
Tahun 1859 Aidens, bulan november, tanggal 18 hari Rabu, pasukan yang dikumpulkan oleh Corazon untuk misi pembasmian inferno wolf sudah cukup berhasil, akan tetapi ternyata jumlah dari inferno wolf tersebut mencapai hampir 100 lebih sehingga terdapat raja yang mengendalikan mereka, yaitu Raja Inferno Wolf.
Corazon, Rafael beserta pasukan yang dibawa beberapa dari pembasmi inferno wolf, mulai bergerak mencari Sang Raja Inferno Wolf.
Sesudahnya ketemu ternyata Raja Inferno Wolf memiliki tubuh yang sangat tinggi hampir mencapai 10 meter, memiliki kulit yang keras, serta bulu nya yang berwarna merah tua seperti darah.
"Semua pasukan, Bersiap menyerang!!"teriak Corazon kepada seluruh pasukan yang mengikutinya untuk segera memegang senjata mereka dan bersiap siap untuk menyerangnya.
"Corazon, apakah itu Raja Inferno Wolf?"tanya Rafael dengan nada yang ketakutan.
"Betul Baginda, itulah Raja Inferno Wolf"jawab Corazon.
"Apakah Daniel juga akan menghadapi monster sepertinya?"tanya Rafael kembali kepada Corazon.
"Betul baginda, bahkan bisa saja lebih kuat dari Raja Inferno Wolf"jawab Corazon.
"Le... Lebih kuat.. Dari nya??" tanya Rafael dengan ketakutan.
"benar baginda Raja"jawab Corazon.
"tapi aku harus berani, aku adalah Raja WindLand, aku harus melindungi kerajaan ini dari segala serangan yang akan datang"ucap Rafael dalam hati sembati memegang pedangnya dengan lebih kuat.
Raja Rafael pun dengan cepat mulai berlari dengan cepat menuju Sang Raja inferno wolf, Sesudah berada di dekatnya Rafael pun meloncat dengan tinggi, akan tetapi Raja Inferno Wolf lebih cepat dari dugaan, dia langsung memukul Rafael dengan cepat menggunakan telapak kaki nya sehingga menghempaskan Rafael dengan jauh.
"Raja Rafael!!" teriak Corazon sehingga para pasukan menoleh ke arahnya.
Corazon pun dengan cepat berlari menuju Rafael dan langsung merapalkan sihir penyembuhan nya ke tubuh Rafael.
"Bertahanlah Raja"ucap Corazon dengan nada yang sedih.
"Co... Corazon... Maaf... Aku menghalangi pembasmian ini ya.... Lanjutkan saja... Hiraukan aku..."ucap Rafael dengan nada yang rendah.
"anda bicara apa Raja!!, tugas ku adalah melindungi mu, mana mungkin aku meninggalkan mu dalam keadaan terluka begini"teriak Corazon.
Rafael pun mengiyakan Corazon untuk menyembuhkannya, sementara itu para pasukan sedang berusaha keras untuk membunuh sang Raja Inferno Wolf.
Pasukan elit yang berjumlah 200 serta pasukan pasukan lainnya itu pun bahkan tidak dapat mengimbangi kekuatan dari Raja inferno wolf tersebut, karena saking kuat nya dia.
Rafael pun menyadarinya, mengapaa hutan ini dijadikan daerah terlarang dari kepemimpinan Raja WindLand ke VII, karena monster monster yang tinggal di hutan ini sangatlah kuat.
"Corazon!! Menyingkir!!" teriak Rafael sembari mendorong Corazon ke sebelah kanan, karena Rafael melihat Raja inferno wolf sedang menyemburkan api ke arah nya.
"Tidak!! Yang muliaa!!" teriak Corazon dengan khawatir.
Seluruh pasukan yang ada disana hanya bisa melihat Rafael yang terkena api dengan perasaan terkejut sekaligus sedih.
Setelah api yang menyerang Rafael menghilang, Rafael pun langsung tumbang di tempat nya yang tadi tanpa bergerat sedikit pun, setelah itu Raja inferno wolf langsung bersuara.
"AAAUUUU!!" Teriak Raja inferno wolf memberi isyarat kepada para pasukan nya untuk mundur.
Raja inferno wolf dan para inferno wolf langsung mundur menuju markasnya dengan cepat, dan menghilang.
"Seluruh pasukan Sembuhkan Yang Muliaa, CEPAT!!" teriak Corazon dengan khawatir.
