The Assassint Goddess

The Assassint Goddess
EPS 26 - Bertemu Rombongan Xu-Yang Xuan Dan Harimau Kumbang



Setelah tiba di lereng gunung yang curam dan terjal, cukup terasa berat baginya saat dia menarik dirinya ke atas untuk mendaki ke puncaknya.


Terkadang ada kalanya jika dia ceroboh dengan pijakannya, kemungkinan batu-batuan lepas dan batu-batu akan copot untuk menggelinding menuruni gunung, maka dari itu mengharuskannya untuk sangat berhati-hati dalam setiap langkahnya.


Sekitar tiga jam kemudian ketika dia mendekati ladang tanaman obat, dia melihat ada lubang kecil di samping ladang tanaman obat tersebut.


Yah itu merupakan lubang yang ditempati oleh seekor ular berbisa berwarna hitam yang seukuran ibu jari, ular itu mendesis saat ia meludahkan lidahnya yang bercabang dari dalam lubang kecil itu, matanya yang ganas menatap tajam ke Xiao Jiu.


Pada saat itu Xiao Jiu mengamati area di depannya sejenak dan memperhatikan bahwa ada lubang kecil lain di samping lubang pertama yang dia lihat, tampaknya terhubung satu sama lain.


Xiao Jiu menyadari bahwa sebelum dirinya dapat memetik ramuan mujarab, dia harus terlebih dahulu menyingkirkan ular itu.


Setelah berfikir sejenak, matanya mengamati sekeliling untuk beberapa saat dan dia meraih batu seukuran kepalan tangan dari wajah gunung yang dipenuhi lumpur dan batu.


Xiao Jiu kemudian mendorong dirinya sedikit lebih dekat dan tepat ketika ular itu mendorong dirinya keluar dari lubang sedikit untuk mengintip, Xiao Jiu segera mengulurkan tangan dan menutup lubang itu dengan gerakan cepat.


Pada saat yang sama, ular itu dengan cepat keluar secara tiba-tiba muncul dari lubang lain, mulutnya terbuka lebar menunjukkan taringnya yang berbisa, lalu ular itu menyerang dengan cepat mendekati lengannya.


Saat melihat tindakan itu dengan kecepatan kilat, Xiao Jiu telah menarik belatinya dan menebas dalam sekejap.


Seketika itu juga, ular itu terpotong menjadi dua bagian kepala dan tubuhnya telah terpisah lalu terjatuh ke bawah tebing.


Setelah menyingkirkan itu, Xiao Jiu dengan hati-hati menggali ramuan mujarab itu dari lumpur dan menyimpannya di kantong penyimpanan nya.


“Huuh..! Sungguh sangat melelahkan!”


Gumamnya dengan terengah-engah.


Setelah memetik tanaman obat, Xiao Jiu kembali memanjat sampai ke puncak, berniat untuk melihat sekeliling dari sudut pandang yang tinggi.


Namun, tidak disangka dirinya menemukan ramuan mujarab yang memancarkan aura samar yang mengandung energi roh tepat di sisi puncak dan dia dengan gembira segera memetiknya dan memasukkannya ke dalam kantong penyimpanan juga.


“Sungguh sangat beruntungnya! saya benar-benar berhasil menemukan dua jenis ramuan mujarab di tempat yang sama!” Xiao Jiu berkata pada dirinya sendiri sambil tersenyum kegirangan.


Setelah selesai memetik dan menyimpannya Xiao Jiu berdiri di puncak yang tinggi dan melihat ke bawah, secara tidak sengaja dia melihat bahwa sekelompok orang sedang pergi jauh ke dalam hutan di sisi barat.


Pemimpin di antara mereka adalah seorang pria tampan yang mengenakan setelan putih, dan Xiao Jiu mengenalinya sebagai tunangan dari pemilik sebelumnya dari tubuhnya, Pangeran Ketiga dari Kerajaan Moon Glory, yang bernama Xu-Yang Xuan. Dan ada seorang gadis disisinya, mengenakan gaun biru langit yang cerah, dengan wajah yang sangat familiar baginya…..


Yah.. lebih tepatnya itu merupakan wajah miliknya sendiri, baik di kehidupan sebelumnya maupun dikehidupan sekarang sebagai Xiao Qing Yu.


Hemp...😕😕


sungguh sebuah Kebetulan yang tidak terduga!” Dia bergumam pelan pada dirinya sendiri, matanya menatap dingin.


Kota Bulan Sabit cukup jauh dari sini dan bahkan jika mereka melakukan perjalanan cepat, itu masih akan memakan waktu beberapa hari dalam perjalanan.


Mengapa dia datang jauh-jauh ke sini?


Dan bahkan Xu-Yang juga berada disisi?


Tatapannya melayang pada Xu-Yang untuk sementara waktu. Jelas, dia tidak menyadari bahwa Xiao Qing Yu yang bersama nya bukan lagi Xiao Qing Yu yang sama yang sebelumnya dia kenal.


Pada saat itu, Xiao Jiu tiba-tiba mulai memiliki rasa penasaran.


Tatapannya tidak bertahan lama pada pasangan itu karena dia segera menemukan bahwa di sekelilingnya baik yang dekat dan jauh, ada cukup banyak tim orang yang menuju lebih dalam ke Pedalaman Hutan Larangan. Beberapa tim masih jauh darinya, sementara beberapa hanya berjarak puluhan meter.


