The Assassint Goddess

The Assassint Goddess
EPS 27 - Dikejar-kejar Harimau Kumbang



Di bagian barat hutan, hati Xu-Yang Xuan tiba-tiba gelisah dan langkahnya seketika terhenti, kepalanya segera menoleh dengan cepat ke belakang untuk melihat ke arah puncak.


“Kakak Xu-Yang, ada apa?” Xiao Qing Yu yang mengenakan gaun biru mengalir membuat wajahnya yang cantik sempurna berkerut karena prihatin.


Melihat tatapannya tertuju teguh pada puncak gunung, Xiao Qing Yu mengalihkan pandangannya untuk melihat ke arah yang sama tetapi tidak melihat apa pun di sana.


“Tidak ada apa-apa.” Dia menggelengkan kepalanya dan tersenyum lembut pada orang di sampingnya, tetapi rasa asing didalam dirinya menjadi semakin kuat.


Seolah olah…..


Gadis di depan matanya saat ini, sama sekali bukan Xiao Qing Yu yang dia kenal. Selama beberapa hari terakhir yang pernah mereka habiskan bersama, memang saat ini Xiao Qing Yu berada tepat di depan matanya sepanjang waktu, tetapi dia tidak bisa merasakan detak jantung yang sama seperti dimasalalu yang pernah dia rasakan ketika dia bersamanya sebelumnya.


Dan saat menilai tatapan matanya dalam sekilas, meskipun berasal dari orang yang tidak dia kenal, tapi entah bagaimana membuatnya merasa agak familiar…..


Disaat dalam pengawasan tatapan yang sangat tenang dari Xu-Yang, hatinya Xiao Qing Yu tiba-tiba dipenuhi kegelisahan.


Pada saat itu juga, Xiao Qing Yu mengangkat tangannya ke pipinya dan bertanya dengan lembut: “Mengapa Kakak Xu-Yang menatapku seperti itu? Apakah ada sesuatu yang aneh di wajahku?”


Xu-Yang Xuan tidak menjawab dan hanya tersenyum anggun padanya: “Mari kita lanjutkan perjalanan nya!” Dan dia berbalik untuk memimpin dan mulai melanjutkan jalan mereka ke depan.


Xiao Qing Yu berhenti sejenak sebelum dia menyusul dan mengikuti di sisinya saat mereka berjalan lebih dalam ke Pedalaman Hutan Larangan.


Saat mereka berjalan, terkadang Xiao Qing Yu sesekali akan memiringkan wajahnya sedikit ke samping untuk melihat wajah Xu-Yang Xuan yang bermartabat.


Didalam hatinya bergumam:


[ 'Dia begitu sempurna, begitu lembut, yang telah membuatku jatuh hati dan tergila-gila padanya, membuat jantungku selalu berdebar untuknya, saya benar-benat telah terpesona olehnya, bahkan jika itu berarti saya harus menjalani hidupnya dengan wajah orang lain, saya tidak akan pernah menyesal…..


Di sisi lain, Xiao Jiu terjebak dalam situasi yang cukup menyedihkan saat ini. Karena dua Harimau Kumbang di belakangnya selalu mengejarnya selama lebih dari tiga jam.


Xiao Jiu awalnya berpikir bahwa dia akan bisa melepaskan diri menggunakan teknik Assassint shadow flash, akan dengan sangat mudah melarikan diri jika dirinya melakukan kombinasi kekuatan Qi dan mistik dalam teknik Assassint nya, tetapi siapa yang menduga kecepatan miliknya mampu di imbangi oleh dua harimau Kumbang raksasa itu terutama ketajaman instingnya bisa dibilang sangat mengerikan, pada saat ini yang bisa dilakukan Xiao Jiu sekarang hanya mampu menghindari dan menjaga jarak dari kedua Harimau Kumbang itu, Xiao Jiu mempu merasakan gema dan getaran di bawah kakinya dan sesekali raungan keras terdengar dari belakang.


Xiao Jiu tidak berani untuk mengurangi kecepatannya, dia hanya terus berlari dengan kecepatan itu tanpa henti, bahkan mungkin para dewa pun tidak akan mampu bertahan dalam kondisi seperti nya!


“Aah... sial !! Berhentilah untuk mengejar ku, dasar harimau bodoh!


