The Assassint Goddess

The Assassint Goddess
EPS 25 - Menganalisa Penyebab Luka Lin Xin-Ze'



Setelah kepergian sekawanan serigala pergi, pemuda yang telah berbicara sebelumnya mengatakan dengan lembut sambil menatap Feng Jiu: “Sepertinya lukanya mulai kembali mengeluarkan berdarah, lebih baik kamu mengobati luka kakakmu dulu!” Dia menyerahkan sebotol obat padanya ketika dia berbicara: “Ini... saya memiliki obat, ini merupakan obat yang bagus untuk menyembuhkan luka.”


“Sepupu, mengapa kamu begitu repot-repot dengan mereka?


lagipula mereka hanya orang asing!” Gadis muda itu mengeluh sambil menghentakkan kakinya, karena tidak senang melihat pemuda itu bersikap begitu baik kepada dua orang asing yang muncul secara tiba-tiba.


“Tidak perlu repot-repot, aku memiliki obat sendiri di sini.” Xiao Jiu berbicara sambil membantu Lin Xin-Ze' untuk perlahan duduk di bawah pohon yang berada di samping nya, dan secara perlahan melepaskan perban dari perutnya dan membalut kembali obatnya.


“Ayo mari kita pergi sekarang!” Setelah membalut menggunakan perban sekali lagi, dia berbicara sambil membantunya berdiri.


Lin Xin-Ze' awalnya ragu-ragu sejenak sebelum dia menganggukkan kepalanya dan berkata: “Oauh!..... Baiklah mari kita jalan sekarang”


Setelah mengatakan nya dia mengikuti Xiao Jiu untuk melanjutkan perjalanan mereka.


Setelah melihat kedua orang itu pergi tanpa mengucapkan sepatah kata pun, pria paruh baya yang masih merasa agak waspada, pada akhirnya melonggarkan kewaspadaannya terhadap mereka tetapi dia tidak meminta mereka berdua untuk tetap tinggal, karena mereka menganggap bahwa mereka berdua tidak berguna dalam perjalanan di regunya.


Setelah berjalan cukup jauh, Lin Xin-Ze' masih merasa agak bingung dan bertanya: “Anak kecil, mengapa kamu tidak bertanya apakah mereka akan mengizinkan kita bepergian dengan mereka?


Mengapa kita pergi tanpa bertanya terlebih dahulu?”


Xiao Jiu melangkah tanpa beban dan tanpa hambatan saat dia mengayunkan cabang pohon kecil di tangannya sebelum dia melontarkan jawaban: “Mengapa kita harus bepergian dengan mereka?


bukankah lebih baik terpisah.”


“Tentu saja meminta mereka untuk membantu kita ketika ada bahaya yang datang secara tiba-tiba!”


“Salah... sangat salah besar.”


Xiao Jiu menggelengkan kepalanya dan memberi tahu alasan nya: “Seseorang harus bergantung pada dirinya sendiri, bukan kepada orang lain. Ketika seseorang selalu berpikir untuk bergantung pada orang lain, dia pasti tidak akan bertahan hidup lebih lama.


Terlebih lagi, alasan kami mendekati kelompok itu adalah untuk menyingkirkan serigala, agar serigala tidak lagi mengikuti kita, mengapa kita ingin terus menempel pada mereka, apakah kamu tidak menyadari bahwa mereka sebenarnya tidak senang atas keberadaan kita di kelompok nya?”


Setelah mendengar penjelasan dari Xiao Jiu, Lin Xin-Ze' terdiam saat sambil menggaruk kepalanya: “Sepertinya itu cukup masuk akal, saya rasa kamu ada benarnya.”


Saat dia berbicara sebelumnya, matanya mulai dipenuhi dengan kekaguman terhadap nya, dan Lin Xin-Ze' terus memperhatikan pengemis kecil itu, lalu melanjutkan untuk berbicara: “Anak kecil, kalau pikir-pikir sudah terlihat jelas kamu jauh lebih muda dariku, tetapi pola berfikir kamu jauh lebih pintar bahkan sangat terampil jija dibandingkan dengan diriku.”


“Tentu saja, Memang kamu pikir aku sama seperti kamu? bahkan kamu tidak menyadari bahwa seseorang berusaha untuk kamu dari belakang.”


“Seseorang ingin berusaha menusuk dari belakang?” Lin Xin-Ze' bertanya, dengan keheranan apa yang dia katakan.


