
Tahun 1589 Aidens, bulan November, tanggal 02 Daniel dan rekan rekan nya sudah berhasil menyelamatkan sang iblis yang lepas kendali, dan iblis tersebut akan membantu Daniel untuk mengalahkan sang naga Hydra sebagai balas budi nya.
"Maaf Pangeran, sepertinya saya tidak bisa ikut dengan pangeran" ucap Marduk.
"Ada apa memangnya Marduk?"tanya Daniel.
"Teman Teman saya tadi memberi sebuah kabar bahwa Markas kami sedang di serang oleh Se gerombolan Thunder Wolf, karena itu saya harus ke sana untuk membantunya"jawab Marduk.
"Kalau begitu pergilah, kasian teman teman mu yang sedang berusaha menghalangi monster itu"Jawan Daniel dengan lembut.
"Terima kasih pangeran, saya janji jika pangeran membutuhkan saya panggil saja seperti waktu itu, saya pasti akan segera datang"ucap Marduk sembari berlutut.
Akhirnya Marduk pun merapalkan sihir teleportasinya dan menuju ke Markas nya untuk membantu teman teman nya.
"Saya pun sama yang mulia, saya diberitau oleh sekretaris kerajaan untuk segera kembali karena ada Rapat darurat di kekaisaran Ainsworth, saya akan menyusul nanti"ucap Alva.
"Baiklah jikalau begitu"ucap Daniel.
Alva pun mulai kembali ke kerajaan nya dengan sihir teleportasinya.
"Baiklah pangeran kita sudah tidak punya banyak waktu lagi, mari kita pergi ke gunung Ogria"ucap Gale.
"Baiklah jika begitu, mari kita naiki karavan nya"ucap Daniel.
Daniel dan rekan rekan nya pun mulai pergi menuju karavan yang sudah disediakan oleh Raja Els,dengan di kawal oleh 16 pasukan Raja Els, 8 Pasukan kota Elf, 8 pasukan Raja Alva.
Sang kusir karavan itu pun mulai memecut kuda mereka agar karavan tersebut dapat maju menuju Gunung Ogria, Raja Els pun mulai melambai-lambaikan tangan nya menuju karavan tersebut dengan tersenyum.
*******
Sementara itu di WindLand.
"Haha Akhirnya setelah 1 bulan Kerajaan ini dapat kembali lagi seperti semula"ucap Rafael sembari memegang pinggangnya.
"Kahl hitung berapa pengeluaran kita untuk membangun Kerajaan ini seperti semula"Ucap Rafael.
"Menurut kalkulasi ku kita sudah menghabiskan 25rb keping koin platinum, 100rb keping koin emas, 57rb keping koin perak, dan 125rb keping koin perunggu"ucap Kahl.
"Cukup banyak ya"ucap Rafael sembari memegang dagu nya.
"Tapi tidak masalah yang mulia, kita masih punya banyak uang yang tersisa di gudang harta"ucap Kahl.
"Yahh baiklah kalau begitu"ucap Rafael bernafas lega.
"Raja Rafael, karena kita semua sudah melaksanakan tugas yang diberikan kepada kami, sesuai kesepakatan kami pasukan Magnolia dan Imperial akan kembali ke kekaisaran kami lagi"ucap Pasukan Magnolia dan Imperial.
"Baiklah, tunggu sebentar ya jangan kemana mana dulu"ucap Rafael.
Rafael pun berlari dengan sangat kuat menuju Sang Raja Theo untuk memberitahu bahwa pasukan dari Kekaisaran Magnolia dan Imperial akan kembali lagi ke Kekaisaran mereka.
Setelah Raja Theo mengetahui nya, Raja Theo dan Raja Rafael pun berlari kembali menuju pasukan Imperial dan Magnolia tadi.
"Hahaha, terima kasih karena sudah membantu kami ya"ucap Raja Theo sembari tertawa.
"Tidak apa apa Yang Mulia, ini sudah tugas yang diperintahkan oleh Kaisar kepada kami"ucap Pasukan Magnolia.
"Baiklah kalau begitu, tolong sampaikan Rasa terima kasih ku kepada Kaisar kalian ya"ucap Raja Rafael.
"Baik Yang mulia"teriak pasukan Imperial dan Magnolia dengan serempak.
Seluruh pasukan Imperial dan Magnolia pun mulai menaiki kuda yang mereka bawa dan mulai memecutnya agar kuda tersebut dapat bergerak.
Seluruh pasukan Kekaisaran pun mulai meninggalkan Kerajaan WindLand tanpa ketua mereka.
"Baiklah, sudah saat nya kita memberikan pidato kepada Para Rakyat Rafael"ucap Theo sembari memukul punggung Rafael.
