The Great Empress Qin

The Great Empress Qin
THE GREAT EMPRESS QIN: Perjamuan



Siang sudah berganti malam, istana sedang ramai karena sedang mempersiapkan jamuan yah bisa disebut pesta kecil untuk para pangeran dan putri dari negeri seberang.


"Gegee tunggu aku" Teriak cempreng suara seorang perempuan


"Hm?" Ming Hao berhenti kemudian menolehkan kepalanya sambil tersenyum


"Ah mei mei, ada apa?" Ucap Ming Hao sambil mengelus kepala wanita itu, kalian pasti sudah menebak siapa itu. Yap benar Putri Xing Xing, adik yang sangat disayangi Ming Hao


"Ah gege tidak ada aku hanya ingin bersama gege saja, suda lama aku tak mrnghabiskan waktu bersamamu" Ucap Xingxing dengan memasang wajah sedih


"Hahaha aku kira ada apa, baik lah mari kita habiskan waktu berdua namun jangan lupa kau bergaul lah dengan pangeran dan putri yang lainnya" Ucap Ming Hao sambil tersenyum pengertian


"Iya ge, adik mu akan melaksanakan perkataanmu nanti" Ucap Xing Xing bahagia


Merekapun berjalan beriringan tak lupa juga mereka menyapa pangeran dan putri yang lain


****


Bulan sudah menampakkan diri waktu perjamuan pun sudah dimulai, kenapa dilaksanakan pada malam hari? Karena ini hanya perjamuan kecil, hanya makan malam bersama kaisar dan juga memberi hadiah kepada kaisar. Itu sudah tradisi dalam perjamuan kompetisi yang dia adakan tiap beberapa tahun sekali


Suasana ramai dan sebagian besar para putra dan putri itu membicarakan Yue, dia tak peduli toh dia tak memiliki ikatan terhadap mereka namun dia sangat risih


"Permisi bisakah aku duduk disini?" Tanya seorang gadis berambut hitam dengan mata kelamnya


"Tentu saja, masih banyak ruang disini" Jawab Yue sambil sedikit tersenyum


"Xie Xie putri" Ucap gadis bermata kelam itu


"Panggil Yue saja, jangan terlalu formal" Timpal Yue, dia sedikit melirik ke arah gadis itu


"A-ah baiklah, Yue dan perkenalakan nama ku Zhang Wanmei panggil saja Mei" Jawab gadis bermarga Zhang itu gugup


"Keluarga Zhang ya, hm salah satu keluarga pemanah terbaik di dinasti ini" Puji Yue, dia memuji dengan sungguh sungguh dengar dengar dengan kemampuan pasukan militer mereka saja mampu merobohkan puluhan ribu tentara musuh dalam sekali tembak, kecepatan memanah mereka lebih cepat dari kalian duga apalagi bila ditambah dengan kekuatan spiritual itu sangat menakjubkan namun sayang mereka memiliki beberapa kelemahan yaitu tak bisa bertarung jarak dekat


"Yue terlalu memuji" Ucap Mei tersenyum simpul


"Apakah ini hewan spiritual milik mu?" Tanya Mei dengan mata berbinar lucu sekaligus kagum dengan Xinyue


"Ya masih berumur beberapa bulan" Jawab Yue tetap dengan poker face nya


"B-bolehkah aku menyentuhnya?" Tanya Mei memohon


"Iya" kemudian Yue sedikit menggeser Xinyue ke pangkuan Mei, sekejap saja serigala itu sudah nyaman dipangkuan Mei aish dasar tidak setia saat Yue memperhatikan mereka suasan hening tiba tiba datang karena kowtow seorang prajurit


"RAJA TELAH MEMASUKI RUANGAN"


Seketika mereka semua bersujud memberikan hormat termasuk Yue, seperti ini juga Yue sangat menghargai Raja alias ayah nya meski dia tak terlalu suka, raja mana yang membiarkan rakyatnya kelaparan? Sungguh matanya sangat tajam. Setelah raja alias ayah Yue memberi tanda mereka semua kembali duduk


"Selamat malam para pangeran dan putri, Zen senang anda semua bisa hadir diacara perjamuan sederhana ini" Ucap raja wang yang sedang memberikan sedikit sambutan keramah tamahannya


Yue hanya duduk bosan sambil sedikit menjahili Xinyue. Akhirnya setelah beberapa dupa habis mereka semua memasuki acara inti, memberi hadiah dan juga memakan hidangan yang sudah disajikan, jujur hadiah yang mereka berikan kepada raja sangat menggiurkan harga yang fantastis juga termasuk, ada yang memberikan sebuah gingseng seribu tahun ada juga yang memberikan sebuah senjata yang tak kalah bagusnya dengan obat herbal itu. Sesi acara memberi hadiah sudah selesai tiba tiba salah seorang putri menawarkan sebuah pertunjukan menari dihadapan semuanya


