The Adventures Of The Hero

The Adventures Of The Hero
Eps 7 Perjalanan Untuk Membantu Sang Iblis.



Tahun 1589 Aidens, bulan Oktober tanggal 28, pada hari rabu, Di Istana Kota Elf, sang Raja Els yang melindungi kota tersebut tiba tiba datang dan meminta tolong kepada Daniel yang ada di sana pada hari itu,Lalu Daniel pun meminta tolong kepada Marduk untuk mencari tau tentang tragedi yang dialami di Intana Kerajaan Els.


"Tetapi ada satu cara untuk menyembuhkan iblis yang sedang lepas kendali, yaitu..."ucap Marduk.


lalu Marduk pun mulai memberi tahu kepada mereka semua tentang cara itu, dan semuanya setuju untuk melakukan hal yang di perintahkan Marduk untuk menyelamatkan Iblis tersebut.


"baiklah, kebetulan saja di istana ini sebagian bahan bahan yang di perlukan"ucap Owupi.


"hohoho Jikalau begitu setengah bahan lagi akan saya beri saat sampai di kerajaan Els"ucap Raja Els.


"Baiklah, semua bahan yang diperlukan sudah terkumpul, sekarang waktunya kita untuk membereskan barang barang kita dan pergi ke kerajaan Els"ucap Daniel dengan semangat.


Owupi beserta 2 penjaga gudang istana mulai mengeluarkan bahan bahan yang diperlukan untuk rencana kali ini.


"Baiklah sudah ada 2 bahan yang di perlukan, sebenarnya bahan bahan ini digunakan untuk apa ya?"tanya Owupi dengan penasaran.


"Kau lihat saja nanti"ucap Marduk dengan ekspresi tengil nya.


"Ya ya baiklah akan ku tunggu" ucap Owupi kecewa dengan jawaban marduk.


Setelah mereka membawa 2 bahan tersebut ke dalam sebuah tas pinggang yang cukup besar.


"baiklah mungkin ini saatnya kita berangkat"ucap Daniel.


"Pangeran, apakah anda ingin pergi menggunakan teleportasi yang di gunakan marduk atau ingin menunggangi sebuah caravan?"tanya Lucius penasaran.


"Maaf jika memotong penbicaraan kalian, tetapi kekuatan teleportasi saya hanya bisa di gunakan 2 kali dalam sehari"ucap Marduk.


"huft berarti satu satunya jalan hanyalah meiki caravan ya"ucap Lucius sembari menghela nafas.


"jangan banyak mengeluh Lucius"ucap Gale sembari menampar pundak lucius.


"betul betul, walaupun lama tetapi sangat kerasa petualangan nya"ucap Daniel.


"Ya ya baiklah"ucap Lucius kecewa.


"Baiklah Caravan nya sudah ada 3 di depan Istana, mari kita keluar"ucap Owupi.


Owupi pun membawa sekitar 16 pasukan nya yang terdiri dari 8 kavaleri, 4 infantri, dan 2 pemanah, dan 2 penyihir.


4 infantri beserta pemanah dan penyihir, ditempatkan di dalam karavan paling depan, sementara 8 kavaleri berjaga di kanan dan di kiri karavan.


Sementara itu owupi,Raja Els,Marduk,Gale,Lucius, dan Daniel di tempatkan di karavan tengah, dan karavan paling belakang di isi oleh barang barang milik mereka.


Sementara itu pasukan yang melindungi Raja Els hanyalah 16 prajurit kavaleri yang membantu melindungi karavan dari segala sisi.


Setelah mereka sudah siap berangkat, sang kusir Karavan mulai memecut kuda mya untuk memajukan Karavan tersebut.


"Selamat tinggal kota ku yang tercinta!"teriak Owupi kepada para rakyat nya.


"selamat tinggal juga Tetuaa!"teriak para rakyat dan seluruh pasukan yang ada disana.


Menurut Raja Els perjalanan dari kota menuju kerajaan berkisar 7 hari jika menaiki Karavan.


