
Hari sudah sore, sinar berwarna jingga itu mengusik tidur seorang gadis berambut putih, siapa lagi kalau bukan tokoh utama kita. Dia mulai membuka matanya dan sedikit mengucek matanya agar bisa melihat dengan jelas, paras cantiknya itu masih bertahan meskipun sekarang dia bangun tidur dan penampilannya sedikit kacau, Yue segera memanggil Ye Lin dan disuruhnya ia untuk menyiapkan air mandi, setelah selesai dengan acara mandi dan merias diri dia keluar dari kamar menuju halam pavilliun untuk menikmati senja dan juga teh yang Ye Lin buatkan
"Apakah ada yang mencariku tadi" Tanya Yue kepada pelayannya ini
"Menjawab nona tadi ada nona Wanmei yang mencari nona namun karena nona tidur nona Wanmei menyuruh nona untuk ke arena berlatih di kota sore ini" Ucap Ye Lin menjelaskan
"hm ada lagi?" Tanyanya lagi
"Ah iya nona diundang untuk makan malam oleh Huashang" Jawab Ye Lin sedikit takut takut bila menyangkut rajanya
"Hm" dehem Yue singkat, segera dia berdiri dan segera menuju arena latihan yang Ye Lin sebut tadi, di kota memang menyediakan menara tempat latihan namun disana dibagi menjadi beberapa tingkatan sesuai level, memang tak gratis namun fasilitas yang disediakan sangat lengkap mulai dari ruang individu hingga berkelompok dan ini benar benar menguntungkan.Tempat latihan tak jauh dari istana hanya berjarak beberapa ratus meter saja, saat dia sampai disana sudah ada Wanmei yang rupanya sedang menunggunya apakah dia terlambat? Dia akan meminta maaf nanti kepada Wanmei
"Yue akhirnya kau datang!" pekik Wanmei senang, dari tadi dia gusar takut Yue tak datang karena sebenarnya bukan Wanmei yang mengajak nya kesini melainkan teman satu kelompoknya berhubung besok kompetisi meunuju hutan terlarang sudah dimulai
"Maaf aku terlambat" Ucap Yue kepada Wanmei
"Tidak apa, ayo masuk yang lain sdah menunggu" Ucap Wanmei kemudian segera menarik Yue masuk kedalam, sebelum itu mereka mendaftar terlebih dahulu dan masing masing mendapatkan sebuah plakat untuk masuk kesana
"Apa maksudmu dengan yang lain?" Tanya Yue memastikan
"Ah sebenarnya teman satu kelompok kita yang mengajak kesini untuk berlatih, berhubung besok kita sudah mulai kompetisi menuju hutan terlarang" Jawab Wanmei memberi tahu apa yang terjadi Yue yang mengerti hanya mengangguk saja kemudian mengekor dibelakang Wanmei, saat memasuki pintu ruang latihan level satu Pangeran Wei sudah menunggu mereka
"Maafkan kami sudah membuat anda menunggu" Ucap Yue meminta maaf karena merasa tidak enak hati
"Tidak apa apa putri dan jangan terlalu formal dengan saya, kita sudah menjadi teman kelompok" Jelas Jingyi kepada kedua gadis didepannya ini, kemudian mereka akhirnya memasuki ruang latiha level masing masing, berhubung Yue dan Jingyi memasuki level yang sama mereka memutuskan untuk menuju lantai yang sama berdua kata Jinyi Jiali juga memasuki level yang sama dengan mereka dan ada satu rekan lagi yang memasuki level tiga ranah awal. Yue hanya mengangguk dan ikut saja saat mereka sudah sampai mereka memasuki ruang masing masing, ya setiap orang diberikan ruangan masing masing bertujuan agar lebih nyaman namun ada arena yang disediakan untuk melakukan latihan bersama maupun berduel
