
Setelah kemarin menyelenggarakan perjamuan kecil seperti biasa mereka mengadakan festival musim gugur, Daun daun berguguran, terbang terbawa angin begitulah suasana hari ini tenang dan nyaman. Difestival musim gugur ini juga termasuk pembukaan untuk kompetisi nanti jadi telah disiapkan sebuah gelanggang untuk para pangeran dan putri saling menantang namun ini hanya pertandingan persahabatan untuk latihan sebelum kompetisi benar benar diadakan
Disisi lain mari kita beralih kepada snag tokoh utama yang saat ini sedang bermalas malasan ditempat tidur, Ye Lin telah mencoba membangunkan sang tuan beberapa saat lalu namun tuannya ini tak mau bangun dan terus bergelung didalam selimut
"Nona ayolah matahari sudah naik, hari ini adalah festival musim gugur nona tidak boleh melewatkannya" Ucap Ye Lin sambil cemberut
"Lantas apa yang perlu dilakukan? Ini hanya festival bukan penyambutan kaisar" Jawab Yue masih dari balik selimutnya
"Ayolah nona" pinta Ye Lin dan menarik selimut Yue, jujur Yue sangat malas karena dia tau sang adik yang licik itu pasti memiliki rencana terhadapnya berhubung ini adalah sebuah pembukaan, Yue yakin Xing Xing pasti akan menantangnya di gelanggang nanti. Hei dia ingin hidup damai sampai hari pernikahannya nanti tiba meski dia harus segera menerobos levelnya yang masih rendah ini
Jujur dia tak punya rencana yang signifikan seperti balas dendam dan yang lain karena ini bukan urusannya, toh emang Xiao Yue yang salah meski tidak sepenuhnya
"Ya ya baiklah aku sudah bangun" Ucap Yue sebal, Ye Lin yang berhasil pun tertawa ria segera Yue mandi dan mengganti pakaian yang ia kenakan. Hari ini dia mengenakan hanfu yang simple berwana putih dan memakai jubah yang memiliki aksen bulu bulu karena ini musim gugur jadilah dingin, rambutnya pun ia ikat kuda dengan hiasan berupa jepit berbentuk bulan dikepalanya sangat elegant untuk wajah cantiknya
"Hao, mari kita pergi melihat lihat pasar" Ucap Yue, tak lupa serigala kesayangannya itu ia bawa ah dan benar beberapa waktu lalu Xinyue dapat merubah bentuk menjadi hewan lain dan ini memudahkan Yue nantinya bila ia ingin membawa keluar dari istana
Jujur suasana sangat ramai disini, dia berusaha sebisa mungkin menghidar dari gelanggang karena pasti ada saja orang yang akan mencari gara gara dengannya terutama adik kecilnya itu. Ah pasti snagat merepotkan
Dia mampir dipasar untuk melihat beberapa pernak pernik dan juga makanan yang pasti, tiba tiba dia menjadi sangat lapar dan ingin makan sesuatu, saat melewati kios kue dia sangat tertatik dengan kue bulan, kue bulan ini sangat populer pada perayaan musim gugur seperti ini, membayangkan saat kehidupan dulu dengan gegenya Xiao Yan yang selalu berebut kue bulan buatan bibi dirumah. Dia rindu masa masa itu dan juga pada gegenya
"Ye Lin belikan aku kue bulan itu" Ujar Yue
"Baik nona akan nubi belikan" Ye Lin segera berjalan ke arah kios kue itu
"Putri!" Ujar sebuah suara yang Yue kenal
"Ah putri Mei" Balas Yue
"Putri panggil Mei saja" Ucap Wanmei sambil mengerucutkan bibirnya
"Kalau begitu panggil aku Yue saja" Timpal Yue sambil tersenyum geli melihat kelakuan temannya ini
"Hehehe, Wahh Xinyue!" Pekik Mei melihat serigala itu yg keluar dari jubah putih Yue, langsung saja Xinyue melompat ke arah Wanmei