"Maaf pak, hari sudah mulai gelap, apakah kita akan tetap melanjutkan perjalanan atau diam terlebih dahulu untuk beristirahat?"tanya sang kusir karavan kepada Raja Els.


"mau bagaimana?"Tanya Raja Els kepada Yang lain.


"Tetap lanjutkan saja, kita sedang dalam masalah kan?"ucap Daniel.


"Baiklah, Tetap Lanjutkan Saja"ucap Raja Els kepada kusir itu.


"Baik Raja"ucap Sang Kusir.


Kebesokan paginya, dihari yang cerah dan sejuk, mereka sudah sampai di sebuah kerajaan penyihir, yang bernama barbador.


"Pengunjung selanjutnya"ucap Penjaga grrbang kerajaan dengan tegas.


Lalu ke 3 karavan beserta pengawal pasukannya mulai memasuki gerbang dan melakukan transaksi terlebih dahulu.


"Maaf pak,sebenarnya anda siapa?, sampai sampai membawa pasukan dalam jumlah besar seperti ini?" tanya Sang penjaga kepada Raja Els.


"Saya adalah Raja Els dari kerajaan Lua, Dan ini adalah Pangeran Daniel dari Kerajaan WindLand, dan ini adalah salah satu dari Tetua Elf dia adalah Owupi"ucap Raja Els kepada sang penjaga.


"Maaf kan saya jika Lancang pak"ucap sang penjaga dengan tegas sembari buru buru berlutut di hadapan Raja Els karena ketakutan.


"Hahaha tidak apa apa, apakah kami sudah boleh masuk?, karrna antrian di belakang masih sangat panjang"ucap Raja Els.


"Silahkan Yang mulia, akan tetapi apakah tidak apa apa jika kami memberitau Raja kerajaan ini bahwa ada tamu penting yang datang?"tanya Penjaga kepada Raja Els.


"Bagaimana Pangeran Daniel?"tanya Raja Els.


"hmmm, Baiklah tidak apa apa"jawab Daniel.


"Begitulah katanya"ucap Raja Els sembari tersenyum.


"Baik Yang mulia, Anda bisa meninggalkan karavan nya di sebelah sana"ucap Sang penjaga sembari menunjuk ke sebuah tempat seperti parkiran bagi Karavan.


Seluruh pasukan mulai turun dari dalam karavan mereka dan mulai mengawal Raja Els dan Yang lain nya, lalu untuk pasukan kavaleri, mereka di beri kebebasan oleh penjaga untuk tetap membawa kuda berzirah nya untuk melindungi Raja Els, Pangeran daniel dan lainnya.


Lalu penjaga gerbang mulai menyuruh 2 pasukannya untuk memberi arahan menuju istana kerajaan.


"mari yang mulia saya antar"ucap 2 penjaga yang disuruh oleh penjaga gerbang tadi.


Mereka pun mulai mengikuti 2 penjaga itu sembari melihat lihat isi kerajaan tersebut, para rakyat disini menggunakan sihir untuk menjalani kehidupan sehari hari mereka.


Tidak terasa mereka sudah sampai di depan istana kerajaan itu.


"Kalian tunggu saja diluar biar saya,Owupi,Marduk,Daniel,Gale dan Lucius yang masuk"ucap Raja Els kepada seluruh pasukan yang mengawal nya tadi.


"Siap Laksanakan"ucap para pasukan.


Para pasukan pun mulai mengelilingi istana tersebut untuk membantu para pasukan kerajaan barbador menjaga istana kerajaan tersebut.


Lalu Daniel dan yang lainnya mulai memasuki kejaraan tersebut dan menuju ke Ruangan Raja untuk bertemu Raja dari kerajaan Barbador.


"Raja Els, dan pangeran Daniel memasuki Wuangan Raja"teriak penjaga pintu ruangan Raja.


Lalu 2 penjaga pintu ruangan Raja mulai membuka pintu ruangan.


