
Pertarungan tak terelakkan oleh mereka, harimau itu terlihat sangat buas dan lapar namun tak menjadi halangan oleh Ming Hao maupun Yue. Harimau itu berusaha mencakar dan menerkam mereka berdua namun segera saja Ming Hao menarik pedang dari sarungnya tak ingin menggunakan energi Qi dia rasa pedang miliknya sudah cukup untuk mengahadapi monster level rendah ini
Srash!
Kepala harimau itu langsung terlepas dari badannya, darah merembes kemana mana dan sedikit mengenai tubuh Ming Hao, Yue terkejut dengan kekuatan pedang yang dimiliki kakaknya itu. Yah tidak perlu diragukan lagi sebenarnya, calon kaisar harus memiliki kemampuan yang sangat luar biasa karena dengan kekuatan itulah dia bisa menjaga negaranya namun kalau itu berada dalam jalan yang benar, hati manusia tak ada yang bisa menebak kan? Yue menghela nafas pelan dia tak akan menanyakan keadaan Ming Hao karena menurutnya itu tak cukup penting untuk dirinya. Cukup melihat saja Yue sudah tau
Mereka berdua melanjutkan perjalanan dengan suasana tetap hening tanpa pembicaraan, Yue memandang sekitar cukup kagum sebenarnya dengan hutan ini disekitar jalan yang ia lewati terdapat tumbuhan jamur yang bersinar layaknya lentera dengan keadaan hutan ini yang cukup gelap ia merasa terbantu dengan kehadiran jamur jamur tersebut. Mereka berdua menuju tengah hutan karena menurut guru besar Ji daun emas pelebur berada disana dan dijaga oleh seekor serigala emas
Saat akan sampai pada pusat hutan Yue merasa ada sesuatu yang akan mendekat, namun saat dia menoleh kearah kakanya kakanya itu hanya bersikap tenang tenang saja, apakah dia tak merasakannya? Atau dia membiarkannya. Hah Yue tak bisa tinggal diam, misalkan makhluk itu tak berbahaya dia bisa saja melawannya namun bila makhluk itu memiliki level di atas mereka kemungkinan kecil mereka akan menang sisanya? Yah kalian bisa menebak, segera yue memegang tangan Ming Hao dan menariknya keatas pohon, Ming Hao pun hendak protes namun cepat cepat Yue menyuruhnya diam
"Sstt" Ucap Yue sambil meletakkan jari telunjuknya didepan mulut tak lupa mata nya tetap mengawasi keadaan di bawah, tiba tiba saja tanah sedikit berguncang mereka berdua cepat cepat berpengang pada batang atau pun dahan yang ada dipohon agar cukup menjaga keseimbangan mereka supaya tidak jatuh
Mereka berdua melihat asap yang tiba tiba muncul disertai dengan jejak jejak kaki makhluk berkaki empat, Ming Hao sedikit terkejut karena dia tak bisa melihat apa apa namun tidak dengan Yue yang bisa melihat makhluk itu dengan jelas entah kemampuan berasal dari mana namun mata itu bisa melihatnya, melihat makhluk berkaki empat dan memiliki tanduk namun mereka memiliki warna biru yang kontras dengan hutan ini yah bila disebut didunianya dulu bentuk seperti iti disebut banteng tidak dengan warnanya, mereka bergerombol dan sedang berlari menuju tengah hutan
"Apa yang sebenarnya terjadi?" Ucap Ming Hao lirih yang tentu saja didengar oleh Yue
"Itu gerombolan banteng" Ucap Yue singkat kemudian segera turun dari pohon
"Banteng? Kau bisa melihatnya kenapa aku tidak?!" Tanya Ming Hao sedikit emosi dan iri
"Entah, hanya bisa melihatnya saja" Ucap Yue sambil mengendikkan bahu
Ming Hao hanya mendengus kesal dan segera berjalan, sudah kujelaskan bahwa mereka disini hanya mencari daun emas pelebur? Ah kurasa tidak. Daun Emas Pelebur tumbuhan langka yang memang hanya bisa ditemukan disini saja dan untuk gingseng 100 tahun mereka bisa membelinya di toko yang menjual obat herbal, didaerah sini ada banyak sekali yang menjual gingseng tersebut menurut mereka gingseng 100 tahun tak terlalu berharga karena banyak sekali yang bisa mereka dapatkan, namun untuk gingseng seribu tahun atau puluhan ribu tahun itu sangat sulit untuk didapat
Kembali kepada mereka berdua, Yue dan Ming Hao berjalan dengan tenang namun tetap siaga dan sampailah mereka ditengah hutan tersebut, atmosfir ditengah hutan sangat terasa berbeda, sangat berat dan mencekam. Sejauh ini mereka berhasil selamat dan entah kenapa hewan hewan berlevel tinggi tak menyeran mereka saat perjalanan menuju tengah hutan, Yue menebak hewan hewan itu berada di pedalamn hutan sana yah dia bersyukur saja karena hambatan nya tak terlalu berat. Ming Hao mendahului Yue dan melihat keadaan sekitar, dia menolehkan kepalanya guna mencari daun emas itu, Guru besar Ji mengatakan bahwa daun itu berbentuk seperti tumbuhan semanggi namun ukurannya sebesar telapak tangan dengan warna putih
