The Assassint Goddess

The Assassint Goddess
EPS 32 - Mode Assassint Pembunuhan Berantai Dan Kelahiran Naga Kuno ( Pat 1 )



“Mencicit mencicit mencicit!”


Di sekelilingnya terdapat ada sekitar enam puluh atau tujuh puluh Tikus tanah, dan masing-masing dari mereka berukuran sangat besar.


Pada saat itu, Xiao Jiu telah dikelilingi oleh mereka semua, satu persatu semua menatapnya, mencicit tanpa henti-hentinya.


Dengan kekuatan yang dimiliki Xiao Jiu sekarang, bagaimana dia bisa keluar dengan mudah dari kesulitan ini?


Bunuh ke-enam puluh hingga tujuh puluh Tikus penggalih tanah ini?


Tikus penggalih tanah ini jelas merupakan mutan dan mereka mungkin tidak semudah itu untuk dimusnahkan.


Saat dia berfikir untuk mencari sebuah solusi, dia merasakan hembusan angin kencang bertiup dari samping dan seketika itu juga Xiao Jiu melihat tikus penggalih tanah telah melompat ke arahnya setelah mencicit dari kanan.


Dia menekan rasa sakit yang telah meremukkan di semua bagian tubuhnya, Xiao Jiu mengabaikan terlebih dahulu dari pemikiran nya dan matanya menggelap, saat mengayunkan tangannya untuk memukul disaat bersamaan pula jari-jemarinya telah mencengkeram sebuah belati.


Seketika cahaya merah samar dari aura kekuatan mistik menyelimuti belati tajam dan menebas, menebaskannya ke udara,


Sweoss.... swoosh...


Dikarenakan situasi ruang lingkup gelap, serangan itu di ditujukan berdasarkan institusi nya pada tikus penggalih tanah yang telah menyerang.


Pada saat itu, sisa dari enam puluh hingga tujuh puluh tikus penggalih tanah mencicit dan secara bersamaan mereka semua melompat kearah Xiao Jiu, sepenuhnya mengelilinginya, menggigit dan mencakar.


“Aah....!”


Rasa sakit itu membuatnya menangis meronta-ronta dan berlinang air mata, tetapi meskipun enam puluh hingga tujuh puluh tikus penggalih tanah menggigit dan mencabik-cabik nya, kecepatan tebasan nya tidak melambat sedikit pun.


Pada saat itu, dia seperti sedang menjalani inkarnasi kematian, dia berteriak dengan sekujur tubuhnya yang berlumuran dengan darah, Xiao Jiu menyerang dengan kecepatan, kegesitan dan kelincahan jari jemarinya saat memainkan belati, dia melakukan serangan sambil berputar-putar dengan belatinya yang tergenggam erat hingga terlihat seperti terbentuk lingkaran cincin yang menyambar dengan cepat, dia berputar seperti gangsing hingga menciptakan shadow yang merupakan kabut hitam untuk menghalangi pandangan dari tikus penggalih tanah, saat itu Xiao Jiu hanya memiliki satu tujuan yang memenuhi pikirannya, dan itu adalah untuk tetap hidup!


“Mencicit!”


Mencicit mencicit ….”


Jumlah mayat tikus penggalih tanah yang mati kini berserakan di tanah semakin banyak, dan adapun sisanya tidak ada lagi yang berani mendekatinya.


Mayat-mayat tikus penggalih tanah kini telah menumpuk dan membentuk sebuah bukit kecil di sekelilingnya dan bau darah yang kental telah mencemari udara sehingga tercium sangat menyengat di ruang kecil yang gelap itu.


Adapun Xiao Jiu, keadaannya kini berlumuran darah yang menetes, baik itu darahnya sendiri maupun darah dari tikus penggalih tanah….


“Ayo!..... Datanglah kemari, Apakah kalian tidak berani untuk melompat ke arahku lagi?”


Nada dinginnya dipenuhi dengan intimidasi dan kekejaman dan tatapannya tertuju setiap pada sekelompok tikus penggalih tanah yang kini telah mundur secara perlahan.


Pada saat itu juga, Xiao Jiu kini seluruh tubuhnya telah bergejolak dipenuhi dengan aura pembunuhan dan haus darah.


Saat ini, Xiao Jiu yang tertutupi oleh darah yang bersimbah di sekujur tubuhnya, dari setiap inci membuatnya terlihat seperti malaikat kematian yang bersimbah darah yang akan datang untuk merenggut nyawa mereka kapanpun.


Rasa haus darah yang mengerikan yang berasal dari tubuh Xiao Jiu, sudah cukup untuk membuat tikus penggalih tanah lainnya sangat ketakutan untuk melangkah maju.


“Heh..... Mengapa berhenti dan menghindar dariku ?


Hemmp!.... Aku belum selesai menikmati dan bersenang-senang dalam melakukan pembantaian Loh!...”


Pada saat yang sama suara jahatnya yang sangat mengintimidasi berhenti, Xiao Jiu segera kembali menggerakkan tubuhnya, pada saat itu juga tubuh Xiao Jiu menghilang dalam sekejap dan secara tiba-tiba Xiao Jiu muncul disisi lain dan secara bersamaan belati tajam yang berkilauan dengan aura dingin telah menusuk ke salah satu dari tikus penggalih tanah lainnya, saat melakukan tindakan untuk menusuk dan menyayat Kecepatan Xiao Jiu sangat mencengangkan sehingga saat belati itu bergerak tidak memungkinkannya untuk dapat menghindar.