"Heal" ucap Seluruh penyihir yang ada disitu merapalkan sihir penyembuh kepada Rafael.
Setelah beberapa lama, satu per satu penyihir ikut tumbang karena kehabisan mana, setelah 2 jam berlalu seluruh penyihir pun tumbang dan hanya menyisakan Corazon disana.
Beberapa menit kemudian, datang seluruh pasukan yang menyerang pasukan inferno wolf, seluruh pasukan pun ikut terkejut karena Rafael tumbang disana, lalu para penyihir pun ikut menyembuhkan Rafael.
"Yang mulia, Maafkan saya" gumam Corazon, dan akhirnya pun Corazon ikut tumbang di sana.
Seketika muncul seorang kakek yang memakai baju penyihir berwarna hijau di hutan itu dengan membawa tongkat kayu yang memiliki sihir sangat kuat, dia pun berjalan menuju Rafael.
Seluruh pasukan pun menghadangnya karena tidak tau apakah dia baik ataukah jahat.
sang kakek pun mulai mengayunkan tongkat nya kearah kanan, dan seketika akar pohon yang kuat dan besar muncul dari dalam tanah dan mulai mendorong para ksatria yang menghadangnya ke arah kanan.
Para pasukan yang menyaksikan hal itu sangat terkejut, dan bertanya tanya, siapakah dia?, mengapa dia dapat mengendalikan akar pohon itu?, apakah dia baik? Ataukah jahat?, banyak sekali yang di pertanyakan oleh para pasukan disana.
"Menyingkir dari hadapanku!!"teriak kakek tadi dengan mengintimidasi.
seluruh pasukan pun hanya dapat berdiam kaku saat mendengar teriakan kakek itu yang sangat mengintimidasi dengan mengeluarkan aura yang sangat kuat sehingga seluruh pasukan ketakutan.
Kakek itu pun mulai berjalan menuju arah Rafael tanpa hambatan apapun itu dari para pasukan WindLand.
Lalu seketika salah ssatu pasukan elite mengeluarkan pedang dari sarung nya dan mulai berlari dengan cepat menuju kakek itu.
"Apa yang kau inginkan kepada Raja Rafael!!"teriak pasukan elite itu kepada sang kakek.
Kakek itupun menghadang pedang dengan tongkat kayu nya yang sangat kuat.
"Kau kira bisa mengalahkan ku?"ucap kakek itu.
"mungkin bisa" teriak pasukan elite.
"Kau sangat Naif pasukan"ucap kakek itu sembari menangkis pedang pasukan elite itu ke arah tanah, dan kakek itupun mulai mengangkat tongkatnya dan mendaratkan nya di tanah dengan cepat.
Seketika hutan berguncang hebat, dan mulai muncul akar pohon yang besar dari dalam tanah, akar pohon itupun mulau menyerang pasukan elite itu dengan sangat cepat akan tetapi pasukan elite itu bisa menghindarinya, akan tetapi akar pohon itu ada banyak dan sangat cepat sehinggi ada salah satu akar pohon yang menusuk perut pasukan elite itu sehingga membuat dia muntah darah.
seluruh pasukan yang melihatnya hanya dapat terdiam kaku, dan menangis melihat salah satu pasukannya terluka tetapi mereka tidak dapat membantunya.
"Kakek kau.... Ternyata.... Sangat.... Kuat... Ya"ucap pasukan elite dengan nafas yang terengah engah.
" Tentu saja aku sangat kuat"ucap kakek itu melanjutkan jalannya menuju Rafael.
"kondisinya sangat parah ya"ucap kakek itu saat dia sudah berada di hadapan Rafael.
"Mega heal"ucap sang kakek dengan mengarahkan telapak tangannya ke arah rafael dan muncul lingkaran sihir berwarna hijau.
"Me...Mega Heal katanya??"teriak salah satu pasukan yang ketakutan karena aura intimidasi sang kakek tadi.
"Ya ini sihir penyembuh Mega heal, memang nya ada yang dengan sihir ini??" tanya sang kakek dengan heran.
"tentu saja aneh, bukan kah Mega heal itu sihir tingkat 8 atau sihir tingkat tinggi yang hanya bisa di pakai oleh penyihir yang sudah mendapat gelar Pertapa Agung"oceh sang pasukan itu dengan heran.
"Owh apakah memang begitu?"tanya sang kakek.
"Tentu saja!!"teriak sang pasukan itu.
"jika memang begitu, tolong diamlah sebentar!!"ancam sang kakek.
