The Assassint Goddess

The Assassint Goddess
EPS 38 - Kisah Xuan Zhou Tian Dan Misi Menemukan Samurai Moonlight (Part 1)



Setelah mengatakan hal tersebut, Xuan Zhou Tian kembali memandangnya dan mengingatkan Xiao Jiu: “Gadis kecil, aku berpesan kepada mu sebelum kamu menjadi cukup kuat untuk melindungi diri sendiri, ingatlah untuk bersikap tenang dalam setiap tindakan serta perbuatan kamu dan jangan biarkan siapa pun tahu bahwa kamu memiliki tubuh roh mistik atau kamu mungkin mengundang kesengsaraan dan penganiayaan yang seharusnya tidak perlu dialami kamu sendiri.


Dunia untuk para Kultivator Keabadian merupakan tempat dimana tidak mengenal kata ampun dan penuh dengan kekejaman dan bahkan itu berlaku kepada Kultivator yang paling tangguh di antara mereka, ingatlah bahwa kamu harus terlebih dahulu bisa tumbuh dan menjadi kuat.”


“Baik guru, murid selalu mendengar nasihat darimu.” Xiao Jiu mengangguk dengan tegas, seketika itu juga kehangatan secara tiba-tiba melewati hatinya.


“Gurumu tidak akan bisa lebih lama untuk membimbing mu dalam kultivasi mu, sebagai seorang guru, untuk saat ini saya hanya bisa memberikan nasihat dan sekedar petunjuk. Ketika kamu kembali, bacalah berbagai buku yang gurumu hadiahkan sebagai media belajar dan bekalmu kelak.


Gadis kecil, kamu harus belajar dengan rajin tentang teknik kultivasi yang telah aku tinggalkan di Cincin Tata Ruang dan dapatkan seorang guru hebat di masa depan untuk membimbing mu lebih jauh dan menjadi yang terkuat.


Tapi meskipun seperti itu kamu jangan lupa, kamu tidak boleh lengah terhadap siapa pun. Kamu harus selalu waspada.


Rahasia tentang tubuh roh mistik yang kamu miliki dalam tubuh kamu tidak boleh diungkapkan kepada siapapun, termasuk orang terdekat mu, jika rahasia itu terbongkar, kamu bukan hanya mendapatkan kesengsaraan dan juga penindasan tetapi seluruh orang terdekatmu akan mendapatkan malapetaka.”


Xuan Zhou Tian mengingat kan kembali dengan tegas.


“Baik guru, murid akan selalu mengingat nasehat dari mu.” Xiao Jiu menjawab sambil tersenyum, pada saat itu, dia akhirnya dengan tulus mengakui Xuan Zhou Tian sebagai gurunya.


"Ngomong-ngomong aku sangat salut denganmu, aku tidak menyangka bahwa binatang suci kontrakmu tidak mengakui mu sebagai tuannya, tetapi melainkan mengakui mu sebagai seorang ibu, sepertinya hubungan kalian kelak bukan hanya sekedar sebatas binatang kontrak tetapi benar-benar seperti seorang ibu dan anak,


saran dari gurumu, kamu harus merawatnya dengan baik karena kelak dia akan sangat berguna untukmu."


Xuan Zhou Tian menyanjung Xiao Jiu.


"baik guru aku pasti akan merawatnya dengan sangat baik." Jawab Xiao Jiu dengan meyakinkannya.


...****************...


“ Sekarang kalian berada di dasar kolam bawah tanah yang sangat dalam, kalian berdua tidak akan bisa keluar dari sini.


Hal terakhir yang bisa kulakukan untukmu adalah mengirim mu ke makam Seribu Pedang.


Setelah kamu menemukan pedang Samurai Moonlight, saya mengingatkan mu untuk jangan mengeksposnya di depan orang dengan sembarangan, atau Pedang Samurai Moonlight mungkin akan menarik mu pada masalah yang tidak penting juga.” Xuan Zhou Tian kembali mengingatkan sekali lagi.


“Guru saya ingin bertanya, setelah saya sampai di makam Seribu Pedang, apa yang harus saya lakukan untuk menemukan Pedang Samurai Moonlight?”


“Makam Seribu Pedang merupakan dimana tempat orang-orang mengubur pedang.


Tapi, setiap orang yang masuk ke makam Seribu Pedang mungkin belum tentu menemukan pedang yang cocok untuk diri mereka sendiri. "


"Tetapi bolehkah saya bertanya satu hal lagi kepadamu?."


Sahut Xiao Jiu dengan penasaran.


"Hemmp... katakan padaku apa yang ingin kamu tanyakan?


Sahut Xuan Zhou Tian.