Raja Rafael dan Theo pun mulai berjalan menuju panggung alun alun kerajaan WindLand untuk memberikan sebuah pidato.
"Wahai para Rakyat ku yang tercinta, Saya ucapkan Terima kasih banyak kepada kalian karena sudah membantu membangun kembali kerajaan ini sehingga kembali ke semula, Saya meminta maaf atas tragedi 1 bulan yang lalu yang menyebabkan kerajaan kita hancur dan memakan banyak korban jiwa, sampai sampai Panglima Perang kami yang bernama Gaius meninggal dunia akibat menyelamatkan Raja Theo, Sekali lagi saya mengucapkan minta maaf yang Sebesar besarnya"ucap Rafael sembari membungkuk.
"Angjat kepala Anda Raja, Tragedi Bulan lalu memang tidak bisa dipungkiri lagi, dan kami pun memaklumi nya, malahan kami meminta terima kasih atas perintah anda yang begitu bijak untuk mengevakuasikan Rakyat terlebih dahulu"ucap Bangsawan WindLand.
"Betul itu Yang mulia"teriak para Rakyat.
"Lihat kan, kami sangat berterima kasih Berkat perintah bijak anda kepada pasukan, nyawa kami masih selamat, jika anda tidak memberi perintah untuk mengevakuasikan Rakyat, mungkin saja kami sudah tidak ada lagi disini"ucap Bangsawan tadi sembari membungkuk.
Seluruh Rakyat WindLand pun mulai membungkuk mengikuti sang Bangsawan tadi.
"Lihatlah dengan seksama Rafael, seluruh Rakyat berterima kasih kepada mu karena perintah bijak mu"ucap Theo sembari menepuk pundak Rafael.
"Te...Terima kasih Rakyat Rakyat ku"ucap Rafael sembari menangis.
"Ra...Raja tidak usah menangis"ucap salah satu Rakyat.
"Saya sangat bersyukur mempunyai Rakyat serta Bangsawan yang baik baik disini, saya janji, saya akan melindungi WindLand ini dengan sebaik mungkin"ucap Raja Rafael.
"Kami pun akan membantu anda melindungi WindLand ini"ucap Bangsawan tadi.
"Baiklah, maaf karena menyita waktu kalian, silahkan untuk kembali melakukan aktivitas kalian seperti biasa"ucap Raja Rafael sembari tersenyum.
Para Rakyat serta Bangsawan pun mulai meninggalkan alun alun dan mulai melaksanakan kembali kegiatan mereka.
Keluarga kerajaan pun mulai pergi ke kuburan untuk berziarah ke kuburannya Gaius.
"Gaius saya sangat berterima kasih kepada anda karena sudah menyelamatkan saya dari serangan Behemoth, saya janji kami akan membunuh Behemoth untuk membalaskan dendam mu itu"ucap Theo.
tiba tiba saja ada seseorang yang berlari dengan kencang menuju Raja Theo dan lain nya.
"Yang mulia maaf jika lancang anda mendapat sebuah surat perintah dari kekaisaran Ainsworth"ucap penjaga sembari membungkuk.
"Apa! Kekaisaran Ainsworth?"teriak Theo sembari terkejut.
"benar yang mulia"ucap penjaga tadi masih dalam posisinya.
"Baiklah, terima kasih atas pemberitahuan nya, sekarang kau boleh pergi"ucap Raja Theo.
"Baik Yang mulia"ucap penjaga sembari berdiri dan langsung berlari meninggalkan kuburan.
"Baiklah ayo kita ke istana untuk bersiap siap"ucap Theo.
Keluarga kerajaan pun mulai pergi meninggalkan kuburan dan langsung menaiki kereta kuda yang sudah berjaga di depan kuburan sembari dikawal oleh 8 pasukan kavaleri.
Sang kusir pun mulai memecut kuda tersebut agar bergerak menuju istana WindLand sembari diikuti oleh pengawal tadi.
Sesampainya disana, Keluarga kerajaan pun mulai menuruni kereta kuda tersebut dan langsung bersiap siap untuk menghadiri Rapat Darurat dari kekaisaran Ainsworth, Raja Theo pun mulai menyuruh keluarga kerajaan untuk berganti baju, dan jika sudah berkumpul kembali di depan pintu keluar istana.
"Sudah siap semuanya?"tanya Raja Theo.
"Ya, kami semua sudah siap"jawab Ratu Inglis.
"Baiklah mari kita menuju ke Kekaisaran Ainsworth"ucap Raja Theo.
"Bahdur, Kahl saya percayakan kerajaan ini kepada kalian selagi kami pergi"ucap Raja Rafael.
"Baik yang mulia, kami akan menjaga Kerajaan ini dengan segenap jiwa dan raga kami"ucap Bahdur dan Kahl.
