The Assassint Goddess

The Assassint Goddess
EPS 42 - Pertarungan Lin Xin-Ze' Dengan Binatang Buas



Tidak lama setelah kepergian nya Xiao Jiu, Zhou Ru Yan kembali sadar, di kepalanya, Zhou Ru Yan masih bisa mendengar suara pengemis kecil bergema di dalam.


Zhou Ru Yan merasa sangat bingung ketika dia melihat tubuhnya yang telah pulih ke keadaan sediakala.


Dirinya sangat terkejut ketika dia merasa bahwa rasa dingin sedingin es di dalam dirinya telah ditekan, dan dia menyapu matanya untuk melihat sekeliling tetapi dia tidak menemukan tanda-tanda keberadaan pengemis kecil itu…..


Adapun Xiao Jiu, sedang mengkhawatirkan bahwa si bodoh besar, Lin Xin-Ze' masih berada di tempat yang sama menunggunya dan dia bergegas sepanjang malam untuk berjalan menuju tempat sebelumnya saat dirinya meninggalkan nya, karena lagi pula dia telah berjanji untuk segera kembali.


Ketika cahaya mulai muncul di cakrawala, Xiao Jiu akhirnya mencapai bagian bawah pohon yang sebelumnya dia tinggalkan dan setelah memperhatikan di sekitarnya Xiao Jiu tidak melihat tanda-tanda keberadaan Lin Xin-Ze' di sekitar tempat itu, Xiao Jiu menghela nafas lega.


“Sepertinya dia pergi sejak lama, Itu lebih baik dan bagus untuk posisi ku, setidaknya itu akan menyelamatkanku dari kekhawatiran bahwa dia masih akan menungguku di sini seperti orang bodoh.” Gumamnya Xiao Jiu di dalam benaknya.


Namun tetapi, tepat ketika kata-katanya baru saja selesai, secara tiba-tiba Xiao Jiu telah mendengar suara yang dikenalnya berteriak dari kejauhan, dan disertai raungan marah dari binatang buas…..


Disaat Xiao Jiu mendengar suara-suara itu, wajahnya langsung berubah seketika dan dalam sekejap, tubuhnya sudah bergerak ke arah dimana suara itu berasal.


Namun, ketika dia sampai di tempat tersebut dan melihat pemandangan di depan matanya, dia tertegun sejenak di tempat.


Dia hanya melihat pria itu, telah berlumuran darah, bertarung dengan tangan kosong dengan dua harimau ganas, pakaian di tubuhnya telah terkoyak oleh cakar tajam harimau, luka yang dalam di tubuhnya terlihat mengerikan dan tidak sedap untuk di pandang…..


Dan di sekitar mereka, ada bangkai serigala abu-abu yang jumlahnya lebih dari sepuluh.


Dan Xiao Jiu semakin terkejut dengan fakta bahwa Lin Xin-Ze' telah membunuh lebih dari sepuluh serigala abu-abu dengan kekuatannya sendiri dan masih bergulat dengan 2 harimau ganas hingga saat ini.


Secara tidak terduga, tiba-tiba Xiao Jiu telah melihat Lin Xin-Ze' memutar tinjunya dengan dilapisi oleh kekuatan mistik yang telah di kombinasikan di sekitar tinjunya.


Dengan dentuman keras, Lin Xin-Ze' menghantam salah 1 harimau yang beratnya setidaknya beberapa ratus kati dan membuatnya terbang di udara.


‘Melolong!’


Harimau ganas itu melolong dengan menyedihkan dan jatuh dengan keras ke tanah, berputar beberapa putaran dari kekuatannya. Dia bahkan telah mendengar suara retakan dari patahnya tulang dari harimau tersebut, begitu pun saat menghadapi harimau yang keduanya dia melakukan hal yang sama seperti sebelumnya, dan kembali mendengar retakan renyah dar suara tulang remuk, dan harimau tersebut terbang ke udara cukup tinggi hingga saat hampir kembali jatuh ke tanah Lin Xin-Ze' menendang dengan kekuatan penuh, tentunya tendangan tersebut, telah dilapisi oleh kuatan Qi yang di kombinasikan dengan kekuatan mistik.


Setelah menyelesaikan pertarungan tersebut Lin Xin-Ze' telah menyadari keberadaan Xiao Jiu, dengan cepat dia memanggil nya: “Anak kecil!... Kau sudah berada di sini?”


Lin Xin-Ze'berbalik dan berseru dengan terkejut, mengangkat tangan untuk menghapus darah yang ada di wajahnya dan menyekanya dengan tergesa-gesa ke pakaiannya sebelum berlari untuk menghampiri Xiao Jiu untuk mengatakan: “Anak kecil, aku mengira sesuatu terjadi padamu.….. Karena kamu tidak berhati-hati!”


Sebelum Xiao Jiu bisa menjelaskan apa yang ingin dia katakan, Lin Xin-Ze' telah berteriak dan seketika langsung melompat ke arahnya pada saat yang sama, mengulurkan kedua tangannya untuk mendorong Xiao Jiu menyingkir.


