The Adventures Of The Hero

The Adventures Of The Hero
Eps 4 Kematian Sang Panglima Perang



Pengingat Eps sebelum:


Setelah perang melawan monster berakhir, tiba tiba saja muncul lagi sebuah portal yag sangat besar berwarna coklat tepat di depan gerbang masuk kerajaan WindLand yang sudah hancur itu.


Kembali Ke Cerita Eps 4:


Monster yang sangat besar itu pun mulai menunjukan wujudnya ke para manusia yang ada di kerajaan WindLand, dengan sigap Rafael pun mulai menyuruh para pasukan untuk bersiap berperang kembali.


Theo pun mundur dengan perlahan ke baris paling belakang tanpa dicurai oleh yang lainnya.


"Shadow datanglah kemari"ucap Theo dengan berbisik


Tiba- tiba saja muncul sebuah asap hitam di hadapan sang raja.


"Hormat kepada Yang mulia" ucap Pasukan Elite pengintai swmbari berlutut kepada Theo.


"Dengarkan dengan seksama, Shadow pergilah ke Kerajaan terdekat dan minta tolong lah pada mereka untuk membantu memusnahkan monster yang menghancurkan WindLand serta Membantu untuk melakukan Rekonstruksi ulang"ucap Theo.


"Siap laksanakan, Tetapi kita minta tolong Ke siapa Yang mulia?"ucap Shadow dengan penasaran.


"Pertama-tama minta tolonglah kepada Kekaisaran Magnolia,dan Kekaisaran sihir Imperial,CEPAT!"ucap Raja Theo dengan tegas.


"SIAP LAKSANAKAN"ucap Shadow dengan ketakutan akan intimidasi sang Raja,dengan cepat Shadow pun menghilang dan hanya menyisakan sebuah asap hitam.


Sang raja pun kembali ke baris terdepan untuk membantu Yang lainnya.


Dan pada akhirnya mereka terkejut setelah melihat Monster yang keluar dari Portal tersebut, para pasukan pum mulai becucuran keringat dingin serta gemeteran tidak karuan saking takutnya akan monster itu.


"JANGAN TAKUT SEMUA, TETAP DALAM POSISI KALIAN"ucap Rafael menyemangati seluruh pasukan.


"SI-SIAP YANG MULIA"ucap Seluruh pasukan dengan terbata bata.


Dan Pada akhirnya monster itu telah keluar lagi portal tersebut.


Terlihat sebuah leher yang panjang seperti seekor jerapah dan kepalanya yang cukup panjang dan berkumis menyerupai seekor buaya, badan nya yang sangat besar dengan 4 kaki yang besar dan ekor yang sangat panjang, seluruh rubuh nya, mulai dari kaki hingga kepala dipenuhi dengan sisik yang sangat tajam dan kuat, Ya betul seperti yang kalian pikirkan dia adalah Bawahan setia Hydra sang Naga Tanah Behemoth.


"ROARRRR!!!!"Aungan sang naga Behemoth


Mendengar raungan itu, para pasukan WindLand pun mulai ketakutan akan keberadaan nya.


"Wahai Para Manusia Perkenalkan Saya Adalah Sang Naga Penguasa Tanah, Behemoth"ucap Behemoth dengan Perlahan.


"Di- Dia bisa berbicaraa!"ucap pasukan dengan ekspresi terkejut nya.


"Tentu saja, karena aku adalah salah satu dari naga Elder yaitu naga tertua yang pernah hidup"ucap Behemoth.


"Lalu ada keperluan apa engkau kemari Behemoth"Ucap Theo sembari berbicara menggunakan Batu sihir pengeras suara agar terdengar oleh nya.


"Keperluan ku?, tentu saja tidak ada, emang kenapa jika aku tidak ada keperluan dimari hah?"ucap Behemot dengan nada merendahkan nya.


"Jika memang tidak urusan, Pergilah dari sini dan jangan menampakan wujudmu lagi dimari"ucap Theo sembari mengintimidasi.


"Apakah kalian sedang mengancamku?"ucap Behemoth penasaran.