“Mencicit!”


Sebuah mencicit menyedihkan terdengar, darah hangat mengalir dengan deras, dan tikus penggalih tanah lain terbunuh oleh belati hanya dalam sekejap mata.


“Mencicit mencicit!”


Tikus penggalih tanah yang tersisa kini berjumlah sedikit, kurang lebih dari sepuluh ekor, mereka mencicit dengan keras dan berusaha untuk melarikan diri melalui terowongan dengan sangat panik.


Tindakan Xiao Jiu yang sebelumnya dia lakukan, merupakan Mode Assassint pembunuhan berantai secara masal, dimana dirinya akan tenggelam dalam pembunuhan secara gila-gilaan tapa pandang bulu, membunuh akan menjadi sebuah kesenangan baginya yang tak pernah terpuaskan dengan akan hausnya darah.


Dimasalalu, biasanya Xiao Jiu hanya akan menggunakan mode tersebut disaat keadaan krisis, dimana dirinya sudah dalam keadaan putus asa dan tidak lagi memiliki pilihan lain.


Tak terbayang, andaikan saja ada seseorang yang melihatnya nya, mereka akan sangat tercengang dan tubuh mereka akan terpaku ditempatnya, mereka aka beranggapan bahwa fenomena yang terjadi di depan matanya, persis seperti malaikat kematian yang telah keluar dari gerbang neraka yang datang untuk mencabut nyawa secara masal, dan mereka hanya akan tertunduk diam dan tak mampu berbuat apapun.


Setelah kepergian sekawanan tikus penggalih tanah, kini Xiao Jiu menemukan terowongan lain dan dia menatap nya sejenak,


Xiao Jiu berjalan selangkah demi selangkah menuju arah di mana dia merasakan angin sepoi-sepoi dari terowongan tersebut, dengan setiap langkah yang dia ambil, Xiao Jiu meninggalkan jejak darah disertai darah yang menetes di setiap langkah kakinya, Xiao Jiu berjalan dengan tertatih-tatih sambil meneteskan air mata yang berlinang membasahi wajah, dikarenakan menahan rasa sakit di sekujur tubuhnya disaat kepergian nya.


Dia berjalan selama hampir dua jam dan suara yang pertama kali dia dengar adalah suara air yang mengalir, sebelum Xiao Jiu melihat keberadaan dari suara air yang mengalir, dia disambut terlebih dahulu oleh sinar cahaya yang berangsur-angsur menjadi terang.


Melihat lingkungan udara disekitarnya cukup lembab Karena adanya air yang mengalir, Xiao Jiu merintih kesakitan di setiap langkah kakinya, dia menahan rasa sakit yang hampir tak tertahankan lagi di sekujur tubuh setelah sekian lama berjalan, secara perlahan-lahan mengambil langkah demi langkah, sampai akhirnya kini dia mencapai aliran air.


Disana terdapat sebuah kolam yang terlihat dalam, hingga dasar kolam tersebut tidak terlihat, tetapi air itu terlihat sangat jernih


dan air itu bergerak dan mengalir, tetapi tidak diketahui ke mana mengalirnya air itu.


Xiao Jiu kembali memperhatikan lingkungan disekitarnya dan dia sama sekali tidak menemukan rute lain yang bisa dia lihat dari sini, sinar cahaya tersorot miring dari atas kepalanya, sepertinya dia berada di dasar jurang yang sangat dalam.


Disaat air yang mengalir menuruni dinding curam, terdapat air yang mengalir tipis sekilas seperti rintikan air terjun, mereka ditutupi lumut hijau dan ganggang yang tanaman secara merambat dan menggantung.


Setelah melihat dari pengamatan tentang kesan lingkungan disekitarnya, Xiao Jiu kembali mengalihkan pandangannya ke belakang.


Xiao Jiu tidak memutuskan untuk segera meninggalkan tempat tersebut, tetapi yang dia lakukan sekarang melainkan mengkhawatirkan luka yang berada di tubuhnya.


Karena jika gigitan dan goresan dari tikus penggalih tanah tidak segera diobati, tubuhnya akan terinfeksi dan bernanah. Beruntung nya, Xiao Jiu menemukan genangan air yang jernih ditempat tersebut.


Xiao Jiu melepaskan pakaian yang basah kuyup oleh darah dari tubuhnya, dan dengan hati-hati meletakkan telur emas ke samping sebelum dia memasuki kolam, dia membiarkan air jernih dan dingin membersihkan dan membasuh lukanya…..


Mata Xiao Jiu menyipit sedikit rapat, saat dia merasakan hawa dingin dari air kolam yang telah membasahi tubuhnya, secara instan Xiao Jiu merasakan rasa sakit dan perih dari banyak luka di sekujur tubuhnya dan rasanya seperti tersayat-sayat oleh pisau, sehingga Xiao Jiu kembali meneteskan air mata, karena menahan rasa sakit tak tertahankan yang berlebihan.


Tapi setelah merasakan rasa sakit yang tak tertahankan sebelumnya, secara tak terduga muncul perasaan nyaman yang menenangkan, seperti aliran hangat melewati tubuhnya yang telah kelelahan dengan sentuhan lembut.


[Aliran air berubah menjadi hangat?]


Xiao Jiu tiba-tiba membuka matanya dan melihat tubuhnya didalam air yang seharusnya dingin.