"Aku ingin bertanya mengapa guru menamakan pedangnya sebagai Samurai Moonlight?


bisakah guru memberikan gambaran kasar tentang bentuk pedang itu? "


" Haha .... aku tidak menyangka bahwa kamu mengetahui tentang sejarah nama pedang dari 1000 abad yang silam....


setelah tertawa terbahak-bahak Xuan Zhou Tian seketika terdiam sejenak, lalu kembali melanjutkan: "Sebelumnya gurumu ingin bertanya, apakah kamu mempercayainya jika gurumu sebenarnya bukan berasal dari dunia yang sekarang??


"Guru bukan berasal dari dunia yang sekarang ? Apakah maksud guru, sebenarnya bahwa guru berasal dari 1000 abad yang silam?🤨


Xiao Jiu menjawabnya dengan sedikit agak ragu.


"Haha..ha... gadis kecil aku tidak menduga bahwa kau sebentar itu, Yah... sebenarnya aku berasal dari seribu abad yang silam.....


pada saat itu gurumu sedang berkelana di seluruh penjuru dengan bergelar sebagai seorang Samurai terkuat, pada saat perjalananku aku tidak sengaja terdampar di sebuah pulau misterius, dan saat aku melangkah tanpa sadar aku telah memasuki sebuah dimensi di mana itu membawaku ke tempat dunia sekarang ini, lebih tepatnya ke 1000 abad di masa depan.


"Pedang yang selalu gurumu bawa merupakan karyaku di masa itu, adapun gambaran kasar dari pedang itu dia memiliki panjang 7 inci dan memiliki ketipisan yang cukup tipis tapi sangat kokoh dan sangat tajam, bilah pedang itu kecil tetapi ketajamannya mampu membelah tembaga, logam, emas, batu seperti memotong mentega dan dari gagang pedangnya hingga bilah pedang jika digambarkan secara kasar sekilas berbentuk seperti salib, yah.. di bagian genggaman pedang itu saat membuat nya gurumu terinspirasi dengan suatu pedang yang lain, dan saya memberikan nama pedang samurai moonlight, dan kini pedang samurai moonlight telah mudah dikenali oleh berbagai Kultivator."


Xuan Zhou Tian menjelaskan tentang kisahnya secara rinci.


"Eh .... jadi guru benar-benar mengembara dari 1000 abad yang silam hingga ke terdampar di dunia saat ini dan mengembara untuk menjadi yang terkuat hingga membangun istana dinasti surgawi?"


Jawab Xiao Jiu dengan mata terbelalak dan tidak menyangka bahwa gurunya berasal dari 1000 abad yang silam sama seperti dirinya.


Mereka berdua sama-sama dari 1000 abad yang silam hanya perbedaannya Xiao Jiu telah melakukan reinkarnasi sedangkan gurunya telah melakukan transmigrasi.


"Yah, kau benar dan pedang itu merupakan teman hidupku selama perjalananku hingga napas terakhir ku."


Jawab Xuan Zhou Tian dengan pandangan yang sedang mengenang masa lalu nya.


Xiao Jiu setelah mendengarnya dengan rinci kini ia merasa iba terhadap gurunya, tetapi di sisi lain dia sangat kagum terhadap gurunya yang memiliki tekad baja.


"Aku harap kamu tetap merahasiakannya dari siapapun tentang identitas gurumu yang sebenarnya cukup hanya dirimu yang mengetahuinya."


Pinta dari Xuan Zhou Tian terhadap muridnya.


"Baiklah guru, murid berjanji tidak akan memberitahunya pada siapapun."


Jawab Xiao Yu dengan tegas dan lantang.


"Gurumu akan menjelaskan kembali tentang makam seribu pedang, disana terdapat beberapa pedang yang memiliki kesadaran roh mereka sendiri dan mereka akan memilih pemiliknya, seperti halnya pedang samurai Moonlight, dia juga memiliki sebuah kesadarannya tersendiri.”


Suaranya seketika berhenti sejenak pada saat itu sebelum dia melanjutkan: “Seperti yang sebelumnya kamu rasakan dari esensi darahku padamu, esensi itu akan memandu mu ke lokasi pedang samurai moonlight.


Tapi, apakah kamu bisa mendapatkan pengakuan dari pedang samurai moonlight atau tidaknya, itu semua akan tergantung pada dirimu sendiri.


Jika kamu tidak dapat membawa kembali Pedang Samurai Moonlight kali ini, kamu harus memastikan bahwa kamu akan membawanya keluar dari makam Seribu Pedang di masa depan.”


“Saya berjanji untuk melakukannya yang terbaik sebisa mungkin.”