The Adventures Of The Hero

The Adventures Of The Hero
Eps 14. Gunung Ogria Bagian 2.



Tahun 1859 Aidens, bulan November tanggal 21, Daniel bertemu dengan pahlawan pada zaman dulu yaitu Gaze, akan tetapi Daniel tidak sadar bahwa itu adalah pahlawan sebelum. Gaze pun ikut bersama rekan rekan Daniel untuk pergi bersama menuju Kerajaan Takru.


"Aku baru sadar, ternyata pedang Gaze besar ya, apakah tidak berat?" tanya Daniel.


"Haha tentu saja tidak, kalau berat mana mungkin ku pakai" jawab Gaze sembari tertawa sedikit.


Mereka pun mulai kembali perjalanan mereka selama perjalanan tentu banyak yang menghadang, mulai dari goblin, orc, ogre pun mulai menghadang perjalanan mereka. Banyak yang terluka akibat serangan para monster alhasil mereka banyak istirahat untuk menyembuhkan unit yang terluka dan mau tidak mau mereka harus mengirimkan pasukan untuk berpatroli.


"Kapten Lucius!!" teriak salah seorang pasukan yang sedang berpatroli


"Ada apa pasukan?" tanya Lucius dengan keheranan.


" Terlihat dalam radius 1km ke arah depan ada 1000 lebih monster orc"ucap pasukan patroli dengan gelisah.


"apa 1000 lebih orc??" ucap Lucius dengan terkejut.


"Betul pak, bagaimana ini" ucap pasukan tadi dengan gelisah.


" kemas barang barang kalian, kita akan berperang" ucap Gaze dengan berteriak.


Mendengar hal itu seluruh pasukan secara spontan berlari ke tenda mereka dan berkemas untuk berperang, mereka memakai baju pelindung mereka, dan membawa senjata mereka.


"Para pasukan bersiaap!!"teriak Gaze dengan lantang.


pasukan Daniel sangat dirugikan dalam pertempuran ini karena beberpa pasukan nya ada yang sedang dirawat, pasukan yang tersisa hanya 15 infantri, 5 pemanah, 6 kavaleri, dan 1 penyihir.


para pasukan punlangsung menempatkan diri mereka sesuai tugas mereka. Infantri berada di baris paling depan, kavaleri berada di kanan dan kiri infantri, penyihir di belakang infantri, dan pemanah dan Owupi di belakang penyihir, serta Daniel, Lucius, gale,dan Gaze di baris terdepan bersama infantri.


" Komandan, pasukan monster sudah terlihat, mereka akan segera tiba" teriak seorang pasukan di baris depan.


"semua pasukan, bersiap" ucap gaze dengan lantang dan tegas.


Para orc pun mulai menerobos tempat istirahat mereka, para pasukan pun mulai melawan para orc para infantri menghadang serangan para orc dan menebas mereka saat ada celah, kavaleri berlari kesana kemari dengan kuda mereka sambil menusuk pada orc menggunakan tombak mereka, penyihir merapalkan sihir area agar berdampak pada banyak orc, serta para pemanah mulai memanah pada orc dengan cepat dan gesit.


dengan cepat Gaze pun sudah mengalahkan 100 pasukan orc selama 1 menit, dengan di bantu Daniel dan kawan kawan. Para orc pun mulai ketakutan dengan kekuatan yang mereka miliki sehingga ada beberapa Orc yang melarikan diri. Akan tetapi Owupi dan para pemanah membidik para orc yang kabur sehingga mereka tewas.


Pasukan kavaleri pun sudah tumbang, beserta 10 pasukan infantri, sedangkan pasukan orc masih tersusa 200, Gaze, Daniel, Owupi, Lucius, dan Gale sudah kelelahan melawan mereka, tetapi mereka tidak ada jalan lain selain menyerang mereka.


" Chain of Fire" ucap Gaze merapalkan sebuah sihir, san mulai muncul rantai dengan kobaran api yang panas dari dalam tanah dan mulai mengikat para orc.


beberapa pasukan orc pun mulai memasuki tengah tengah ttempat mereka istirahat dan mengalahkan penyihir, dan mulai berlari untuk mengalahkan para pemanah.