"Ya betul, kami sedang mengancam mu wahai Behemoth"ucap Theo dengan sorak sorai seluruh pasukan.


"Pfftt, HAHAHA kalian yang seorang ras rendahan berani mengancamku? Sang Ras naga Elder Agung ini?HAHAHA kalian sangat lucu"ucap Behemoth sembari tertawa.


"Baiklah aku akan pergi dari sini, jika kalian dapat mengabulkan 1 permintaan ku" ucap sang naga Behemoth


Seluruh pasukan yang mendengar hal itu mulai lega perasaan nya karena mereka tidak harus melawan Naga Agung itu.


"Baiklah apakah permintaan mu itu Behemoth"ucap The dengan penasaran.


"Permintaanku sederhana, Kau Theo Bertarunglah melawanku menggunakan pedang mu itu"ucap Behemoth.


"Maksudmu bertarus 1 vs 1?"ucap Theo dengan penasaran.


"Ya betul sekali, tetapi kita akan bertarung sampai mati Theo"Ucap Behemoth sembari menunjukan senyum kecil nya.


Seluruh pasukan yang mendengar akan hal itu, tidak rela membiarkan raja Theo bertarung melawan Behemoth sendiian dan mulai mencegah Theo untuk bertarung melawannya.


"Jangan Raja Theo itu berbahaya"ucap Gaius dengan khawatir.


"Jika kau tidak mau mengabulkan nya, aku akan membunuh semua manusia yang ada di mari"ancaman dari sang naga Behemoth tersebut.


Raja Theo yang mendengar akan hal itu pun langsung membulatkan tekadnya untuk melawan nya.


"Baiklah akan ku kabulkan tetapi kau harus berjanji untuk tidak menyentuh rakyatku lagi"ucap raja Theo.


"Baiklah aku berjanji"ucap Behemoth dengan meyakinkan.


Raja Theo pun mulai maju keluar benteng kerajaan untuk bertemu dengannya.


"Baiklah, sebagai penanda pertarungan ini dimulai aku akan melemparkan batu ini ke langit saat sudah mencapai tanah, itu artinya pertarungan dimulai"ucap Theo.


"Baiklah aku paham"ucap Behemoth mengiyakan.


Saat Theo melempar batu itu ke langit dan dengan cepat batu itu jatuh ke tanah dengan cepat.


"Duk" suara batu jatuh dari langit.


Dengan cepat raja Theo pun menggunakan Langkah cahaya agar cepat berlari nya, sesampainya dia di dekat sang naga, namun nahas nya Behemoth lebih sigap di bandingkan Raja Theo.


"Mau kemana kau Theoo"ucap Behemoth sembari menggerakan ekor nya untuk menghantam Raja Theo.


Raja Theo pun terpental cukup jauh beberapa meter, dia pun berhenti terpental karena menabrak sebuah gedung sehingga gedung terdebut berlubang tembok nya.


"Uhuk Uhuk"suara batuk Raja Theo yang mengeluarkan Darah.


Seketika Inglis pun dengan sigap mengganggu jalan nya pertarungan tersebut dan membantu Raja Thro dalam pemulihan diri.


"Recovery"ucap Inglis merapalkan mantra penyembuh untuk Raja Theo.


"Kauu Jangan mengganggu dasar Manusia RENDAHAN!"ucap Behemoth dengan marah.


Behemoth pun mengeluarkan nafas naga nya yang dibilang sangat kuat karena dapat mengeluarkan batu batu besar dari mulutnya dan diarahkan ke Ratu Inglis dan Raja Theo.


Dengan sigap Gaius pun berlari ke arah mereka dan menggendong keduanya menuju tempat yang aman.


"Kalian telah mengganggu pertarungan ku, sekarang matilah kalian ber tiga"ucap Behemoth sembari menghentakkan kakinya ke tanah.


Dan seketika muncul sebuah duri duri tajam yang muncul di tanah yang mengarah ke Gaius, Inglis dan Theo.


"Maaf yang mulia"ucap Gaius sembari tersenyum, mereka tidak menyangka karena itulah saat saat terakhir mereka bertemu lagi dengan Gaius.


