
Tahun 1859 Aidens, bulan november tanggal 19 pada hari Kamis, setelah perjalanan panjang akhirnya kemarin pasukan WindLand berhasil memukul mundur pasukan Inferno wolf beserta rajanya, walaupun banyak korban jiwa dalam pertempuran ini, akan tetapi mereka mendapatkan informasi yang berharga yaitu tentang pahlawan sebelum yang hidup.
Hari ini pada hari kamis, akhirnya setelah menempuh panjangnya perjalanan, Daniel beserta rekan rekannya sudah hampir sampai di gunung Ogria tepatnya di kerajaan para Ogre yaitu kerajaan Takru.
Saat sudah sampai menuju Kerajaan Takru, Daniel beserta rekan rekannya harus melalui hutan berbahaya terlebih dahulu agar cepat sampai menuju kerajaan atau dapat mengambil jalan memutar agar aman tetapi lambat.
" Pangeran akan lebih baik jika kita mengambil jalan memutar agar aman" ucap Gale dengan khawatir.
"Akan tetapi jika kita mengambil jalan memutar itu akan lama Gale, kita kan harus buru buru menuju Takru"ucap Lucius.
Mereka berdua pun mulai berdebat panjang selama beberapa menit tak habis habis.
"sudah cukup kalian berdua!!" teriak Daniel dengan suara yang cukup besar.
"Ma... Maafkan kami Yang mulia" ucap Lucius dan Gale dengan nada yang rendah dan murung.
"kita akan ambil jalan melewati hutan" ucap Daniel dengan tegas.
"tapi mengapa?? Disana terdapat banyak ssekali monster yang mulia"ucap Gale dengan memohon
"bukan kah kau adalah prajurit kebanggaan kekaisaran Imperial? Masa iya takut saama hal beginian? Bukan kah kau sangat kuat sampai disebut praajurit kebanggaan?"ucap Daniiel menggolok olok Gale.
"iya deh iyaa"ucap Gale sembari berteriak karena harga dirinya merasa terhina.
Mereka pun mulai memasuki kawasan hutan berbahaya dsengan anggota yang terbilang sangat sedikiit, hanya ada Daniel, Gale, Lucius, Owupi, dan beberapa puluh pasukan pendamping.
Mau tidak mau mereka harus pergi menuju kawaaan hutan tersebut, karena sedang buru buru mencari rekan, serta senjata legendanya.
baru beberapa menit mereka masuk hutan, langsung terasa hawa mencekam di daalam hutan tersebut, dan di dalaam hutan itu sangat gelap.
Tiba tiibaa saja mereka mendengar suara monster yang cukup keras, setelah mereka mendengarnya, mereka langsung mengeluarkan senjata mereka, dan bersiap siap untuk penyerangan.
Terlihat segerombolan monster babi hutan yang tak terkira jumlahnya berlari dengan kencang seperti sedang di kejar oleh sesuatu, segerombolan monster babi hutan itu pun mengabaikan Daniel beserta rekan rekan nya yang ada di hutan itu.
"Mengapa mereka tidak menyerang kita ya?" tanya Daniel dengan penasaran.
"Hanya ada satu alasan, mengapa dia tidak menyerang kita" jawab Owupi dengan perasaan cemas.
Daniel beserta yang lainnya menelan air liur mereka saking tegang nya mereka dengan kemungkinan yang sangat tidak terduga.
"Sudah pasti, mereka kabur karena ada aku yang sangat kuat ini kan Hehe" ucap Owupi sembari tersenyum.
Seketika suasana tegang tadi hancur dan berubah menjadi tawaan yang membuat mereka tidak gelisah lagi.
Mereka pun melanjutkan kembali perjalanan mereka, tidak terasa hari sudah gelap. Pasukan Daniel dan yang lainnya pun mendirikan tenda mereka dan bersiap siap menyalakan api unggun agar hangat dan terang.
"yang berjaga malam ini adalah kau ya, Lucius" ucap Daniel sembari menunjum Lucius.
"Yaelah kok aku sih, tapi ya sudahlah"ucap Lucius dengan terpaksaa sekalii.
