The Great Empress Qin

The Great Empress Qin
THE GREAT EMPRESS QIN: Selesai



Hari kedua kelompok mereka menetap dihutan tingkat dua, namun keadaan Yue sungguh begitu mengkhawatirkan karena ia tak kunjung sadarkan diri disisi lain Wanmei sudah sadar kembali, gadis mungil itu sangat khawatir dengan keadaan sahabatnya


"Hah bagaimana ini? Yue tak kunjung bangun" Ujar Wanmei risau, ia amat merasa bersalah karena dirinya Yue menjadi terluka seharusnya ia membantu bukan malah menjadi beban seperti ini


"Tunggu hingga malam jika dia belum sadar juga terpaksa kita akan membawanya dengan keadaan seperti ini" Ujar Zeming layaknya pemimpin


Laki laki itu bukanlah memiliki sifat yang jahat dan seenaknya meninggalkan rekan satu tim, ia memang tipikal seorang pemimpin yang bijaksana dan baik


"Tsk! Sangat menyusahkan kenapa tidak kita biarkan saja toh berkurangnya anggota tidak akan mengurangi poin bukan!" Kali ini Jiali ikut bergabung dalam perbincangan, ia berpikir bahwa Yue hanya bisa menjadi beban saat ini apalagi mereka masih belum bisa menemukan spirit beast tingkat tinggi dan ini sudah hampir menuju hari ketiga


"Jika seperti itu yang anda inginkan maka pergi saja tidak apa apa, saya yang akan menjaganya disini. Seperti yang anda bilang berkurangnya anggota tidak akan mengurangi poin dari kompetisi" Kali ini Wanmei berucap sangat dingin kepada Jiali, ia terbawa emosi karena ucapan wanita itu yang berlebihan dan snagat keterlaluan. Jika diingat dari kemarin lah Yue yang banyak mengambil peran disini dan Jiali mengatakan hal itu layaknya sebuah fakta


"Cukup! Seperti yang aku bilang tadi kita akan menunggunya hingga malam tiba dan ini mutlak tanpa ada bantahan sekalipun" Ujar Zeming menengahi perdebatan sia sia itu


Jiali pun merasa sangat kesal dan memutuskan untuk keluar dari goa yang mereka tempati saat ini Jingyi yang sejak tadi hanya menonton pun mengikuti Jiali yang sedang emosi untuk memastikan gadis itu tidak dalam bahaya, meski ini hanya hutan tingkat dua namun kita tidak bisa memastikan apa yang akan terjadi


Gadis cantik itu terus berjalan memasuki hutan yang lebih dalam, niat hati ingin menenangkan emosinya yang disebabkan oleh Yue tentu saja. Mata cerahnya menjelajahi setiap jengkal dari tempat yang ia jamahi saat ini hingga ia menemukan sebuah danau yang sangat indah, dengan bersemangat Jiali berlari kearah danau itu lantas ia melihat pantulan dirinya dipermukaan air


"Hah ini sangat menyebalkan! Bagaimana bisa aku mendapatkan teman kelompok yang seperti dia" Keluhnya sambil melihat air yang tenang itu


"Jangan berkata seperti itu" Ujar seseorang yang menimpalinya, benar itu adalah Jingyi yang datang dari arah belakang dirinya


"Ck kenapa kau kemari?" Tanya Jiali dengan tatapan tajam


"Hey hey tenang aku hanya memastikan saja agar kau tidak dimakan monster haha" Ujar Jingyi yang ikut mendudukkan dirinya disamping Jiali


"Heh ini hanya hutan tingkat dua kenapa kau resah sekali, ingat kan kemampuan kita ini sudah termasuk diatas rata rata" Ujar Jiali heran sembari merotasikan bola matanya jengah


"Jiali yang cantik dan menawan, ingat tidak kemarin diserang oleh spirit beast level tinggi dan anehnya lagi itu seharusnya bukan wilayah mereka kan? Ingat tidak?" Ujar Jingyi kesal sembari memukul tangannya ditanah dengan keras


"Salahkan saja si Yue, kita dengan dia hanya akan membawa masalah! Dasar pembawa sial" Umpatnya