Gaius pun melempar Inglis dan Theo ke depan, dan seketika muncul duri dari tanah yang langsung menembus armornya dan tepat mebgenai jantung Gaius, Gaius pun mengeluarkan darah dari mulutnya, dan lama kelamaan Gaius pun mulai kehilangan kesadaran nya, dan Mati.


"TIDAK, GAIUUSS"ucap Rafael sembari menangis dan berteriak.


Dengan cepat Rafael berlari ke arah Gaius yang sedang tertancap duri itu.


"Gaius sadarlah, Gaius"Rafael pun menangis.


"Ah iya mungkin kita bisa membangkitkan nya lagi menggunakan Skill Ibu"ucap Rafael menaruh harapan besar kepada ibunya.


"Itu tidak mungkin Anakku, dia sudah tidak bernyawa lagi, aku tidak bisa menyembuhkan nya lagi"ucap Inglis denga menangis.


Rafael yang mendengar hal itu pun mulai Kecewa,sedih,dan kesal bercampur aduk.


"Huft walaupun hanya satu yang mati tapi itu lebih dari cukup"ucap Behemoth dengan senang


Behemoth pun mulai mengepakkan sayap nya bagaikan burung yang ingin terbang.


"Ini adalah hadiah perpisahan dariku WindLand"ucap Behemoth sembari mengepakkan sayap nya ke arah WindLand, dan seketika muncullah sebuah angin besar yang dapat merubuh kan bangunan dengan dahsyat.


"SEMUANYA LARI KE RUANG BAWAH TANAH"ucap Inglis dengan berteriak.


Dengan cepat Rafael pun menarik Gaius dari duri yang menancap ke jantung nya, dia pun mulai di bopong oleh Rafael menuju Ruang bawah tanah.


Bahdur pun disuruh oleh Inglis untuk mwmbantunya mengangkat Raja Theo menuju Ruang bawah tanah.


Bahdur pun mengiyakan dan mulai menggendong sang raja menuju Ruang bawah tanah.


Rafael yang sekuat tenaga berlari dengan di kejar oleh puing puing bangunan yang rubuh, saat itu pun kerajaan WindLand sudah dipenuhi dengan asap debu yang sangat banyak dan bangunan bangunan yang berdiei tegak mulai hancur satu per satu.


Behemoth pun hanya tersenyum melihat manusia manusia yang lemah itu beelari kesana kemari, lalu sesudah itu behemoth pun mulai pergi dengan terbang secepat kilat menuju sebuah tempat di utara yang sangat dingin itu.


*****


Setelah beberapa lama akhirnya seluruh pasukan berhasil berlari dengan sekuat tenaga ke jalur evakuasi tersebut.


Inglis pun berinisiatif untuk menyuruh seluruh pasukan tidur terlebih dahulu di terowongan ini.


Untungnya seluruh pasukan mengiyakan ucapan Inglis.


*****


Kebesokan harinya, pada pagi hari yang cerah, seluruh pasukan beserta keluarga kerajaan mulai pergi keluar terowongan untuk melihat kondisi disana.


Sesampainya mereka di permukaan alangkah terkejutnya mereka melihat Keeajaan WindLand yang indah seketika berubah menjadi sebuah kerajaan yang sudah lama tidak ditinggali, seluruh bangunan runtuh, tembok hancur, yang bersisa hanyalah kerajaan mereka.


Tiba tiba saja pasukan bala bantuan dari kekaisaran Imperial dan Magnolia datang kesana.


"Ya ampun apa yang terjadi disini?"ucap pemimpin pasukan Magnolia dengan terkejut.


"Lebih baik kita masuk kedalam dan mengecek"ucap pemimpin pasukan Imperian.


Pasukan mereka pun mulai menyusuri seisi kerajaan WindLand dan akhirnya mereka bertemu dengan Raja Theo yang sedang sekarat dan seluruh pasukan WindLand.


"Apa yang terjadi disini Raja Theo"ucap Pemimpin pasukan Imperial penasaran.