Keluarga kerajaan pun mulai pergi meninggalkan istana dan mulai berjalan menuju Kereta kuda yang sudah disediakan, menurut para kusir perjalanan menuju kekaisaran Ainsworth memakan waktu hampir 1 minggu jika dari kerajaan WindLand ini.
Keluarga kerajaan pun mulai menaiki kereta kuda tersebut, dengan dikawal oleh 100 pasukan kavaleri yang terbagi menjadi 2 yaitu 50 pasuka kavaleri tombak, dan 50 pasukan kavaleri pemanah.
Kereta kuda tersebut pun mulai bergerak meninggalkan istana kerajaan.
"Hati hati dijalan Yang Mulia!, kami janji akan menjaga Kerajaan ini dengan baik"teriak bahdur.
"Baiklah aku percaya kepada kalian!" teriak Rafael.
...****************...
Sesampainya di kekaisaran Ainsworth, Keluarga Kerajaan WindLand disambut oleh 2 penjaga Kekaisaran Ainsworth dan langsung di antar menuju ke Ruangan Rapat.
"Keluarga kerajaan WindLand memasuki Ruangan!"teriak 2 penjaga tadi sembari membuka pintu ruangan.
Keluarga WindLand pun mula berjalan menuju kursi yang ada lambang bendera WindLand di belakang kursi tersebut.
"Baiklah, perkenalkan saya Apollo Von Ainsworth XVII"ucap Apollo memperkenalkan diri sembari berdiri dan duduk kembali.
"perkenalkan saya Rafael Von WindLand XIII"ucap Rafael sembari berdiri dan langsung duduk kembali.
"perkenalkan saya Els Von Lua XXI"ucap Raja Els sembari berdiri dan langsung duduk kembali.
"perkenalkan saya Alva Von Barbador XV"ucap Raja Alva sembari berdiri dan langsung duduk kembali.
Setelahnya seluruh Raja dari kerajaan dan kekaisaran yang ada di Ainsworth memperkenalkan diri mereka masing masing.
"maksud dari rapat darurat ini adalah untuk mencari solusi bagaimana cara membunuh para monster yang akhir akhir ini muncul melalui portal "ucap Kaisar Apollo dengan tegas.
"Betul para Raja dan Kaisar, bulan lalu kerajaan saya didatangi oleh sekelompok monster yang ternyata itu adalah bawahan dari Naga agung Behemoth, dan Naga Agung Behemoth itu pun menyerang kerajaan kami hingga hancur"ucap Raja Rafael.
"Begitulah yang terjadi, sepertinya Legenda yang biasa kita anggap sebagai dongeng itu adalah kenyataan ya"ucap Apollo sembari menghela nafas.
"Raja Rafael bukan kah engkau di beri 2 buah gulungan kuno yang menjelaskan legenda itu ya"tanya apollo.
"Itu benar Yang Mulia, tetapi anda tau dari mana bahwa kerajaan kami mendapatkan gulungan kuno itu?"tanya Rafael.
"Kaisar Ainsworth terdahulu atau mendiang kakek ku pernah cerita padaku bahwa gulungan kuno yang menjelaskan naga itu dia berikan pada WindLand, karena WindLand adalah Kerajaan yang sangat baik padanya"jawab Apollo.
"Kami merasa terhormat jika Kaisar Terdahulu pernah memuji kami seperti itu, lalu apa yang kau ingin kan melalui gulungan itu"tanya Rafael kembali.
"Berikan padaku"jawab Apollo singkat sembari mengintimidasi.
"Huft, sayang sekali gulungan itu sudah kuberikan pada Daniel"jawab Rafael dengan tenang.
"Siapa Daniel itu? Yang berani berani nya mengambil gulungan itu"ucap Apollo sembari marah.
"Daniel itu adik saya, yang sangat saya sayangi di dunia ini"ucap Rafael.
"Hah? Adik? Hahaha"ucap Apollo dengan tertawa.
"kenapa? Apakah ada yang salah?"tanya Rafael.
"tidak tidak, sekarang dimana Daniel itu berada"tanya Apollo.
"kami tidak tau, dia melakukan petualangan nya sendiri untuk melaksanakan apa yang ada di gulungan itu"ucap Rafael.
"Apa!! Kau... Mengapa kau tidak memberitau kami terlebih dahulu"ucap Apollo langsung berdiri sembari menghantam meja dengan keras.
"Lagi pula Kaisar sangat telat memberikan perintah nya"ucap Rafael.
"apa kau sedang mengejekku hah?"tanya kaisar sembari emosi.
"Tentu tidak kaisar... Untuk apa juga saya mengejek anda"jawab Rafael.
