The Adventures Of The Hero

The Adventures Of The Hero
Eps 5 Kemunculan Grim Reaper



Mereka bertiga pun mulai turun dari kudanya di sebuah kota di gurun pasir.


Terlihat banyak sekali pedagang disana yang menjual segalanya, dari makanan, minuman, hingga senjata.


Daniel yang baru pertama kali keluar dari kerajaan nya dan melihat betapa luas nya dunia yang dia tinggali selama ini.


Setelah dilihat nama kota ini adalah Gosphere, kota ibi adalah salah satu kota yang berada dalam perlindungan Kerajaan WindLand.


"Pangeran ayo cepat bergegas hari sudah mau malam, kita harus mencari sebuah penginapan untuk kita tidur"ucap Lucius.


"Baiklah, aku kesana"ucap Daniel mengiyakan.


Akhirnya Setelah beberapa penginapan akhirnya mereka dapat menemukan penginapan yang masih kosong, akan tetapi yang tersedia hanyalah 1 buah kamar.


"Ya tidak masalah cepat berikan kunci nya"ucap Gale sembari menghela nafas.


"untuk biayanya sehari 5 koin perunggu"ucap resepsionis penginapan tersebut.


"baiklah"ucap Lucius memberikan 5 koin perunggu yang ada di kantung nya.


"silahkan ini kuncinya, kamarnya berada di lantai 2 paling pojok, untuk angka nya tertera di kuncinya"ucap Resepsiknis tersebut.


"Baiklah, terima kasih ya kak"ucap Daniel kepada Resepsionis tersebut.


"hmm nomor B-21"gumam lucius sembari jalan menyusuri lantai 2 untuk mencari kamarnya.


"nah ini dia B-21"ucap Lucius dengan senang.


Lucius pun mulai menarus kuncinya di lubang kunci tersebut untuk membuka pintu nya.


"klek"suara pintu yang sudah dibuka kuncinya.


"ini dia kamar kita"ucap Lucius.


Walaupun kamar tersebut sangat berbeda jauh dari kamar Daniel yang dulu tetapi Daniel tidak mempermasalahkan nya, tembok nya terbuat dari kayu,lantai nya pun sama, atap nya sendiri terbuat dari papan kayu yang cukup tipis,dan ada 1 buah jendela untuk melihat pemandangan sekitar.


"baiklah untuk mengisi stamina bagaimana jika kita makan terlebih dahulu sebelum tidur?"ucap Lucius.


"aku setuju mari kita makan terlebih dahulu, bagaimana dengan mu pangeran?"ucap gale bertanya kepada pangeran.


Daniel pun mengangguk memberi isyaray bahwa dia mau.


Mereka bertiga pun mulai menuruni tangga dan menuju tempat makan yang sudah disediakan di lantai pertama penginapan.


mereka pun mulai duduk di tempat yang masih kosong, tiba tiba saja ada seorang pelayan yang berjalan menuju mereka.


"Ingin pesan apa Tuan?"ucap pelayan tersebut sembari memberi selembar kertas yang berisikan seluruh menu yang tersedia.


"aku ingin Hamburger dengan keju satu, kalian ingin pesan apa?"ucap lucius.


"aku ingin Sup hangat saja 1, bagaimana dengan mu Pamgeran? "ucap Gale.


"aku pesan nasi goreng aja 1"ucap Daniel kebingungan setelah berpikir ingin memilih menu yang mana.


"baiklah yang dipesan adalah Nasi goreng 1,sup hangat 1, dan hamburger dengan keju 1, ada pesanan lain?"ucap pelayan sembari menunggu pesanan.


"jus Mangga 3 udah itu aja"ucap lucius senang.


"baiklah totalnya menjadi 25 koin perunggu"ucap pelayan tersebut.


"kali ini biarkan aku yang membayar"ucap Gale sembari mengoreh kantung uang nya.


"baik ini dia 25 koin perunggu"ucap Gale.


"baiklah, silahkan ditunggu pesanannya"ucap pelayan tersebut meninggalkan meja pesanan mereka dan menyerahkan kertaa pesanan tersebut ke dapur.


"Baiklah sekarang kemana tujuan kita?"ucap gale penasaran.


"Jika dilihat dari gulungan kuno ini kita harus mencari keberadaan 6 ras lainnya dan 6 senjata legenda itu"ucap Daniel menjelaskan.


"Jika dilihat kota yang terdekat dari dini adalah hutan tempat para High Elf tinggal" ucap Lucius mengeluarkan sebuah peta Benua Ainsworth.