Terlihat seorang Pria yang masih muda,terlihat seperti berumur 25 - 28, menggunakan Mahkota yang cukup besar dengan dilengkapi batu rubi di sekeliling mahkota tersebut,Rambut nya berwarna hitam pekat, serta matanya berwarna merah ruby, dan memakai pakaian berwarna putih dengan corak logo kerajaan nya yang bergambar Harimau.


"Selamat datang di kerajaan ini Raja Els dan Pangeran Daniel"ucap Raja Barbador sembari berdiri dan menghampiri mereka.


""Perkenalkan saya Alva Von Barbador XV"ucap Raja Alva sembari membungkuk dan meletakkan tangan kanan nya di dada kiri nya.


"Saya Raja Els Von Lua XXI dari Kerajaan Lua"ucap Raja Els memperkenalkan diri.


"Dan saya Pangeran Daniel Von WindLand dari kerajaan WindLand"ucap Daniel kepada Alva.


"Baiklah, mari kita duduk di terlebih dahulu"ucap Alva sembari mengantarkan mereka ke Ruang makan kerajaan.


"Silahkan duduk"ucap Alva saat sudah sampai di ruang makan.


Lalu mereka pun mulai duduk dan mulai menyantap hidangan yang tersaji di meja makan tadi.


"Baiklah, apa maksud dan tujuan kalian mampir ke kerajaan ini?"tanya Alva.


"Baiklah, sebenarnya kami disini hanya untuk beristirahat terlebih dahulu untuk ke Kerajaan Lua"Jawab Raja Els.


"Hahaha ternyata hanya itu saja kah?"tanya Alva sembari tertawa.


"Ya hanya itu saja"ucap Raja Els.


"Tetapi ada satu lagi"ucap Daniel.


"hooo Apakah itu Pangeran?"tanya Alva kepada Daniel.


"Sebenarnya kami sedang dalam perjalanan untuk mengalahkan Naga Agung Hydra, jadi saya sedang mengumpulkan rekan rekan dari berbagai Ras dan mengumpulkan senjata legenda untuk membunuh mereka yang tertera di gulungan kuno"ucap Daniel.


"Apakah Ras Penyihir termasuk ke dalam gulungan kuno itu?"tanya Alva dengan penasaran.


"Tentu Ada"jawab Daniel.


"Hahaha ternyata ada ya"ucap Alva sembari tertawa.


"Dan Apakah kalian percaya dengan dongeng anak anak itu?"tanya Alva sembari meledek.


"Ini bukan Dongeng anak anak Raja Alva!"teriak Raja Els sampai memukul meja.


"Huft jikalau begitu, buktikan kenapa kalian percaya dengan dongeng itu"ucap Alva.


"sudah kubilang itu bukan.."


"Ini buktinya"ucap Daniel memotong pebicaraan Raja Els dan sembari meletakkan pedang Celestia di meja makan.


"Hah?? Pedang yang ga ada bilah nya ini bukti?"tanya Alva keanehan.


"Sepertinya kalian hanyalah penipu ya"ucap Alva.


"Tunggu sebentar, dan lihatlah ini"ucap Daniel sembari mengalirkan mana angin nya ke pedang celestia, dan munculah sebuah bilah pedang berwarna hijau.


"Apa hanya ini buktinya?"tanya Alva.


"Sayangnya hanya ini bukti fisik nya bahwa legenda itu nyata"ucap Daniel.


"Dan Kami melihat Naga Behemoth yang adalah salah satu bawahan Hydra datang menghancurkan WindLand"ucap Lucius.


"Hoo jadi karena itu WindLand hancur, hanya itu??"tanya Alva.


"Tapi darimana kalian tau bahwa dia adalah Behemoth?"tanya Alva.


"Dia yang memberi tau identitasnya"ucap Gale.


"maksud kalian dia dapat berbicara?"tanya Alva keanehan.


"Pfftt Hahahaha aku sudah tidak kuat lagi"ucap Alva sembari tertawa terbahak bahak memegang perutnya.


"ini bukan candaan Raja Alva"ucap Raja Els dengan tegas.