Xiao Jiu memutar matanya dan memelototinya sejenak saat dia perlahan menjelaskan dengan sabar: “Lukamu berasal dari sebuah tusukan senjata yang dilakukan dari jarak dekat, dan itu dilakukan oleh seseorang dari belakangmu saat kamu kamu sedang lengah. Jelas bahwa seseorang yang kamu kenal dengan sengaja ingin membunuh kamu dan kamu bahkan tidak percaya padaku ketika aku mengatakan bahwa kamu itu bodoh.”


Kedua orang itu tidak hanya berjalan tanpa berhenti karena tujuan Xiao Jiu di hutan, untuk memetik tanaman obat dan rute yang mereka ambil berangin lebat.


Terutama setelah mengusir sekawanan serigala sebelumnya yang selalu membuntuti mereka, membuat mereka bejalan memutar dan sering melewati area yang dipenuhi rumput liar dan tumbuh-tumbuhan liar.


Setelah memetik dan mengumpulkan nya di sepanjang jalan, dia berhasil panen tumbuhan obat yang cukup banyak dari berbagai ramuan mujarab yang berguna, tetapi dari penilaiannya tentang tingkat ramuan yang dia temukan di daerah ini, mereka semua adalah varietas yang lebih umum dan bukan sesuatu yang sangat berharga atau langka.


Lagi pula, di negara kecil peringkat kesembilan seperti tempat ini, bagaimanapun juga, sangat mustahil untuk dapat menemukan tumbuhan dari jenis yang paling langka dan paling berharga.


Oleh karena itu, mereka melanjutkan perjalanan dan terus berjalan sampai tiba di kaki puncak gunung.


Xiao Jiu yang bermata tajam dapat melihat tumbuhan ramuan mujarab yang bergoyang tertiup angin di dekat puncak dari kejauhan dan matanya langsung berbinar.


Sebelum pergi dia mengatakan: “Kamu tunggu aku di sini dan jangan kemana-mana untuk sementara, aku akan pergi sebentar untuk memetik ramuan mujarab itu.” Setelah mencari begitu lama, dia akhirnya menemukan ramuan mujarab yang selama ini dicari-cari oleh nya.


Yah.... Itu merupakan tumbuhan obat mujarab


yang bisa menghilangkan bekas luka, jadi bagaimana mungkin dia tidak bersemangat?


“Anak kecil, kamu …. kamu akan secepatnya kembali ke sini kan?” Lin Xin-Ze' bertanya padanya dengan sedikit gelisah.


Setelah mengambil beberapa langkah, Xiao Jiu sedikit terkejut mendengar Lin Xin-Ze' mengatakan itu dan dia berjalan kembali untuk menghampiri Lin Xin-Ze' dan mengeluarkan daging panggang untuk menyerahkannya kepadanya.


“Aku akan pergi untuk memetik herbal sekarang dan aku akan segera kembali secepat mungkin. Aku akan membiarkan, kamu beberapa daging panggang sementara sambil menungguku.


Dan, saranku sebaiknya kamu memanjat salah satu pohon sehingga kamu tidak perlu khawatir bahkan jika binatang buas melintasi tempat ini.”


Dia memperhatikan sekeliling dan melihat pohon berukuran sedikit lebih besar yang menjulang tinggi ke arah langit. Dia menunjuk ke sana dan mengatakan: “Apakah kamu bisa memanjat pohon itu?


Aku akan kembali ke sini untuk menemukanmu setelah aku memetik tanaman obatnya.”


Mendengar bahwa dia tidak berniat meninggalkannya, Lin Xin-Ze' akhirnya bisa tersenyum saat dia meyakinkannya dengan percaya diri: “Tentu saya bisa! Kalau begitu saya akan menunggumu di atas pohon itu dan kamu harus ingat dan berjanji untuk segera kembali dan mencari Saya disini!”


“Tentu saja saya berjanji untuk segera kembali.” Xiao Jiu menepuk pundaknya dengan meyakinkan Lin Xin-Ze' sebelum dia berbalik dan pergi menuju puncak gunung.


"Baiklah akan selalu menunggumu disini, anak kecil kamu harus berhati-hati. "


Teriak Lin Xin-Ze' kepada Xiao Jiu yang sudah berjalan cukup jauh.


Setelah mendengar teriakan itu Xiao Jiu hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya dan terus berjalan.