"Jadi tujuan kita selanjutnya adalah menuju Hutan itu?"tanya Daniel dengan penasaran.


"Akan tetapi itu bukan hal yang mudah, karena para elf sangat membenci Manusia"ucap Gale.


"Aa betul juga ya, itu akan menjadi tantangan yang cukup sulit"ucap Lucius kehilangan semangat.


"Yah untuk urusan itu kita pikirkan nanti, pasti akan ada jalannya kan"ucap Gale menyemangati.


"yang penting kita makan duluu"ucap Daniel bersemangat.


"HAHAHA kalian sangat bersemangat ya"ucap pelayan sembari memberikan seluruh pesanan mereka.


"Tentu saja" Ucap Daniel.


"Tadi aku dengar kalian ingin pergi menuju hutan tempat para High Elf tinggal ya?"tanya pelayan tersebut.


"iya bwetwul swekwali"Ucap lucius yang sedang mengunyah makanan nya di mulut.


"Habiskan dulu baru berbicara"ucap Gale dengan tegas.


"Tapi kalian harus ingat ini, belakangan ini para Elf memperketat keamanan kota mereka"ucap pelayan tersebut.


"Tapi ada apa sampai sampai mereka harus memperketat keamanan nya?"tanya daniel dengan penasaran.


"banyak orang yang mengatakan bahwa monster berjubah hitam dengan membawa sabit mulai bermunculan disana dan membunuh banyak para Elf"ucap Pelayan tersebut.


"Oii Marika cepat selesaikan tugasmu"ucap Bos penginapan tersebut sembari berteriak.


"Baik boss, Ya sudahlah aku akan kembali bekerja, semoga info ini membantu kalian"ucap marika.


dengan cepat marika pun mulai berlari menuju dapur dan kembali melaksanakan tugasnya.


"sepertinya itu adalah Reaper"ucap Lucius dengan yakin.


"bukannya Reaper itu monster tingkat C ya?"tanya daniel kenapa lucius dan gale.


"iya itu betul sekali, jika info ini benar berarti kota elf itu sedang dalam bahaya"ucap Gale dengan Ekspresi marah.


"Baiklah sudah di tetapkan, kita akan kesana dan membantu Elf tersebut"ucap Daniel memecah keheningan.


"Bukannya kamu sudah mendengarnya, ini Monster tingkat C loh, mana ada banyak lagi"ucap Lucius menjelaskan kepada Daniel.


"Sebagai seorang pangeran aku ingin menjamin keselamatan rakyat ku"ucap Daniel dengan tegas.


"tetapi kota elf ini berada dalam naungan Raja Els loh"ucap Gale.


"aku tidak mempermasalahkan nya"ucap Daniel membulatkan tekadnya.


"Menyerahlah Gale Pangeran satu ini sangat keras kepala loh"ucap Lucius sembsdi menepuk nepuk punggung Gale.


"Huft Baiklah, Besok pagi kita akan berangkat kesana dan menolong para Elf itu"ucap Galw berteriak.


Setelah selesai makan dan ber istirahat sebentar mereka pun mulai berjalan menuju kamar mereka untuk tidur dan mengisi stamina untuk besok bepergian.


"Selamat Tidur semua"ucap Daniel sembari mematikan lampu agar tidak silau.


*******


Kebesokan harinya di pagi hari yang cerah mereka bertiga segera beranjak pergi dari penginapan setelah mereka check out dari penginapan yang mereka tinggali.


Mereka pun mulai menaiki kuda yang di simpan di kandng kuda penginapan, mereka pun mulai memecut kuda tersebut agar maju.


Setelah diskusi mereka pada malam hari mereka pun membulatkan tekad untuk pergi ke kota High Elf untuk membantu mereka melawan Reaper.


Sesampainya mereka disana, mereka di hadang oleh Sekumpulan Elf yang memakai pedang,dan belati.


Dengan sigap Lucius Dan Gale mengeluarkan senjata mereka, dan mulai bertarung dengan Elf tersebut.


Daniel yang melihat nya langsung menghentikan peperangan tersebut agar tidak terjadi pertumpahan darah yang sia-sia.


"HENTIKAN INI SEMUA!"Teriak Daniel dengan sangat kencang.


Elf serta Lucius dan Gale terkejut mendengar suara teriakan itu dan mulai terjadi Keheningan yang cukup panjang.


"Kita disini hanya untuk bertemu Walikota Elf bukan untuk berperang"ucap daniel cemberut.


"Maaf Pangeran"ucap Lucius sembari berlutut meminta ampun kepada Daniel.


"Pangeran?"Tanya Para elf dengan penasaran.