Jika kau benar-benar membuatku marah, aku akan benar-benar melawan mu dengan semua yang kumiliki!” Xiao Jiu berteriak dengan memalingkan wajahnya ke belakang, kecepatannya tidak berkurang, tapi dia sudah terengah-engah.


sepanjang perjalanannya Xiao Jiu melompati dari satu pohon ke pohon yang lainnya dengan kecepatan yang mencengangkan setiap gerakannya selalu hanya meninggalkan garis samar hitam yang disebabkan oleh sisa kabut yang tipis.


Dibenaknya Xiao Jiu bergumam.


Apakah mereka perlu mengejarnya sejauh ini selama lebih dari tiga jam untuk mempermasalahkan tumbuhan obat itu!? ]


“Roarr!..... Roarrr...!!”


Satu-satunya tanggapan yang dia dapatkan hanyalah dua auman keras dari Harimau Kumbang dengan kecepatan mereka yang tidak berkurang.


Seketika disaat pelariannya dia melihat pohon besar dan kuat di depannya dan pada saat yang sama Xiao Jiu menoleh untuk melihat ke belakang sambil terengah-engah sebelum dia mempercepat gerakannya.


Dan saat dia mendekati pohon besar itu, dia menekuk lututnya sedikit berjongkok dan dia melompat melesat ke pohon yang lebih tinggi dengan tangan terulur untuk meraih cabang, sebelum dengan cepat melesat kembali kakinya memijak ke salah satu dahan sebagai pijakan untuk melompat dan naik ke dahan pohon besar yang lebih tinggi.


“Wah!....


Sungguh benar-benar sangat melelahkan.”


Xiao Jiu mengeluh dengan kesal.


Akhirnya dia bisa beristirahat, dia duduk tinggi di atas dahan pohon sambil terengah-engah saat dia melihat kedua Harimau Kumbang yang sedang berusaha mengejarnya mencapai bagian bawah pohon hanya dalam beberapa napas. Harimau Kumbang kemudian mencoba menggunakan keempat cakarnya untuk memanjat. Untungnya, pohon yang dipilihnya tidak hanya kokoh, tetapi kulit pohonnya halus dan licin, sehingga sulit untuk didaki.


“Kedebukk!”


Seperti yang diharapkan, salah satu Harimau Kumbang yang sebelumnya berusaha naik sekitar tiga meter di atas tanah telah terjatuh kembali ke tanah, keempat cakarnya melambai di udara dan saat melihat kejadian itu Xiao Jiu tidak bisa menahan diri untuk tidak menertawakan pemandangan itu.


“ Aku penasaran, efek seperti apa yang sebenarnya dimiliki oleh batang ramuan ajaib itu? Mengapa itu membuat kalian berdua mengejar ku begitu gigih?” Xiao Jiu mengambil batang ramuan yang dia ambil sebelumnya dari kantong penyimpanan nya untuk melihatnya dengan cermat dan karena dia belum pernah melihatnya sebelumnya, dia tidak tahu kegunaannya.


“Roarr ... Roarr...!”


Kedua Harimau Kumbang di bawah pohon segera meraung setelah melihat Xiao Jiu mengeluarkan batang ramuan mujarab yang dia petik diatas puncak gunung.


Terlihat mereka berusaha ingin merebutnya kembali, tetapi kedua Harimau Kumbang itu tidak bisa memanjat pohon, kedua Harimau Kumbang berusaha menggabungkan kekuatan mereka dan mengguncang pohon, tampak seperti mereka berpikir untuk menggoyahkannya dari pohon agar terjatuh.


Pohon itu bergetar hebat, usahanya hampir membuatnya jatuh.


Xiao Jiu berpegangan pada pohon itu dengan satu tangan dan sambil berteriak ke bawah: “Apakah kamu sudah bosan dengannya? Berpikir untuk mengambil ramuan ajaib ini dariku? Kamu bisa dengan senang hati melupakannya.”


“Mengaum! Mengaum, mengaum, mengaum, mengaum!”


Kedua Harimau Kumbang itu sangat marah dan auman marah mereka terdengar tanpa henti, mengguncang pohon dengan sangat keras sehingga Xiao Jiu berpikir bahwa dia tidak bisa tinggal di tempat tersebut lebih lama lagi.


Oleh karena itu, dia menyimpan kembali batang ramuan mujarab dan mulai melihat sekelilingnya, berpikir untuk melompat dari pohon ini ke pohon lain, untuk menemukan cara baginya untuk melarikan diri.