Sang pasukan tadi pun langsung terdiam tanpa mengeluarkan sepatah kata apapun itu, lalu tanpa disadari keadaan Rafael sudah normal dan sudah dapat berbicara.
"terima kasih kek"ucap Rafael .
"Sama sama nak, baiklah, saya harus membantu pasukan itu yang sudah saya serang tadi, Revive"ucap sang kakek setelah menghilangkan akar pohon itu kembali ke tanah, dan seketika tubuh pasukan elite itu pun pulih kembali, dan tidak terlihat lubang si perutnya.
"Baiklah, tugas ku sudah selesai, kalau begitu saya izin pamit"ucap sang kakek.
"Jika begitu siapa namamu kek"tanya Rafael penasaran
Sang kakek pun menghiraukan kata kata Rafael, sang kakek pun meletakkan tangan nya si pohon terdekat dan menghilang seutuhnya.
"ah, dia menghilang ya"ucap Rafael.
"ehhh ada apa ini? Mengapa para pasukan ku banyak yang pingsan?"tanya Rafael keheranan.
"maaf yang mulia tadi mereka menyembuhkan anda sampai mana mereka habis dan pingsan begitu saja"ucap salah satu pasukan.
"owhh ternyata begitu, lalu bagaimana dengan raja inferno wolf?"tanya Rafael kembali.
"Mereka langsung kabur yang mulia, sepertinya mereka tau bahwa kakek tadi akan datang"jawab pasukan yang tadi.
"baiklah kalau begitu, mari kita pulang"ucap Rafael dengan semangat.
seluruh pasukan pun mulai menggendong para pasukan yang pingsan dan menaruhnya di kuda milik kavaleri dan ditaruh di belakang kavaleri saat duduk, saat semua pasukan sudah dibawa, mereka pun mulai berangkat kembali WindLand.
saat mereka sudah pergi cukup jauh, sang kakek muncul kembali di dahan pohon yang di sentuh nya tadi.
"Kalian akan segera tau siapa aku, HAHAHA"ucap sang kakek sembari tertawa, dan menghilang kembali.
Sesampainya mereka di WindLand, seluruh pasukan yang pingsan dan terluka saat penyeranganlangsung dialihkan ke ruang medis untuk di sembuhkan.
Rafael pun langsung bergegas menuju ayahnya untuk memberikan laporan tentang penyerangan itu, dan membahas tentang seorang kakek yang tinggal di hutan terlarang itu.
"kakek kakek??"tanya Theo dengan keheranan.
"betuh ayah, saya melihat kakek kakek datang menyelamatkan saya, dan menurut para pasukan kakek itu merapalkan sihir mega heal untuk menyembuhkan ku dan membuat para inferno wolf mundur"ucap Rafael menjelaskan.
"Mungkin itu dia ya" tebak Theo.
"dia siapa yah??"tanya Rafael.
"diaa adalah penjaga hutan terlarang Margus von Errack, Konon saat ada yang terluka karena di serang oleh monster dia akan datang untuk menyembuhkan nya, karena itulah dia dijuluki penjaga hutan, konon kaatanya dia juga adalah salah satu dari pahlawan penyihir sebelumnya" ucap Theo.
"tunggu jadi.. Pahlawan sebelum masih hidup??" tanya Rafael terkejut.
"tentu saja, akan tetapi hanya beberapa saja yang masih hidup, menurut info akhir akhir ini ayah dapat menebak siapa saja yang masih hidup"ucap Theo
"Siapa saja kah itu yah??"tanya Rafael penasaran
"pertama ada Gaze Von Archne dia adalah pahlawan pedang terakhir kali dia berada di perjalanan menuju gunung Ogria kedua ada Haru Von Hiria dia adalah pahlawan panah katanya dia juga sama sedang dalam perjalanan menuju gunung Ogria, dan yang terakhir ini baru saja aku dapat infonya, ada Margus Von Errack dia ada hutan terlarang kita HAHAHA"ucap Theo sembari tertawa.
"idih, berarti hanya ada 3 pahlawaan dulu yang masih hidup?? Buat Margus dan Haru aaku tau mereka akan hidup panjang, akan tetapi mengapa Gaze masih hidup??"tanya Rafael kembali.
"Entahlah, yang pasti ada alasannya mengapa Tuhan membiarkan dia masih hidup"jawab Theo.
