
Di keesokan harinya tepat saat sinar matahari fajar melambat secara perlahan di seluruh negeri, pria yang sebelumnya tidak sadarkan diri sepanjang malam akhirnya terbangun pada saat itu.
Tapi, ketika dia membuka kelopak matanya, dia melihat pemandangan yang sangat aneh memenuhi matanya.
Yang pertama kali dia lihat seorang pengemis kecil berpakaian compang-camping duduk dalam posisi bersila lotus di sampingnya, tubuhnya dipenuhi dengan berlumuran darah, dan meskipun baunya masih kuat, darahnya telah mengering sepenuhnya.
Dia tidak dapat menentukan kondisi pengemis kecil itu karena wajahnya berwarna hijau tua, seperti dia telah mengoleskan obat di atasnya.
Melihat pengemis kecil itu memegang belati di tangannya, dan kelopak matanya yang tertutup seakan-akan menatap ke depan, lelaki itu berbalik dan mengikuti pandangan pengemis kecil itu dan apa yang dilihatnya membuatnya menyipitkan matanya dengan penuh kewaspadaan.
Selain tiga bangkai serigala yang sudah menjadi kaku tepat di depan pengemis kecil itu, dia mengalihkan perhatiannya ke sekelilingnya ternyata terdapat banyak bangkai serigala yang berserakan dilumuri oleh darah yang telah mulai mengering.
Selain itu pada jarak sekitar sepuluh sampai lima belas meter dari keberadaan mereka, kurang lebih sekitar sepuluh serigala abu-abu dengan rahang yang sangat kokoh duduk di kaki belakang, dan mata sekawanan serigala mengawasi mereka berdua dengan lapar.
Saat Xiao Jiu menoleh sedikit, kebetulan secara tidak di sengaja langsung bertatapan dengan mata pria itu, yang dipenuhi dengan keterkejutan dan keheranan atas apa yang terjadi sebelumnya
“Menghindar!”
Pria itu tiba-tiba berteriak kaget, matanya melebar ketakutan saat dia melihat serigala abu-abu melompat ke arah pengemis kecil itu.
Dalam keadaan panik, Pria itu secara refleks mencoba untuk berdiri tetapi gerakan besar itu merobek luka di perutnya dan dia mengerang kesakitan sebelum terjatuh kembali ke tanah, luka yang sebelumnya telah di obati kini darahnya kembali terlihat merembes keluar melalui lukanya.
Setelah mendengar teriakan pria itu sebagai peringatan baginya, seketika itu juga Xiao Jiu telah berbalik, dan melompat dengan gesit dalam satu gerakan cepat saat tatapan dinginnya tertuju pada serigala abu-abu.
Dia melihat serigala yang melompat mendekatinya dan Xiao Jiu segera melakukan gerakan Shadow dan seketika itu juga tubuhnya menghilang berubah menjadi ilusi setelah nya, hanya meninggalkan seberkas kabut hitam, pada saat itu juga tubuh serigala yang sebelumnya hendak mendekati untuk menyerang secara tiba-tiba telah tersayat-sayat oleh belatinya.
Gerakan belati yang Xiao Jiu mainkan seolah-olah seperti sebuah atraksi pertunjukan seniman yang mengukir patung dengan cara seperti melukis, gerakan nya terlihat tenang, indah, Lihai, cepat dan sangat gesit.
‘Srecctt...
Srecct.... Srecct!’
“Melolong!”
jeritan serigala yang tersiksa.
Disaat melakukan sayatan terakhir, belati itu ditekan dalam-dalam dengan kekuatan Qi yang ganas yang di kombinasikan dengan kekuatan mistik dan gerakan terakhirnya di arahkan ke bagian perut, serangan itu menyebabkan sayatan panjang yang sangat dalam di perut serigala.
Serigala itu melolong semakin keras karena kesakitan dan saat dari lompatannya yang mengarah ke depan Xiao Jiu, serigala itu dalam keadaan terus berlayar di udara hingga pada akhirnya terjatuh tepat di depan pria yang telah jatuh ke tanah sebelumnya, matanya yang ganas melebar menatap pria itu dengan teguh, disaat jatuh ke tanah tubuhnya bergetar, rahangnya yang besar bergerak sedikit, sebelum menghembuskan napas terakhirnya dan mati.
“Aauoo...!”