Kecepatan yang telah terjadi membuat Xiao Jiu yang merasakan deteksi bahaya mendekat dari belakang nya Xiao Jiu dengan cepat berbalik, tetapi tidak dapat waktu untuk menghindari, seketika Lin Xin-Ze' telah mendorongnya dengan tepat waktu.


“Mengaum!”


Raungan marah dari salah satu harimau ganas, diikuti oleh napas terengah-engah, pada saat yang sama teriakan dari Lin Xin-Ze' terdengar sebelum dia berkata: “Anak kecil, segera secepat nya kamu lari….”


Perubahan kejadian yang secara tiba-tiba dan tidak terduga telah mengejutkan Xiao Jiu, saat dia menatap Lin Xin-Ze' yang berdarah yang setengah bahunya berada di dalam rahang harimau ganas itu.


Seketika itu juga matanya Xiao Jiu memerah dan dia segera menarik belati dan bergegas ke depan.


“Dasar Kamu binatang terkutuk!”


Dalam sekejap Xiao Jiu telah menghilang dari tempat nya, hanya meninggalkan ilusi shadow yang merupakan kabut hitam dan seketika dia telah muncul diatas kepala harimau yang sedang menerkam Lin Xin-Ze' seolah-olah Xiao Jiu telah melompat, dengan gerakan yang tangkas, Lihai dan cepat Xiao Jiu telah meraih segenggam bulu, dan dengan cepat belati yang berada di tangannya dengan kejam menusuk leher harimau tersebut.


‘Melolong!’......


Harimau itu melolong kesakitan, tetapi Lin Xin-Ze' yang dijepit di rahangnya ikut terseret bersamanya, harimau itu menolak untuk melepaskan mangsanya, sampai belati ganas Xiao Jiu menusuk dalam-dalam sekali lagi ke lehernya di mana ia telah jatuh tersungkur ke tanah dengan suara benturan cukup kuat, sambil terengah-engah hingga berkedut pada napas terakhirnya.


“Lin Xin-Ze'...... Lin Xin-Ze' Apakah kamu baik-baik saja?” Dia sedikit panik saat dia membuka rahang harimau itu dan menyeretnya keluar, menatap bahunya yang darahnya mengalir deras, dan lengan kanannya tergantung lemas. Hatinya, tiba-tiba bergetar sesaat.


[Cedera seperti ini….. Tangannya…..]


“Sedikit….. Nak….. Apa kamu….. terluka…..?” Dia bertanya dengan prihatin, suaranya terdengar cukup lemah.


Mendengar apa yang dia katakan, hati Xiao Jiu tercabik-cabik, dan pikirannya diliputi kesedihan.


Matanya memerah, dia mengeluarkan obat dan menaburkannya di atas luka untuk menghentikan pendarahan saat dia memarahi: “Apakah kamu sudah bosan hidup? Siapa yang memintamu untuk menyelamatkanku? Aku bisa mengelak! Kenapa kamu datang mendorongku agar terhindar? ?”


[ Seumur hidupku baik dikehidupan ku sebagai Minamoto maupun dikehidupan sekarang sebagai Xiao Qing Yu, tidak ada yang pernah bergegas untuk berdiri di depannya tanpa pamrih dalam menghadapi bahaya seperti ini sebelumnya. Tapi dia Lin Xin-Ze', si tolol besar yang konyol ini telah melakukan hal itu untuk saya.]


[Betapa bodohnya!.... Dia tidak bisa lebih bodoh dari ini.]


Tapi kali ini, hatinya yang dimasalalu 'selalu beku dan dingin serta kejam, untuk pertama kalinya kini telah tergerak, entah karena dampak dari sifat dan kepribadian pemilik tubuh ini sebelumnya atau?......


Xiao Jiu tidak bisa memahaminya. Tetapi yang dirasakan nya sekarang hanya merasakan emosi asing dan tida familiar membuatnya merasakan kesedihan mengalir di atasnya dalam gelombang dan matanya terasa panas seperti kabut yang terbentuk di depan mereka, menyebabkan dia tidak dapat melihat wajahnya dengan jelas.


“Sor….. Maaf….. aku….. aku panik dan….. dan lupa.”


Lin Xin-Ze' mengeluarkan senyum yang jujur dan tulus, Tapi karena luka di tubuhnya sangat parah, wajahnya menjadi pucat pasi, dan dengan pakaian berlumuran darah yang dia kenakan, Lin Xin-Ze' tampak seperti ada kemungkinan dia akan mati kapan saja.


“Keadaan ku sedikit baik….. Anak kecil, aku….. aku baik-baik saja….. aku….. hanya sedikit lelah….. dan hanya ingin tidur sebentar ….”


Suaranya berangsur-angsur melemah, dan Lin Xin-Ze' kini benar-benar kehilangan kesadaran dan seketika akhirnya Lin Xin-Ze' benar-benar menutup matanya dan pingsan…..