The Empyrean's Reign

The Empyrean's Reign
Ch.11- Guild Petualang



"Niel! Aku kembali- Hm? Kenapa wajahmu pucat begitu?"


"... Aku baru saja bertemu dengan orang aneh."


Enzo hanya dapat terdiam saat mendengar perkataan Niel. Pria dengan netra hijau itu memutuskan untuk tak membahasnya lebih lanjut dan mencoba untuk mengalihkan fokus Niel yang memang dia tahu sebagai pribadi yang tidak terlalu baik dengan orang baru.


"Erm, lihat Niel! Aku sudah mendapatkan tongkatku. Namanya Dawn, dia keren bukan? Ternyata Old Lavi telah membuat pegangan tongkatnya jadi dia tinggal membuat permata dari bahan yang kukumpulkan kemarin." Enzo membanggakan tongkat yang ada di pegangannya kepada Niel dengan senyum lebar.


Tongkat yang dipamerkan Enzo memang Niel akui terlihat sangat indah dan memiliki kesan magis yang kuat. Tongkat itu berwarna putih dengan dihiasi oleh corak-corak berwarna emas yang sangat mendefinisikan Enzo sebagai seseorang dengan afinitas Cahaya. Permata dari tongkat tersebut dibuat layaknya seperti matahari karena dilingkari oleh hiasan perak runcing seperti sinar surya.


Walau begitu, tentu saja Niel tidak akan memuji Enzo.


"Memegang tongkat itu semakin membuatmu mirip dengan B*rbie-"


"Ayo kita pergi ke Guild Petualang sekarang! Jenderal mengatakan bahwa kartu identitas itu hal yang sangat wajib dimiliki di Zendia."


Enzo langsung memotong perkataan Niel dan menarik tangannya agar Niel tidak mengoceh lebih jauh.


"Berhenti menarik tanganku..."


***


"Hm... Padahal aku sudah mengikuti jalan sesuai dengan peta ini. Kenapa bangunan ini tidak terlihat-lihat, ya?"


"Mungkin peta yang diberikan palsu."


Enzo menggelengkan kepalanya terhadap opini yang diutarakan Niel barusan, "Tidak mungkin Jenderal Aldios memberikan kita peta palsu. Bagaimana jika kita bertanya kepada orang itu saja?"


Enzo menunjuki seorang pria besar berkumis panjang yang memakai kemeja putih dengan celemek berwarna hijau pucat. Pria beraut wajah bosan itu tengah duduk di belakang suatu stan yang penuh dengan apel berwarna merah ranum.


Niel dan Enzo kemudian berjalan ke arah pria itu. "Halo, paman... Bisakah anda beritahu kami Guild Petualang berada dimana?" Enzo bertanya dengan senyuman ramah.


Senyum lebar sang pria yang awalnya mengira kedua pemuda itu akan membeli barang jualannya tanpa waktu panjang luntur seketika, "Tanya lah kepada orang lain! Saya disini menjual apel, bukan jasa penunjuk jalan!"


Emosi Niel semakin membara ketika pria itu melakukan gerakan mengibas-ngibas tangannya dengan kasar seolah-olah Niel dan Enzo adalah sepasang gelandangan.


"Apa harus aku bakar pria ini untuk mendapat informasi?" Niel berbisik kepada Enzo sebal setelah menerima prilaku yang tidak mengenakkan dari pria besar tadi.


Enzo sontak menggeleng cepat terhadap saran Niel yang mengerikan. Enzo menghela nafas panjang untuk melampiaskan amarah dan akhirnya mencoba untuk menawari sang pria penjual apel,


"Maaf.. Tapi kami benar-benar harus pergi ke Guild Petualang saat ini. Bagaimana dengan ini, saya akan membayar 25 Amon jika anda bersedia memberitahukan jalannya."


Enzo sebenarnya memang bisa saja bertanya kepada orang lain. Namun, hanya pria itulah yang satu-satunya sedang tidak sibuk di kawasan tempat mereka berada. Enzo juga tidak ingin membuang waktu lebih lama.