"Biar aku yang menjelaskan nya"ucap Rafael memotong pembicaraan mereka.


Rafael pun menceritakan apa yang terjadi sehingga kerajaan WindLand ini menjadi sangat hancur lebur.


"Owh jadi begitu"ucap pemimpin pasukan Magnolia.


"Jadi ini semua karena Bawahan setia Hydra ya, sepertinya kita perlu melaporkan hal ini kepada seluruh kerajaan dan kekaisaran yang ada di benua Ainsworth ini"ucap Pemimpin pasukan Imperial.


"Yah karena kita sudah berjanji untuk membantu rekonstruksi jasi mari kita mulai pembangunan nya"ucap pemimpin pasukan Imperial dengan senang.


Beberapa saat kemudian para Rakyat WindLand pun sampai kembali ke kerajaan WindLand dan mereka pun dengan sigap membantu para pasukan untuk melakukan pembangunan ulang.


Ada juga beberapa Rakyat yang merasa bahwa Hari pelantikan Raja baru ini tidak di Ridhoi oleh tuhan, karena malah terjadi bencana sebesar ini setelah beberapa saat upacara pelantikan itu.


Gaius pun dimakamkan di kuburan Para pahlawan yang dijaga ketat oleh para pasukan elite, atas jasanya melindungi sang Raja dan Ratu karena itulah dia dimakamkan disana.


Rafael yang terus menangis hingga akhir, karena kepergian Gaius yang telah menemaninya dan mengajarinya ilmu berpedang.


"Sudahlah Rafael ikhlaskan saja"ucap Bahdur sembari menangis.


"Sekarang kau harus fokus untuk memajukan Kerajaan ini"ucap Kahl.


"Lalu bagaimana dengan Hydra dan Bawahannya?"ucap Rafael dengan penasaran.


"Ah betul juga, hanya kerajaan kita,kekaisaran Magnolia, dan Kekaisaran Imperial yang mengetahui Ramalan itu"ucap Kahl dengan yakin.


"Biar aku saja kak"ucap Daniel dengan percaya diri.


"Akan tetapi..."


"Tidak masalah kak, aku sudah berumur 16 tahun dan aku siap untuk bepergian jauh"ucal Daniel menyela ucapak Rafael.


"Aku sih tidak mempermasalahkan nya tetapi bagaimana dengan ayah, dan ibu? Apakah mereka akan menyetujui nya?"ucap Rafael dengan khawatir.


"Mereka pasti menyetujui nya kak, karena ayah sedang sakit parah dan sedang dirawat, karena itulah kakak harus menuntaskan tugas kaka sebagai seorang raja untuk memimpin kerajaan ini"ucap Daniel.


"Ada benarnya juga, tapi kakak khawatir, bagaimana jika terjadi sesuatu saat di perjalanan nanti?"ucap Rafael mencari cari alasan agar Daniel tidak pergi.


"Tidak akan kak"ucap Daniel.


Dari sinilah mereka berdua berdebat dengan hebat.


"Aaa baiklah, kau memang egois ya Daniel"ucap Rafael sembari menggaruk kepala nya yang tidak gatal.


"Nah begitu dong kak"ucap Daniel dengan senang.


"Yasudah, Daniel akan ku wariakan pedang legenda ini padamu, ingat kau harus melakukan apa yang disuruh di dalam gulungan kuno itu"ucap Rafael menahan tangis nya sembari menodongkan pedang serta peti hitam itu.


"Ya siap kak"ucap Daniel bahagia.


"Jangan lupa untuk menulis surat, terus jika ada masalah apa pun itu bilang saja kerajaan WindLand akan senantiasa membantu mu"ucam Rafael dengan ekspresi senyum yang dipaksakan.


"Siap, makasih kak"ucap Daniel sekbari Memeluk Rafael.


Rafael pun memeluk Daniel.


"Yang mulia, jika di perbolehkan kami, berdua ingin ikut untuk melindungi Pangeran Daniel"ucap Bahdur dan Kahl dengan berlutut.