"Kurasa dia menyukaimu" Ucap Yue
"Benarkah?" Ucap Mei dengan binar antusias
"Yah kurasa" timpal Yue sambil mengedikkan bahunya, tak lama Ye Lin kembali dengan sekantong kue bulan yang dia ingin
"Ini nona kue bulannya" Ucap Yue
"Terimakasih" balas Yue kemudian mulai memakannya. Mereka segera berjalan jalan mengitari pasar, suhu dingin tak menghalangi aktifitas masyarakat negri Wang ini mereka malah antusias dengan segala hal yang terjadi ditambah lagi banyak orang dari kerajaan sebelah yang ikut merayakan festival ini
"Yue nanti malam akan ada festival lampion, apakah-" belum selesai Wanmei melanjutkannya Yue sudah memotongnya
"Baik mari kita melihat lampion nanti malam" Ucap Yue
"B-benarkah?! Wahh asiknyaa" Ucap Wanmei antusias
"Hei kenapa kau begitu antusias? Ini hanya lampion" Ucap Yue sedikit bingung
"A-ah hehe, dari kecil aku tak diperbolehkan untuk keluar seperti ini, aku juga tak memiliki teman jadi aku sangat antusias untuk pertama kalinya melihat lampion dengan teman pertama ku!" Jawab Mei sambil tersenyum senang
"Hm baiklah aku mengerti" Balas Yue, dia cukup prihatin dan juga iri, iri karena Wanmei terlihat sangat disayangi oleh orang tuanya dan juga prihatin dengan sikap overprotektif orang tuanya itu. Dia merasa ingin selalu melindungi temannya ini, ah teman ya apakah dia sekarang punya teman juga? Apakah boleh disebut teman? Ungkapan ini sangat mengambang bagi Yue. Selama hidupnya dia juga tak memiliki teman dan juga tak berniat memilikinya karena dia sendiri saja sudah cukup, apakah dikehidupan ini dia diberi kesempatan?
Mereka berempat terus berjalan dan melihat ada keramaian didekat gelanggang, Yue rasa pasti ada yang bertarung disana yah pertandingan persahabatan
"Aku ingin melihatnya!" Ucap Wanmei
"Hm, aku tunggu disini saja. Sama sekali tidak berminat" Ucapku sambil memakan kue bulan tadi yang Ye Lin beli
"Ayolah Yue, kita sama sama kesana ya? Ya? Aku mohon" Rengek Wanmei
Yue melihatnya dengan tatapan malas, dia benar benar tidak peduli, katakanlah Yue egois tapi dia hanya ingin kedamaian hari ini karena tadi dia melihat adik tersayangnya itu digelanggang dan Yue memiliki feeling yang sangat buruk tentang ini
"Ayolah Yue yah, baru pertama kali aku melihat yang seperti ini" Mohonnya lagi
Yue yang tau sedang diperhatikan hanya menghela nafas
"Hah hidup ini sulit Yue" Batinnya sambil geleng geleng malas
Pertandingan atara Ming Hao dan Shi Zheng berakhir dengan kemenangan gegenya tentu saja. Gegenya ini kurasa baru naik level 3 ranah awal patut diacungi jempol untuk calon putra mahkota dengan perkembangan secepat itu. Tiap level memiliki tantangan tersendiri, bertambah tinggi levelnya bertambah lama waktu yang digunakan untuk naik
"Hahaha Pangeran aku tak akan pernah bisa mengalahkan mu" Ucap Shi Zheng sambil tertawa
"Kau sudah sangat meningkat Shi Zheng, kau bahkan memaksaku untuk menggunakan hampir semua kekuatan spiritual yang kumiliki" Ucap Maing Hao sambil menepuk bahu Shi Zheng
"Gege kau sangat hebat!" Pekik Xing Xing senang atas kemenangan gegenya itu
Tak lama mereka turun dari arena, Xing Xing tiba tiba naik
"Aku ingin menantang jiejie tersayang ku Xiao Yue" Ucap Xing Xing sambil menyeringai