Mata pria yang lebih tua itu bersinar ketika melihat Enzo dengan mudah mengeluarkan uang dari kantungnya. Ia akhirnya bersedia memberitahukan Enzo Dan Niel bahwa jika ingin pergi ke Guild Petualang, mereka harus berjalan lurus sedikit dari tempat mereka sekarang, lalu setelah itu masuk ke gang satu-satunya di kawasan itu. Setelah masuk ke gang tersebut, mereka akan dihadapkan dengan sebuah bangunan raksasa yang terbuat dari kayu.


Enzo tak lupa mengucapkan terima kasih kepada yang lebih tua dan memberikan 25 Amon sesuai dengan janjinya. Ia dan Niel kemudian berjalan mengikuti arah yang diberitahu oleh pria besar tadi.


"Aku harap jualan si tua itu tidak laku-laku. Memangnya kita ini binatang sampai diusir seperti itu?"


Enzo tersenyum masam mendengar curahan hati Niel dan hanya lanjut berjalan tanpa mengatakan apa-apa.


Perasaan buruk kedua pemuda ini akhirnya berubah menjadi rasa kagum dan bersemangat ketika mereka telah dihadapkan dengan bangunan Guild Petualang yang sangat menakjubkan.


Bangunan itu memiliki tingkatan yang sangat banyak sampai leher mereka terasa sakit karena ingin melihat tingkatan paling tinggi dari bangunan tersebut. Bangunan ini terbuat dari kayu berwarna gelap dengan atap yang sepertinya diselimuti oleh lumut hijau tua. Terdapat dua patung burung elang yang berdiri tegak di masing-masing sudut atap bangunan itu sehingga menambah kesan kepetualangan.


"Enzo.. Lehermu akan patah jika kau menatap bangunan ini terus. " Niel memperingatkan Enzo. Enzo yang mendengar perkataan Niel segera sadar dan menurunkan lehernya.


Krak!


"Agh! Sial!"


***


Niel membuka pintu masuk bangunan Guild Petualang dengan sedikit kesulitan sampai terdengar suara deritan pintu. Saat akhirnya terbuka, mereka berdua segera terpana ketika melihat arsitektur dari bangunan yang mereka pijaki sekarang.


"Woah... Tinggi sekali!" Celetuk Enzo terperangah sambil mengurut lehernya yang masih nyeri. Niel juga terkagum-kagum walaupun tidak seheboh Enzo. Mata yang biasanya terlihat bosan sekarang tampak bersinar penasaran.


Mereka berdua lalu berjalan ke arah meja resepsionis setelah selesai mengagumi sang bangunan dan melihat seorang wanita berambut pirang yang tampak seperti berusia 20 tahun ke atas.


"Selamat siang, Tuan sekalian. Nama saya Zelda. Selamat datang di Guild Petualang cabang Kota Malchus. Silahkan sebutkan keperluan anda kepada saya." Ujar Wanita bernama Zelda itu dengan senyum profesional.


"Ah, iya. Kami ingin mendaftar menjadi petualang sekaligus membuat kartu identitas." Enzo menganggukkan kepalanya.


"Biaya masing-masing registrasinya adalah 50 Amon."


"Ini..." Enzo menyerahkan 100 Amon kepada wanita itu. Zelda kemudian meminta mereka untuk menunggu sebentar dan berjalan masuk ke suatu ruangan yang tampaknya hanya boleh dimasuki oleh pegawai.


Setelah menunggu sekitar dua menit, Zelda kembali dan terlihat memegang dua lembar kertas. Ia lalu berjalan dan menyerahkan dua lembar kertas tersebut kepada Enzo dan Niel.


"Anda dapat mengisi nama, ras, dan asal kota anda di kertas ini." Zelda menginstruksikan Enzo dan Niel sambil menyerahkan dua pena kaca yang telah di celup ke dalam tinta hitam. Kedua pemuda itu lalu menerima sang kertas dan pena sebelum memulai menulis.