Luciua pun terpaksa berjaga jaga pada malam hari yang sangat gelap itu di hutan yang sangat rimbun dan berisik oleh suara para serangga, Sedangkan Daniel, Owupi, Gale, dan para pasukan sudah memasuki tenda mereka dan tertidur karena lelah berjalan seharian.
Tepat pada tengah malam, Lucius mendengar suara dari arah semak semak, dengan cepat Lucius pun mengambil tombak dan perisai kebanggaan nya.
"Siapa Disana" teriak Lucius sembari mendekati sumber suara.
Lucius pun mulai mendekati suara itu dengan perlahan, dengan perasaan takut akan munculnya sesuatu yang tidak di inginkan *Tau lah ya*.
Saat sudah mendekati semak semak itu tiba tiba saja muncul bayangan putih yang pergi dengan cepat dari semak semak itu.
Lucius yang terkejut dan menganggap nya sebagai hantu pun mulai berlari ke arah tenda milik nya dan tertidur dengan perasaan takut dan gelisah.
Ke esokan paginya, Lucius pun dimarahi karena mengabaikan tugas nya untuk menjaga sekitar sini dan malah tertidur.
"untung saja tidak ada barang yang hilang tau"ucap Daniel memarahi Lucius.
"Iya Yang mulia maafkan saya" ucap lucius dengan murung.
" Tapi mengapa kau langsung tertidur begitu saja dan mengabaikan tugas??" tanya Gale dengan penasaran melihat kelalaian Lucius yang tidak pernah terjadi sebelumnya.
" itu karena, tadi malam aku mendengar suara dari arah semak semak, saat aku mendekatinya, tiba tiba saja aku melihat ada bayangan putih dan akupun ketakutan dan langsung menuju tenda, kau tau sendiri lah ya, aku sangat membenci hal hal berbau horror" ucap Lucius menjelaskan.
"Hooo jadi begitu yaa, pantas saja, tapi mengapa di tempat seperti ini ada hantu nya ya" tanya Gale dengan penasaran.
"bukan kah karena banyaknyang mati disini" jawab Lucius sembari ketakutan mengingat hal yang terjadi tadi malam.
" hmm bisa jadi" ucap Gale sembari memegang dagunya dan memiringkan kepalanya seperti seolah olah berpikir.
"ya sudahlah tidak usah di bahas lagi, ayo kita rapihkan tenda ini dan lanjutkan perjalanan" ucap Gale .
Mereka pun mulai membereskan tenda mereka dan menyimpan nya kembali di karavan khusus menyimpan makanan dan alat lainnya, saat sudah selesai mereka pun melanjutkan perjalanan mereka kembali.
tak terasa mereka sudah berjalan hampir seperempat hutan tanpa henti selama 1 hari penuh, karena merasa lapar dan haus mereka pun sepakat untuk istirahat terlebih dahulu dan mulai makan dan minum secukupnya.
"Menu hari ini adalahhh Roti lagi seperti biasa" ucap Gale mengeluh
"sudahlah Gale jangan mengeluh, saat sudah sampai di sana kita akan makan sepuasnya"ucap Lucius sambil menepuk nepuk punggung Gale.
"Yang muliaa, ayo kita makan dulu" teriak Owupi yang sedang memakai celemek bermotif garis garia berwarna pink memanggil Daniel untuk makan terlebih dahulu.
"tunggu sebentar Owupi, aku sedang menulis surat untuk kakak ku dulu"Teriak Daniel yangbsedang menulis surat kepada kakak nya Rafael yang sedanga da di WindLand.
saat sudah selesai Daniel pun menggulung surat tersebut dan menyimpan nya di tabung tepat di kaki burung Elang milik Daniel.
"Antarkan ini pada kakak ku ya" ucap Daniel sembari tersenyum kepada Burung elang itu.
Sesudah nya Daniel pun berlari menuju tempat Owupi dan mulai menyantap roti hangat yang sudah di buat oleh Owupi dengan kemampuannya dan bahan yang terbatas.