"Ampun yang mulia, bolehkah hamba memberi sedikit pertunjukan menari yang hamba miliki, meski hamba tidak terlalu bagus namun hamba ingin mencoba menyenangkan hati semua orang" Ucap Putri yang Yue tau berasal dari keluarga Xue, Xue Cenqing


Setelah menunggu beberapa saat musik zither perlahan mengalun lembut diudara, mengisi seluruh ruangan. Putri itu menari dengan indahnya seperti bunga yang tertiup angin gerakan eloknya memikat semua mata yang ada diruangan itu. Tarian tak bertahan lama dan akhirnya selesai dengan tepuk tangan meriah


"Sangat indah, zen senang" Puji Raja Wang


"Terimakasih Yang Mualia"


Semua setuju dengan perkataan Raja Wang tak terkecuali Yue, memang sangat indah dan elok untuk dipandang


Ada seorang putri yang terlihat cemburu dengan penampilan putri Xue tadi, yap benar itu ada Wang Xing Xing tatapan iri dan kebencian terpancar dari matanya kemudian seringaian terlihat di sudut bibirnya


"Ampun yang mulia hamba juga ingin mempersembahkan sebuah tarian, meski tarian hamba tidak sebagus Putri Xue" Ucap Xing Xing sambil menunduk


"Ah putri ku, silahkan aku ijinkan" Ucap Raja Wang senang


Yue merasakan perasaan yang tidak enak kali ini, sepertinya mei mei liciknya ini sedang merencanakan sesuatu, Xing Xing yang mendapatkan ijin pun diam diam menyeriangai lebar dan melirik sekilas kepada Yue. Bagaimana dia melewatkan kesempatan ini sekali dayung dua sampai tiga pulau terlampaui


"Hamba juga ingin meminta sesuatu yang mulia" Ucap Xing Xing


"Oh apa itu?" Timpal Raja Wang


"Hamba ingin menari bersama jiejie, hamba dengar jiejie pandai menari" Ucap Xing Xing, yang lain pun tertawa


Fyi Xiao Yue benar benar payah dalam hal menari dulu. Pernah suatu ketika disebuah perjamuan dia mempermalukan dirinya sendiri karena rasa iri terhadap putri bangsawan cheng


Yue hanya menghela nafas, jujur ia pun juga tak rerlalu bisa menari dengan baik namun mei mei kesayangannya ini sangat ingin sekali dia mati ditangannya, mempermalukan secara tidak langsung


"Baiklah zen ijinkan" Ucap Raja Wang kemudian menatap Yue dengan seolah mengatakan "Lakukan dengan baik dan jangan sampai mempermalukan keluarga ini" Yue hanya menghela nafas lelah, sungguh lelah dengan drama kerajaan ini


Dia berdiri kemudian membungkun memberi hormat, berjalan kebelakang bersama Xing Xing kemudian segera bersiap siap


"Bagaimana jie? Kau suka?" Tanya Xing Xing sambil menyeringai senang


"Oh mei mei tersayang, hadiah mu sangat mengejutkan. Mari kita bermain sebuah permainan" Timpal Yue tetap dengan pandangan lurus kedepan dan dingin


"Permainan apa yang jiejie maksud?" Ucap Xing Xing yang sedikit tersulut


"Bunga lily oranye yang diserang oleh bunga lily putih-" Ucap Yue terhenti sejenak kemudian medekatkan wajahnya ke telinga Xing Xing


"Kau lily putih nya dan aku liliy oranye" bisik Yue pelan kemudian berjalan keruang yang ada dibelakang, Xing Xing yang mendengar itu kemudian tersulut


"Awas kau!" Ucapnya dengan penekanan yang amat terdalam


Tak lama semua sudah siap, suara zither mengalun disemua ruangan. Xing Xing yang memulai terlebih dahulu, aura yang dikeluarkan terkesan ceria dan terlihat bahwa dia sangat manis mendukung dengan pakaian yang ia kenakan yang terkesan sangat berwarna berkebalikan dengan Xing Xing saat Yue muncul semua orang tercengang, dia terlihat sangat elegan dan terkesan dingin dan semua menyadari perbedaan Yue yang sekarang dan dulu, jika Xiao Yue yang dulu dia terkesan bar bar lebih suka mengenakan pakaian yang mencolok dan riasan yang mencolok meski dia menutupi wajahnya namun itu snagat terlihat, Xiao Yue yang sekarang lebih terlihat berbeda dingin, tak tersentuh gerakan dan ekpresi tubuhnya juga menunjukkan itu. Tak sampai satu dupa habis tarian mereka berdua telah selesai


Secara spontan mereka semua bertepuk tangan meriah, menyambut tarian mereka berdua yang sangat menakjubkan


"Zen sangat senang, kalian berdua anak putri zen yang sangat membanggakan" Ucap Raja wang dengan ekpresi yang sangat senang sekaligus lega, Yue hanya menunduk memberi hormat tanpa berkata apapun kemudian langsung kembali ketempat duduknya. Xing Xing yang tau itu mengepalkan tangannya, rencana yang ia susun untuk mempermalukam Xiao Yue gagal total dan itu membuatnya meradang


🍁Arvi