Yue melihat lihat ruangannya, ruangan ini tidak terlalu besar dan memang dikhususkan untuk berlatih satu orang saja. Yue mulai membentuk posisi teratai kemudian mengumpulkan energi Qi miliknya sebenarnya dia ingin menembus level tiga namun dari beberapa hari yang lalu sangatlah sulit apa dia menanyakan kepada guru besar Ji saja kenapa dia sulit sekali menembus level selanjutnya, ah tapi jika berpikir ulang bukannya ia termasuk seorang prodigi dalam kultivasi ya, yang lain membutuhkan beberapa tahun Yue hanya butuh beberapa bulan atau malah beberapa hari mungkin karena tubuhnya tergolong khusus dan untuk naik level waktu yang ia butuhkan hanya sedikit namun untuk menuju level berikutnya benar benar membutuhkan usaha yang ekstra
Waktu setengah dupa sudah terpakai dan Yue mulai membuka matanya, dia mencabut pedang dari sarungnya kemudian mengayunkannya dengan perlahan, dia mengingat ingat gerakan gerakan yang dipakai Ming Hao tempo hari lalu saat berudel. Memang gerakannya tak terlalu banyak dan hanya beberapa nafas saja namun Yue itu handal dalam memodifikasi atau menyatukannya jadi tak ada masalah untuknya. Tak hanya melatih gerakan pedang dia juga memasukkan sedikit energi Qi miliknya kedalam pedang miliknya, saat dia mengkombinasikan teknik pedangnya dan milik Ming Hao dia tak sengaja menghancurkan tembok ruang latihan
Duar!
Yue hanya menghela nafas akan kelakuannya dia benar benar benar tak sengaja sungguh, terlebih salahkan saja temboknya sudah tahu tempat untuk latihan kenapa sangat rapuh sekali. Pemilik menara latihan kemudian datang dengan tergesa gesa dan hanya bisa menganga atas ulah Yue akhirnya pun gadis itu mengganti kerugian akibat kekacauan yang ia buat sendiri, Wanmei mendengar suara ledakan segera ia berlalri kearah suara asal dan menemukan Yue yang sedang dimarah marahi oleh pemiliki menara
"Yue kau tidak apa apa?" Tanya Wanmei khawatir terhadap sahabatnya ini, Yue bukan termasuk tipe orang yang ceroboh namun apa yang sbenarnya terjadi. Ketiga anggota kelompoknya pun ikut menghampirinya dan menanyakan kepada Yue, lantas Yue kemudian mengajak mereka untuk keluar agar tak lagi menjdi bahan tontonan
"Apa yang sebenarnya terjadi Xiao Yue?" Tanya Jingyi penasaran
"Hah tadi aku hanya mencoba beberapa teknik pedang namun entah kenapa tembok itu hancur" Ucap Yue menjelskan apa yang terjadi sebenarnya tadi
"Tidak mungkin, tembok latihan itu menggunakan batu khusus agar tidak mudah rusak bila terkena energi Qi. Sebenarnya kau berada dilevel mana?" Kali ini laki laki bersuarai merah yang menimpalinya, Yue menebak ini anggota kelompoknya yang Jingyi bilang
"Levelnya sama dengan ku dan Jiali" Balas Jingyi sebelum Yue akan membuka mulut
"Sangat mustahil apalagi kau hanya berada dilevel dua" Balas laki laki itu lagi
"Hanya kebetulan saja, jangan terlalu dipikirkan" Kali ini Yue membuka mulut, dia tau kemampuannya sendiri dan dia tak ingin lagi menjadikan ini masalah yang besar. Yue akui sebenarnya teknik teknik pedang miliknya memang berasal dari masa depan, dia memang handal dalam bermain pedang gurunya pun dulu memang mengakuinya dan akibat itu gurnya dulu terus menerus mengajarinya berbagai teknik dari mulai yang biasa saja, unik hingga aneh dan siapa yang tau bila digabungkan dengan teknik pedang masa ini benar benar menjadi terobosan baru apalagi adanya energi Qi yang menjadi akar kultivasi jaman ini