Sesudah makan dan minum mereka pun melanjutkan kembali perjalanan mereka untuk menuju kerajaan Takru.
Namun tak semudah itu, di perjalanan mereka juga dihadang oleh sekelompok goblin elite yang memakai gada yang terbuat dari kayu, tetapi itu tidak masalah, Daniel, Owupi, Lucius, Gale dan para pasukan masih mampu untuk mengalahkan mereka.
Tidak terasa hari sudah mau malam lagi, mereka sepakat untuk melanjutkan perjalanan sebentar lagi, saat sudah hampir gelap mereka melihat secercah cahaya dari dalam hutan, karena penasaran, mereka pun melanjutkan perjalanan mereka, sesampainya di sana, itu adalah tenda dan sebuah api unggun yang masih menyala.
Karena penasaran ini milik siapa, Lucius pun membuka tenda itu dan BOOMMM, seseorang muncul dari belakang Lucius dan mebepuk pundak Lucius, karena terkejut, Lucius hanya bisa berteriak saking kagetnya.
"Ah maaf maaf, aku membuat kalian kaget ya?" tanya pria tak dikenal kepada Lucius dengan tersenyum.
"ah tidak apa apa saya baik baik saja kok" jawab Lucius sembari memegang dada nya dan detak jantung nya masih cepat karena terkejut.
"ah saya sedang dalam perjalanan menuju kerajaan Takru"jawab pria tak dinal itu.
" hoo kalau begitu tujuan kita sama, bolehkan kami bergabung dengan mu untuk pergi ke kerajaan Takru??" tanya Gale sembari berjabat tangan dengan pria tak di kenal itu.
" tentu saja boleh, dengan senang hati" ucap Pria tak dikenal itu dengan tersenyum dan berjabat tangan dengan Gale.
Pria tak dikenal itu pun membantu Rekan Rekan Daniel untuk membangun tanda mereka satu satu, dan karena hasil keputusan yang berjaga malam ini adalan pria tak dikenal, karena dia ngeyel ingin menjaga kami, jadi kami iya kan saja.
"ah kalau boleh tau, siapa nama anda pak?" tanya Daniel dengan penasaraann.
"Ah maaf, Nama ku adalah Gaze Von Archne" jawab Gaze kepada Daniel.
"ah salam kenal pak Gaze" ucap Daniel sembari tersenyum.
"salam kenal juga, hmmm adek??"ucap Gaze dengan kebingungan.
" ah nama ku adalah Daniel, Daniel Von Windland"ucap Daniel kepada Gaze.
"salam kenal ya Daniel"ucap Gaze.
Sesudah berkenalan mereka semua pun mulai tertidur dan hanya menyisakan Lucius dan Gaze disana.
"mengapa kau tidak tidur" tanya Gaze kepada Lucius.
"belum ngantuk, eh ngomong ngomong salam kenal ya, aku Lucius, ah aku hidup di panti asuhan jadi tidak memiliki nama keluarga" ucap Lucius.
" Ah Lucius yaa salam kenal ya, saya Gaze von Archne"ucap Gaze.
"Baiklah, jadi apa yang kau ingin bicarakan dengan ku, Lucius??" tanya Gaze langsung pada intinya.
"sebenarnya aku hanya ingin menemani kau saja, sebab kemarin aku melihat bayangan putih saat tengah malam" ucap Lucius sembari gelisah saat mengingat kejadian kemarin.
" Bayangan putih??" tanya Gaze.
" iya betul, bayangan putih, ya kira kira dia tingginya mencapai 166cm" ucap Lucius mendeskripsikan sosok bayangan putih itu.
" tunggu, apakah dia membawa sebuah tongkat kecil??" tanya Gaze memegang kedua pundak Lucius.
" ah aku tidak terlalu melihatnya karena keburu kabur duluan hehe" ucap Lucius sembari memegang belakang lehernya.
"ah baiklah tidak apa apa" ucap Gaze dengan ekspresi kecewa.
" memang ada apa dengan dia??" tanya lucius dengan penasaran.
