
Di sisi lain, Xiao Jiu telah mendengar keributan di belakangnya, dia kembali berlari dengan kecepatan mencengangkan dengan mengambil langkah capat untuk menuruni lereng, setelah berlari dengan cukup jauh akhirnya dia melihat sebuah tebing yang tidak terlalu tinggi yang merupakan bekas bongkahan batu raksasa, dia tertatih-tatih karena kelelahan dalam sewaktu pelarian sambil memeluk telur emas yang cukup berat di satu tangan, Xiao Jiu memutuskan untuk bersembunyi dibalik tebing bongkahan batu itu, dia menempelkan punggungnya di balik sisi tebing mencoba yang terbaik untuk menyembunyikan dirinya dengan memanfaatkan rerumputan liar yang telah tumbuh tinggi di depannya, untuk menghindari penemuan.
Beberapa selang waktu kemudian, seorang Kultivator Keabadian yang berpergian seorang diri yang sedang mencari keberadaan binatang suci kuno tiba-tiba melewati udara dengan mengendarai artefak terbangnya, matanya memindai hutan di bawah untuk mencari sosok atau tanda-tanda gerakan yang mencurigakan.
Xiao Jiu menempelkan punggungnya erat-erat ke dinding dan tidak bergerak sedikit pun sambil menahan napas.
hingga pada akhirnya sosok yang terbang di udara secara bertahap mulai pergi menjauh dan menghilang, Xiao Jiu akhirnya menghembuskan napas dengan lega.
“Huh....
Wah!.... Itu sungguh benar-benar menegangkan! Telur ini benar-benar membuatku banyak masalah!”
Seketika wajahnya berkerut terlihat jelas kerutan di dahinya saat dia menatap telur emas di pelukan nya, Xiao Jiu sedang berpikir bagaimana dia akan mencari solusinya?
Dia mengulurkan tangannya untuk mengetuknya dan tidak ada suara lain selain ketukan lembut yang dia buat.
Xiao Jiu berpikir pada dirinya sendiri, kemungkinan besar dirinya tidak akan mampu menyembunyikan telur itu lebih lama lagi, terutama di saat dia bertemu seseorang, seketika itu juga dia pasti akan ketahuan.
Orang-orang yang terbang di udara itu masih berlomba-lomba untuk mencari telur ini dan sepertinya mereka tidak akan pergi dalam waktu dekat ini.
Jika dirinya membawa telur ini untuk pergi sambil mencari Lin Xin-Ze' darinya berfikir apakah dia akan berhasil sampai di sana dengan selamat, meskipun berhasil bertemu dengannya, secara tidak langsung dia akan menyeretnya ke dalam bahaya yang tak berujung jika Lin Xin-Ze' ikut berpergian bersamanya.
“Apa yang harus dilakukan sekarang?
ini semua benar-benar sangat merepotkan.”
Setelah menyelesaikan gumamnya alisnya berkerut, disaat berfikir untuk mencari solusinya tidak butuh waktu lama dirinya teringat sebuah metode segel untuk menjalin kontrak. Matanya kini telah berbinar dan dia segera menggigit jarinya untuk meneteskan setetes darah ke kulit telur.
Tapi entah bagaimana? Tetesan darah itu tidak diserap ke dalam cangkang telur tetapi malah berguling ke samping.
Dia menatap tajam pada pada telur itu sambil mencelanya sebuah perkataan seseorang di seribu abad yang silam: “Bukankah dikatakan bahwa sebelum jenis binatang lahir, meneteskan setetes darah pada mereka akan mengontrak mereka dengan sepemilik darah? Apakah hanya itu tipuan?” Xiao Jiu tidak menyerah dan dia memeras dua tetes darah lagi untuk menetes di atasnya, tetapi masih tidak ada respon.
Akhirnya, setelah sekian lama berusaha Xiao Jiu tidak punya pilihan selain menyerah.
“Heh...? Suara apa itu?” Xiao Jiu memfokuskan pendengaran telinganya dan melihat sekeliling dengan teliti, sampai akhirnya dia menemukan bahwa suara samar itu sepertinya berasal dari bawah tanah.
Sesuai dengan dugaan nya, ketika dia melihat ke bawah dan mengamati tanah di sekitarnya, dia melihat sebuah retakan seperti terdapat sesuatu yang akan muncul kepermukaan, seperti terdapat sesuatu di bawah tanah yang sedang berusaha menembusnya.
“Tikus tanah?
Tidak.... Seharusnya bukan itu! Tidak ada tikus tanah yang sebesar ini!”