Serigala abu-abu lainnya mulai gelisah dan cemas saat mereka mengangkat kepala sambil melolong panjang.
Mata mereka yang lapar dan haus darah terus menatap Xiao Jiu dengan putus asa, dan mereka tidak berani lagi untuk gegabah saat berburu mangsanya.
Xiao Jiu dengan cepat kembali bangkit dengan tatapan dinginnya sambil melihat beberapa serigala abu-abu yang memantau nya.
Tatapannya setiap inci seperti iblis dari neraka dengan haus darah yang tak terpuaskan, seketika bibirnya melengkung dengan senyuman aneh.. Layaknya psikopat dan berkata: “Jika kamu masih berani memilih untuk tetap di sini, aku tidak akan segan-segan akan membunuh kalian semua tanpa belas kasih dan ampunan.”
Tatapan dinginnya tertuju pada sekelompok kawanan serigala, dan pada akhirnya tatapan berhenti pada serigala yang jauh lebih besar yang berdiri di lereng agak jauh, tatapan mata Xiao Jiu terkunci pada pemimpin kawanan serigala tersebut.
Sepertinya serigala yang merupakan pemimpin sangat merasakan kehadiran intimidasi intens yang berasal dari Xiao Jiu, serigala yang lebih besar menatap Xiao Jiu sejenak, sebelum mengangkat kepalanya untuk melolong panjang.
Tidak lama kemudian, lebih dari sepuluh serigala aneh yang sebelumnya tatapan nya terkunci pada manusia kini bangkit dan seketika mereka melompat untuk menjauh.
Pria itu menyandarkan dirinya dengan bantuan sikunya, pria itu menatapnya dengan sangat terkejut dan tidak percaya dengan apa yang dia lihat, sejak awal Xiao Jiu mengambil tindakan membunuh sampai akhir tragedi semuanya diluar nalar, matanya pria itu melebar sebesar telur, wajahnya membeku keheranan dan penuh pertanyaan yang tidak mampu dia jawab.
Setelah selesai mengatasi beberapa serigala Xiao Jiu menyeka belatinya hingga bersih pada bulu serigala sebelum dia kembali menyimpan nya.
Ketika Xiao Jiu berbalik, dia melihat ekspresi pria itu, dia tertawa acuh tak acuh dan berkata: “Bagus jika kamu telah bangun. Andaikan saja kamu masih tertidur lebih lama, aku akan memutuskan untuk pergi dan meninggalkanmu lalu membiarkanmu menjadi makanan sekelompok kawanan serigala.”
Setelah lontarkan kata-katanya,
Xiao Jiu berjalan ke samping dan duduk, karena setelah bertarung membuat nya semakin haus, dikarenakan semenjak bertarung sepanjang malam Xiao Jiu tidak sempat menghilangkan dahaganya, dia mengeluarkan tabung bambu untuk minum air yang sebelumnya telah dia ambil dari sungai yang jernih.
Setelah bertarung lebih dari sepuluh serigala sepanjang malam, pikirannya menjadi sangat tegang dan Xiao Jiu tidak merasa santai sedikitpun.
Andaikan saja Xiao Jiu menurunkan kewaspadaannya dan membuat kesalahan terkecil saja, dalam situasi tersebut, kemungkinan mereka bisa saja tercabik-cabik oleh serigala.
“Siapa….. Siapa kamu?” setelah melihat aura membunuh yang sangat dingin dan kejam dan melihat semua tindakan Xiao Jiu sebelumnya, pria itu mungkin merasakan ketakutan sehingga sekarang pria itu berbicara dengan tergagap.
“Kenapa kamu begitu peduli tentang siapa aku, kamu tidak perlu tahu siapa aku
Lagi pula itu tidak terlalu penting”
jawab Xiao Jiu dengan penuh misteri...
“Lalu….. Lalu siapa aku?” Saat kata-kata itu terlontar dari mulut pria itu, tiba-tiba Xiao Jiu menjadi kebingungan.
“Apakah kepalamu terbentur sekeras saat tidak sadarkan diri? Kamu bahkan tidak ingat identitas dirimu sendiri?”
Tanya Xiao Jiu dengan keheranan.
Disaat berbicara, secara tiba-tiba Xiao Jiu teringat sesuatu dan dengan cepat dia mengulurkan tangannya untuk memeriksa bagian belakang kepala pria itu.