Ming Hao berjalan lebih jauh lagi dan semudah itu dia merasa menemukan daun tersebut, daun tersebut berada tepat disebelah kirinya. Saat dia akan menuju kesana Yue meneriakinya
"Tunggu!" Ucap Yue pada Ming Hao tetap dengan ekspresi datar nya
"Ada apa?" Tanya Ming Hao sambil mengerutkam kedua alisnya
"Tetap disana!" Peringat Yue dengan tatapan yang lebih tajam, sejenak Yue maju menuju tempat Ming Hao. Yue membuat formasi spiritual dan mengarahkanya kedepan tiba tiba saja serigala emas yang tadi tidak terlihat kemudian menampakkan wujudnya dengan geraman yang sangat dalam
"Bagaimana bisa?" Tanya Ming Hao terkejut
"Aku rasa ini kemampuan spesialnya, kau ingat banteng tadi? Namun dia lebih kuat dan bisa menyembunyikan keberadaanya" Ucap Yue panjang lebar menjelaskan
Ming Hao tak percaya pada adiknya ini, sejak kapan kemampuan adiknya sangat hebat seperti ini? Apakah benar yang didepannya kini Xiao Yue si sampah itu? Atau selama ini dia sengaja menyembunyikan kemampuannya? Hahh ini membuat Ming Hao bingung
Serigala itu menggeram marah kemudian mengibaskan ekornya ke arah mereka berdua
"Argh sial!" Batin Yue sedikit terkejut untung saja refleknya sangat cepat, yah kibasan ekor tadi bisa saja melukai mereka berdua karena mengandung eneri Qi yang snagat kuat, Yue memikirkan rencana yang akan ia gunakan pada serigala itu. Karena marah serigala itu menyerang dengan membabi buat tak lupa cakar tajam miliknya yang siap menerkam atau memutus kepala dari badan, Ming Hao menangkis dengan pedang miliknya dan
Trang!
Pedang tersebut retak, Yue sudah bisa menebak level serigala itu berada di level 6 atau 7 mungkin? Ming Hao marah karena pedang miliknya telah dirusak, dia menggunakan energi Qi miliknya untuk menyerang serigala itu namun naas energinya berbalik ke arah Ming Hao, hewan ini snagat sulit untuk ditangani kembali Ming Hao mengerahkan tenaganya dan hanya berhasil melukainya sedikit, sedikit informasi Ming Hao memiliki element api salah satu element terkuat karena bila level mencapai level tertinggi api itu akan menjadi api hitam neraka yang bisa dikendalikan oleh sang pemilik namun Ming Hao masih belum mencapai level tersebut. Yue sedikit terkejut dengan regenerasi serigala itu dan kalian tau dari tadi Yue hanya menonton saja tapi jangan salah dia juga menganalisa kemampuan serigala tersebut
"Kurasa itu akan berguna" Ucap Yue yang sedari tadi memikirkan cara melumpuhkan serigala itu, dia menganalisa kemampuan atau element yang dikeluarkasn serigala itu saat tadi bertubi tubi menyerang Ming Hao
"Alihkan perhatiannya!" Ucap Yue pada Ming Hao, Ming Hao yang sebenarnya kesal diperintaj adiknya hanya pasrah saja, mungkin Yue memiliki rencana yang bagus
Yue berkonsentrasi, dia ingat dulu saat membaca di perpustakaan ada teknik penyegelan es namun level ini bukan pada levek 1 namun 2 tapi bila tak dicoba tidak akan ada yang tau kan? yah elemen miliknya es, elemen langka dan tak banyak yang memilikinya. Dia mulai memfokuskan tenaga Qi miliknya ditelapak tangannya
Perlahan cahaya berwarna putih kebiruan menguar dari telapak tagan miliknya
"Naga Es: Segel!" Ucap Yue mengarahkan ke badan serigala tersebut, muncul naga es berukuran cukup besar kemudian melilitkan badannya kebadan serigala tersebut. Serigala tersebut memberontak dan melawan nya dengan energi Qi miliknya namun sesuai tebakan Yue angin akan mempercepat proses penyegelan. Beberapa detik tubuh serigala itu membeku dengan sempurna. Yue terjatuh namun tetap dengan kesadarnnya
"Huft ternyata membutuhkan tenaga yang besar" Ucap Yue lirih sambil mengatur nafas
"Kau tak apa?" Tanya Ming Hao, jujur ada secercah rasa khawatir terhadap adiknya itu
"Ya" Ucap Yue pelan, setelah dia rasa tenaganya sedikit kembali dia berusaha berdiri dan cepat berjalan ke arah daun emas pelebur itu berada. Saat setelah selesai mencabut daun itu hal tak terduga terjadi, Yue menemukan bayi serigala emas yang dia rasa masih berumur 10 tahun, cukup kecil. Yue membelai bulu serigala tersebut dan mengangkatnya, bayi itu masih belum berbahaya dan Yue berencana menjadikannya hewan kontrak, cukup lucu dan menggemaskan menurutnya
"Apa yang kau temukan?" Tanya Ming Hao
Yue menunjukkan bayi serigala itu kepada Ming Hao
"Letakkan kembali! Dia sangat berbahaya aku tak mengijinkan mu membawanya!" Ucap Ming Hao yang menebak bahwa adiknya ini berencana membawanya kembali ke istana
"Aku tak butuh ijin mu" Ucap Yue dingin kemudian beranjak dan mulai berjalan
"Kau!!" Teriak Ming Hao emosi dan segera menyusul Yue
Continued. . .
🍁Arvi