Owupi pun mulai mengalirkan mana api untuk membunuh mereka dengan api panas nya.


" Hell Fire Arrow" ucap Owupi merapalkan sihir panah api hitam dan di lontarkan kepada para orc yang sedang menuju ke pasukan pemanah.


Sekarang tersisa 100 orc dari pasukan musuh dan 5 pemanah dari pasukan Daniel dan kawan kawan.


Daniel pun mulai berlari ke garda belakang untuk menyelamatkan para pemanah dan Owupi. Daniel pun mulai menebas kepala para pasukan orc yang berani mendekat ke pasukan pemanah.


"Wind cutter" ucap Daniel merapalkan sihir yang memunculkan bilah angin yang tajam. Para pasukan orc pun banyak yang tertebas oleh sihir ini.


Sekarang tersisa 50 pasukan orc, Gaze lucius, dan gale pun mulai mundur ke garda belakang dan berkumpul.


"sepertinya aku sudah lama tidak latihan ya, kemampuan ku jadi menumpul begini sampai sampai kalah oleh keroco seperti mereka" ucap Gaze bergumam sembari tersenyum.


"lindungi tenda pemulihan ini"ucap Daniel sembari berteriak.


"Disini terdapat banyak pasukan kita yang terbaring kesakitan, para penyihir penyembuh sedang menyembuhkan mereka, jangan sampai mereka mendekat ke tenda ini"Ucap Daniel.


"Aku suka semangatmu"ucap seseorang berteriak dari kejauhan, seketika saja muncul panah terbuat dari besi di atas para orc dan mulai membunuh oara orc satu persatu.


Seseorang itu pun mulai melompat dari pohon yang tinggi dan berlabuh di depan mereka.


"Perkenalkan aku Haru, Haru Von Hiria" ucap Haru sembari menjulurkan tangan.


" Haruu" teriak Gaze sambil berlari ke arah Haru dengan senang sambil menahan kesakitan.


"Ah ternyata ada Gaze ya" ucap haru.


"aku sudah lama mencari mu loh Haruu"ucap Gaze sembari memeluk Haru saking senang nya.


"aa sudah lahh" teriak Haru dengan malu sembari mendorong dorong Gaze.


*Ah mereka sangat akrab ya* ucap seluruh kawan Daniel dengan serentak di dalam hati.


"ngomong ngomong apa yang kalian lakukan disini?" tanya Haru.


"Kami sedang bersiap siap menuju kerajaan Takru untuk meminta bantuan dari Raja Ogre yang sekarang" jawab Daniel.


"kalau begitu, bolehkan saya ikut?"tanya Haru.


"Tentu saja boleh, ya kan Daniel" ucap Gaze dengan senang.


"tentu saja Haru, kamu boleh ikut kami sesukamu" ucap Daniek sembari tersenyum.


"Baiklah ayo kita bawa para pasukan yang terluka ke dalam tenda perawatan" ucap Daniel.


Para pasukan yang terluka pun mulai membawa para pasukan yang terluka akibat pertempuran barusan dan di bawa ke tenda perawatan. Di dalam tenda perawatan sedang sanagt ricuh karena kekurangan tempat dan tenaga kerja, terlihat para penyihir penyembih mondar mandir dari sana kesini.


"Bawa para pasukan yang terkena luka ringan keluar, dan bawa pasukan yang terluka parah ke dalam tenda" ucap Daniel dengan tegas.


Para penyihir yang mendengar perintah itu langsung mengangguk dan mulai mebawa yang terluka parah keluar dan yang terluka ringan ke luar dan di tidurkan di tanah yang sudah di alasi oleh kain.


Para penyihir pun mulai menyembuhkan mereka secara berskala dari yang terluka parah hingga ke terluka ringan.


