
Setelah memeriksa nya dengan teliti seperti yang dia duga, terdapat benjolan besar yang telah membengkak di sana.
Pria itu menatap kosong pada pengemis kecil berwajah hijau yang membungkuk pada nya dan Pria itu masih belum sadar sampai dia kembali mendengar suara pengemis kecil itu.
“Hemmp...
sepertinya kepalamu pasti terbentur batu ketika jatuh. Darah yang telah membeku itu pasti menekan sarafmu sehingga membuat kamu menjadi amnesia, tapi kemungkinan itu hanya sementara dan kamu akan kembali tentang identitasmu setelah gumpalan darah itu hilang.”
Setelah menyampaikan perkataannya Xiao Jiu berdiri sambil mengibaskan tangannya dan kembali mengatakan: “Baiklah, karena kamu sudah bangun, seharusnya kamu sudah bisa menjaga dirimu sendiri, tugasku sudah selesai dan sekarang aku akan pergi.”
Ketika mendengar perkataan itu, pria itu seketika panik dan dia menahan rasa sakit yang luar biasa di perutnya saat dia berusaha untuk berdiri.
Disaat melihat tindakannya, pria itu telah menimbulkan perasaan tidak nyaman dan disertai dengan keheranan, bahkan pria itu berdiri di samping Xiao Jiu.
Pria itu sepertinya ingin mengatakan sesuatu tetapi dia tidak tahu bagaimana mengatakannya dan dia hanya melihat Xiao Jiu dengan mulut terbuka dan tertutup tanpa melontarkan kata-kata apapun.
Setelah pria itu berdiri, Xiao Jiu seketika itu juga secara tiba-tiba langsung terkejut, karena itulah dia melihat seberapa tinggi pria itu saat berdiri.
Dia satu kepala lebih tinggi darinya lebih tepatnya tinggi badan Xiao Jiu dapat di ukur hanya sampai di dada pria itu, kulitnya kecokelatan perunggu dan berotot, sepertinya sedikit lebih berotot daripada Zhou Ru Yan. penampilan saat menggunakan pakaian yang menutupi tubuhnya, pada saat itu sedikit ketat dan teregang dengan baik, otot-otot yang menonjol di lengannya terlihat seperti akan membelah pakaian itu setiap saat.
Pada saat itu juga Xiao Jiu memalingkan matanya dan melihat pria yang mengikutinya, sambil bertanya: “Apa yang sedang kamu lakukan?
Dan mengapa kamu membuntuti ku dari belakang?” Xiao Jiu baru saja menyelamatkan pria itu tanpa berpikir dan dia tidak menduganya bahwa itu akan membawa banyak masalah bagi dirinya sendiri.
“Tidak bisa…. Tidak bisakah aku mengikuti mu?” Pria itu menatapnya, dimata nya terpancarkan dengan dipenuhi kegelisahan. “Aku tidak bisa mengingat apapun bahkan identitasku saja tidak mengingat nya dan sekarang aku hanya mengenalmu.”
Xiao Jiu tiba-tiba terdiam, setelah merenung sejenak, Kata-kata itu terdengar agak familiar baginya.
Dia sendiri telah mengatakan sesuatu yang kemungkinan mirip dengan kata-kata itu ketika dia memutuskan untuk berpegang teguh pada Zhou Ru Yan pada waktu itu.
“Aku….. aku berjanji tidak akan merepotkan dirimu.”
Xiao Jiu memutar matanya dan berkata dengan putus asa: “Huuh.... Kamu, Kamu Tidak akan merepotkan ku?
sebelumnya kamu sendiri, sudah menyusahkan ku.”
Jika bukan karenanya, disaat bertarung dia tidak akan memiliki beban untuk menjaganya dan menatap serigala-serigala itu sepanjang malam.
Dengan keterampilan dan kecepatannya, bahkan jika dia tidak mampu melawan mereka, dia tidak akan memiliki masalah untuk melarikan diri.
Ketika dia tidak mendengar jawaban apa pun, Xiao Jiu mengalihkan pandangan nya dengan mengangkat matanya untuk meliriknya, dan saat melihatnya dirinya dikejutkan dengan tingkah pria di hadapannya.
“A…..Untuk apa pria dewasa sepertimu menangis?
dari sudut pandang orang bisa dikatakan kamu persis seperti anak-anak yang kehilangan ibunya kau tahu??
sungguh pemandangan yang memalukan.”
