggunakan senjata seperti itu? Aku benar benar merasa tidak familiar sama sekalu" Jelas Zeming dengan sabar


"Hm? Kau benar kekaisaran kami jarang menggunakan senjata seperti itu" Timpal Wanmei yang mulai paham akan keanehan ini


"Apa kalian tidak merasa aneh? Sejak kemarin kita benar benar menemukan hal hal seperti ini secara tidak sengaja. Seperti ketidak sengajaan ini benar benar disengaja" Kali ini Zeming mulai berspekulasi dan mengutarakan apa yang menjadi duri dihatinya sejak kemarin malam


"Kau benar, sejak kita masuk sudah ada yang menargetkan" Balas Yue yang memang sudah menyadari hal itu dari kemarin mereka memasuki hutan Yue merasa sedari kemarin mereka seperti sedang diawasi seseorang namun dia masih menemui jalan buntu dan ragu


"Kenapa kau tidak bilang dari kemarin hah?! Kalau seperti ini kita akan mendapat masalah untuk kedepannya nanti" Pekik Jiali sebal setelah mendengar perkataan Yue yang gamblang dan ringan, bukan dia takut mati hanya saja jika memang diharuskan dia tak masalah tapi umurnya masihlah muda dan ingin merasakan banyak hal termasuk menikah


"Masih ragu" Jawab Yue sekenanya karena memang itu adalah sebuah kenyataan, dia ingin memberi tahu namun takut teman temannya panik


"Sudah sudah sekarang kita akan melewati perbatasan hutan, jika memang diperlukan kita akan bertarung namun jika tak perlu kalian tidak usah memancing dan menciptakan perkara" Putus final Zeming yang sudah mulai berjalan perlahan diikuti oleh yang lainnya, mereka berusaha bersikap biasa saja agar tidak menimbulkan kecurigaan bagi orang orang itu. Yue berada di barisan paling belakang sedang mengamati anggota kelompok didepan selagi Zeming sedang berbicara dengan mereka, sedang mencoba menerawang musuh dengan mata tajamnya menilai berapa kira kira level yang mereka miliki dan kemungkinan kemungkinan lain seperti jika memang bertarung berapa persen kemenangan yang akan mereka raih


Setelah sedikit berbincang ternyata mereka tak juga menyerang dan kelompok Yue sudah memasuki hutan tingkat dua, cukup aneh namun mereka juga bersyukur meski masih ada gelombang kekhawatiran kecil dihati Yue saat ini namun dia sedikit mengesampingkan dan fokus untuk mencari spirit beast. Hutan tingkat dua auranya benar benar temaram dan juga sesak padahal jika dilihat tak jauh berbeda dengan hutan tingkat satu namun asal kalian tahu jika memang kalian disini sebagai manusia awam pasti lah beberapa jam sudah mati, setelah Yue mengamati disini lebih banyak tumbuhan tumbuhan beracun yang menarik perhatian manusia manusia biasa karena bentuk bentuk mereka begitu memikat seperti contoh tumbuhan jamur yang besarnya menyamai anak anjing dengan warna ungu bercahaya yang sangat cantik, dan disini Yue benar benar tertarik dengan tumbuhan tumbuhan beracun mungkin selepas dari kompetisi selesai dia akan mencoba memulai memepelajari teknik teknik racun


"Yue" Panggil Wanmei yang mendekat ke arahnya


"Ada apa hm?" Tanya Yue yang melihat sedikit guratan guratan tidak nyaman di wajah Wanmei


"Mm apa kau merasa tidak enak disini? Maksudnya tubuh mu" Tanya Wanmei pelan, Yue pun mengernyit penasaran karena sedari tadi dia tak merasakan apapun namun melihat keadaan Wanmei yang sedikit mulai berkeringat dis cemas


"Aku tidak merasakannya" Jawabnya jujur sesaat dis mulai curiga dengan hutan ini, Yue mulai melihat lihat sekitar dan dia baru menyadari bahwa tempat yang mereka lewati tadi dipenuhi oleh sulur sulur yang menggantung bukan sulur biasa namun sulur itu bisa menghasilkan sebuah halusinasi apalagi banyak pepohonan yang mendukung dengan ditambahnya spirit beast bunglon hitam


"Celaka segera bergerak! Kita teracuni" Perintah Yue namun dengan intonasinya yang tetap tenang


"Apa maksudmu? Sejak kapan kita diracuni?" Tanya Jingyi


"Lihatlah ke atas" Ucapnya singkat namun cepat cepat bergerak sembari menarik Wanmei bersamanya, Jingyi dan yang lain segera melihat apa yang ditunjuk Yue tadi dan mereka juga terkejut karena tidak menyadarinya


"Sial sulur bercabang! Kenapa dari tadi kita tak menyadarinya?! Cepat bergerak!" Sekarang giliran Zeming yang mulai panik karena dia sudah merasakan efek dari tanaman sekaligus spirit beast yang menempel padanya