Seketika saja muncul sebuah gempa beaar yang melanda benua Ainsworth, Alva yang tadi sedang tertawa terbahak bahak sekarang hanya bisa berdiam diri karena terkejut.


"ini adalah salah satu bencana yang terdapat dalam legenda"ucap Daniel.


"Jikalau begitu kita harus buru buru menuju kerajaan Lua"ucap Lucius.


"Biarkan saya ikut"ucap Alva.


"Bukankah anda tidak percaya dengan dongeng itu?"sindir Raja Els.


"karena itu saya ingin ikut,untuk membuktikan bahwa itu bukanlah dongeng"ucap Alva.


"baiklah jika begitu"ucap Raja Els.


"Mohon tunggu sebentar,saya ingin menyampaikan hal ini kepada sekretaris dan bendahara saya"ucap Alva sembari beranjak pergi dari ruang makan.


setelah beberapa saat Alva kembali menuju ruang maka dengan berpakaian ala ala penyihir.


"bukan kah itu Tongkat sihir Kizuna?"tanya Daniel.


"oh ya betul ini adalah tongkat yang diturunkan turun temurun"ucap Raja Alva.


"Itu adalah Senjata legenda untuk mengalahkan Hydra"ucap Daniel dengan gembira.


"Hah??serius??"tanya Alva.


"Seriuss, berarti kita tidak perlu mencari tongkat legenda itu lagi"ucap Daniel.


"Baiklah tidak usah berlama lama mari kita pergi ke Kerajaan Lua dengan sihir teleportasiku, tapi mungkin ini sudah terlambat tapi dia siapa?"tanya Alva sembari menunjuk Marduk.


"Saya adalah Marduk pelayan setia Daniel"ucap Marduk dengan sombong.


"bukannya Marduk itu Monster tingkat S yaa??"tanya Alva dengan terkejut.


"Betul sekali, baiklah tidak usah banyak nanya, kita harus cepat cepat menuju kerajaan Lua"ucap Daniel sembari teriak.


"Ba... Baiklah"ucap Alva dengan gagap.


"kita harus cepat cepat menuju gerbang maduk kerajaan untuk membawa karavan kita"ucap Raja Els.


"Baiklah ayo"ucap Daniel dengan tegas.


Lalu mereka pun mulai berlari dengan kencang menuju gerbang masuk kerajaan.


"Para pasukan cepat pergi menuju gerbang kerajaan"teriak Raja Els kepada pengawalnya yang sedang berjaga di sekeliling istana.


"Siap Yang mulia"teriak para pasukan.


Dengan cepat kara pasukan kavaleri mulai meiki kuda mereka dan memecut kuda nya agar berlari dengan cepat sampai sampai meninggalkan Raja Els dan Daniel, Dengan Terpaksa pasukan infantri,pemanah dan penyihir Elf dari kota Elf harus ikut berlari dengan kencang menuju Gerbang masuk.


Sesampainya di gerbang masuk mereka langsung menyuruh para kusir untuk bersiap siap.


"Gate menuju Kerajaan Lua"ucap Alva merapalkan mantra.


Seketika muncul sebuah portal yang terhubung dengan kerajaan Lua.


"Cepat Masuk!"teriak Raja Els.


Dengan cepat para kusir masuk terlebih dahulu menuju portal.


"Yang mulia Alva, Hosh... Hosh... Biarkan kami ikut"ucap Para pasukan penyihir sembari menarik nafas karena capek berlari.


"Baiklah ayo ikut"ucap Alva dengan senang.


"Terima kasih Yang mulia"ucap 20 pasukan penyihir sembari membungkuk.


"Ayo masuk Raja Alva"ucap Raja Els.


"Baiklah, ayo masuk para pasukan ku"ucap Alva dengan tegas.


Mereka pun mulai memasuki portal tersebut, saat mereka sudah masuk ke dalam portal, mereka keluar di halaman istana kerajaan Lua yang merupakan istana kerajaan Raja Els.


"Para kusir mohon tunggu disini"ucap Raja Els.


"Baik yang mulia Raja Els"ucap ketiga kusir karavan itu.