Mengingat semua pertemuan sebelumnya dalam sebuah perjalanan, matanya berkedip sejenak dia menenangkan diri dan berpikir: [Sebenarnya apa yang ada di bagian terdalam dari Pedalaman Hutan Larangan?


pasti ada sesuatu hal yang telah menarik semua orang ini ke sini untuk berlari menuju Pedalaman Hutan Larangan!]


Saat dia tenggelam dalam pikirannya, dia tiba-tiba merasakan sepasang mata yang dipenuhi dengan kebencian dan haus darah telah menatapnya.


Xiao Jiu langsung berbalik dengan cepat dan pandangan itu menyebabkan kedutan terus-menerus untuk menarik alisnya: “Harimau Kumbang!?”


Pada jarak hampir lima meter darinya, seekor Harimau Kumbang yang tingginya sekitar dua hingga tiga meter. Semua taringnya terbuka saat dia menatapnya dengan jahat, tubuhnya yang mengendap-endap sepertinya diam-diam ingin mendekatinya tetapi usaha nya sia-sia karena telah diketahui Xiao Jiu, dan Harimau Kumbang besar itu mengangkat kepalanya untuk mengeluarkan raungan keras saat dia menerjangnya.


“Mengaum, Roar.. Roar...!”


Raungan marah Harimau Kumbang yang keras menyebabkan tanah sedikit bergema. Raungan itu terdengar dari puncak yang tinggi itu dan dalam sekejap, itu menyebar untuk mencapai sebagian besar daerah sekitarnya, di mana semua tim orang di hutan mendengarnya.


Dihadapkan dengan Harimau Kumbang raksasa seperti itu, Xiao Jiu tidak memiliki kemungkinan untuk menang dalam pertempuran dengannya,


dan dia mengambil kesempatan untuk berjongkok rendah dan melesat ke satu sisi saat Harimau Kumbang itu menerjang, menggunakan kekuatan Qi dan di kombinasikan dengan kekuatan mistik mistiknya guna untuk memperkuat tubuhnya dan mempercepat gerakannya, dia menggunakan bentuk gerakannya yang tidak lazim untuk dengan cepat melangkah ke bawah menuju kaki gunung untuk melarikan diri.


“Roarr...Roarr... mengaum!”


Serangan Harimau Kumbang besar itu tidak menghasilkan apa-apa selain seberkas kabut hitam yang tersisa udara dan dia mengangkat kepalanya dan memindai di sekitarnya menggunakan ketajaman instingnya seketika mengaum kembali sebanyak dua kali lagi. Tubuhnya yang besar berbalik untuk mengejar dan menyerang, Disisi lain terdapat Harimau Kumbang yang tiba-tiba bergerak sangat cepat dalam mengejar Xiao Jiu dengan sengit.


“Sial! Ternyata masih ada satu lagi !!


Aku tidak menyangka akan ada dua harimau Kummmbang yang akan mengejar!


baiklah sepertinya aku harus menggunakan Teknik Shadow Flash”


Xiao Jiu dengan cepat memutuskan untuk menggunakan salah satu teknik Assassint nya, dengan kecepatan bagaikan kilat yang menyambar dia bergerak menuju kaki gunung.


Setiap pergerakan nya kesat mata dikarenakan menggunakan teknik Assassint di siang bolong sehingga masih meninggalkan sedikit jejak seperti garis-garis samar hitam yang merupakan sisa-sisa kabut hitam yang tipis,


Tetapi meskipun begitu, kecepatan itu sepuluh kali lipat lebih mengerikan.. Tidak, mungkin seratus kali lipat dibandingkan dengan masalalu di seribu abad yang silam.


itu disebabkan karena teknik Assassint yang didasari dengan Qi telah di kombinasikan dengan kekuatan mistik.


cobalah bayangkan bagaimana jadinya jika teknik tersebut digunakan pada malam hari atau ditempat gelap?


mungkin akan seperti hantu yang tidak diketahui keberadaannya.


Andaikan jika ada yang melihatnya mungkin mereka akan terkena serangan jantung mendadak, karena keterkejutan nya yang tidak bisa terbendung karena diluar akal sehat mereka.


Setelah Xiao Jiu melihat Harimau Kumbang lain yang berlari ikut mengejarnya, dia tidak bisa menahan diri untuk tidak mengutuk: “Sungguh hari yang sebelumnya merupakan keberuntungan kini telah berubah menjadi hari yang buruk!” Matanya dengan cepat memindai, mencari jalan keluar…..


Berbagai tim, pasukan dan orang-orang yang berjalan ke hutan yang lebih dalam, yang kini berada di daerah sekitar puncak setelah mendengar auman Harimau Kumbang, tiba-tiba berhenti di jalur mereka, dan melihat ke arah sumber auman.


Harimau Kumbang memiliki kekuatan luar biasa dalam pertempuran dan Harimau Kumbang di Pedalaman Hutan Larangan bukanlah sekedar Harimau Kumbang biasa, tetapi juga binatang kelas atas tingkat dua.


Bahkan ketika berjumlah lebih dari empat puluh orang, tidak mungkin bagi para pejuang yang hanya berada di tahap awal level mistik mampu untuk dapat memburu Harimau Kumbang kelas dua tingkat tinggi. Oleh karena itu, setiap orang yang berani masuk ke hutan ini tahu, jika mereka melihat Harimau Kumbang dari jauh, mereka harus menghindarinya dan tidak menghadapi mereka dalam pertempuran.