"Kurasa aku tak cocok berlatih disana" Ucap Yue kmudian segera beranjak pergi
"Mau kemana kau?!" Tanya Jiali jengkel terhadap Yue
"Yue aku ikut!" pekik Wanmei
Jingyi hanya menghela nafas saja, dia berpikir Xiao Yue itu benar benar sulit ditebak dan sepertinya gadis itu sengaja memasang tembok transparan sebagai agar semua orang sulit menembusnya
"Kita berkumpul besok saat kompetisi, jangan sampai terlambat kalian berdua" Teriak Jingyi
Yue hanya mengacungkan tangannya tanda dia mengerti, pada akhirnya dia kembali berlatih diistana saja bersama Wanmei. Mereka berdua berltih masing masing namun Wanmei sedikit kesulitan saat dia ingin mengarahkan anak panahnya ketarget yang bergerak Yue yang tau segera membantunya dengan memberikan sedikit tipas yang ia baca diperpustakaan saat itu
"Jangan terlalu gugup dan pastikan targetmu terlebih dahulu, perhatikan dan saat kau ingin menembak perhatikan akurasi waktu dan juga arah" Ucap Yue, Wanmei yang memang lebih paham tentang segala jenis manah memanah akhirnya paham dan segera mempraktikannya
Wushh
Anak padah meluncur dan tepat mengenai targetnya, Wanmei benar benar senang dan berteriakasih kepada Yue
"Waaa terimakasih sarannya Yue! Kau benar benar jenius" Teriak Wanmei terharu
"Bukan aku namun kau sendiri memang hebat" Balas Yue sambil tersenyum dan mengusak bangga pucuk kepala Wanmei, dia merasa bangga.Wanmei itu seperti adik bagi Yue, adik yang polos dan juga imut dan perlu dilindingi
"Aku ingin segera naik level, rasanya sudah diujung namun sangat sulit sekali tembusnya" Ucap Wanmei sedih
"Ingin aku bantu?" Tawar Yue, ya dulu dia pernah bertanya kepada guru besar Ji tentang kultivasi dan naik level bisa dibantu dengan bantuan energi luar, metode ini tak banyak digunakan karena mereka selalu saja gagal karena mereka tak mengetahui rahasia dari metode ini, sebenarnya sederhana saja element sang pengguna haruslah berhubungan dan tidak bertolak belakang berhubung elemen Yue dan Wanmei cocok jadi ia ingin membantunya dan dia juga sudah belajar metode ini dari guru besar Ji jadi dia berani menawarkannya kepada Wanmei
"Apakah bisa?" Tanya Wanmei memastikan
"Hm bisa, cepat ambil posisi teratai. Kau percaya padaku?" Perintah Yue kepada Wanmei sekaligus bertanya
"ya aku percaya pada Yue! Terus apalagi yang harus aku lakukan?" Tanyanya
"Alirkan energi Qi mu seperti biasa saat ingin menerobos" Perintah Yue, setelah ia rasa Wanmei sudah melakukannya, Yue mulai mengalirkan energinya ketelapak tangan, setelah itu ia letakkan dipunggung Wanmei
"Agak sedikit sakit tahanlah" Ucap Yue, Wanmei hanya mengangguk saja, ia rasa sakitnya sudah Wanmei rasakan. Proses itu terjadi tak lama dan benar saja Wanmei berhasil naik level dengan sempurna tanpa ada kendala, namun Yue merasa lelah karena energi miliknya terkuras banyak sekali. Pada akhirnya mereka mengakhiri sesi latihan dan beristirahat di kediaman masing masing.
Saat diperjalana Yue ingat bahwa Yang Mulia yaitu sang ayah mengundangnya untuk makah malam, sebenarnya dia malas namun dia tetap tak bisa menolak ajakan sang raja apa lagi Yue termasuk masih anaknya sendiri jadi jia ia menolak akan terkesan tidak sopan
•
•
•
Tbc
olaa._.
Author back! Jangan lupa vote dan comment
🍁Arvi