"Selamat datang kembali Yang Mulia"ucap 8 pelayan yang terdiri dari 4 lali laki dan 4 perempuan sembari membungkuk.


"Terima kasih para pelayan"ucap Raja Els.


"Antarkan kereka menuju Ruang Tamu istana ini dan layani mereka dengan baik"ucap Raja Els memberi perintah kepada 8 pelayan itu.


"baik Yang mulia"ucap 8 pelayan itu dengan serempak.


Para pelayan itupun mulai mengantarkan merwka menuju ruang tamu istana.


Raja Els pun mulai bergegas berlari menuju gudang harta dan menyuruh penjaga kerajaan itu untuk membawa panah Elbow ke hadapannya beserta dengan 2 bahan yang diucapkan Marduk.


Kedua penjaga itu pun langsung membuka gudang harta dan langsung mencari apa yang dibutuh kan oleh Raja Els.


"Jika sudah antarkan barang barang itu menuju Ruang tamu"teriak Raja Els kepada 2 penjaga itu.


"Baik pak, segera kami antarkan"ucap 2 penjaga.


Raja Els pun mulai berlari lagi menuju ruang tamu untuk sedikit berbincang bincang dengan Daniel dan Alva.


"Silahkan duduk dan anggap saja istana sendiri"ucap Raja Els


Mereka pun langsung duduk yang disediakan di ruang tersebut, terlihat seperti ruang makan yang terdiri dari meja panjang dan 12 kursi yang ditata dengan rapih.


"Tok... Tok.... Yang mulia ini penjaga Gudang harta"ucap 2 penjaga itu membawa barang barang yang dibutuhkan oleh Raja Els tadi sembari mengetuk pintu.


"Masuklah"ucap Raja Els.


"Klek..."suara pintu terbuka.


"letakkan saja disini"ucap Raja Els sembari menunjuk ke meja.


Ke 2 penjaga itupun meletakkan panah Elbow dan 2 bahan yang di sebutkan oleh Raja Els.


"Kalau begitu kami pamit"ucap 2 penjaga itu sembari bergegas kembali ke gudang harta dan tidak lupa juga menutup pintu nya kembali.


"Ini dia Panah Elbow yang disebutkan dalam legenda, dan panah ini untuk mu Owupi"ucap Raja Els.


"Be.... Benarkah itu Raja Els?"tanya Owupi.


"Benar, ambil saja" ucap Raja Els.


"aaaa makasiih Raja Els"ucap Owupi dengan kegirangan dan mengmbil panah tersebut.


"baiklah ini dia 2 bahan yang tersisa"ucap Raja Els kepada Marduk.


"baiklah terima kasih atas 4 bahan ini"ucap marduk.


"memangnya ke rmpat bahan ini untuk apa?"tanya Raja Els kepada marduk.


"untuk membuat Ramuan"jawab Maraduk.


"Hah Ramuan dari bahan ini?"tanya Raja Els dengan terkejut.


"Iya betul nanti ini tanaman Mandrake yang sudah berumur 250 tahun, berry emas, batu sihir ultimate yang warna warni, dan jantung wyvern akan di taruh di dalam 4 botol masing masing bahan di simpan dalam 1 botol, nanti alirkan sihir api lalu goyang goyang botol nya, saat sudah berubah menjadi cair campurkan semua bahan di satu botol dan alirkan sihir penyembuhan lalu goyang goyang dan tunggu sampai berwarna emas, untuk jantung naga di tunggu sampai berwarna ungu,berry emas tentu sampai berwarna emas, mandrake sampai berwarna coklat, dan batu sihir sampai berwarna ungu"ucap Marduk.


"lalu saat sudah jadi masukan dalan suntikan dan jadi lah serum penyembuhan"ucap Marduk.


"langkah terakhir hanyalah....."


---------------------------BERSAMBUNG------------------------------


Jangan lupa Like, Coment, subscribe, rating jika suka ya harus bintang 5 dong, dan ikuti akun penulis ya...


Selamat membaca kembali.