The Great Empress Qin

The Great Empress Qin
THE GREAT EMPRESS QIN: Canggung



Matahari telah muncul, menunjukan cahaya terang berwarna jingga itu. Memberi kesan hangat namun tetap indah dengan segala yang ada didalamnya, banyak warga desa yang masih bergelung dengan selimutnya namun ada juga yang sudah bersiap siap mencari nafkah untuk sang keluarga.


Suara derap langkah kuda memecah keheningan, terdengar cepat dengan tempo yang pas. Dua ekor kuda dengan masing masing pengendara diatasnya, jubah yang dipakai kedua orang itu berkibaran akibat hembusan angin ringan yang mulai muncul. Suhu dingin tak memecah semngat kedua makhluk itu demi tujuan utama, yah bisa kalian tebak kedua orang itu siapa


Pangeran Wang Ming Hao dan adiknya Wang Xiao Yue, perang dingin masih tetap mereka lakukan namun salah satu pihak sedikit melunak dengan alasan untuk dirinya sendiri bukan Yue, Yue hanya cuek tak peduli apa yang kakaknya lakukan toh dengan adanya Ming Hao dia terbantu dan dia berharap dia bisa cepat cepat naik level, pertandingan itu tinggal sebentar lagi dia tak bisa bersantai santai karena dia juga akan menikah dengan pangeran kerajaan sebelah yang tak di kenalnya. Yah bagaimana lagi dia ingin menolak juga dia sadar diri disini bukan kekuasaan miliknya dia pun hanya seonggok sampah disini, namun dia masih bisa berbangga diri meski dia hanya sampah namun dia bukan penjilat yang menginginkan apapun dengan merayu dan merengek. Dia mandiri dia ingin kuat maka dari itu dia berusaha, berusaha sekuat mungkin agar banyak orang mengakuinya dan tak memandang rendah dirinya.


Perjalanan dari istana menuju pegunungan mati tak memakan banyak waktu, hanya beberapa jam saja. Mereka berdua berhenti disebuah perkampungan yang dekat dengan pegunungan mati bermaksud untuk beristirahat sebentar sebelum memulai pertempuran disana yang menyambut mereka


"Kita beristirahat sebentar" Ucap Ming Hao turun dari kudanya kemudian menitipkan pada penitipan kuda yang ada disana tak lupa memberi beberapa perak untuk laki laki tua itu. Yue melakukan hal yang sama kemudian berjalan mengikuti sang kakak, jubahnya tetap terlampir diatas kepala tak berniat melepas nya. Mereka menuju pasar, berniat mencari informasi juga mencari makan meskipun dari kekaisaran mereka telah sarapan namun tenaga mereka sudah cukup berkurang untuk berkuda, mereka masuk disebuah kedai yang katanya masyarakat sekitar terkenal akan informasi yah semacam pusat gosip kalian tau


Mereka berdua duduk dan memesan beberapa makanan yang cukup menggiurkan, kedua belah pihak masih enggan berbicara karena suasana begitu canggung. Jujur Ming Hao mengakui ini pertama kalinya dia keluar bersana Xiao Yue selama ini dia begitu tak suka dan membenci dia dan pada akhirnya dia akan bersikap tak peduli padanya hanya mendengar gosip gosip tentang adiknya itu yang selalu saja berulah. Tak habis pikir dengan kelakuan adiknya yang katanya kejam, kasar dan tak berperikemanusiaan tapi saat bertemu dengannya beberapa waktu lalu pandangan adiknya berubah, meski dia jarang bertemu namun saat kekaisaran mengadakan pesta dia akan berjumpa dengannya. Xiao Yue selalu memakai cadar dengan sikapnya itu banyak desas desus tak menyenangkan berdatangan.


Dulu saat kerajaan menyelenggarakan pesta penyambutan untuk dirinya saat baru saja kembali ke medan perang dan membawa berita bahwa dia berhasil menang, malam itu dia melihat Xiao Yue yang datang bukan dia memperhatikan tapi tidak sengaja, camkan itu! Sorot mata Xiao Yue begitu tajam penuh dengan dendam dan kemarahan tak jarang para putri bangsawan membicarakan keburukannya langsung didepan mukanya kala itu Ming Hao bagahia melihat adiknya menderita alhasil Xiao Yue yang tak bisa mengendalikan emosinya menampar dan membentak putri bangsawan itu, dengan perbuatannya dia mendapat hukuman dari Huashang. Tapi dia merasakan perubahan besar yang sangat amat kentara, bukan dirinya saja namun seluruh orang yang berada dalam istana kekaisaran sejak dia menghilang di hutan kala itu