Ah dimulai sudah, semua orang menoleh menghadap Yue yang sedang asik makan kue bulan
"Yue" Ucap Wanmei merasa bersalah, kabar yang Wanmei terima Yue tak memiliki kekuatan spiritual apapun dan kurasa Xing Xing berniat mempermalukannya dimasyarakat, seharusnya tadi dia tak mengajak Yue kalau seperti ini jadinya
"Hahhh aku menolak" Jawab Yue santai
"Jiejie tak bisa menolak sudah peraturan arena ini, apa jiejie tidak tau atau kau ingin teman baru mu itu menggantikan mu?" Ucap Xing Xing bertambah senang, sekali dayung dua pulau terlewati. Dia benci putri dari keluarga Zhang itu
"Yue biar aku-" belum selesai Wanmei berbicara Yue sudah menghentikannya
"Tidak" Ucap Yue singkat. Dia melepas jubah putih yang ia kenakan dan diberikannya kepada Ye Lian. Yue menarik nafas dalam dalam jujur ini sangat merepotkan dan Yue masih belum ingin menunjukkan kekuatanya didepan umum sampai hari pernikahannya nanti. Dia ingin menjadi kuat terlebih dahulu tentu untuk perlindungan diri
Perlahan kaki itu berjalan kedalam arena pertarungan, aura dinginnya menyebar ke seluruh penjuru. Xing Xing menyeringai senang dan memandang Yue remeh
Ming Hao yang tau akan kekuatan Yue yang sudah kembali sedikit merasa khawatir dengan Xing Xing, meski level mereka berbeda tapi Ming Hao bisa merasakan perbedaan besar antara keduanya Yue lebih kuat tentu saja. Pertandingan dimulai tentu atas aba aba pengawas pertandingan
Xing Xing menyerang terlebih dahulu namun Yue bisa menghindarinya, strateginya kali ini akan terus menghindar kurangi menyerang atau apa perlu dia kalah saja? Ah tidak! Tak ada kamus kalah didalam dirinya dia harus menang dengan sekali serang saja tanpa menggunakan kekuatan spiritual. Xing Xing yang terkejut karena Yue bisa menghindarinya akhirnya terus menyerang Yue dan bagusnya Yue bisa menghindar dengan mulus tanpa terkena serangan sedikitpun. Karena ini hanya pertandingan persahabatan dilarang menggunakan kekuatan spiritual berlebihan alhasil Xing Xing mengeluarkan pedang miliknya, menyerang tanpa jeda
Sret!
Pipi Yue tergores oleh pedang milik saudarinya itu, Yue terduduk dan Xing Xing menyeringai sangat senang. Yue yang sudah lelah untuk bermain akhirnya bangkit dan memutuskan untuk mengakhirinya, selagi Xing Xing lengah Yue menggunakan kesempatan ini untuk menggulingkannya
[Langkah Es]
Yue bergerak secepat hembusan angin kearah Xing Xing kemudian mengambil oedang miliknya setelah itu memelintir tangannya dan menodongkan pedang itu dilehernya
"Merepotkan" Ucap Yue dingin
Akhirnya dengan sekali serang Yue berhasil memenangkan pertandingan ini dan tentu saja banyak orang terkejut akan itu dan akhirnya berita putri sampah yang dulunya tak memiliki kekuatan spiritual akhirnya terbantahkan oleh pertandingan hari ini dengan jelas semua orang melihat kehebatan Yue dalam bertarung
Banyak pihak yang langsung merasa was was dan lebih berhati hati lagi
"Kau hebat sekali! Selamat Yue" Ucap Wanmei bangga sekaligus senang
"Biasa saja, mari kita pergi" Ucap Yue yang sudah muak dengan semuanya, segera ia kenakan jubah putih miliknya lantas segera pergi dari sana
Dilain sisi rasa kebencian Xing Xing semakin bertambah dan segera ingin menyingkirkannya
•
•
•
🍁Arvi
SEE YOU😘😍