"Ya Perkenalkan Saya adalah Daniel Von WindLand saya adalah seorang pangeran dari kerajaan WindLand"Ucap Daniel.


Elf yang mendengar akan hal itu serempak mulai bertekuk lutut kepada Daniel.


"Salam Kami Haturkan Kepada Pangeran Daniel"Ucap Elf serempak sembari berlutut juga kepada Daniel.


"Tunggu, mengapa kalian ikut berlutut wahai para Elf?"Tanya Daniel dengan penasaran.


"WindLand sudab banyak membantu kota kami, karena itu kami merasa terhormat kedatangan Pangeran dari WindLand"ucap Elf.


"Dan tolong maaf kan kami karena telah menyerang kalian"ucap salah satu Elf dengan memohon.


"HAHAHA kalian sudah di maafkan kok, ya gak Lucius, Gale??"ucap Daniel sembari tertawa.


"Yah jika Pangeran berkata begitu maka sudahlah, kalian ku maaf kan"ucap Lucius sembari menjabat tangan salah satu Elf tersebut.


"Mari saya antarkan kalian menuju Tetua Elf disini"ucap Pemimpin Elf tersebut.


Lucius,Daniel, dan Gale pun dibawa oleh Pemimpin Elf yang menyerang mereka tadi ke dalam kota Elf tersebut.


Jika dilihat Kota elf ini rumah nya terbuat dari kayu dan dedaunan yang memang itu adalah bahan pokok disana.


"Jika dilihat mata pencaharian kalian menjadi petani ya" ucap Daniel penasaran.


"Betul pangeran, karena kota ini adalah hutan lebat, jadi kami hanya bisa memanfaatkan sumber daya dari pohon dan tanah yang subur ini" ucap Pemimpin Elf.


"Owh jadi begitu ya"ucap Daniel puas dengan jawaban itu.


"Ada apa ini Pemimpin Elf?"Tanya Lucius dengan serius.


"ini adalah tanda bahwa Reaper telah muncul"Ucap pemimpin dengan serius.


"Lucius, Gale ku perintahkan kalian untuk membantu para Elf Membinasakan Semua Reaper itu"ucap Daniel dengan tegas.


"Siap yang mulia"Ucap Mereka berdua.


"Terima kasih Pangeran, sudah mau membantu kami membinasakan mereka"ucap Pemimpin Elf.


"Tenang saja ini adalah kewajiban ku sebagai Pangeran untuk melindungi Rakyat nya"ucap daniel.


Pemimpin Elf yang tersentuh akan kata kata itu mulai merintikan air mata karena tersentuh akan kata kata nya itu.


Dengan cepat Lucius,Gale dan pemimpin Elf tersebut berlari dengan kencang menembus asap hitam yang sangat pekat itu.


dari kejauhan mulai terdengan suara pedang yang beradu.


"Trang Trang"suara pedang yang sedang beradu.


"mungkin aku juga akan membantu mereka"ucap Daniel.


Daniel pun mulai mengalirkan Mana Api nya ke pedang tersebut dan muncullah bilah pedang dengan aura aura api yang sangat panas.


Daniel pun mulai berlari dan menyerang Reaper Tersebut, nampak 2 Reaper terbang dengan sangat cepat menuju Daniel, dan Reaper tersebut mengarahkan sabitnya kepada Pangeran Daniel, dengan cepat Pangeran Daniel pun Menangkis Sabit tersebut dengan bilah pedang nya yang terbuat dari Api.


"Pangeran mundur saja, serahkan tugas ini pada kami"ucap Lucius memerintah pangeran.


"Kau lancang Lucius"ucap Gale dengan tegas.


"Hahaha tidak masalah Gale"ucap Daniel sembari tertawa.


Reaper yang terpojok karena kehadiran mereka bertiga pun serempak kabur meninggalkaan kota High Elf tersebut.


"Awas kalian, Perbuatan kalian akaan kami balas"Ucap Reaper.


Seketika seluruh Reaper menghilang dengan sekejap, dan hanya menyisakan debu yang berhamburan dimana mana.


"Tunggu, Reaper tadi dapat berbicara?"tanya Daniel karena keanehan.


"Mungkin saja dia adalah Reaper yang sangat pintar dan memiliki level yang besar, karena itulah dia dapat berbicara"ucap Pemimpin Elf.


"Lapor, korban yang terluka parah ada 35 orang dan 56 orang terkena luka ringan""ucap penjaga Elf.


"Laporan saya terima, terima kasih"ucap pemimpin Elf.


"Baik pak, sama sama"Ucap penjaga elf sembari membungkuk.