Dia memasukkan telur emas ke pakaiannya di depan dadanya dan berniat untuk melompat menghindar dari tanah yang bergemuruh dan disaat Xiao Jiu hendak keluar dari persembunyian sebelumnya seketika itu juga dia segera melihat seorang pria paruh baya mengendarai pedang menuju daerahnya, jarak nya tidak terlalu jauh dan dia secara naluriah mundur.
tetapi setelah satu langkah mundur tanpa disadari telah menempatkan kakinya di atas tanah yang gembur, disaat itu juga seluruh tubuhnya kehilangan keseimbangan dan dia jatuh ke dalam sebuah Guah di bawah permukaan tanah yang gembur itu.
Dia berteriak karena terkejut tidak butuh waktu lama dalam sekejap pandangan disekitarnya semuanya tiba-tiba menjadi gelap gulita. Tubuhnya meluncur menuruni jurang yang curam dengan kecepatan luar biasa yang membuat Xiao Jiu tidak memiliki kesempatan untuk bereaksi.
Sementara itu permukaan, tepat setelah Xiao Jiu menuruni perosotan sebelumnya, dua ekor tikus tanah menjulurkan kepala mereka dari tanah, dan berceloteh beberapa kali sambil melihat ke kiri dan ke kanan. Tak lama kemudian, mereka kembali menggali, untuk mengisi lubang yang sudah tersingkap ke permukaan.
Beberapa saat kemudian, seorang Kultivator keabadian yang merupakan Pria paruh baya telah mengendarai pedangnya telah menghampiri lokasi tersebut untuk mencari sumber suara dari teriakan sebelumnya, pria paruh baya itu melihat ke sekeliling, tetapi tidak melihat ada manusia di sekitarnya, selain itu dia juga tidak bisa mendeteksi keberadaan siapa pun di sana sebelum dia mengerutkan kening dalam-dalam: “Apakah sebelumnya saya salah dengar? ?”
Dia melepaskan kesadarannya untuk menyebar ke area itu beberapa kali dan ketika dia masih tidak menemukan apa-apa, dia akhirnya meninggalkan area itu dengan masih mengendarai pedangnya.
"Aahh...ah..!!"
Di bawah tanah, teriakan kaget Xiao Jiu bergema di terowongan saat tubuhnya terus meluncur ke bawah.
Tempat Itu benar-benar gelap dan dia tidak bisa melihat apapun. Dia hanya tahu bahwa terowongan itu ber zig-zag ke kiri dan ke kanan saat dia meluncur turun.
Di tengah jalan jatuh yang tak terbendung, kakinya sepertinya telah menendang sesuatu yang berdaging dan dengan mencicit melengking, bola daging yang lembut itu berguling bersama dengannya.
“gedebuk!”
“Aduh! Aah...!”
Dia berteriak kesakitan saat tubuhnya jatuh ke depan dari momentum slide gila. Tapi dia tidak jatuh ke tanah. Dia telah jatuh ke dalam benda lunak dan berdaging yang ada di hadapannya menuruni perosotan itu.
“Aduh! Itu benar-benar sangat menyakitkan.”
Setelah meluncur ke bawah dengan kecepatan seperti itu, lecet di tubuhnya tidak bisa dibayangkan saat dia merasakan seluruh tubuhnya terbakar kesakitan. Bahkan kemudian, ketika dia melihat sepasang mata yang tak terhitung jumlahnya di sekelilingnya menatapnya saat mereka bersinar hijau kusam dalam kegelapan yang redup, Xiao Jiu dengan cepat melompat karena keterkejutan nya.
“Mencicit mencicit.”
“Mencicit mencicit mencicit.”
[Tikus?]
Dia merasa kulitnya merinding. Mendengar suara-suara itu, mereka terdengar seperti tikus. Namun dalam kegelapan, samar-samar dia bisa melihat bahwa bentuknya tidak seperti jenis hewan pengerat pada umumnya dan mereka masih terus mengelilinginya pada saat itu.
Ketika dia menyadari bahwa lubang yang dia masuki cukup besar untuk menampung manusia sementara matanya melihat semua jenis hewan pengerat di depannya, tubuhnya langsung menegang dengan kencang.
“Apakah ini tikus atau badger?!”
Dia mengangkat tangan untuk memeriksa telur emas dengan cara meraba-rabanya yang berada di dalam pakaiannya yang diletakkan di dadanya untuk memastikan itu tidak rusak atau pecah sementara tangan yang lain mencapai pahanya, untuk menggenggam belati yang taruh di sisi pahanya di tangannya…..
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
*( Hello semuanya untuk para pembaca setia mohon bantuannya untuk support Subscribe dan Like 🙏🏻 dan silahkan berikan penilaian buku novel saya berdasarkan pendapat kalian Terimakasih 🥰 )*