
Disaat Xiao Jiu melihat kecemasan diwajahnya dia mengatakan:
“Jangan khawatir. Mereka tidak akan berani menerkam kita. Mereka hanya menunggu kesempatan.” Xiao Jiu melirik sekawanan serigala sebentar, lalu berbalik dan terus berjalan.
Xiao Jiu menyadari setelah dirinya secara brutal dan tanpa ampun membunuh beberapa serigala itu, itu telah menyebabkan pencegahan bagi sisa gerombolan serigala dan mereka tidak akan berani menyerang secara sembarangan lagi.
Serigala-serigala itu sangat menyadari, bahwa setiap pergerakan salah yang mereka lakukan sebelumnya telah mengakibatkan kematian bagi mereka!
Tetapi serigala-serigala itu tidak mau pergi begitu saja, jadi mereka mencoba membuntuti dahulu pasangan itu dengan jarak agak jauh, menunggu kesempatan.
“Apakah kita akan membiarkan mereka mengikuti di belakang kita seperti ini?” Pria itu bertanya sambil terkejut, melihat pengemis kecil itu sepertinya tidak peduli sedikit pun, dan itu terlihat agak aneh.
[Pengemis kecil itu jelas jauh lebih muda darinya, bagaimana dia bisa memiliki keberanian dan keterampilan luar biasa yang sangat aneh dan diluar nalar?]
Gumam pria itu didalam hatinya
Xiao Jiu seketika berhenti dan menatap lurus ke arah pria itu. “Apakah kau ingin mencoba nya untuk mengusir mereka?”
“Haaa..!?😮 tidak... kurasa tidak perlu melakukan hal itu, biarkan saja mereka mengikuti kita!” Dia tersenyum malu-malu dan menggaruk kepalanya tanpa daya.
Jika ada orang lain melihat pemandangan itu secara dekat, itu akan menjadi pemandangan yang aneh, karena melihat dua orang berjalan santai di depan, dan di belakang mereka di ikuti oleh sekawanan serigala dengan jarak sekitar lima belas meter, sekawanan itu lebih dari sepuluh serigala abu-abu lapar yang mengeluarkan banyak air liur di rahangnya…..
“Anak kecil, menurutmu apa yang ada di lambang batu giok ini, mungkinkah itu namaku?” Dia menyerahkan kalung batu giok kepada Xiao Jiu saat dia berkata: “Aku menemukan nya tergantung di leherku.”
Xiao Jiu mengambil kalung batu giok dan melihatnya.
Benar-benar ada dua kata yang terukir di atasnya batu giok yang tertulis: “Lin Xin-Ze'?”
Xiao Jiu membacanya, dan seketika suaranya berhenti sejenak lalu dia menatap pria itu sejenak sebelum dia bertanya: “Apakah kamu dipanggil Lin Xin-Ze'?”
“Saya pikir itu kemungkinan nya.”
menjawab nya dengan sedikit ragu.
Xiao Jiu mengembalikan liontin giok itu kepadanya dan berkata sambil tertawa: “Saya pikir kamu mungkin disebut orang bodoh!”
😐😐
Lin Xin-Ze' menatap pengemis kecil itu tanpa berkata-kata, tetapi dengan bijak tidak mengatakan apa-apa lagi.
*( Hello guys untuk sekarang Pria itu akan disebut sebagai Lin Xin-Ze' karena nama nya telah diketahui )*
Mereka berdua terus berjalan dan sekawanan serigala masih mengikuti di belakang, tidak menunjukkan tanda-tanda akan pergi.
Disaat, Lin Xin-Ze' hidungnya mendengus seketika dia menyeringai pada Xiao Jiu sambil berkata: “Anak kecil, sepertinya ada orang di depan, ayo cepat kita hampiri mereka, jika orang-orang itu mengizinkan kita untuk mengikuti mereka, maka serigala-serigala yang sebelumnya mengikuti di belakang kita. mereka akan pernah berani menargetkan kita lagi.”