Xiao Yue yang sekarang amat berbeda, dia pendiam malah sangat jarang berbicara jarang berulah dan dia sudah memberanikan diri membuka cadar, sikapnya menjadi dingin dan yang membuat nya terkejut bahwa Xiao Yue bisa berkultivasi. Ming Hao merasa Xiao Yue yang sekarang misterius dan tak tersentuh sikap tenangnya itu bisa membuat Ming Hao sedikit was was, dia masih tak percaya Xiao Yue yang ada didepannya adalah Xiao Yue yang dulu dia lihat tapi dia menyingkirkan pemikiran itu dengan dasar dia tak dekat dengannya, dia sadar dia tidak mengetahui apa apa tentang Xiao Yue


"Kenapa kau menatapku?" Tanya Yue mengerutkan kedua alisnya tetap dengan ekspresi datar


Ming Hao yang tau dia kepergok buru buru mengalihkan pandangannya


"S-siapa yang menatapmu?!" Ucap Ming Hao malu sekaligus salah tingkah


Yue mengangkat salah satu alisnya kemudian kembali acuh, Yue menunggu pesanannya yang belum datang rasanya dia ingin mengamuk dan membentak pelayan kedai yang lambat itu perutnya sungguh sangat lapar salahkan dia tadi yang belum sarapan


Tak lama kemudian satu pelayan datang ke meja mereka dan membawa makanan yang mereka pesan


"Maaf sebelumnya, bisakah kita sedikit berbincang?" Tanya Ming Hao sambil menyodorkan satu kepingan emas, wanita sexy yang melihatnya pun mengangguk dengan ekspresi yang terkesan menggoda yang malah membuat Yue mual melihatnya.


"Kau tau tentang pegunungan mati? Apakah ada yang selamat?" Tanya Ming Hao


"Pegunungan mati ya.. hm pernah ada yang selamat dan dia terluka sangat parah" Jawab pelayan wanita itu sedangkan Yue masih tetap diam sambil memakan mie yang dipesannya tadi


"Menurutmu level berapa hewan spirit beast disana?" Tanya Ming Hao lagi tak lupa menyodorkan kepingan emasnya kembali


"Seperti yang aku dengar hewan hewan liar itu memiliki level yang sangat tinggi, paling tinggi ialah level 7" Ucap pelayan itu sambil tersenyum


"Baik terimakasih" Ucap Ming Hao, setelah mengucapkan terimakasih pelayan itu kemudian pergi dan melanjutkan pekerjaannya


"Kau akan tetap pergi?" Tanya Ming Hao datar, sebenarnya dia malas namun sebagai calon putra mahkota dia tak bisa duduk tenang dikerajaan setelah mengetahui ini, entah lah dia merasa akhir akhir ini hatinya melunak pada adik kandungnya ini sedikit melupakan kematian sang ibunda karena nya


"Hn" Ucap Yue singkat dan tegas, Ming Hao mendelik mendengar jawaban Xiao Yue yang kelewat singkat dan tidak sopan


Dia menghela nafas dan mengatur emosinya kemudian menyantap makanan menggiurkan yang ada di depannya, melupakan hal apa saja yang baru terjadi. Tak berapa lama mereka selesai dan bergegas keluar, karena jarak desa dan pegunungan mati tak terlalu jauh mereka memutuskan untuk jalan ralat bukan mereka hanya Ming Hao saja Yue hanya ikut saja karena dia malas berdebat dengan kakanya itu menurutnya itu sungguh tak penting dan membuang waktu


Matahari mulai naik keatas dan selama itu juga akhirnya mereka berdua sampai, disekitar pegunungan itu terdapat hutan dan hutan itu lah yang disebut pegunungan mati bukan gunungnya ingat. Saat berada diperbatasan mereka sudah bisa merasakan aura dari hutan itu, sangat misterius dan kelam sekaligus berbahaya. Mereka berdua masuk kedalam hutan dengan perasaan was was dan tubuh yang selalu bersiaga tak lupa Ming Hao memegang pedang yang ada di pinggingnya berjaga jaga bila ada serangang mendadak, meski dia sudah mencapai level atas namun dia tetap berjaga jaga


Tak lama memasuki hutan itu mereka sudah disambut oleh auman seekor harimau, bukan harimau biasa melainkan harimau perak yang memiliki level kira kira level 3. Hewan spirit beast memiliki 8 level, level terakhir sama dengan manusia level keabadian. Disini mereka bisa berubah wujud menjadi manusia dan mereka pintar menyembunyikam hawa keberadaan meskipun spirit beast level 7 bisa namun tak bisa terlalu menutupi


Hewan itu melompat dan siap siap menerjang kedua makhluk fana itu


Continued. . .


🍁Arvi


Ig: @arvi_24


Akhirnya aku back juga heheh, maaf banget ya guys aku bener2 stress , capek dan lahi down juga, otakku mampet banget dan sempet bingung karena juga harus up huhu sampe dapet notif dari mangatoon dan buru2 nulis. Maaf banget kalo jelek karena ini hasil paksaan otak😂. Rasanya tuh kayak bosan bangeeeetttttt tapi aku usahain up terus ya, jangan lupa dukung author ya readers. Arigatou, xiexie, kamsahambnidaaaaa😍😭