"Baiklah, Maafkan kami karena kejadian heboh tadi Pangeran"ucap pemimpin Elf.


"Aa tenang saja, kejadian tadi dapat ku maklumi kok"ucap Daniel sembari tersenyum manis.


"Ahh syukurlah, baiklah akan saya lanjutkan antarkan kalian menghadap pada Tetua Elf sini"Ucap pemimpin Elf dengan tersenyum kecil.


Mereka bertiga bersama dengan rombongan Elf mulai mengantar Pangeran menuju Istana, tempat Tetua Elf tinggal, mereka hanya perlu berjalan lurus dari tempat masuk tadi.


"Baiklah sudah sampai"ucap Pemimpin Elf sembari membungkuk di depan pintu masuk.


"Terima kasih Elf"ucap Lucius sembari memegang pundak nya.


"mulai dari sini kalian akan di arahkan oleh pasukan di dalam istana"ucap Pemimpin Elf.


"Ahh baiklah kalau begitu"ucap Daniel sedikit murung.


"Hahaha jangan murung Yang mulia, saat yang mulia keluar dari istana saya pasti ada disini untuk menjemput yang mulia"ucap Pemimpin elf tersebut dengan sedikit tertawa.


"hmm yasudah deh, makasih Elf sudah membawa kami sampai sini"ucap Daniel dengan tersenyum.


Mereka bertiga pun mulai di kawal oleh pengawal istana menuju tempat sang Tetua Elf.


"Penjaga, siapakah mereka?"Tanya seorang wanita Elf kepada Penjaga yang mengawal Daniel.


"Mereka adalah utusan dari Kerajaan WindLand Ratu"ucap Penjaga serempak sembari berlutut.


"owh, baiklah silahkan dilanjutkan, semoga kalian nyaman tinggal dimari"ucap Sang Ratu Elf kepada Lucius,Gale Dan Pangeran.


"Tentu saja Paduka"ucap Lucius.


Para penjaga pun mulai membawa kembali mereka bertiga menuju ruang sang Tetua.


Sesampainya disana mereka bertiga beserta 2 pengawal memasuki Ruang sang Tetua, saat mereka sudah dejat dengan singgasana nya mereka langsung berlutut di hadapan sang Tetua.


"Siapa mereka pengawal?"ucap sang Tetua dengan suara beratnya.


"maaf jika lancang, Saya adalah Daniel Von WindLand, saya kesini karena diutus oleh Sang Raja untuk membasmi Naga"ucap Daniel dengan tegas sembari berlutut.


"WindLand??, HAHAHA seharusnya kalian bilang dari awal, angkatlah kepala kalian dan anggap istana ini sebagai runah kalian, walaupun tidak se mewah WindLand HAHAHA"ucap Sang Tetua dengan Tertawa.


"Perkenalkan saya adalah Owupi Derness, saya adalah Tetua disini salam kenal ya Daniel"ucap Owupi sembari berjabat tangan dengan Daniel.


"iya salam kenal juga Tetua Owupi, semoga kita bisa bekerja sama kedepannya ya"ucap Daniel.


"Hahaha itu sih sudah pasti "ucap Owupi dengan girang sembari memegang kedua pinggangnya.


"ya baiklah mari kita masuk ke pembicaraan utama"ucap Gale dengan serius.


"owh ada yang ingin kalian bicarakan lagi ya?"Tanya Owupi kepada Gale.


"Ya tentu ada yang mulia, sejak kapan infansi Reaper mulai melanda kota ini?"ucap Gale Penasaran.


"huft, ternyata kalian ingin bertanya soal itu ya, infansi Reaper itu dimulai semenjak seminggu yang lalu, Entah kenapa mereka tiba tiba muncul di tengah kota dan mulai membunuh penduduk kota ini"ucap Owupi dengan menghela nafas.


"Entah sampai kapan tragedi jni terus berlanjut"ucap Owupi penasaran.


"sebentar lagi juga kelar kok Tetua Owupi"ucap Daniel dengan yakin.


"Owupi saja tidak usah memakai tetua, ngomong ngomong tau dari mana kalau tragedi ini akan cepat selesai?"tanya Owupi penasaran.


"Kami yakin pasti sebentar lagi akan selesai Owupi"ucap Daniel meyakinkan Owupi.


"ya baiklah aku akan mempercayai kalian, baiklah silahkan menuju kamar kalian untuk beristirahat, saya tau kalian pasti capek sudah melakukan perjalanan yang cukup jauh"ucap Owupi.


"Terima kasih atas tawarannya Owupi, akan kami terima dengan senang hati"ucap Daniel sembari tersenyum.