"Heh kau ini manis tapi mulutmu tajam juga ya? Apa kau tidak curiga bahwa ada seseorang yang sudah merencanakan ini?" Ujar Jingyi sambil melihat Jiali lamat lamat


"Persetan dengan rencana busuk itu, jika benar pasti targetnya pasti gadis itu bukan? Dan sudah kubilang seharusnya kita tidak merekrut dia huh" Ujar nya keras kepala sedangkan laki laki pembawa kipas itu hanya bisa menggelengkan kepala heran, ia berpikir sebenarnya Jiali memiliki dendam sebesar apa sih terhadap Yue sampai sampai itu terlihat begitu jelas


"Wey, sebenarnya kau ini memiliki masalah apa sih dengan dia? Kenapa sangat membencinya?" Tanya Jingyi yang penasaran


Sedangkan Jiali hanya memalingkan kepala acuh dan tak ingin menjawabnya, saat Jingyi sibuk menggoda Jiali terlihat permukaan air yang awalnya tenang tiba tiba mencibtakan sebuah gelombang arus yang begitu tenang dan kecil, kedua manusia itu masih tidak sadar sampai saat Jiali melihat permukaan danau


"Lihat!" Pekiknya untuk memperingati Jingyi


Keduanya langsung berdiri dan sedikit menjauhkan diri, mereka merasakan hawa yang tidak menyenangkan akan datang. Semakin lama gelombang itu semakin besar padahal ini danau seakan akan ada sesuatu yang bergerak dibawah sana


"Apa itu sebenarnya?" Ujar Jiali yang mulai panik


"Tenanglah jangan panik, mungkin itu hanya ikan namun bisa berkemungkinan itu adalah spirit beast" Ujar Jingyi


Setelah mengatakan itu tiba tiba tanah disekitar mereka bergetar dan muncullah seekor spirit beast dengan ukuran yang hampir memenuhi danau tersebut, keduanya mundur dan mulai waspada


"Terkutuklah mulutmu Jingyi!" Pekik Jiali kesal


"Aku benar benar tidak bermaksud! Mana tau dia sungguhan muncul!" Ujar Jingyi yang takut


Spirit beast itu berjenis seperti kura kura namun ukurannya sangatlah besar, dari dalam air muncullah kepala kura kura tersebut ia lantas membuka mulutnya dan keluarlah semacam tentakel panjang yang langsung mengarah kepada dua orang itu


"Sial kita sangatlah amat beruntung!" Umpat Jiali sembari menghindar, keduanya berusaha melawan kura kura itu


Jiali mengeluarkan belati miliknya untuk menangkis tentakel tentakel tersebut sedangkan Jingyi ia menggunakan kipasnya untuk memotong segerombolan tentakel namun naas keberuntungan tidak berpihak kepada mereka, keduanya terhempas dan menabrak beberapa pepohonan yang ada disana


"Kita tidak bisa melawannya Jiali! Dia level 6 kurasa kita harus kabur!" Ujar Jingyi yang berusaha bangun sembari menahan tubuhnya yang terasa sedikit berat dan sakit


"Hahaha jika benar ini level 6 maka kita harus menangkapnya setelah itu perburuan ini akan selesai!" Ujar Jiali yang tiba tiba berambisi


"Kau gila?! Kita hanya berdua Jiali setidaknya kita harus memanggil teman teman yang lainnya" Ucap Jingyi yang tidak habis pikir


"Ck dasar pengecut! Panggil saja sendiri dan aku akan melawannya disini" Ujar Jiali kemudian ia maju kearah kura kura itu, ia berlari sembari menghindari tentakel tentakel yang menyerang. Jiali bermaksud ingin menuju kepala kura kura itu ia menduga kepalanya adalah kelemahan karena cabgkangnya sangat keras untuk ukuran monster ratusan ribu tahun


Sesaat ia percaya diri dengan kemampuannya, dengan sangat cepat ia berlari dan mengayunkan cambuk miliknya, bisa dibilang cambuk miliknya memiliki element listrik dan Jiali juga mahir menggunakan racun jadi ia bisa memanfaatkan itu