"Wanmei!" Pekik Jiali dengan heboh, Yue menepuk pipi gadis itu namun tak ada pergerakan sama sekali segera ia menggendong nya kemudian mengeluarkan pedang miliknya, Dia berdiri diatasnya kemudian pedang mulai terbang. Ya seseorang yang menggunakan kultivasi pedang dia bisa menggunakannya namun teknik ini cukup sulit dan butuh keterampilam yang seimbang dan tenang juga menghabiskan tidak sedikit energi Qi, karena sudah kepalang panik takut adiknya kenapa napa dia pun bergegas pergi dari tempat itu


"Kalian cepatlah, dia sudah tak bisa bertahan" Ucap Yue sebelum menghilang


"Heh sialan dia meninggalkan kita!" Umpat Jiali kesal, Zeming hanya menggeleng namun dia paham betul bagaimana yang dirasakan Yue saat ini. Meski wajahnya tetap datar Zeming tau dia pasti sangat amat khawatir namun disini dia juga khawatir dengan keadaan Yue


"Sudah mari terus berjalan, kalian tidak apa apa kan?" Tanya Zeming memastikan


"Aku baik baik saja tenang, didalam keluargaku sudah diajarkan untuk menghadang teknik ilusi jadi kau jangan khawatir, tapi tak tau dengan makhluk cerewet yang satu ini haha" Kali ini timpal Jingyi yang mengejek Jiali, sang empu yang diejek mendaratkan pukulan sayang dikepala Jingyi


"Kurang ajar! Aku tidak lemah asal kau tau! Celat kita harus keluar dari wilayah ini" Pekik Jiali yang marah


"Baik ayo cepat" Ucap Zeming kemudian mereka bertiga mulai berjalan tetap dengan barier energi Qi yang terus menerus menyala jika dilihat kondisi mereka bertiga tak terlalu baik juga tak terlalu buruk namun disatu sisi dihati mereka masing masing sudah tertulis bahwa mereka tak boleh menyerah dan harus terus berjuang demi kompetisi ini. Yang jelas mereka tak boleh melewatkan kesempatan kali ini


Tak berapa lama saat bereka berjalan Zeming mendengar suara seseorang yang sedang bertarung tiba tiba rasa khawatir menancap di hatinya bagaimana kalau seandainya Yue yang sedang beratarung?! Dia hanya sendiri


"Kalian mendengarnya?" Tanya Zeming memastikan


"Hm" Gumam mereka berdua


"Cepat kita lihat!" Perintahnya, bergegas mereka berlari menuju arena pertarungan dan tebakan Zeming kali ini tidak meleset disana berdiri seorang Yue yang sedang dikeroyok oleh orang orang yang tadi berada di perbatasan, ada lima orang dengan level kira kira setara dengan Yue sendiri


"Yue! Cepat kita harus membantunya" Kali ini Jingyi yang panik, rencana penyerangan benar benar halus dan tidak ada celah seperti sudah direncanakan sejak awal seolah mereka tau titik lemah dari seorang Xiao Yue


Zeming sudah menduga bahwa yang ditargetkan oleh sekelompok pembunuh bukanlah mereka semua namun hanya Yue saja, karena musuh anak itu benar benar tak terduga dan berbahaya dia juga akan dinikahkan oleh pangeran pertama calon kaisar berikutnya dan itu wajar saja. Dengan cepat mereka bertiga membantu Yue


"Kau tidak apa apa?" Tanya Zeming memastikan keadaan gadis yang sudah lusuh itu, yang ditanya hanya mengangguk tanpa bersuara mata itu terus menatap musuh musuh didepan tanpa gentar sekalipun


"Alihkan perhatiannya aku memiliki rencana" Ucap Yue tanpa ragu, Zeming pun mengerti dan mulai menyerang mereka bersama


"Kurasa sudah waktunya" Gumam Yue kemudian dia mundur perlahan dan mengaktifkan formasi spiritual, sedari dia bertarung tadi dia sudah memasukkan jarum jarum yang sudah dilapisi energi Qi kedalam tubuh mereka namun dia masih belum bisa mengaktifkannya sedari tadi karena berhubung teman temannya datang maka kesemoatan yang bagus pun ia peroleh, setelah menyelesaikan rune kemudian Yue mulai mengaktifkannya


"Aktifkan" Gumamnya pelan, cahaya biru menyelimuti musuh musuh itu dan es mulai menyebar dari dalam tubuh, pembunuh bayaran itu mulai meronta kesakitan dan membeku sekaligus hancur menjadi debu. Yue tak menyangka teknik yang ia ciptakan mendadak karena terinspirasi dari menangkap ikan kemarin bisa sesukses itu meski menghabiskan hampir seluruh energi Qi miliknya, dia yang sudah kelelahan pun tumbang tak sadarkan diri





Tbc