"Tidak boleh, Bagaimana nasib kerajaan ini jika Sekretaris, dan Bendahara kerajaan tidak ada di tempat"ucap Rafael dengan marah.


"Tetapi Yang muliaa"ucap bahdur dan kahl dengan memohon.


"Sekali tidak tetap tidak"ucap Rafael dengan tegas.


"Aaa"ucap Bahdur dan Kahl kecewa sekaligus murung.


"Baginda Raja WindLand, maaf jika lancang, serahkan tugas pengawalan Pangeran daniel kepada kami berdua"ucap pemimpin pasukan Magnolia dan Imperial.


"Itu tidak masalah, tetapi bagaimaba dengan Kaisar kalian?apakah mereka tau?"ucap Rafarl bertanya.


"Tenang saja Baginda kami sudah memberi tau Kaisar kami melalui burung merpati dan Kaisar memperbolehkan nya"ucap mereka berdua.


"Baiklah, tetapi siapa nama kalian?agar Daniel juga dapat mengenal kalian"ucap Rafael.


"Aa maaf jika Lancang, perkenalkan saya Lucius saya adalah pemimpin pasukan Magnolia"ucap Lucius dengan nada yang tegas, Lucius menggunakan armor yang dibilang tidak lengkap,dia hanya tidak memakai helm pelindung nya, dia adalah prajurit kebanggaan Magnolia,karena kekuatan nya yang cukup setara dengan panglima perang dan dia memakai tombak untuk senjatanya, umurnya hanya setahun lebih tua dari Daniel, sekarang umurnya berumur 17 tahun, rambutnya berwarna hitam dan matanya pun sama, kulitnya pun berwarna coklat.


"Perkenalkan saya Gale dari kekaisaran Imperial"ucap Gale dengan tegas, Gale pun memakai Armor lengkap,dan senjatanya yang berupa pedang dan Perisai, rambutnya pendek berwarna hitam,kulitnya putih, serta matanya berwarna hitam juga, umurnya terbilang paling muda yaitu beeumur 15 tahun.


"Baiklah jika memang itu dipeebolehkan oleh Kaisar kalian"ucap Rafael dengan lega.


"Berangkatlah besok pagi, semua yang kalian perlukan akan kami beri saat pagi nanti"ucap Kahl dengan perasaan sedih.


"Baiklah, aku juga ingin berpamitan dengan Ayah,ibu dan Blanche"ucap Daniel.


******


Kebesokan harinya.


Lucius,Gale, dan Rafael sudah bersiap siap di depan gerbang keluar kerajaan WindLand.


Para Rakyat,Tentara, Bangsawan, Serta keluarga Kerajaan menemani Kepergian Pangeran Daniel yang Ingin bepergian ke tempat yang sagat jauh itu.


"Semua yang kalian perlukan mulai dari makanan, minuman, perlengkapan perang, Ramuan, dan lain lain sudah ada di kantung yang terpasang di kuda itu"ucap Kahl sembari menangis.


"DADAH PANGERAN DANIEL SEMOGA TUHAN MEMBERKATI PERJALANAN ENGKAU"ucap Seluruh Rakyat, Para Bangsawan, serta tentara dengan berteriak sembari menangis.


"Selamat jalan Anakku, Hati-hati dijalan"Ucap Raja Theo sembari memeluk Daniel.


Seluruh keluarga kerajaan pun memeluk Daniel dengan erat sembari menangis.


"Lucius,Gale tolong jagalah anak saya"Ucap Raja Theo.


"SIAP BAGINDA RAJA"ucap Lucius dan Gale.


Daniel,Lucius,dan Gale pun mulai menaiki kuda yang disediakan dan mulai memecutnya agar kuda tersebut dapat jalan.


"Kami jalan dulu, Bye Bye Seluruh Rakyat WindLand"ucap Daniel sembari menahan tangis nya.


"Hati hati di jalan Pangeraan"ucap Seluruh Rakyat.


"Ya Tuhan lindungilan mereka ber 3"ucap Raja Theo dengan memohon.


------------------BERSAMBUNG--------------------