“Hah...Orang-orang? Bagaimana kamu tahu kalau didepan kita ada orang?” Xiao Jiu mencoba untuk mengintip ke depan, dan tidak melihat siapapun selain pepohonan dan rerumputan, dia tidak melihat satu pun tanda Seorang pun di sana.
Lin Xin-Ze' meyakinkan nya sambil menganggukkan kepalanya dengan tegas: “Aku sangat yakin pasti ada, aku sangat yakin! Aku bisa mencium aroma daging yang dipanggang.”
“Hah... Mencium bau daging panggang? Kenapa aku tidak menciumnya?” Xiao Jiu bergumam sambil terus berjalan arah lain.
Tidak lama setelah beberapa selang waktu, Xiao Jiu benar-benar bisa mencium aroma daging yang sedang dipanggang dan samar-samar dia bisa mendengar suara sekelompok orang berbicara.
Dia segera memalingkan wajahnya dan menatap Lin Xin-Ze' dengan rasa ingin tahu di benaknya.
[Apakah dia memiliki hidung anjing?]
“Heh heh, bagaimana apakah kamu melihatnya? Sudah saya katakan ada orang di sini!”
Lin Xin-Ze' berkata sambil tertawa: “Ayo pergi, ketika kita sampai di sana dan mereka mengizinkan kita untuk mengikuti nya, kita tidak perlu takut bahkan jika kita bertemu dengan binatang buas lagi.”
“Kamu pikir orang-orang akan membiarkan kita masuk ke grup mereka dengan mudah?” Xiao Jiu memelototinya dan kemudian berkata, “Hanya aku seorang yang memberikan kebebasan dan membiarkanmu ikut denganku.”
Melihat Lin Xin-Ze' berdiri di sana dengan bingung dan wajahnya tak berdaya, Xiao Jiu memelototinya sambil terus mengatakan: “Tempat ini disebut Pedalaman Hutan Larangan dan dipenuhi dengan banyak binatang buas.
Di tempat yang penuh dengan bahaya yang tak berujung, bagaimana pendapatmu? Andaikan jika kita melihat orang asing tiba-tiba mendekati kita?”
“Apa….. apa yang akan mereka pikirkan?” Lin Xin-Ze' bertanya dengan rasa ingin tahu, dia tidak memahami situasinya.
“Idiott... Dasar bodoh! Tentu mereka akan berpikir kita memiliki motif tersembunyi untuk mendekati mereka!”
Jawab Xiao Jiu dengan kesal.
“Lalu apa yang kita lakukan?”
Tanya Lin Xin-Ze'.
Tatapan Xiao Jiu berubah, dan bibirnya membentuk senyuman sinis: “Tidak apa-apa. Aku memiliki sebuah rencana. kamu lihat saja nanti.”
Setelah itu, Lin Xin-Ze' hanya mengikuti di sisi Xiao Jiu saat mereka diam-diam semakin dekat dengan sekelompok orang.
Pertama-tama mereka bersembunyi di balik pohon dan mengamati orang-orang itu untuk sementara dari jarak jauh, lalu Xiao Jiu mencoba menuntunnya untuk berjalan dengan berani ke depan.
Lin Xin-Ze' mengira pengemis kecil itu sedang memikirkan beberapa skema untuk membuat orang-orang itu membawa mereka berdua, dan dia tidak menyangka bahwa anak itu akan menuntunnya untuk berjalan melewati sekelompok orang-orang itu di sampingnya.
Pengemis kecil itu tidak mengatakan sepatah kata pun, dia bahkan tidak melirik ke arah kelompok itu
mereka terus berjalan seolah-olah mengabaikan nya.
Tetapi orang-orang itu langsung waspada ketika mereka melihat dua orang asing yang tiba-tiba muncul.
Salah satu pemimpin mereka diam-diam menganalisa Lin Xin-Ze' dan Xiao Jiu untuk sesaat sebelum dia mengendurkan kewaspadaannya.
Karena kultivasi kedua pria itu tidak tinggi, mereka tidak menimbulkan ancaman bagi mereka.