Gadis itu terus menyerang dan menghindar namun sangat sulit bagi dirinya, ia merasa lelah namun ia terus bertahan dengan keyakinan bahwa ia dapat mengalahkan kura kura sialan itu hingga pada suatu kesempatan Jiali lengah dan terpental oleh serangan kura kura sebelum ia jatuh tiba tiba seseorang menangkapnya. Benar itu Jingyi


"Dasar gadis bodoh" Ujarnya kesal


Jingyi memang sedari tadi tidak memanggil teman temannya dan fokus akan membantu Jiali, tidak mungkin kan laki laki itu meninggalkan Jiali sendirian bisa bisa saat sampai Jiali sudah menjadi bangkai


"Ck lepas!" Ujar Jiali kesal


"Kau ini tidak tau berterimakasih ya?!" Pekik Jingyi kesal dan melepaskan Jiali dengan kasar, ia mengeluarkan pedang miliknya dan bersiap siaga


Target kali ini adalah mata terlebih dahulu agar indra kura kura itu sedikit terganggu, Jingyi melompat keudara dan mendarat tepar diatas kepala kura kura sebelum itu ia juga mengecek seberapa tebal kulit dibagian kepala sesaat ia akhirnya mengayunkan pedangnya kearah mata kura kura tentu dengan perlawanan terhadap tentakel tentakel itu


Jleb!


Pedang sudah tertancap disana dan snag kura kura mengaum dengan kerasa karena marah, ia semakin menggila dan menyerang seluruh tempat itu tanpa tau target. Jingyi dengan cepat menarik pedangnya lantas ia terjatuh di danau


"JINGYI!" Teriak Jiali panik karena temannya tak kunjung muncul di permukaan, rasa takut perlahan muncul didalam dirinya ia juga merasa bersalah hingga saat ia ingin maju kesana seseorang menahannya, benar itu Yue juga ada Wanmei dan Zeming


"Dimana Jingyi?!" Tanya Zeming panik


"Dia terjatuh di air setelah menusuk mata monster itu" Jelas Jiali yang tak kalah panik


"Kalian alihkan perhatiannya aku akan mencarinya didasar danau" Ujar Yue lantas dengan cepat ia menceburkan diri kesana, Wanmei khawatir namun ia tetap menjalankan perintah sang sahabat


Yue berenang dinau sembari menghindari tentakel tentakel itu terkadang ia juga memotongnya, matanya dengan jeli melihat sekitar hingga ia melihat sosol yang dicarinya, ya itu Jingyi yang sedang tak sadarkan diri dengan cepat Yue menariknya kepermukaan air dan membawanya ketempat aman


"Jingyi bangun!" Ujar Yue sembari menepuk pipinya dengan keras


"Uhuk! Kepalanya-" Ujarnya lantas pingsan kembali, Yue mengerti lantas mengangguk


Ia berdiri dan menyusul teman temannya tak lupa pedang miliknya sudah ia bawa, Yue membuat sebuah formasi sihir untuk melindungi dirinya sementara dari serangan tentakel tersebut hingga ia sampai diatas kepala kura kura, ia mengetukkam kakinya dan memeriknya bagian yang lunak untuk bisa ia hancurkan


Sambil menahan keseimbangan ia akhirnya menemukan titik itu pada bagian pangkal kepala, dalam satu tarikan nafas ia memaksimalkan semua energi Qi miliknya pada pedang itu dan dalam hitungan ketiga ia menusuk kepala kura kura dengan keras dan dalam


Sang kura kura berteriak kesakitan lantas tak berapa lama ia mati, Yue mengendalikan nafasnya karena memang sejujurnya energi Qi miliknya belum sepenuhnya stabil namun tetap ia paksakan hingga akhir


Ia turun dari sana dan teruduk karena kelelahan, Wanmei dengan cepat berlari kearahnya untuk menanyakan keadaan Yue saat ini


"Kamu baik baik saja Yue? Apa ada yang terluka?" Ujar gadis itu panik, Yue hanya menggeleng sebagau jawaban


"Lihatlah dirimu sendiri Wanmei, seharusnya pertanyaan itu cocok untuk dirimu haha" Ujar Yue yang tertawa karena merasa lucu


"Ah! Jangan tertawa" Pekiknya tertunduk malu


__________________


Ps: maafkan author ga jago bikin scene bertarung