Beberapa jam kemudian saat matahati sudah tepat berada di tengah tengah langit, akhirnya kondisi mulai teratasi, mereka pun sudah sepakat untuk tidur semalam disini, para pasukan yabg selamat terbagi menjadi 3pasukan, 1 pasukan pemburu yabg terdiri dari Owupi, Haru dan 3 pasukan pemanah, 1 lasukan yang terdiri dari Lucius, dan Gale untuk menjaga tenda, dan 1 pasukan terakhir terdiri dari Gaze, Daniel dan 2 pasukan pemanah untuk mencari makanan seperti buah buahan dan sayuran.


saat hari sudah gelap Lucius dan Gale pun menebang satu pohon dan mulai di potong potong untuk dijadikan kayu bakar, hasil buruan dari pasukan satu mulai di cincang dan di masak oleh Lucius dan Gale, owupi dan Haru pun mengkoreksi hasil pengambilan tumbuhan dan buah buahan yang dapat dimakan.


Saat sudah jadi tercium aroma yang sangat harum dari tempat Lucius dan Gale memasak.


Lucius dan Gale pun mulai membagikan mangkok berisi sup daging dan beberapa sayuran kepada para pasukan yang masih sehat, pasukan yang sakit dan para penyihir penyembuh.


Mereka pun menyantap makanan nya dengan lahap karena mereka teringat belum makan dari pagi tadi karena pertempuran itu.


Sesudah mereka memakan masakan itu para pasukan pun mulai tidur di tenda mereka msing masing dan menyisakan Gaze dan Haru yang berjaga.


"Apakah mereka pahlawan selanjutnya?"tanya Haru.


"ya itu benar, merekalah yang akan membunuh Naga Agung Hydra" ucap Gaze.


" Akan tetapi mereka sangatlah lemah untuk dibilang pahlawan selanjutnya"ucap Haru.


"Aku pun tau Haru, akan tetapi kita harus mencari para pahlawan terdahulu untuk mengajari mereka dan membuat mereja lebih kuat lagi" ucap Gaze dengan serius.


" itu ide yang bagus Haru, akan tetapi kita tidak tau dimana Margus berada" ucap Gaze dengan lesu.


tiba tiba saja terdengar suara seorang kakek kakek dari kedalaman hutan.


"Apakah kalian kangen padaku" ucap Margus yang tiba tiba muncul dari depan mereka.


" Margus!!, mengapa kau bisa ada di sini?" ucap Haru dengan gembira.


"Aku dapat menyatu dengan pohon, dimana pun ada pohon disitu ada saya"ucap Margus.


" Margus, apakah masih ada pahlawan sebelum yang masih hidup sampai sekarang?"tanya Gaze dengan penasaran.


" mengapa kau tanya seperti itu?" tanya Margus dengan penasaran.


" kita berencana akan melatih oara pasukan zaman sekarang agar mereka menjadi sosok yang lebih kuat dari kita" jawab Gaze dengan meyakinkan.


"sayangnya tidak ada lagi pahlawan yang masih hidup, sekarang hanya ada kita bertiga saja yang masih hidup berkat anugrah tuhan" ucap Margus.


"Jika seperti itu, bagaimana cara kita melatih mereja ya?" tanya Gaze.


"bagaimana jika kita mencari guru terhebat untuk fijadikan gutu mereka?"tanya Margus.


"akan tetapi kita harus cari guru nya bagaimana?" tanya Haru.


"Ah betul juga" ucap Margus sembari mengernyit kan kening nya.


"Ah aku ada ide" ucap Margus sembari tersenyum.


"Ide apakah itu Margus?"tanya Gaze penasaran.


"Ide nya adalah bagaimana jika kita menggunakan monster yang ku jinak kan untuk melatih mereka?" tanya Margus mengutarakan ide nya.


"Monster?" tanya Haru keanehan.


"iya monster, tapi tenang saja, monster ini cukup kuat untuk dijadikan lawan mereka"ucap Margus


" Ya baiklah kalau begitu, besok pagi saat semua sudah bangun, kita mulai latihan nya" ucap Gaze sembari mengepalkan tangan nya.


Haru dan Gaze pun harus bergantian untuk menjaga tenda mereka, sedangkan Margus seperti biasa dia menghilang seperti tersedot ke dalam pohon.


Kebesokan harinya....


Seluruh pasukan yang terkena luka ringan pun secara ajaib sembuh semua, dan para pasukan yang tidur di tenda mulai merapihkan tenda mereka dan bersiap untuk pergi kembali.