“Tuan Ketiga, ini sekawanan serigala!”
Karena teriakan itu, empat puluh hingga lima puluh pria yang sedang duduk beristirahat tiba-tiba dengan cepat berdiri untuk bersiaga sambil waspada.
Pada saat itulah Xiao Jiu yang sudah berjalan jauh di depan berpura-pura berteriak karena terkejut setelah mendengar teriakan pria itu.
“Apa barusan aku dengar?
Sekelompok serigala?
Di mana?.... Di mana?” Dia berteriak dengan gugup, sambil menyeret Lin Xin-Ze' untuk mundur ke sisi para pria.
“Siapa sebenarnya kalian berdua?
Apakah kalian berdua sengaja untuk memancing sekawanan serigala itu ke sini! ?” Seorang pria paruh baya berteriak, menatap mereka dengan marah.
“Bagaimana mungkin saya melakukan itu! ?”
Xiao Jiu balas menatap mereka dan berkata: “Sudah jelas Itu adalah serigala! Bukan anak kucing! Bagaimana mungkin kita mampu membuat mereka mengikuti kita ke sini? Terlebih lagi, jika sebelumnya kita mengetahui bahwa serigala sedang membuntuti di belakang kita, sejak tadi mungkin kita akan berlari untuk menyelamatkan diri!
untuk apa kita masih berjalan begitu santai?”
“Keenam Tetua, saya mohon jangan terlalu gegabah dan agresif.
Untuk menjaga kewaspadaan kita harus menjadi hak prerogatif saat ini!”
Pemimpin pria itu berkata dengan suara tegas. “Binatang itu merupakan sekawanan serigala abu-abu yang sangat ganas dan mereka sangat cepat dan gesit. Semuanya saya peringatkan untuk berhati-hati.”
Xiao Jiu melihat seluruh tim pria secara sistematis membentuk lingkaran pelindung di sekitarnya, dengan beberapa pemuda yang lebih muda dan lebih lemah, baik laki-laki maupun perempuan di tengah.
Disaat itu juga Xiao Jiu menarik Lin Xin-Ze' untuk mendekat ke tim pria tetapi mereka tetap berada di tepi luar, dan tidak memasuki cincin pelindung.
Bahkan meskipun begitu, mereka ditatap dengan kejam oleh seorang gadis muda dari dalam ring.
“Dasar kamu pengemis kecil yang kotor! Aku sarankan lebih baik kamu menjauh dariku!”
“Sepupu, jangan berbicara dengan kasar.” Seorang anak laki-laki muda menegurnya, tampak sedikit tidak senang dengan perilaku manja dan kasar gadis itu.
Pemuda itu melihat ke arah Xiao Jiu dan Lin Xin-Ze' dan berbicara dengan lembut: “Melihat bahwa kalian berdua tidak memiliki kultivasi yang tinggi, lebih baik kalian berdiri di dalam cincin pelindung!
Paman dan tetua di keluargaku dengan penjaga sangat terampil, hanya untuk melawan sekawanan kelompok yang terdapat sepuluh serigala tidak akan menimbulkan ancaman yang terlalu besar bagi kita.”
“Hahaha, itu sangat benar!
Hanya beberapa serigala ini yang tepat bagi kita untuk sedikit meregangkan otot-otot yang tegang.”
Seorang pria berdada besar dan kekar telah tertawa terbahak-bahak setelah mendengar kata-kata pemuda itu, pria itu mengayunkan kapak perkasa di tangannya.
“Hanya satu ayunan kapak perkasa ini yang bisa menjatuhkan salah satu dari mereka!”
Ketika dia mendengar perkataan itu, pemimpin pria itu menggelengkan kepalanya pada dirinya sendiri dan berbicara: “Banteng Baja, saya peringatkan kita tidak boleh ceroboh dan meremehkan musuh setiap saat. Tetap untuk waspada.
Kita harus siap melawan serigala-serigala itu jika mereka melompat ke arah kita untuk menyerang.”