Xiao Jiu sengaja mengatakan itu agar pria itu berhenti atas tingkahnya yang memalukan.
Sebenarnya melihat seorang pria besar yang tegap menangis dengan mata merah penuh dengan air mata di depan matanya, terlihat setiap inci seperti menantu kecil yang telah diganggu, apa lagi yang bisa Xiao Jiu lakukan selain terkejut?
bagaimana aku tidak bersedih….”
Pria itu menatapnya dengan tatapan sedih.
“Aku tidak tahu harus pergi ke mana, dan aku tidak punya tempat untuk kembali, dan kamu tidak mengizinkanku untuk mengikuti mu, lalu apa yang harus aku lakukan?….”
Xiao Jiu menepukkan telapak tangannya di dahinya dan menatap ke langit tanpa berkata-kata. Dia benar-benar membuat dirinya terjebak dalam masalah yang tidak mudah untuk disingkirkan kali ini…..”
Apakah ini yang dinamakan karma? Dia telah menempelkan dirinya pada seseorang sebelumnya, dan sekarang seseorang melakukan hal yang sama padanya.
karena tidak adak pilihan lain, secara terpaksa Xiao Jiu akan membiarkan Pria itu untuk nya.
Dia berjalan menghampiri sungai dan mengeluarkan kembali tabung bambu untuk mengisinya dengan air sementara dia melepaskan lapisan atas pakaian yang telah berceceran darah serigala dan membuangnya.
Disaat Xiao Jiu hendak bersiap untuk pergi dari tempat itu seketika dia melihat pria itu masih berdiri di sana dengan bodoh, tampak seperti dia ingin mengikuti tetapi tidak berani dan hanya menatapnya.
Xiao Jiu menghela nafas berat dan berkata: “Sampai kapan kamu berdiri di sana? Bukankah kamu bilang ingin mengikuti aku?Ayo pergi!”
“Eh...? iya tentu saja!” Pria itu terkejut sesaat sebelum dia tersenyum bahagia dan mengangguk setuju, mengambil langkah cepat untuk berjalan.
Namun, salah satu lengannya berada di atas perutnya saat dia berjalan untuk menahan rasa sakit.
Mereka berdua terus berjalan menaiki lereng dan masuk lebih dalam ke Pedalaman Hutan Larangan.
Pada saat itu, mata Xiao Jiu yang perlahan memperhatikan secara diam-diam matanya memantau ke sekeliling, sambil terus berjalan ke depan.
“Tentang itu… Kamu tidak memberitahu tentang identitasmu, Lalu bagaimana… bagaimana aku harus memanggilmu?” Pria itu bertanya, sambil mengikuti di sisi Xiao Jiu.
“Terserah
kau bisa memanggilku sesukamu.” Xiao Jiu menjawab dengan acuh tak acuh, perhatiannya tidak pada percakapan.
Mendengar perkataan itu, pria itu memikirkannya sejenak dan dia berkata sambil tertawa: “Kamu terlihat jauh lebih muda dariku, jadi mulai sekarang aku akan memanggilmu Anak Kecil, oke?”
“Ehh....”
Dia menjawab dengan bingung, tidak benar-benar mendengarkan apa yang sebenarnya dia katakan, tetapi malah memiringkan kepalanya untuk menatap Rerumputan liar yang tinggi di belakang.
Mendengar persetujuan Xiao Jiu, wajahnya pria itu berseri-seri. Disaat akan kembali berbicara tanpa disengaja dia melihat pengemis kecil itu menatap sebuah tempat di belakangnya diposisi sebelah kiri, pria itu mengikuti arah pandangan dan apa yang dia lihat membuat wajahnya berubah menjadi pucat seketika.
“Serigala itu masih ada?
Dan mereka…. Mereka masih terus mengikuti kita?” Pria itu tiba-tiba sedikit terkejut.
Mereka berdua telah berjalan cukup jauh dan pria itu tidak menyadari bahwa ada lebih dari sepuluh serigala mengikuti di belakang mereka.
Dia tidak berani membayangkan, jika mereka tertangkap dalam keadaan sama sekali tidak sadar dan serigala-serigala itu menerkam mereka secara tiba-tiba, hasilnya seperti apa yang akan terjadi…..