Sementara itu Daniel, Owupi, Lucius, dan Gale dibawa oleh Gaze dan Haru ke tempat sepi dan luas di hutan itu untuk memulai pelatihannya.


"Apa yang akan kita lakukan disini?" tanya Daniel.


"Kita akan melatih kalian agar semakin kuat"ucap Gaze dengan semabgat nya yang berkoar koar.


"Melatih kami?"tanya Daniel kembali.


"iya melatih kalian"ucap Gaze.


Margus pun mulai menampak kan dirinya di sebuah pohon yang terletak di belakang Daniel dan rekan rekan nya.


"BOOM"teriak Margus mengagetkan mereka.


"AAAA, si-siapa kau" ucap Daniel dan rekan rekannya dengan terkejut dan langsung menghadap ke belakang.


"Haha maaf maaf" ucap Margus sembari tertawa dan mulai berjalan ke arah Gaze.


"Baiklah akan ku perkenalkan, dia adalah Margus Von Errack.


"Kami bertiga sudah sepakat akan mengajarkan kalian sesuatu, mulai dari teknik, dan sihir" ucap Gaze menjelaskan.


"Baiklah tanpa basa basi lagi mari kita mulai saja latihannya, untuk pemanasan lawanlah para monster ini"ucap Gaze.


Margus pun menghentakan tongkatnya ke tanah dan mulai muncul 1 lingkaran sihir berwarna ungu, dan kemudian muncul monster tingkat B yaitu Cerberus, Cerberus adalah seekor Anjing dari neraka yang memiliki 3 kepala dan dapat menyemburkan api, tubuh mereka sangat besar dan tinggi.


"Lawanlah dia" ucap Gaze.


"itu Cerberus ya" ucap Lucius sembari menelan air liur.


"memangnya kenapa Lucius?" tanya Daniel.


"Jangan diremehkan, Cerberus ini sangat cepat dan kuat, pernah ada 5 Cerberus yang menyerang sebuah kota di bawah perlindungan Magnolia, walaupun Cerberus tersebut musnah akan tetapi banyak korban yang terluka dan setengah dari kota tersebut hangus terbakar, saat itu aku masihlah seorang prajurit biasa yang ikut dalam pembasmian itu" jawab Lucius.


"Kalau begitu, semuanya hati hati"ucap Daniel kepada semuanya.


Dengan cepat Cerberus itu pun mulai berlari ke arah mereka dengan cepat, saat sudah berada di dekat mereka cerberus itu pun langsung berusaha menggigit Owupi, tetapi syukurlah Owupi berhasil menghindari gigitannya.


"Dia sangat cepat ya" ucap Daniel sembari mengeluh.


Cerberus itu pun mulai berlari lagi ke arah Daniel dan berusaha untuk mencakar daniel, serangan tersebut dapat Daniel tahan, akan tetapi jika terus Daniel tahan, senjata nya dapat hancur dan melukai Daniel.


Dengan Cepat dan sigap Lucius dan gale berlari ke arah Cerberus itu dan mulai menyerang cerberus itu, walaupun hasilnya tidak terlalu bagus, namun setidaknya Daniel selamat dari serangan Cerberus.


"Haha Ayolah, masa kalian kalah oleh se ekor Anjing besar? Ternyata kalian sangat lemah ya" ucap Gaze memprovokasi mereka.


"Apakah mereka benar keturunan pahlawan?" tanya Margus berbisik kepada Gaze.


"Ya mereka adalah keturunan pahlawan, mengapa kau tidak percaya?"tanya Gaze.


"Merwka sangatlah lemah, karena itu aku tidak percaya"jawab Margus.


"Ya lihatlah saja nanti" ucap Gaze sembari tersenyum, Margus yang melihatnya hanya bisa menghela nafas dan menunggu.


----------------------------BERSAMBUNG-----------------------------


Jangan lupa untuk:


Like untuk mendukung karya ini.


Rating karya ini juga jika menurut kalian bagus.


Komen, boleh komentar pendapat, keunggulan, atau keburukan pun tidak apa apa untuk pelajaran kedepannya juga.


Favoritkan karya ini agar tidak ketinggalan saat update ya.


Ini 100% karya orisinil dari penulis, tidak plagiat atau meniru dari karya lain.