"yasudah mari kita makan terlebih dahulu"ucap Theo sembari mendorong Rafael menuju ruang makan.
sesampaainya disana ternyata ada Inglis dan Blanche yang sedang duduk menunggu makanan di buat, Rafael dan Theo pun ikut duduk dan menunggu Makanan.
"Biasanya disini Daniel yaa"ucap Inglis khawatir.
"tenang saja bu, Daniel pasti baik baik saja kok dia kan bersama lucius dan Gale"ucap Rafael menenangkan ibunya yang sedang khawatir.
"ibu tau tapi tetap saja ibu khawatir pada daniel, akankah dia makan dengan teratur atau dia tidur dengan cukup, huft, ibu khawatir"ucap Inglis dengan khawatir.
"tenang saja bu disini kan ada aku sama kak Rafael"ucap Blanche ikut menenangkan Inglis.
"Yasudah kalau begitu"ucap Inglis dengan terseyum.
Beberapa kemudian para koki datang ke ruang makan dan menghidangkan makanan yang nampak lezat disana.
Keluarga kerajaan pun memakannya sampai mereka kenyang, sesudah mereka makan mereka pun mulai berdiri dan melanjutkan tugas tugas mereka yang belum selesai.
Rafael pun mulai pergi ke tempat Corazon di rawat sambil jalan jalan melihat kerajaan yang sudah di bangun ulang.
Banyak sekali para rakyat yang menyapa Rafael ketika Rafael pergi ke kota tanpa pengawal dan tanpa kereta kuda.
Sesampainya disana, ternyata sudah banyak para pasukan yang bangun dari pingsannya dan ada beberapa yang sudah pulang ke rumah mereka.
untungnya Corazon sudah siuman dan sedang di cek ulang oleh dokter disana, saat sudah di nyatakan sembuh Corazon pun mulai membawa barang barangnya.
"Corazon saya sangat berterima kasih karena sudah menyelamatkan saya"ucap Rafael kepada Corazon.
"ah yang mulia, tidak masalah itu sudah jadi tugas saya untuk melindungi anda"ucap Corazon
"lalu kau akan pulang??"tanya Rafael.
"Tentu yang mulia, karena penyerangan ini sudah selesai dan saya ingin pulang untuk bertemu istri serta anak anak saya"ucap Corazon.
"Baiklah, akan tetapi kau dan seluruh pasukan harus hadir untuk acara penyerahan hadiah di istana sekarang"ucap Rafael.
"Baiklah jika begitu yang mulia saya akan menghubungi mereka semua untuk menuju ke istana secepat nya"ucap Corazon.
"baiklah kutunggu kau di istana"ucap Rafael.
Rafael pun mulai pergi ke istana nya dan mulai duduk di aula singgasana yang dijaga oleh pasukan elite, beberapa lama kemudia Corazon dan seluruh pasukan sampai di aula dan mulai bertekuk lutut di hadapan Rafael.
"Corazon, atas kontribusi mu di penyerangan kali ini, saya menghadiahkan kau 1000 koin emas" ucap Rafael sembari menyuruh sekretaris kerajaan untuk menyerahkan hadiahnya.
"terima kasih yang mulia, saaya berjanji akan melindungi kerajaan ini sampai titik darah penghabisan"ucap Corazon sembari berdiri dan mengambil hadiahnya.
"dan untuk semua pasukan kalian akan diberi hadiah 500 koin emas perorang atas kontribusi kalian semuanya, dan untuk pasukan yang dirawat tadi, tenang saja biaya nya ditanggung oleh kerajaan ini" ucap Rafael sembari berteriak.
"terima kasih yang muliaa"teriak seluruh pasukan sembari berdisi dan menghampiri kahl unttuk mendapat hadiah.
Beberapa lama kemudian seluruh pasukan sudah mendapatkan hadiah mereka dan mulai pulang ke rumah masing masing karena sudah larut malam.
kemudian Rafael pergi ke kamar nya dan mulai tidur dan menjalani kehidupan yang damai kembali, lalu kahl pun pulang ke rumahnya untuk tidur kembali.
-----------------------------BERSAMBUNG----------------------------
Jangan lupa untuk:
Like untuk mendukung karya ini.
Rating karya ini juga jika menurut kalian bagus.
Komen, boleh komentar pendapat, keunggulan, atau keburukan pun tidak apa apa untuk pelajaran kedepannya juga.
Favoritkan karya ini agar tidak ketinggalan saat update ya.
Ini 100% karya orisinil dari penulis, tidak plagiat atau meniru dari karya lain.