“Ya ya ya, baiklah saya mendengarkan nasihatmu.”
Pria kekar itu setuju sambil tertawa saat dia menatap serigala yang tidak terlalu jauh.
Dia tertawa terbahak-bahak sekali lagi dan mengatakan: “Tuan Ketiga, lihat serigala-serigala itu!
Sekawanan serigala itu bahkan tidak berani mendekati kita. Hahahaha, mereka pasti ketakutan saat melihatku.”
Setelah mendengar perkataan itu Xiao Jiu tidak bisa menahan diri dan sebuah kekehan keluar dari bibirnya ketika dia mendengar kata-kata narsis itu, disaat dia akan berbicara kepada pemuda itu: “Sebelumnya saya ucapkan terima kasih Tuan Muda. Kami berdua baik-baik saja walaupun hanya berdiri di sini.”
“Nak, apa yang kamu tertawakan sebelumnya? Apakah kamu pikir aku tidak mampu menakuti anjing-anjing itu?” Alis pria kekar itu melengkung tajam, wajahnya dipenuhi ketidaksenangan saat dia menatap Xiao Jiu .
Xiao Jiu bahkan belum sempat mengucapkan sepatah kata pun, tetapi dalam sekejap Lin Xin-Ze' di sampingnya tiba-tiba menariknya kembali untuk berdiri di belakangnya.
Dia membusungkan dadanya dan berdiri di depan Xiao Jiu dia balas menatap pria kekar itu bertanya: “Mengapa kamu menatap adik kecilku seperti itu!”
Xiao Jiu terkejut sejenak saat dia melihat pria jangkung yang berdiri di depannya, tatapannya sedikit aneh saat dia meliriknya.
Pria kekar itu bernama Jian-Hu dia menatap pria di depannya yang berdiri di sana dengan dadanya membusung dan dia ragu-ragu sejenak sebelum mengeluarkan tawa keras lainnya: “Hahaha! Bagus, bagus, anak ini ternyata punya nyali yang cukup besar! Kamu berani menatap saya Jian-Hu dengan tatapan seperti ini, itu sangat mengagumkan!”
Saat dia berbicara, dia dengan senang hati menepuk pundak Lin Xin-Ze', telapak tangannya menepuk keras berulang kali, sementara Xiao Jiu yang melihat dari belakang dahi nya bentuk garis tipis.
Tepukan di bahu itu tidak ringan tetapi menepuk nya cukup kuat!
“Auwh...!” Setelah ditepuk beberapa kali di bahu, itu telah menyebabkan luka di perutnya tertarik, rasa sakitnya menyebabkan keringat dingin mengalir di wajahnya.
“Kamu telah memukulnya terlalu keras! Dia sedang terluka!” Xiao Jiu datang ke depan sambil mengeluh, dan mengangkat tangan Lin Xin-Ze' yang memegangi perutnya. Seperti yang diduga, dia melihat darah kembali merembes keluar dari lukanya.
“Upss….. Maaf saya tidak mengetahuinya” Pria kekar itu menarik tangannya, terlihat sedikit menyesal.
“Lihatlah semuanya, Sekawanan serigala telah mundur!” Seseorang berteriak dengan gembira ketika dia melihat serigala berbalik untuk pergi setelah mengeluarkan beberapa lolongan singkat.
Krisis telah diselesaikan tanpa harus melawan sekawanan serigala dan itu membuat sekelompok besar pria bersorak kegirangan.
Ternyata serigala-serigala itu baru saja pergi dengan terpaksa ketika mereka melihat Xiao Jiu dan pria jangkung itu telah bergabung dengan kelompok itu.
Lagi pula, sebelumnya mereka bahkan tidak mampu menanganinya ketika hanya mereka berdua, dan dengan tambahan empat puluh atau lima puluh orang bersama mereka, mereka sama sekali tidak akan memiliki kesempatan untuk mendapatkan mangsanya, karena tidak ada gunanya untuk menetap jadi sekawanan serigala secara alami menyerah dan pergi.