"huft yasudah kalau begitu"ucap Apollo sembari dusuk kembali ke kursinya sembari menahan emosinya yang berkobar.
"Baiklah, apakah kau ingat dengan isi gulungan itu?"tanya Apollo.
"Tentu tidak, untuk apa saya mengingat nya kalau saya saya sendiri tidak melaksanakan apa yang ada di gulungan kuno itu... Buang buang waktu saja"ucap Rafael.
"yah memang ada benarnya juga"ucap Apollo.
"Maaf kalau tiba tiba, Raja WindLand, saya ingin mengucapkan terima kasih ku kepada adik anda, karena sudah membantu kerajaan saya"ucap Raja Els sembari tersenyum.
"Saya juga ingin mengucapkan terimakasih pada adin anda Raja WindLand, berkat adik anda akhirnya saya bisa pergi dari kerajaan untuk membantunya mengikuti ekspedisi, jujur saja saya sudah bosan berada di istana melakukan hal yang sama sama aja."ucap Raja Alva.
"Tunggu jadi.. Kalian berdua pernah bertemu dengan Daniel?"tanya Rafael dengan senang.
"Hahaha tentu saja, Daniel sudah banyak membantu kerajaan Lua",ucap Raja Els dengan tertawa.
"Bagaimana kondisi nya Raja Els? Raja Alva?"tanya Rafael penasaran.
"Baik baik saja, malah saya merasa bahwa asik anda semakin hari, semakin kuat saja"puji Raja Els.
"Anda bisa saja"ucap Raja Rafael.
"Terima kasih juga kepada Kaisae Magnolia, dan Imperial yang sudah membantu kerajaan kami dibangun kembali"ucap Rafael.
"Tenang saja Rafael.. Kami akan senantiasa membantu anda dalam kesulitan apapun itu"ucap Kaisar Magnolia memegang dadanya sembari tersenyum.
"itu benar Rafael"ucap Kaisar Imperial sembari tersenyum.
"sudah hentikan! di rapat ini hanya membahas Legenda, mengapa kalian malah keluar dari topik pembicaraan"ucap Kaisar Apollo dengan marah.
"bersabarlah Apollo, jika kau marah marah terus kau bisa saja jadi tua lo"ucap Kaisar Magnolia.
"Diam kau!"teriak Apollo sembari menunjuk ke arah kaisar Magnolia.
"Hahh gimana anda saja"ucap Kaisar Magnolia sembari mengeluarkan nafas nya.
"Apollo kau sudah bertindak kelewatan pada Kaisar Magnolia"teriak Kaisar Imperial.
"Sudah hentikan saja, saya tidak masalah kok"ucap Kaisar Magnolia sembari menarik jubah Kaisar Imperial di sebelahnya.
"Ta... Tapii dia sudah bertindak kelewatan"ucap kaisar Imperial.
"Sudah duduk saja lagi"ucap Kaisar Magnolia.
"Huft... Baiklah kalau begitu"ucap Kaisar imperial sembari mengeluarkan nafas dan duduk kembali ke kursinya.
...****************...
Setelah perdebatan panjang yang terjadi akhirnya sudah dapat ditarik kesimpulan rapat teraebut.
"Jadi inti dalam Rapat ini adalah kita harus bersatu membentuk Aliansi yang mencakup seluruh raja yang hadir di pertemuan ini dan pergi untuk membasmi monster yang berada dalam kendali Hydra, serta membantu Adik nya Nak Rafael, begitu kan?"tanya Kaisar Magnolia.
"iya betul sekali"ucap Kaisar Apollo.
"ya baiklah Rapat ini selesai, saya pamit undur diri terlebih dahulu"ucap Kaisar Magnolia sembswi pergi meninggalkan Ruangan Rapat.
"Kalau begitu saya juga pamit undur diri"ucap kaisar imperial sembari tersenyum dan mulai meninggalkan ruang rapat.
"kalau begitu Rapat sudah selesai, silahkan untuk melakukaan aktivitas kalian kembali dan maaf sudah menyita waktunya"ucap Kaisar Apollo.
Seluruh Raja pun mulai beranjak pergi meninggalkan ruang rapat tersebut.
Setelah keluarga WindLand sudah sampai di kereta kuda nya untuk pulang tiba tiba saja Kaisar Magnolia,Imperial serta Raja Barbador dan Lua menghampiri Rafael.
"Maaf jika mengganggu tapi ada hal penting yang harus kami sampaikan kepada anda"ucap Kaisar Magnolia.
"Apakah itu?"tanya Rafael.
"ini mengenai........"
-----------------------------BERSAMBUNG----------------------------
Jangan lupa like,rating dan subcribe jika kalian suka yaa dan jangan lupa juga buat komen nya.
silahkan lanjut baca kembali.