" jika memang dia, dia adalah Lich, penyihir tengkorak yang bisa menggunakan sihir necromancer dan kutukan, kira kira dia ada di level D tidak terlalu kuat kok hanya merepotkan saja jika dia terbang" ucap Gaze.
"ah jadi itu adalah monster ya, kukira hantu beneran tau"ucap lucius dengan bernafas lega.
"Sudahlah tidur lagi saja sana" ucap Gaze sembari memakaa Lucius kembali ke tendanya.
" ya ya baiklah" ucap Lucius terpaksa menuruti Gaze untuk kembali ke tenda nya.
waktu pun terus berjalan, tepat pada jam 3 subuh, Mereka pun bergantian untuk menjaga, kali ini yang menjaga ada Owupi, Gale dan 1 orang penyihir.
Tidak lama kemudian, kira kira 30 menit setelah pergantian penjaga muncul sesuatu bayangan putih dari atas menuju bawah.
" dia adalah Lich, monster tingkat D"ucap Owupi
Lich itu pun mulai terbang dengan secepat kilat sembari merapalkan sihir api dan di lontarkan kepada Gale, untung nya Gale menahannya dengan perisai milik nya.
" uhh panas nya" ucao Gale memegang perisai besinya yang sudah terkena api panas Lich.
Owupi pun mengambil belati dari pinggang nya dan mulai berlari mengejar lich itu, saat sudah berapa di samping nya Owupi pun menyerang lich itu dengan belatinya namun hasilnya percuma, lich lebih cepat dari dugaan mereka.
Lich itu pun mulai memunculkan 5 Skeleton Knight yang adalah monster tingkat D, dan menyuruh mereka menyerang mereka.
Owupi, Gale dan 1 orang penyihir itu pun terpaksa melawan mereka dengan cepat, akan tetapi penyihir itu terkena serangan dari skeleton knight itu.
Sekarang hanya tersisa Owupi dan Gale di sana untuk melawan 5 Skeleton knight itu.
Dengan cepat Gale dan Owupi pun berlari melawan mereka, namun sayang sekali, mereka hanya dapat mengalahkan 4 skeleton knight dengan kemampuan nya sekarang, sudah terlihat bahwa Gale dan Owupi sudah kelelahan melawan mereka.
Namun untung nya Gaze pun tiba tiba muncul di belakang lich yang sedang terbang dan mulai menebasnya menggunakan pedang besarnya sehingga membuat lich itu terbagi menjadi 2.
Skeleton knight yang tersisa dan yang sudah kalah pun berubah menjadi debu dan menghilang.
"kalian tidak apa apa?" tanya Gaze kepada mereka .
" kami tidak apa apa akan tetapi dia terluka " ucap Owupi menunjuk penyihir yang dari ikut melawan lich.
" baiklah dia akan ku bawa ke tenda perawatan, kalian juga istirahatlah, biar aku yang menjaga sisanya" ucap Gaze kepada mereka.
Owupi dan Gale pun kembali ke tenda mereka dan mulai tertidur, sedangkan Gaze yang sudah membawa penyihir ke tenda perawat pun mulai menjaga kembali tempat mereka.
Ke esokan paginya, mereka pun mulai membereskan tenda mereka dan melanjutkan perjalanan mereka menuju kerajaan Takru.
" tadi malam aku mendengar suara keributan, suara apakah itu?" tanya Daniel.
"Ahahaha tadi aku tersandung batu dan terjatuh, dan Owupi, Gale dan penyihir itu tertawa" ucap Gaze berbohong bahwa tadi ada pertarungan.
" Ya sudah lah" ucap Daniel.
---------------------------BERSAMBUNG------------------------------
Jangan lupa untuk:
Like untuk mendukung karya ini.
Rating karya ini juga jika menurut kalian bagus.
Komen, boleh komentar pendapat, keunggulan, atau keburukan pun tidak apa apa untuk pelajaran kedepannya juga.
Favoritkan karya ini agar tidak ketinggalan saat update ya.
Ini 100% karya orisinil dari penulis, tidak plagiat atau meniru dari karya lain.