"Saya sudah selesai." Niel memberikan kertasnya kepada Zelda setelah selesai menuliskan nama Malchus sebagai kota asalnya.


"Saya juga!" Enzo turut menyerahkan kertasnya kepada Zelda dengan semangat.


Zelda menerima kedua kertas tersebut dengan kedua tangannya sambil membungkuk sedikit. Ia kemudian berjalan ke sebuah kotak dengan lubang tipis yang hanya bisa dimasuki oleh kertas. Zelda lalu memasukkan kedua kertas yang diterimanya ke dalam lubang itu. Kotak tersebut mendadak bersinar terang dan dua kartu yang telah dilindungi dengan material semacam plastik muncul keluar dari lubang itu.


Zelda mengambil kedua kartu yang telah disampul dan menyerahkannya kepada Enzo dan Niel. "Karena anda sekarang adalah petualang, kartu identitas yang diberikan adalah kartu identitas yang dikhususkan bagi para petualang. Jika anda ingin mendaftar ke suatu perkumpulan, anda dapat menggunakan kartu ini untuk mendaftar."


"Warna kartu petualang anda akan berubah jika anda mengalami kenaikan ranking."


Ranking terbagi menjadi tujuh tingkat, Rank F, Rank E, Rank D, Rank C, Rank B, Rank A, dan yang paling kuat adalah Rank S. Semakin tinggi ranking seorang petualang, misi yang diberikan akan semakin sulit.


Misi kebanyakan berasal dari seseorang yang memiliki sebuah situasi yang tidak mampu ia selesaikan sehingga dia membuat misi lalu menyerahkannya kepada Guild. Tentu saja misi tersebut harus dinilai dulu apakah pantas memasuki papan misi atau tidak.


Penerima misi lalu akan menganggap orang yang memberi misi sebagai "Klien" dan melaksanakan misi tersebut sebaik-baiknya. Tentu saja jika berhasil melaksanakan misi tersebut, penerima misi akan menerima upah yang dijanjikan oleh "Klien" ini.


Misi terbagi menjadi dua, yaitu Misi Pasif dan Misi Aktif. Misi pasif tidak memiliki penalti jika gagal dilaksanakan sehingga saat seseorang gagal melaksanakan misi, maka misi itu akan dilempar ke petualang lain tanpa adanya hukuman. Misi pasif cenderung kebanyakan terdiri dari Misi Rank C sampai dengan Rank F.


Sebaliknya dengan Misi Aktif. Misi Aktif memiliki penalti jika gagal dilaksanakan. Misi Aktif hanya diberikan oleh Petinggi Guild dan orang-orang yang berpengaruh. Misi yang memiliki tingkat berbahaya juga ditempatkan di sebuah papan khusus. Semakin tinggi rank Misi tersebut, semakin berat penalti yang akan diterima dari guild jika gagal melaksanakan misi tersebut. Misi Aktif cenderung terdiri dari Misi Rank B sampai dengan Rank S


Untuk menaikkan ranking, Guild akan memberi sebuah misi khusus untuk diselesaikan. Jika sang petualang berhasil, maka ia akan mengalami kenaikan ranking.


Enzo dan Niel mengangguk paham kemudian mengucapkan terima kasih kepada Zelda. Zelda tersenyum dan berkata, "Berhubung sekarang anda telah menjadi petualang, mengapa tidak mencoba mengambil misi pertama?"


Enzo menggeleng pelan terhadap tawaran yang diberikan Zelda, "Kami belum bisa menjalankan misi karena nanti sudah harus pergi keluar dari kota. Kami akan mencoba misi pertama saat memiliki waktu luang. Terima kasih, Nona Zelda."


"Baiklah, Tuan. Terima kasih telah mendaftar di Guild Petualang. Semoga hari anda menyenangkan."