"Pengawal antar mereka menuju kamar mereka"ucap Owupi dengan tegas.


"BAIK TETUA" ucap para penjaga Elf serempak.


Para penjaga itu pun mulai mengantar mereka bertiga ke kamar yang telah disediakan oleh sang Tetua, kamar mereka bertiga bersebelahan, di sebelah tengah adalah kamar Daniel, di sebelah kiri kamar Lucius, dan Di sebelah kanan Kamar Gale, untuk interiornya sama, semua terbuat dari kayu, kelebihannya adalah kasurnya yang sangat empuk.


Mereka pun serempak langsung istirahat dengan tidur yang lelap, Pada saat malam hari Daniel terbangun kan oleh suara yang cukup berisik, saat di cek oleh Daniel melalui jendela kamarnya, alangkah terkejutnya Daniel saat melihat hal tersebut karena saat Daniel melihat keluar jendela asap dimana dimana, romah yang terbuat dari kayu semua hangus terbakar oleh api.


Dengan cepat daniel langsung bersiap siap untuk keluar, dia memakai baju pelindung nya,dan membawa pedang legenda tersebut di pinggang nya, saat Daniel sudah siap, Daniel pun langsung menggedor gedor pintu kamar Luciys Dan Gale.


"Oy luciuss banguun kota Elf ini sedang dalam bahaya"ucap Daniel sembari berteriak.


"hmm ada apa Daniel?"ucap Lucius dengan setengah sadar karena baru bangun.


"Kota kebakaran entah karena apa, tapi kita harus membantu mereka"ucap Daniel dengan cemas.


Lucius yang terkejut karena perkataan Daniel langsung bergegas memasuki kamar nya lagi dan mengecek keluar jendela, dan semua yang di katakan oleh Daniel semua benar, dengan cepat Lucius pun Bersiap siap memakai baju zirah lengkap nya dan membawa tombak kebanggaan nya di punggunya.


seketika Gale pun keluar dari kamarnya dan sudah bersiap juga, ternyata Gale pun bangun saat Daniel membangunkan Lucius karena itulah Gale langsung memakai zirah lengkap nya juga dan menbawa perisai di tangan kiri nya dan pedang di pinggang nya.


"Ayo semua Lari kebawah"ucap Daniel memerintah.


"Siap Pangeran"ucap Lucius dan Gale secara serempak.


Dengan cepat mereka bertiga pun mulai berlari sangat kencang menuju ke bawah dan sesampainya mereka kebawah, mereka melihat Sang Raja sedang menyuruh penjaga penjaga nya untuk memadamkan api.


"Owupi ada apa ini?"tanya daniel dengan khawatir.


"saya pun tidak tau, saya baru terbangun satu jam yang lalu dan langsung turun kebawah untuk membantu memadamkan api"ucap Owupi.


"Lapor, Tetua, Ratusan Pasukan Reaper terlihat di depan gerbang masuk kota pak"ucap penjaga yang menjaga benteng.


"A... Apa Ratusan?"ucap Owupi dengan terkejut.


"betul Tetua, terlihat ada 1 Reaper yang di duga sebagai pemimpin mereka,dia memakai jubah berwarna hitam dengan aura yang kegelapan yang sangat kuat"ucap Penjaga.


"Kemungkinan besar itu adalah Grim Reaper, monster tingkat A, karena dia membawa sejumlah pasukan Reaper yang banyak"ucap Gale.


"Lapor, pasukan Reaper mulai menerobos masuk ke kota Tetua"ucap Penjaga kedua yang baru datang.


"Siapkan pasukan Elf kita, kita akan melakukan pertempuran besar besaran, pasukan Infantri evakuasi para penduduk"ucap Tetua dengan tegas.


"siap tetua"ucap Seluruh pasukan Elf dengan serempak.


"Gale, Lucius kita juga akan membantu mereka" ucap Daniel dengan kesal.


"Siap Pangeran"ucap Lucius Dan Gale.


saat seluruh penduduk sudah berhasil dievakuasikan dan seluruh pasukan sudah berkumpul di satu tempat.


"Lapor Pasukan Reaper mulai memasuki kota"ucap penjaga ke tiga.


"Semuanya SERANG!"Teriak Owupi dengan tegas.


"SIAP LAKSANAKAN TETUA"Teriakan semangat seluruh pasukan.


"kita juga akan maju, Serang!!"Ucap Daniel berteriak.


"Siap Pangeran"ucap Lucius dan Gale dengan tegas.


-----‐----------------------BERSAMBUNG-----------------------------